Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Delapan Tiga "TSJC"


__ADS_3

Riko sedang mandi di bawah shower sementara Citra sedang berendam di bathub.


Setelah Riko mandi, diapun segera keluar untuk berpakaian setelah itu Riko ingin sarapan, karna memang dia belum sarapan dan dia sudah sangat kelaparan akibat bertarung tadi.


Setelah berpakaian, Riko menunggu Citra yang belum selesai mandi. Riko pun duduk di pinggir ranjang sambil terus menunggu Citra, tapi setelah merasa sudah lama menunggu Rikopun mulai gelisah.


"Kenapa dia belum keluar juga." gumam Riko khawatir karna Citra belum juga keluar dari kamar mandi.


Riko kemudian mengetuk pintu kamar mandi,


"Sayang, kamu belum selesai?" tanya Riko, Tapi tidak ada jawaban.


Riko mengetuk sampai tiga kali, tapi tetap tidak ada jawaban. Rikopun mulai merasa cemas dengan istrinya, diapun membuka pintu kamar mandi lalu masuk dan melihat istrinya sedang tertidur di bathub.


"Ya ampun, kenapa kamu tidur disini sayang, kamu bisa masuk angin." gumam Riko lalu mendekati istrinya dan berjongkok di samping istrinya untuk membangunkannya.


Riko membangunkan Citra dengan mengelus pipi Citra dengan lembut sambil memanggil namanya.


Tidak lama kemudian Citra pun bangun dan menyadari bahwa dirinya ketiduran.


"Maaf kak, aku ketiduran." ucap Citra lirih dengan suara serak khas bangun tidur.


"Iya ngga ppa." ucap Riko lembut sambil tersenyum. Riko kemudian berdiri untuk mengambil handuk Citra.


"Ya udah, sekarang kamu berdiri terus pakai handuk kamu, lalu keluar dan pakai pakaian kamu, nanti kamu bisa masuk angin kalau kelamaan berendam." ucap Riko sambil membantu istrinya berdiri dari bathub lalu memasangkan handuk di tubuh Citra, lalu mereka pun keluar dari kamar mandi.


"Sekarang kamu pakai baju, aku mau ke dapur untuk memanaskan sarapan yang tadi aku buat sayang, karna pasti sekarang makanan itu udah dingin." ucap Riko dan Citra hanya mengangguk. Rikopun mengelus pipi istrinya lembut sambil tersenyum, lalu diapun meninggalkan istrinya menuju dapur.


Citra pun segera memakai pakaian yang sudah disiapkan suaminya dengan kondisi yang masih mengantuk.


Semenjak Citra hamil, matanya selalu ingin tidur, tidur dan tidur. Setiap dia mendapat tempat yang nyaman disitulah dia akan tidur.


Setelah berpakaian Citra pun berjalan menuju dapur, sementara Riko yang juga sudah selesai memanaskan sarapan untuk istrinya, diapun duduk sambil menunggu istrinya.


Riko yang sudah sangat kelaparan, sudah tidak tahan untuk menahan laparnya, diapun mengambil roti itu, lalu hendak memakannya.


"Kak Riko." ucap Citra tiba-tiba, dan sudah berdiri tidak jauh dari Riki. Citra cemberut melihat Riko yang hendak makan tanpa menunggunya.


Riko yang tadinya ingin memasukkan roti kedalam mulutnya tertahan, karna dia melihat wajah cemberut istrinya.


"Kak Riko mau makan tanpa aku yah." ketus Citra.

__ADS_1


"Ngga sayang, aku itu mau nyuapin kamu." ucap Riko alasan hanya untuk membela dirinya.


"Nyuapin apanya, jelas-jelas Roti itu akan masuk ke mulut kak Riko." ketus Citra lagim


"Iya memang, aku mau nyuapin kamu dari mulut ke mulut." ucap Riko.


"Ayo sini, aku suapin kamu." ucap Riko lagi lalu menggigit Roti itu sedikit, tapi tidak langsung dia masukkan ke dalam mulutnya.


Riko pun menggerakkan jari telunjuknya tanda agar Citra menghampirinya.


Citrapun tersenyum melihat tingkah suaminya, yang menurutnya konyol, tapi itu membuatnya bahagia.



Citrapun menghampiri Riko, sambil membuka mulutnya untuk memakan Roti yang ada dibibir Riko.


********


Indah dan Kevin sedang berjalan-jalan di sekitar Aquarium, Indah sangat takjub dengan pemandangan tersebut.


