Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
360


__ADS_3

Disebuah rumah seorang pria terbaring lemah tak berdaya dengan selang impus menusuk di punggung tangannya.


Yap,Alexi jatuh sakit karna terlalu lelah bekerja dan kurang tidur.


Dokter memberitahu bahwa pria itu kena sakit tipes,dikarenakan Alexi tak mau dirawat dirumah sakit jadilah pria itu rawat jalan dirumah.


Dan yang harus mengurus pria itu siapa lagi kalau bukan Salsa.


" Gak papa Bu,hari ini cuma muntah 3x " Ucap Salsa memberitahu Yuni ditelepon.


" Kenapa dia bisa sampe gitu Sa ?" tanya Yuni khawatir.


" Gak tau Bu,Alexi ngeyel sih kalo disuruh makan atau istirahat,otak nya cuma uang2 " Gerutu Salsa.


" Ck Alexi kebiasaan,kalo udah narget gak kira2 kek bapaknya !" kata Yuni ikut kesal.


" Makanya sekarang dia Ko gak bisa ngapain2" Kata Salsa melihat Alexi meringkuk diranjang.


" Ya udah tolong kamu rawat ya,kasih makan teratur sama obatnya " Pinta Yuni.


" Iya Bu " Jawab Salsa paham.


" Ya udah,kalian baik2 ya jaga diri,disini ibu lagi pusing juga " kata Yuni menghela nafas.


" Pusing kenapa Bu ?" tanya Slasa kepo.


" Itu si Winda sama Mama nya kabur dari rumah,sekarang gak tau ada dimana " jawab Yuni.


" Apa !" Pekik Salsa terbelalak.


" Kenapa ?" tanya Alexi serak dengan wajah lesunya.


" Gak papa Lex,tidur lagi " Jawab Salsa cepat.


Pria itu mengernyit lalu memejamkan matanya.


Salsa bangun dan berjalan menjauh.


" Kabur gimana Bu ?" tanya Salsa.


" Gak tau Sa,ibu sama Ayah lagi berusaha cari,kasihan Winda lagi sakit " Jawab Yuni lesu.


" Jangan kasih tau Alexi ya,ntar makin memperparah sakit dia " pinta Yuni.


" Hari ini udah 4x dia minta aku buat nelfon Winda Bu " Jawab Salsa.


" Terus diangkat gak ?" tanya Yuni.


" Gak aktif Bu " jawab Salsa.


" Huh gak tau Sindi kemana bawa anak2nya " Kata Yuni menghela nafas.


Salsa diam,gadis itu juga ikut kaget mendengar kabar Winda menghilang.


" Ya udah Sa,Ibu mau mandi dulu ya " Kata Yuni pamit.


" Iya Bu " Jawab Salsa sopan.


Tut.


Panggilan terputus,Salsa membawa hape itu kembali masuk dan menatap Alexi nanar.


" Kalau Alexi tau Winda hilang pasti Alexi akan sangat khawatir " Gumam Salsa iba.


" Hm hm " Gumam Alexi terlihat bergerak.


Salsa berjalan cepat kearah lelaki itu dan menegur Alexi.


" Lex,bangun " Ucap Salsa lembut.


" Win jangan tinggalin aku Win " Ucap Alexi lirih.


Deg...


Salsa tersentak mendengar Alexi mengigau gadis yang baru saja ia sebut.


" Win,jangan tolong jangan bawa Winda " Pinta Alexi langsung berkeringat dingin.

__ADS_1


" Lex,Alexi bangun Lex " Panggil Salsa mulai panik.


Kaki Alexi kejang2 pria itu seolah ingin berlari mengejar sesuatu.


" Ya Tuhan demamnya panas lagi " Kata Salsa merasai kening Alexi.


Gadis itu mondar mandir bingung harus bagaimana.


" Alexi bangun Lex,jangan nakutin aku Lex " Kata Salsa menggoyang lengan Alexi.


Alexi diam dengan kaki masih kejang dan keringat bercucuran.


" akh aku harus bagaimana ini ? siapa yang mau aku pintai tolong " Kata Salsa bingung.


" Windaaaaaaaa " Teriak Alexi langsung terbangun.


" Alexi " kata Salsa terbelalak.


" Winda " Ucap Alexi ngos ngosan.


" Lex tenang lah " Kata Salsa mengusap bahu Alexi.


" Sa,Winda dibawa orang " kata Alexi menatap wajah Salsa serius.


Deg...


Salsa kembali terkejut dan diam melihat wajah Alexi panik.


" Sa,aku harus menolong Winda,dia dibawa orang pergi Sa " kata Alexi menarik tangan Salsa.


" Lex,kamu cuma ngigo,Winda gak kemana2 " Kata Salsa mencoba menenangkan.


" Gak Sa,dia benar2 dibawa orang Sa " kata Alexi kekeh.


" Kamu minum dulu ya " Kata Salsa memberi air putih digelas.


Alexi menggeleng tidak mau.


" Please Lex " Ucap Salsa memelas.


Salsa tersenyum dan membantu Alexi minum.


