Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
170


__ADS_3

Seharian Alexi dan Yuni sama2 diam,wanita itu kesal dengan putranya yang lebih memilih gadis lain daripada Salsa yang baik menurut Yuni.


Mereka makan siang bersama dengan keheningan,Byanca belum pulang karna gadis itu dijemput Romi pulang sekolah dan akan disamping lelaki itu sampai pulang bekerja.


Alexi makan dengan lahap karna selama diluar kota ***** makannya menurun,banyak beban dikepala pria itu membuat Alexi tak berselera.


" Bu nambah " Kata Alexi menyodorkan piringnya ke Yuni.


" Ambil aja sendiri " Jawab Yuni cuek.


" hah " Kata Alexi terkejut.


Yuni mendengus dan berlalu membawa piring kotornya ke wastafel.


Alexi melongo melihat wanita yang biasa tak pernah menolaknya kini sangat acuh dan terkesan tak perduli.


" Ibu kenapa ?" Gumam Alexi heran.


Yuni berlalu keluar tanpa melihat lelaki itu.


" Apa ibu masih marah gara2 pagi tadi ?" Gumam Alexi berpikir.


" Huhhh kenapa jadi gini sih " Gumam Alexi mengacak rambutnya kesal.


Pria itu pun bangun,dan mengambil nasi sendiri di ricecooker.


Pria yang biasa hidup penuh layanan ibunya kini harus menelan pil pahit saat wanita itu tidak mau melayaninya sama sekali.


Karna lapar,lelaki itu makan lagi meski pikirannya terus bekerja.


Ditempat lain,seorang pria terlihat makan siang sendirian diruangannya.


Keadaan sangat sepi,helaan nafas panjang kembali terdengar saat lelaki itu kembali mengunyah dengan lesu.


Hari ini si biang rusuh tidak masuk magang karna izin sakit.


Serkan merasa kesepian,biasanya jam2 seperti ini pria itu akan ngomel2 sendiri karna Histi akan menggoda atau mengoloki dirinya.


Padahal kemarin gadis itu baik2 saja,tapi saat pagi menjelang Dokter muda itu menunggu sangat lama bahkan ingin marah karna tak melihat batang hidung Histi,hingga anak magang lain memberitahu bahwa gadis yang ia tunggu sedang sakit.


" Huh masih 5 jam lagi " Gumam Serkan melihat jam didinding.


Hari ini pasien sepi,pria itu hanya berkeliling memeriksa pasien rawat inap dan pergi ke rumah sakit sebelah untuk memberi laporan.


" Apa aku datangin aja ya ? kasihan juga dia kan ngekos " Gumam Serkan menimbang nimbang.


" Tapi buat apa aku kesana,ntar tu bocah Gr lagi " Gumam Serkan lagi seraya menggelengkan kepalanya.


Lelaki itu diam mencoba menimbang nimbang.


Tapi rasa kepo dan gatalnya tak tertahankan,Serkan juga iba mendengar gadis itu sakit meski tidak tau sakit apa yang Histi derita.


" Huh gak papa lah,kan niat mau jenguk dan menjenguk orang sakit itu kan ada pahalanya " Gumam Serkan terkekeh.


" Iya,cuma jenguk doang abis itu pulang " Kata Serkan meyakinkan dirinya.


Dengan cepat lelaki itu pun bangun dan bersiap2 untuk pergi.


Masih banyak waktu istirahatnya tersisa,masih cukup waktu untuk menjenguk Histi dirumah.


Serkan mencoba menghubungi gadis itu,wajah tampannya berubah khawatir antara takut dan malu.


" Angkat dong Put " Gumam Serkan berharap.


Pria itu sudah siap dimobil pribadinya.


" Halo " sapa seseorang diseberang.

__ADS_1


" Halo Putri,kirim lokasi !" Kata Serkan dingin.


" Hah buat apa ?" Tanya Putri kaget.


" Saya mau kasih kamu Sp !" Jawab Serkan asal.


" Apa ! Sp ! jangan dong Dok kan saya ngak masuk baru sehari " kata Putri terkejut.


" cepetan kirim sekarang atau saya pulangkan kamu ke tempat asal !" Ancam Serkan tajam.


" Hehhh i i iya saya serlok " kata Putri kelabakan.


Tut.


Panggilan terputus,Serkan menaruh hapenya dikursi sebelah dengan senyum kecil.


" ahh tu anak takut juga ternyata " gumam Serkan sedikit ceria.


" Haissstt kenapa aku senang begini,jangan sampe aku suka sama dia,bisa gawat ini " Kata Serkan mengusap wajahnya kasar agar tersadar.


Ting....


Hape lelaki itu pun berbunyi tanda pesan masuk.


" Bersiap2 dengan hukuman mu gadis nakal " Gumam Serkan menatap jalanan dengan manik tajamnya.


Serkan pun langsung tancap gas.


