Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
650


__ADS_3

" Jawab !" Bentak Samuel menggelegar.


" Ak aku tidak mau seperti ini lagi Sam " Jawab Leni terbata.


" Kau ikut berperan dari semua ini " Kata Samuel tajam.


Leni diam melihat manik memerah Samuel yg menandakan kemarahan.


" Kau yg menyeret ku kesini " Kata Leni menunduk.


" Kau pikir siapa yg menawarkan diri hah ?" Kata Samuel mengangkat dagu wanita itu dengan cengkaramannya.


Tes....


Air mata Leni perlahan lulu membasahi wajah pucatnya..


Wanita itu terlihat begitu tertekan,Samuel masih mengcengkram dengan kuat.


" Ya,dan aku menyesal " Jawab Leni mengakui.


Samuel berdecih dan melepas cengkraman wanita tersebut.


Leni menahan tangis yg ingin meledak,hati nya benar2 sudah tergores dengan perlakuan Samuel.


" Aku pikir dengan menikah denganmu bisa mengalihkan pemberitaan publik mengenai kelakuan ku,tapi ternyata aku salah Sam " Kata Leni kembali menangis.


" Aku ternyata semakin membuat suasana menjadi kacau,aku tau aku egois meminta mu untuk tetap dengan ku tapi aku...aku.." kata Leni tak sanggup melanjutkan.


Samuel menoleh melihat wajah Leni yg begitu terluka.


" Aku menimpa luka juga untuk mu " Lanjut Leni menangis terisak menutup wajahnya.


Deg....


Samuel tersentak dengan ucapan istrinya,manik Samùel yg tadinya tajam kini perlahan memudar.


" Aku salah Sam,aku terlalu ceroboh dengan hati ku,aku tidak tau mengapa ini terjadi begitu saja hiks hiks " kata Leni terus menangis.


Samuel menghela nafas berjalan mendekati sofa.


" Duduk lah disini dan kita bicarakan baik2 " Ajak Samuel tenang.


Leni masih menangis dengan isakan tak henti.


" Aku juga bersalah dalam hal ini " Ucap Samuel tenang.


Leni membuka tangannya dan melihat sang suami yg menunduk dalam.


" Kemarilah " Ajak Samuel mendongak.


Leni masih diam hingga kakinya perlahan maju mendekat.


" Maafkan keegoisan ku " Kata Leni lemah.


" Aku turut berduka dengan meninggalnya Mama mu " Ucap Samuel tenang.


Air mata Leni kembali turun mendengar kata Mama yg terlontar dari mulut Samuel.


" Mereka semua mempertanyakan diri mu " Kata Samuel mengingat.


" Siapa ?" tanya Leni.


" Semuanya,bibi paman dan Papa mu " Jawab Samuel.


Leni diam tak membalas.


" Seharusnya kau pergi untuk memberi penghormatan terakhir sebagai anak "

__ADS_1


" Tak ada yg bisa aku persembahkan untuk Mama " Kata Leni berkaca kaca.


" Hidupku terlalu miris Sam,sebenarnya kita punya luka yg sama,tapi nyatanya kita saling menyakiti satu sama lain " Kata Leni terkekeh tak percaya.


" Aku belum bisa berdamai dengan diri ku sendiri " Ucap Samuel.


" Ya aku tau " Balas Leni.


Hening...


Keduanya diam saling melihat.


Tatapan Samuel sedikit berbeda,manil tajamnya menunjukkan kehangatn disana dan Leni bisa merasakannya sedikit.


Wanita itu memalingkan wajahnya takut pesona Samuel membuat ia lemah kembali sama seperti yg dulu.


" Kau benar ingin berpisah ?" Tanya Samuel menoleh.


Leni mendongak menatap wajah pria tampan tersebut.


" Jika itu baik untuk kita,akan aku lakukan " Jawab Leni berusaha tersenyum.


" Kau yakin setelah berpisah kita akan bahagia ?" tanya Samuel lagi.


" Mm yaa,aku rasa begitu " Jawab Leni terus menampakkan wajah senyum kecilnya.


Samuel menatap manik hitam itu dengan nanar,Leni yg ditatap seketika mengepalkan tangannya agar tidak goyah.


sungguh pertanyaan Samuel begitu menyayat hati,apalagi ia bertanya seolah dari hati yg sangat dalam dan Leni belum pernah mendengar kata lembut itu keluar sebelumnya.


Samuel mengangguk kecil dan mengambil sesuatu dari tas yg ia bawa.