Indah merasa sangat senang, akhirnya dia bisa melihat berbagai macam hewan laut, Indah merasa dirinya seperti sedang berada di dasar laut.


Semantara Kevin hanya terus mengikuti Indah di belakang.


"Apa kamu suka tempat seperti ini?" tanya Kevin.


"Iya, aku dari kecil sangat ingin ketempat seperti ini, tapi, karna orang mami papi aku yang selalu sibuk, jadi tidak ada waktu untuk membawa aku ke tempat seperti ini." ucap Indah merasa sedih.


"Kamu tenang aja, sekarang kamu memiliki aku, jadi kapanpun kamu mau ke tempat seperti ini, aku akan siap anterin kamu." ucap Kevin menghibur Indah.


Indah pun tersenyum mendengar perkataan Kevin.


"Walaupun ke ujung dunia sekalipun?" tanya Indah dan Kevin mengangguk yakin.


"Makasih udah ngehibur aku." ucap Indah lagi, lalu kembali fokus menatap ikan.


Kevin pun merasa sedikit kasihan melihat Indah, Kevin merasa Indah sangat kurang menerima kasih sayang dari orang tuanya.


Kevin pun meraih tangan Indah dan menggandengnya, Indah pun menoleh ke arah Kevin yang sedang menatapnya.


"Sejak kapan kamu suka sama aku?" tanya Kevin serius.

__ADS_1


"Aku juga ngga tau Vin,, mungkin saat kamu nolongin aku." ucap Indah.


Kevin pun mengingat-ingat kapan dia menolong Indah, karna dia tidak ingat.


"Kamu nolongin aku dari penjahat yang mau nyakitin aku waktu aku pulang sekolah." ucap Indah memberi Kevin petunjuk.


Kevin masih belum mengingatnya, karna perempuan yang dia tolong bukan cuma Indah.


Indah mulai kesal dengan Kevin, karna Kevin sama sekali tidak mengingatnya.


"Bagaimana mungkin kamu ingat, waktu itu aja kamu ngga ngelirik aku sama sekali." ketus Indah kesal lalu meninggalkan Kevin yang masih bingung.


"Indah." ucap Kevin memanggil Indah, tapi Indah tidak perduli, diapun mengejar Indah.


"Jangan marah dong, aku beneran ngga ingat, sekarang kamu kasi tau aku, waktu itu kita kelas berapa?" tanya Kevin sambil menahan Indah agar berhenti.


Indah mendengus kesal lalu menjawab pertanyaan Kevin.


"Waktu itu kita masih kelas 1 SMA Vin." ucap Indah lagi.


Kevin masih mencoba mengingatnya.


"Masih belum ingat juga. Ahh udah deh, ngga usah di bahas, kalau kamu ngga ingat." ketus Indah lagi lalu hendak meninggalkan Kevin lagi tapi Kevin menahan Indah dengan menarik tangannya.


"Sekarang aku udah ingat." ucap Kevin.


"Wah.. berarti kamu suka sama aku udah lama banget dong." ucap Kevin tidak percaya.


"Ya iyalah, seperti lamanya kamu suka sama Citra." ucap Indah menyindir Kevin.


"Bisa ngga sih, itu ngga usah di bahas, sekarang kan aku pacar kamu, jadi aku sekarang milik kamu." ucap Kevin lagi meyakinkan Indah.


"Raga kamu memang milik aku, tapi hati dan fikiran kamu, belum tentu milik aku." ucap Indah sambil menunjuk dada dan kepala Kevin.


Kevin memegang tangan Indah dengan erat dan menatap mata Indah dalam-dalam membuat Indah salah tingkah.


"Ndah, kamu belum percaya sama ketulusan aku suka sama kamu, Ndah aku memang pernah mengejar Citra, pernah suka, tapi perasaan itu sudah hilang semenjak ada kamu yang selalu mengisi hari-hari aku." ucap Kevin serius, Indah pun tertunduk malu mendengar perkataan Kevin karna dia tidak sanggup menatap mata Kevin yang terlihat sangat serius.


Kevin mengangkat dagu Indah, dan menatap mata Indah dalam-dalam.


"I Love you." ucap Kevin sungguh-sungguh.

__ADS_1


Indah melihat keseriusan di mata Kevin.


"I love you too." jawab Indah. mendengar jawaban Indah membuat Kevin langsung mencium bibir Indah dengan mesra.


__ADS_2