Disebuah kost kecil seorang gadis terlihat kelabakan sendiri,semua baju yang berserakan disesapkan didalam lemari.


Kepala yang tadinya pusing,badan yang tadinya lemas seketika berubah menjadi kuat dan sehat.


" Aduh aduh gimana ini ? kenapa Dokter killer itu mau kesini ?" Pekik Histi mondar mandir merapikan kostnya yang seperti kapal pecah.


" Ueeek mana aku belum mandi lagi,aaaaaaa jangan sampe tuh Dokter ilfil sama aku huaaaa " Kata Histi ingin muntah mencium bau badannya yang dari sore kemarin belum mandi ditambah bekas muntah nya sebelum lelaki itu menelfon.


Tok tok....


Bunyi ketukan pintu terdengar,Histi yang sedang menyapu lantai kamarnya pun terbelalak kaget.


" Waduhhh kok udah nyampe ?" Gumam Histi ketakutan.


Tok tok.


Ketukan kembali terdengar,Histi menelan ludah kasar gadis itu melihat penampilannya di kaca.


" Huh ngak papa,tenang tenang,rambut nya diacak2 biar beneran keliatan sakit,muka nya dimelas2in,nah oke begini " Kata Gadis itu mempraktekkannya didepan cermin.


Setelah merasa actingnya pas,gadis itu pun membuka pintu.


Ceklek...


Pintu terbuka,Histi langsung memasang gaya kesakitannya.


" Hrhrhhrhr ada ap...." Ucap gadis itu menggantung saat melihat seorang pria memakai jaket hijau didepan matanya.


" Mba Histi ?" Tanya pria itu menatap Histi dari ujung kaki hingga kepala.


" I iya " Jawab Histi terbelalak.


" Ini pesanannya mba,Seblak setan " Ucap lelaki itu tersenyum memberi bungkusan.


" I iya " Jawab Histi masih dengan wajah terkejutnya.


" Habis mabuk ya Mba ?" tanya lelaki itu nanar melihat baju yang Histi gunakan.


Gadis itu melihat penampilannya dan melotot kaget.

__ADS_1


" Hehe i iy ya Pak " Jawab Histi menggaruk kepala bingung.


" Siang amat Neng mabuknya,malam lebih seru " Kata pria itu terkekeh.


" Hehe iya ntar malam mabuk lagi " Jawab Histi cengengesan.


" Jangan lupa bintang 5 ya Neng " Kata lelaki itu ikut cengengesan.


" Apanya ?" tanya Histi pòlos.


" Orderan saya " Jawab lelaki itu tersenyum


" Ohhh iya iya " Jawab Histi baru ngeh.


Gadis itu mengambil hapenya dan membayar serta memberi tips kepada lelaki tersebut.


Saat Histi menutup pintu kostnya tiba2 ketukan pintu kembali terdengar.


Gadis yang ingin berjongkok itu pun terlihat kesal karna perutnya sudah lapar ingin segera menyantap menu makan siangnya.


Dengan rambut dikuncir asal,kaos oblong tipis serta bokser 20ribuan gadis itu membuka pintu dengan cepat.


" Ada ap.....aaaaaa " Pekik Histi terkejut sendiri.


" Aaaa " Pekik Serkan kaget.


" Do ok ter " Kata Histi terbata.


" Haisssttt kamu kenapa kagetin saya !" kata Serkan kesal.


" Saya juga kaget Dok " Kata Histi mengusap dadanya.


Serkan mendengus dan menatap penampilan gadis itu.


Glek...


Serkan menelan ludah kasar menatap penampilan gadis itu saat ini.


" A ayo masuk Dok " Kata Histi canggung.


" Hm " Jawab Serkan mengangguk lemah.


Lelaki itu masuk dan menyelisik ruangan sepetak langsung dengan kamar tersebut.


" Dokter udah makan siang ?" tanya Histi kembali duduk dilantai sambil membuka makanannya.


" iya " Jawab Serkan melihat2.


" Itu apa ?" Tanya Serkan mengernyit melihat Histi berbinar menatap benda kemerahan di mangkuk.


" Seblak setan " jawab Histi santai.


" Apa Setan ?" Tanya Serkan kaget.


Histi tersenyum mengangguk


" Kenapa kamu makan makanan setan ! buang !" Titah Lelaki itu merinding.


" Eeeh jangan dong,ini enak Dok,liat nih kaki setannya menggoda bukan " kata Histi memamerkan ceker ayam dimangkuknya.


Serkan terbelalak dan langsung mundur perlahan.


Histi mendekat memainkan ceker tersebut membuat Serkan kelabakan.


" Putriiiiiiiiiii " Teriak Serkan menggelegar saat gadis itu malah menjahilinya.


Putri tertawa terbahak bahak melihat lelaki itu kesal setengah mati.

__ADS_1


__ADS_2