Leni diam memainkan jemarinya,wanita itu bisa menebak kertas yg dipegang Samuel merupakan ujung tanduk pernikahan mereka.


" Ya Tuhan apapun ketetapan mu akan aku terima,tapi tolong kuatkan aku dan hati ku menerima semua ini,jangan buat aku menangis dan lemah dihadapan Samuel,aku mohon tahanlah air mata ku dan rasa sedih ku ini " Batin Leni berdoa kepada sang pemilik hati.


" Ini adalah surat perjanjian pra nikah kita,kau sudah menandatanganinya tanpa sepengetahuan ku " Kata Samuel melihat wajah Leni.


" Iya,karna jika aku melihat mu mungkin tetesan pena itu tidak akan pernah ada disana " Jawab Leni.


Samuel kembali diam,Leni menghela nafas panjang mencoba tenang.


" Apa kau sejujur ini ?" tanya Samuel.


" Aku memang seperti ini adanya Sam " Jawab Leni.


" Ya kau memang wanita yg jujur " Kata Samuel mengakui.


Leni tersenyum samar dan mengalihkan pandangannya kearah lain.


Samuel juga melakukan hal yg sama.


Tak ada yg tau apa isi hati pasangan tersebut,keduanya begitu kaku dalam hal baru ini apalagi Samuel yg memang kurang peka.


" Apa kau akan menandatanganinya ?" Tanya Leni hati2.


" Menurut mu ?" tanya Samuel.


Leni diam menggeleng tidak tau.


Samuel menyenderkan tubuhnya disofa,kepalanya mulai sakit.


Ia ingin mengakhiri hubungan toxic tersebut,tapi berada dekat dengan Leni dan bicara santai seperti ini sedikit mengganggu pria itu.


" Mau aku buatkan kopi atau minuman ?" Tanya Leni merasa canggung.


Samuel mengangguk pelan.

__ADS_1


Leni tersenyum dan bangun dari duduknya.


Wanita itu tak menyangka tawarannya langsung disetujui padahal ia hanya basa basi agar Samuel tak cuek..


" Duh kenapa dia mau sihh " Gumam Leni gemas sendiri.


Wanita itu menuju dapur dan melihat apakah ada yg bisa ia suguhkan atau tidak.


Leni mendekati kulkas dan mendapati marjan disana.


Dengan gerakan cepat wanita itu mengambil cangkir dan mulai membuatkan minuman dingin.


Diluar Samuel bangkit mendekati dapur dan memperhatikan gerak gerik Leni yg terlihat biasa dengan situasi tegang.


Ntah kaki yg sebelah mana,Samuel melangkah perlahan dan berdiri dibelakang wanita tersebut.


" Huh semoga gak kemanisan " gumam Leni selesai membuat minuman.


Wanita itu berbalik badan dan deg...


" Aaaa " pekik Leni terkejut.


Buurr....


Air dingin tersebut sontak menyiram badan Samuel yg menabrak.


" Astaga Saaamm,maafkan aku aku tidak sengaja " kata Leni panik melihat kaos yg Samuel pakai basah seketika.


Wanita itu meraba2 baju Samuel dan hap...


Samuel menangkap tangan Leni membuat wanita itu terhenti.


" Sa sam " Ucap Leni merasa takut.


Samuel diam masih menatap Leni dengan tajam.


" Maaf aku tidak sengaja " kata Leni merasa bersalah.


Samuel mengambil nampan dengan sisa air tumpah tersebut memindahkanya ke meja belakang Leni.


Leni masih diam ditempat dengan menelan ludah.


Keduanya kembali bertatapan dengan serius.


" Baju mu basah,em aku akan mengambil baju ganti " kata Leni mencoba melangkah.


" Len " Panggil Samuel menahan pinggang wanita tersebut.


Leni tersentak apalagi tangan Samuel melingkar dipinggang rampingnya.


Greb....


Sekali tarikan,wanita itu langsung menabrak dada bidang Samuel yg dihujani air marjan..


Keduanya kembali saling menatap,hingga Samuel perlahan mengangkat tangannya dan merapikan anak rambut Leni yg dikuncir asal.


Deg deg deg......


Jantung Leni berdegub sangat kencang tak beraturan.


Perlahan kepala Samuel merunduk dan cup...


Lelaki itu dengan berani mencium batang Leher Leni yg menunjukkan urat nadi disana.


" Omg " Batin Leni menutup mulut tak percaya.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2