Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
402


__ADS_3

Disebuah ruangan redup bercahaya kuning keemasan sepasang kekasih duduk berhadapan.


Malam ini Alexi menganjak Salsa untuk makan malam diluar.


Ini pertama kalinya bagi pria itu melakukan hal romantis karna sebelumnya Alexi jarang menganjak Salsa diner ditempat bagus.


" Kenapa kita kesini ? disini makanan nya mahal2 " Ucap Salsa pelan.


" Gak papa " Jawab Alexi tersenyum kecil.


" Aku gak mau ya habis ini nyuci piring " kata Salsa tajam.


" Hehe iya sayang " Jawab Alexi cengengesan.


Gadis itu mencari kenyamanan dalam duduknya,Salsa sedikit deg degan karna ini pertama untuk dirinya diner bersama seorang pria meski sebelumnya mereka sering makan bersama dirumah atau di pinggir jalan..


Seorang pelayan datang menghampiri mereka.


" Ditinggal aja Pak " Ucap Salsa dalam bahasa inggris.


Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan mereka.


Salsa membuka menu dan terbelalak melihat harga disana.


" Astaga ini mahal banget,bisa makan 3 hari kalo dirumah " Gumam Salsa melihat daftar harga yang begitu mencekik.


Alexi diam saja memperhatikan gadis yang terlihat katrok tersebut.


" Makanan yang murah mana ya ?" Gumam Salsa menyelisik satu persatu menu.


Alexi bangun membuat Salsa mendongak.


" Mau kemana ?" Tanya Salsa..


" Kamar mandi " Jawab Alexi tenang.


" Jangan kabur Lex uang aku gak cukup " Kata Salsa ngeri.


" Haha ya ngak lah Sa,ya ampun kamu ngeremeh aku banget " Kata Alexi gemas.


" Ya siapa tau,kamu kan jahil " Kata Salsa kesal.


" Iya,tunggu bentar ya " Kata Alexi mengalah.


Salsa mengangguk dan kembali melihat menu.


Alexi berjalan menuju pelayan yang sedang berdiri didepan pintu.


" Pesankan menu special disini " Ucap Alexi tenang.


" Baik Pak " Balas pelayan mengerti.


Alexi mengangguk dan kembali berjalan mendekati Salsa.


Pria itu terlihat tenang dan sangat dewasa saat ini,Alexi berstyle sedikit berbeda dari biasanya,lelaki itu juga meminta Salsa mengenakan dres yang ia beli untuk dipakai.


" Udah selesai ?" tanya Salsa saat Alexi duduk.


" Hm " Jawab Alexi mengambil tisu.


" Aku mau pesan ini aja " Kata Salsa menunjuk menu.


" Nasi bakar ?" Tanya Alexi mengernyit.


" Iya Lex,cuma ini yang agak murah lainnya mahal semua " jawab Salsa menggaruk kepala.


" Ya gak papa,kan aku yang bayar " Kata Alexi mengernyit.

__ADS_1


" Gak usah boros deh,kita musti nabung buat pulang " Kata Salsa tajam.


" Iya aku tau,tapi gak papa sesekali " Kata Alexi tersenyum.


" Ck,kamu gak tau apa biaya makan disini mahal,kemana2 mahal " Gerutu Salsa.


Bukan tanpa sebab gadis itu sàngat berhemat dalam pengeluaran,sejak remaja Salsa sudah dipaksa keadaan untuk menahan semua keinginannya karna faktor ekonomi yang tinggi.


Gadis itu ingin mandiri dan tak mau menyusahkan orang lain meski kenyataannya ia malah dikasihani oleh mertua bahkan mantan suaminya.


Alexi pun paham kenapa Salsa begitu pelit dengan diri sendiri,gadis itu harus pintar mengatur uang untuk makan dan kebutuhan sehari2 apalagi Salsa turun langsung kepasar membeli perlengkapan mereka.


Alexi hanya diam memperhatikan Salsa yang masih nyerocos membahas tentang uang.


" Sa " panggil Alexi pelan.


" Iyaaa " Jawab Salsa malas.


" Senyum dong " pinta Alexi.


" Gak bisa aku lagi esmosi nih " Tolak Salsa.


Alexi tertawa menatap gadis itu begitu lucu.


" Apaan sih Lex " kata Salsa kesal.


" Aku seneng kamu gini " Kata Alexi lembut.


" Kenapa ?" Tanya Salsa ketus.


" Kamu gak bohongin diri kamu lagi,kamu bisa ungkapin isi hati kamu tanpa harus ada yang memaksa " Jawab Alexi.


