
Byanca sampai dirumah langsung disambut pekikan Yuni yang sudah merindukan anak itu.
" Ibu " Pekik Byanca berlari memeluk wanita itu.
" Ow anak ibu,apa kabar ?" tanya Yuni mengecup wajah anaknya.
" Baik Bu,Ayah mana ?" tanya Byanca tak sabaran.
" Ayah lagi tidur,jangan berisik ya " Jawab Yuni.
" Aku boleh liat gak Bu,aku kangen Ayah " Kata Byanca memohon.
" Iya " Jawab Yuni tersenyum.
Serkan membawa tas sekolah serta koper kecil adiknya masuk kekamar gadis itu.
Byanca berjalan mengendap mendekati Romi yang tidur diranjang.
Gadis itu menaiki ranjang dengan hati2 dan berbaring bersama Romi menatap wajah renta lelaki yang begitu ia sayangi.
" Ayah Byan pulang " Bisik Byanca pelan.
Romi masih menutup matanya dengan rapat,setelah diberi obat tadi Romi langsung mengaduh kantuk karna efek obat.
Byanca dengan lembut mengusap wajah lelaki itu yang baru selesai cukuran.
" Ayah Byan ganteng juga " Ucap gadis itu terkekeh.
Byanca mengangkat tangan Romi pelan dan tidur dilengan lelaki itu.
Byanca sangat merindukan dekapan ayahnya,2 minggu tak bertemu membuat gadis itu galau akut,beruntung Camelia mau menampungnya dan mengalihkan rasa sedih gadis itu.
Romi membuka perlahan matanya karna merasa tanganya seperti ditimpa sesuatu.
Samar2 Romi melihat sebuah rambut,lelaki itu mengernyit merasa aneh.
Melihat Romi bergerak,Byanca mendongak dan langsung melotot melihat Ayahnya sudah bangun.
" Ayah " Pekik Byanca tertahan.
Gadis itu langsung bangun dan menatap Romi nanar.
" Byan " Panggil Romi serak.
" Iya Ayah,ini aku Byanca putri ayah " Kata Byanca tersenyum haru.
" Iya sayang " jawab Romi ikut tersenyum
" Byan kangen Ayah " Kata Byanca memeluk pria itu hati2.
" Ayah juga kangen Byan " Balas Romi lembut.
" Sini,tiduran sama Ayah " Ajak Romi menepuk lengannya lagi.
Byanca mengangguk,gadis itu berbaring disamping Romi menaruh kakinya diperut lelaki itu karna tak sampai memeluk tubuh besar ayahnya.
Romi sedikit bergerak menyeimbangkan tubuhnya yang sedikit lemah.
Keduanya saling berpelukan menumpahkan rasa rindu yang menggebu2.
" Ayah masih sakit ?" Tanya Byanca mengusap wajah Romi.
" Iya,sedikit tapi Ayah akan sembuh " Jawab Romi tersenyum.
" Ayah jangan tinggalin Byan ya,Byan sayang ayah " Kata Byanca memelas.
__ADS_1
" Iya Nak " jawab Romi mengecup kening bocah itu.
Byanca terlihat bahagia,keduanya pun kembali mengobrol hangat,Byanca menceritakan hari2nya disekolah.
" Byan tinggal sama siapa ?" tanya Romi lembut.
" Sama Bi..eh Kakak " Jawab Byanca hampir kecoplosan.
" Kak Serkan ?" tanya Romi menyelisik.
" iya hehe " Jawab Byanca cengengesan.
" Byan gak bohong sama ayah ?" tanya Romi tenang.
Byanca menunduk.
Gadis itu tak pandai berbohong,jadi Romi tau kalau anaknya sedang menyembunyikan sesuatu.
" Ayo cerita sama Ayah " Kata Romi menggoda.
Byanca menggeleng.
" Kenapa ? Byan gak percaya sama Ayah ?" tanya Romi sedih
" Bukan gitu Ayah,Byan gak mau ibu tau " Jawab Byanca polos.
" Emangnya kenapa ?" tanya Romi memancing.
" Byan takut Ibu marah kalo tau Byan tinggal sama Bibi " jawab Byanca lesu.
" Bibi ? siapa ?" tanya Romi bingung.
" Kakak panggil Bibi dengan sebutan Mama " Jawwb Byanca mengingat.
" Apa !" kata Romi terbelalak.
Romi menelan ludah kasar dengan anggukan kecil.
Lelaki itu ingin bangun,Byanca membantu Romi duduk.
" Ayah gak papa ?" Tanya Byanca takut.
" Gak papa sayang " jawab Romi sedikit tegang.