" Coba tarik nafas dulu dalam2 lalu hembuskan " Pinta Salsa lembut.


Alexi mengangguk dan mengikuti intruksi Salsa.


Gadis itu mengambil tisu dan mengelap keringat Alexi yang bercucuran dikening.


" Udah tenang ?" tanya Salsa tersenyum.


" Hm " Jawab Alexi dengan anggukan kecil.


" Aku mau pipis " Ucap Alexi menurunkan kakinya.


" Mau dibantu ?" tanya Salsa.


" Bantu apa buka celana ?" tanya Alexi polos.


" Hah " kata Salsa syok.


Alexi memasang wajah datar,Salsa menggigit bibir bawahnya dan tersenyum malu.


" Akhhh pusing " Kata Alexi tak jadi bangun.


" Sini aku bantu jalan kesana " Kata Salsa memegang bahu pria itu.


Alexi diam tak menjawab,keduanya pun melangkah pelan menuju kamar mandi..


Dari semalam pikiran Alexi benar2 suntuk,ia berulang kali menelfon Winda untuk berbagi cerita tapi nomor hape gadis itu tak bisa dihubungi,,bahkan nomor hape orang tua Winda juga tak satupun yang aktif.


Hingga jam 2 pagi Alexi muntah2 dan paginya langsung masuk rumah sakit karna Salsa merasa tak sanggup lagi melihat Alexi kesakitan.


Ditempat lain,seorang wanita berlari kebelakang saat asik memilih sayur panen petani.


" Huek huekkk " Suara muntahan terdengar nyaring.


Seorang ibu2 dengan sigap menghampiri dan mengusap punggung wanita itu.

__ADS_1


" Keluarin aja Neng " ucap ibu itu tenang.


" Gak keluar Bu hueekkk " Kata Histi kembali mual.


Beberapa detik kemudian,Histi terduduk lemah di tanah dengan wajah ngos2an.


" Ini minum dulu " Kata seorang pria memberi air dibotol besar.


Ibu itu menerimanya dan meminta Histi minum.


Dengan tangan bergetar Histi pun mulai minum membuang rasa pahit ditenggorokannya.


" Gimana udah enakan ?" tanya ibu itu khawatir.


" Iya Bu,kayak nya aku masuk angin deh " Jawab Histi mendongak.


" Iya,bawaan hamil juga mungkin " Kata si Ibu tersenyum.


" Emang kalo orang hamil harus muntah2 ya Bu ?" tanya Histi polos.


" Gak juga,tergantung imun tubuhnya " Jawab si ibu ramah.


" Padahal aku kuat banget loh Bu " Kata Histi heran.


" Gak papa wajar masih awal,ayo bangun istirahat dipondok aja " Ajak si Ibu mengulurkan tangan.


Histi mengangguk dan berjalan bersama.


Sesampainya dipondok,manik Histi langsung berbinar melihat sang bapak mengupas nanas kuning yang begitu menggoda.


Glek...


Histi menelan ludah kasar,rasa masam dan manis terasa menyatu dalam mulutnya.


" Ehhhh " kata si Ibu menarik baju belakang wanita itu.


Histi yang ingin melangkah sontak kaget dan menoleh kebelakang.


" Kenapa ?" tanya Histi memasang tampang polos.


" Gak boleh makan Nanas,gak baik !" Jawab si Ibu tegas.


" Hah " pekik Histi kaget.


" Pak singkirin,nanti di colong sama Neng Histi " Ucap si Ibu kepada suaminya.


Si bapak mengangguk dan menyembunyikan piring itu kebelakang.


" Paaakkkk aku mau lah,baru aja mau pegang udah diumpetin !" gerutu Sania teman duet Histi.


" Nanti " jawab Bapak gadis itu terkekeh.


" ishh dah,aku mau makan buah lah biar glowing " Kata Sania merajuk.


Histi dan Sania memasang wajah super mengkrucut melihat pasangan itu melarang mereka makan.


" Maaakkkk " Panggil seorang bocah lelaki berlari melewati sawah2.


Semua orang menoleh,manik tajam Histi langsung kembali berbinar melihat bocah itu,tapi bukan si bocah yang menjadi pusat perhatiannya tapi kantung keresek putih dalam genggaman bocah itu sebagai incaran.


" Mantep nih di cocol pake garam " Gumam Histi mengelap mulutnya.


" Wah Abang bawa buah mangga " kata Sania heboh.


" iya Dek,punya nya Pak Samad mumpung orangnya lagi gak ada dirumah jadi aku petikin aja,daripada mubazir " Balas bocah bernama Budi tersebut.


" Apa !" Pekik orang tua bocah itu melotot.


" Yaaaahhhhh,masa aku kasih makan anak Dokter Serkan hasil nyolong sih" kata Histi kembali lesu.


" Hehehe " Budi cengengesan menggaruk kepalanya hingga detik kemudian,piring terbang sang ibu melesat ditubuh bocah nakal itu.


Aksi akrobat ibu dan anak pun dimulai,Histi menjadi penonton yang paling tak bersemangat.


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2