Salsa terdiam dengan ucapan lelaki itu.


" Maafin aku ya,aku dah ngilangin harga diri kamu,bikin kamu terpuruk dan hal menyakitkan lainnya " Kata Alexi serius.


" Iya,aku dah sering minta maaf dan melakukannya lagi,aku tau aku salah Sa,aku selalu meminta pengertian kamu tapi aku tidak pernah mau mengerti " Kata Alexi mengakui.


" Tuh dah pinter " Jawab Salsa.


Alexi diam memperhatikan wajah judes Salsa yang akhir2 ini sering ia tampakkan.


Salsa yang sekarang beda jauh dengan Salsa yang dulu ia kenal.


Lama terdiam,pelayan pun datang mengantarkan menu makanan yang sudah Alexi pesan.


" Loh ini apa ?" tanya Salsa kaget.


" Maaf Pak,kami belum memesan anda salah meja " Ucap Salsa menahan tangan lelaki itu.


" Saya harus mengantar ke meja mana Nona ?" tanya si pelayan tenang.


Salsa terkejut dan melihat kiri kanan.


Tak ada siapapun disana,suasana sangat sepi.


" Loh gak ada tamu lain ?" tanya Salsa kepada Alexi.


" Gak,ini khusus malam kita " Jawab Alexi tenang.


" Whattt ???" Pekik Salsa terbelalak.


" Kamu booking tempat ini Lex ?" tanya Salsa tak percaya.


" Hm " jawab Alexi.


" Kamu gila ya " Pekik Salsa syok membuat pelayan kaget.

__ADS_1


" Udah Pak tinggalin aja " kata Alexi menyuruh pelayan pergi.


Pria bertopi ala resto itu mengangguk dan mundur perlahan memberi hormat.


" Kenapa kamu booking tempat ini Lex ?" Tanya Salsa melototkan mata.


" Ya buat kita makan lah,aku gak suka keramaian " Jawab Alexi.


" Tapi kan gak harus resto mahal juga,astagaaa kamu ngabisin duit tau gak !" kata Salsa marah.


Alexi diam saja tak menjawab.


Jika dilihat dari dekat Salsa persis seperti ibunya yang begitu cerewet jika dianjak ketempat bagus.


Mereka selalu perhitungan bukannya bahagia.


" Makan dulu yuk isi tenaga nanti marah nya dilanjutin lagi " Ajak Alexi santai.


" Ihh kamu mahh " Kata Salsa masih kesal.


Alexi memotong daging sticknya dan mengacungkan kedepan Salsa.


" Mangap " Kata Alexi tenang.


" Gak mau " Jawab Salsa mendengus.


" Mangap dong Yank,aku kasih ke Mba2 kasir nih " Ancam Alexi.


" Ya udah kasih aja lagian mba nya gak suka cowok putih " Jawab Salsa tenang.


" Yakinnnn ?" Tanya Alexi menaikkan sebelah alis.


Salsa melirik kasir dan terkejut melihat wanita bule itu menatap mereka dengan wajah bingung.


" Ck ya udah " Kata Salsa mengalah dan menganga dengan lebar.


Alexi terkekeh geli dan kembali mengangkat garpu makan nya.


Salsa mengunyah dengan wajah bersemu,Salsa tak terima jika Alexi di lirik wanita lain.


Gadis itu sangat malu dengan perlakuan Alexi barusan.


" Gimana enak gak ?" tanya Alexi.


" Hm " Jawab Salsa mengangguk.


" Nah coba kalem gini kan enak dipandang " Kata Alexi menggoda.


Salsa memasang wajah datar dan kembali menganga.


" Hahahahah makan sendiri lah,aku juga laper " Kata Alexi tertawa.


" Ck,gak peka banget sih Lex " Gerutu Salsa.


" Bodo " Jawab Alexi cuek dan mengiris daging asap itu dengan cepat.


Mau tak mau Salsa pun mengambil garpu dan pisau lalu melakukan hal yang sama.


Alexi ingin tertawa,lelaki itu sangat hoby menjahili emosi Salsa yang sering naik turun.


Keduanya makan dengan lahap,sesekali Alexi menyuapi Salsa dengan daging yang besar,mau tak mau Salsa harus menerimanya karna itu hal yang jarang terjadi.


Perkelahian pun tak terelakkan membuat kesan makan malam romantis mereka sedikit absurd.


Para pelayan terlihat bingung harus memisahkan mereka atau membiarkan saja perdebatan terjadi karna keduanya lebih terlihat seperti musuh bebuyutan daripada orang pacaran.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2