
Kevin sedang siap-siap untuk keluar bermalam minggu bersama Indah, sementara Mita seperti biasa dia sedang sibuk dengan drama koreanya dan Romi sedang sibuk dengan kerjaannya di ruang tamu.
Romi kerja sambil sesekali melirik Mita yang sedang menangis tidak jelas sementara film yang dia tonton menayangkan adegan tertawa dan bahagia.
"Ada apa dengan anak itu." gumam Romi bingung.
Tidak lama kemudian Kevin pun keluar dari kamarnya dan heran saat dia juga melihat Mita yang sedang sibuk menghapus air matanya dengan tissue sementara film yang dia tonton tertawa bahagia.
"Anak itu kenapa?" gumam Kevin sambil berjalan kearah Romi.
"Obatnya belum diminum, makanya penyakitnya kambuh lagi." jawab Romi tanpa menatap Kevin dan terus fokus dengan laptopnya.
"Mau kemana kamu?" tanya Romi saat menatap Kevin yang sudah sangat rapi.
"Mau malam mingguan lah, kak Romi emangnya ngga malam mingguan?" tanya Kevin.
"Kamu aja yang pergi, kalau aku juga pergi, kasihan manusia jomblo itu nanti dia diculik genderuwo kalau sendirian di rumah." ketus Romi mengejek Mita membuat Mita berbalik kearah mereka dan menatap mereka dengan sinis sambil menghirup ingusnya dalam-dalam.
__ADS_1
"Ihhhhh... gumam Romi dan Kevin bersamaan jijik melihat tingkah Mita yang jorok.
Setelah itu Kevin pun pergi, dan Romi kembali melanjutkan pekerjaannya sementara Mita sudah masuk kedalam kamarnya.
***
Riko terlihat sedang memijit kaki Citra dengan penuh perhatian, Sementara Citra sedang membaca majalah tentang kehamilan sambil dia sesekali melirik Riko yang sedang memijit kakinya.
"Kak Riko, udah ngga usah pijitin kaki aku, tadi aku udah dipijit di spa." ucap Citra berusaha menjauhkan kakinya dari Riko, tapi Riko menariknya kembali.
"Beda sayang, tadi yang mijit kamu pegawai spa itu, tapi sekarang suami kamu yang mijit kamu." ucap Riko lagi dan Citra hanya menerima saja.
"Kak Riko mau aku jujur?" tanya Citra menatap Riko.
"Ngga sayang, kamu ngga usah jujur, kamu bohong aja biar aku seneng." ketus Riko merasa kesal membuat Citra tersenyum lalu melipat kakinya kemudian mendekati Riko.
"Pijitan yang paling enak adalah pijitan suami aku. terutama pijitan yang itu." ucap Citra menatap Riko dengan tatapan mesum sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Riko goyah dan langsung membaringkan Citra.
__ADS_1
"Kamu semakin hari semakin nakal yah." ucap Riko sambil menyentil hidung Citra dengan gemas.
"Iya aku sangat nakal." ucap Citra menatap Riko dengan tatapan nakalnya sambil menggigit bibir bawahnya menggoda Riko.
Rikopun tersenyum dengan tingkah istrinya itu dan langsung ******* bibir Citra dan Citra pun menerima dan menikmatinya.
Saat Riko sedang asyik bermain dengan bibir Citra, perlahan cumbuannya turun di leher Citra sambil tangannya membuka kancing piyama Citra, saat pakaian Citra terlepas dan hanya menggunakan bra, tiba-tiba Citra melotot merasakan sesuatu yang bergerak dari perutnya dan diapun langsung mendorong Riko yang sedang menindihnya.
Saat Riko sudah berhenti menindihnya, Citra segera berlari kearah cermin lalu mengangkat bajunya dan memperlihatkan perutnya yang sudah terlihat buncit itu.
Riko yang masih berbaring ditempat tidur terlihat kecewa karna Citra mendorongnya saat adegan yang mereka peragakan sudah ingin mencapai klimaks. Dengan wajah malas Rikopun duduk sambil memperhatikan Citra yang terus memeriksa sesuatu yang bergerak diperutnya di depan Cermin dan Riko tersenyum saat melihat perut Citra sudah sedikit membuncit. Rikopun perlahan-lahan mendekati Istrinya yang masih sibuk memeriksa perutnya kiri dan kanan dengan hanya memakai bra di depan cermin tersebut.
"Kamu lagi ngapain sayang?" tanya Riko menghampiri Citra di depan cermin lalu memeluk Citra dari belakang.
"Kak, apa kak Riko melihat ada sesuatu yang aneh dari perut aku?" tanya Citra sambil menatap Riko diCermin.
"Hmmm, perut kamu kelihatan buncit, hehe." ucap Riko sambil membelai perut Citra dengan gemas.
__ADS_1
Citrapun menatap Riko dengan sinis dicermin lalu membalik badannya ke Riko sambil mengait tengkuk Riko membuat tubuh mereka menempel dan Riko bisa merasakan perut Citra yang buncit menekan juniornya karna tubuh Citra yang pendek.