" Kamu ada yang terluka gak ? ada yang sakit ?" tanya Romi khawatir memeriksa tubuh anaknya.
" Gak Yah,aku baik2 aja " Jawab Byanca bingung.
" Bisa kamu panggilan Kak Serkan kemari,Ayah mau bicara sama dia " Kata Romi tenang.
" Iya Ayah " jawab Byanca mengangguk.
Gadis itu pun berjalan keluar,terlihat diluar sana Serkan sedang duduk bermain ponselnya.
" Kakak " Panggil Byanca dari arah belakang.
Serkan yang sedang melihat foto perpisahan anak magang pun terkaget dan langsung mematikan hapenya.
" Iya Byan,ada apa ?" tanya Serkan berbalik badan.
" Dipanggil Ayah " Jawab Byanca.
" Hm,iya Kakak kesana " Kata Serkan mengerti.
Byanca menarik tangan lelaki itu,mereka pun berjalan beriringan.
__ADS_1
Dikamar Romi sudah memasang wajah datar menatap anaknya pertamanya yang baru masuk.
Serkan yang melihat perubahan wajah Romi sudah menebak bahwa lelaki itu akan mengintrogasinya.
" Byan lihat ibu gih " kata Romi kepada gadis kecil itu.
" Byan mau disini sama Ayah " kata Byanca menggeleng.
" Ya udah " kata Romi mengangguk
Byanca tersenyum,gadis itu mengambil mainannya didalam lemari dan menaruh diranjang.
" Ada apa Yah ?" tanya Serkan tenang.
" Mengapa kamu menitipkan Byanca sama Mama mu ?" tanya Romi tajam.
" Apa salahnya ?" tanya Serkan tenang.
" Maksud mu ?" tanya Romi mengernyit.
" Byanca pulang dalam keadaan selamat itu artinya Mama merawat Byanca dengan baik " jawab Serkan.
" Serkan !" bentak Romi tertahan.
" Mama sudah berubah Yah,Mama tidak sejahat yang Ayah pikir " Kata Serkan meninggikan suaranya.
" Kamu tidak tau bagaimana kelakuan ibu mu " Kata Romi mengusap wajah kasar.
" Ya aku tau,Aku tau Mama punya banyak salah,bahkan dia tak memperlakukan aku dengan baik,tapi tidak dengan Byanca Yah,Mama merawat Byanca penuh kasih sayang " Kata Serkan sedih mengingat Camelia yang berusaha berubah..
Romi diam,lelaki itu menatap Byanca yang sibuk dengan boneka berby nya,seperti biasa gadis itu terlihat sangat ceria seperti tak ada beban sedikit pun.
" Tanya saja sama Byanca bagaimana perlakuan Mama ke dia,awalnya aku juga tak percaya tapi aku menyesal Yah " Kata Serkan melemah.
Romi memanggil gadis kecil itu mendekatinya.
" Apa Bibi melakukan hal yang jahat kepada Byan ?" tanya Romi menatap wajah Byanca.
Gadis itu menggeleng pelan.
" Bibi baik sama aku Yah,Bibi membuatkan aku susu setiap hari,kami pergi jalan2 " Jawab Byanca tersenyum.
" Apa dia pernah memukul mu atau mencubit mu ?" tanya Romi belum puas.
" Tidak,Bibi malah memarahi teman Byan yang jahil menarik rambut Byan disekolah " jawab Byanca polos.
" Benarkah ?" tanya Romi syok.
Gadis itu mengangguk cepat.
" Nanti kita kerumah Bibi ya Yah,Bibi sendirian dirumah " kata Byanca bergelayutan manja.
Glek..
Romi menelan ludah kasar beda hal dengan Serkan yang tidak terkejut lagi karna disepanjang jalan,gadis itu sudah curhat hari pertama bertemu hingga akhir dengan Camelia.
" Hoaaammm Byan ngantuk " Ucap gadis itu mengusel matanya.
" Ayo sana tidur,kamu belum tidur siang " Kata Serkan membawa anak itu keluar.
Byanca mengangguk memegang tangan Kakaknya.
Pintu kamar tertutup rapat,Romi terdiam dengan otaknya yang sedang berpikir keras.
" Apa benar Camelia sudah berubah ?" Gumam Romi pelan.
__ADS_1
" Jika dia belum berubah apa yang ia sedang rencanakan ?" Lanjut Romi pusing.
" Aku harus extra menjaga Byanca,perempuan itu tak bisa dipercaya langsung karna bisa saja ini tipu muslihatnya untuk menjatuhkan aku dan Yuni " Ucap Romi menatap tajam kedepan.