
Samuel turun dari mobilnya dan celingak celinguk diluar.
" Ada apa Pak ?" tanya Supir ikut keluar.
" Periksa sekitar " Jawab Samuel tegas.
Supir mengernyit bingung tapi kepalanya mengangguk paham.
Samuel mulai berjalan menyusuri jalanan sepi itu,ia punya firasat bahwa ada yg tidak baik.
Asik mencari tiba2 supirnya berteriak.
" Pak,sini " Pekik Supir memanngil Samuel.
" Ada apa ?" tanya Samuel mendekat.
" Ada mayat anak perempuan " Jawab Supir menunjuk.
Samuel menoleh dan terbelalak melihat seorang anak kecil tengkurap dengan darah keluar dari kepalanya.
" Ya Tuhan " Pekik Samuel langsung berlari.
Supir ikut berlari mengejar bosnya yg masuk ke semak2.
Dengan cepat Samuel membalik badan gadis kecil itu dan melototkan matanya.
" Nurr " Ucap Samuel terjatuh.
Bocah itu mengerjab2kan matanya berusaha tersadar.
" Ya Tuhan,Nak kamu kenapa ?" Tanya Samuel langsung menggendong anak itu.
" Pa pa " Ucap Nur terbata.
" Papa ? iya ini Papa " Sahut Samuel mengusap bekas darah yg ada dikening Nur.
" Pa pa hiks Pa pa " Ucap Nur sambil menangis.
" Kerumah sakit sekarang " Kata Samuel tegas kepada supirnya.
" Siap Pak " Jawab Supir mengangguk.
Saat mereka bangun,tiba2 mobil ambulance lewat dengan sangat cepat.
Samuel terdiam sejenak dan melihat lagi gadis dalam gendongannya.
" Apa itu.....?" Gumam Samuel tersentak.
" Pa pah....."
" Nurrrrrr......." Teriak Samuel panik melihat gadis itu jatuh pingsan.
" Ayo Pak " Pekik Supir ikut panik.
Samuel berlari menuju mobilnya dengan wajah tak kalah panik.
Mereka pun langsung melaju kerumah sakit menyusul mobil ambulance tadi.
Pikiran Samuel sudah tak karuan,pria itu begitu takut saat ini apalagi melihat Nur yg tak sadarkan diri dengan luka yg cukup serius.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dirumah sakit,supir Samuel begitu gesit dalam berkendara bahkan mobil ambulance pun sampai tersusul.
Para medis bergerak dengan cepat menerima pasien yg baru diangkut.
" Restu " Gumam Samuel syok melihat siapa yg terbaring dibrangkar dan didorong oleh perawat.
" Pak ayo,anak ini butuh bantuan " Tegur Supir heran melihat Samuel malah diam saja.
Samuel tersentak dan langsung memanggil petugas yg lain.
Beberapa perawat mengambil alih anak itu,Samuel masih mematung melihat kedua berangkar diangkut masuk kedalam.
" Astaga apa yg terjadi ? apa mereka mengalami kecelakaan ?" Gumam Samuel terbelalak.
__ADS_1
Beberapa saat terdiam,lelaki itu pun tersadar dan langsung berlari masuk kedalam.
" Pakkk,meetingnya gimanaa ?" Pekik Supir kelabakan ssndiri.
Ruang UGD seketika ramai,para dokter bergerak aktif berlari sana sini menyelamatkan bapak dan anak tersebut.
" Selamatkan mereka !" ucap Samuel tegas.
" Kami akan berusaha Pak " Jawab Dokter tenang.
Samuel mengangguk kecil dan mundur sedikit.
" Pak,bagaimana dengan meeting kita hari ini ? orang perusahaan sudah menunggu " Tegur Supir hati2.
" Batalkan " Jawab Samuel menyugar rambutnya.
" Batalkan ?" Ulang Supir kaget.
" Kau tidak dengar !" Bentak Samuel emosi.
" I iya Pak,siap " Balas Supir ketakutan.
Lelaki itu pun berjalan menjauh seraya menelfon karyawan Samuel dikantor.
" Akhhhh sialan !" Umpat Samuel kesal sendiri.
Pikiran lelaki itu campur aduk,ia tak memikirkan perusahaannya lagi saat tau Restu dan Nur mengalami hal yg tak disangka..
" Winda " Gumam Samuel teringat.
Lelaki itu diam sejenak berusaha tenang bagaimana cara memberitahu Winda soal kabar itu.
" Bagaimana ini ? kalau Winda tau pasti dia sangat syok " Gumam Samuel menggigit jarinya.
Samuel sudah membayangkan bagaimana hancurnya mantan istrinya tersebut jika tau anak dan suaminya mengalami hal buruk apalagi kondisi Restu cukup fatal dan Nur juga terluka parah.
" Permisi Pak,ini handphone pria yg didalam ruangan,anda bisa menghubungi keluarganya " Ucap suster menegur Samuel.
" Ah iya " Jawab Samuel menerima.
Glek....
Samuel menelan ludah kasar,kakinya mulai gemetar melihat hape yg sudah retak itu menampilkan wajah khwatirnya.
" Apa yg harus aku lakukan sekarang ? apa aku harus menelfonnya ?" Gumam Samuel bingung.
Lelaki itu terlihat memutar otak,tapi sebagaimana pun Samuel mengelak pilihannya hanya satu yaitu memberitahu kebenaran.
" Huh semoga dia bisa menerima " Gumam Samuel memutuskan.
Lelaki itu menghidupkan hape Restu dan terkejut saat hape itu menampilkan foto pernikahan mereka .
Drt drt....
Hape Restu langsung berdering,Samuel kembali menelan ludah kasar melihat nama dilayar.
Pria itu bangun dan menarik nafas panjang.
" Halo " sapa Samuel berusaha tenang.
" Halo Mas,kamu dimana kenapa lama sekali ini sudah siang,nanti jalanannya macet ke tempat wisata " Ucap Winda ngerocos.
Deg....
Samuel melotot kaget mendengar kata2 yg keluar dari mulut wanita tersebut.
" Wisata ?" Ulang Samuel lemah.
" Halo Mas ? ini kamu kan ? kalian dimana ?"
" Win " Panggil Samuel lemah.
" Siapa ini ?" tanya Winda terkejut.
__ADS_1
" Samuel " Jawab Sam memejamkan matanya.
" Samuel ?! Mas Restu mana ?" tanya Winda syok.
" Em Restu em dia..." Jawab Samuel bingung.
" Suami aku mana Sam? kenapa hapenya ada dikamu ?" tanya Winda panik.
" Anu em Restu dia...
" Sam,kau boleh membenci ku sebesar yg kau mau,tapi jangan anak dan suami ku,mereka tidak bersalah " Kata Winda bergetar.
Samuel terdiam,dirinya begitu terkejut dengan ucapan Winda yg salah paham kepadanya.
" Mereka dirumah sakit " Ucap Samuel berusaha sabar.
" Apa !" Pekik Winda terkejut.
" Datanglah kerumah sakit sekarang,mereka..."
" Mereka kenapa ?" teriak Winda kesal.
" Kecelakaan,datanglah kemari dengan tenang " Jawab Samuel lemah.
" Apa !" Ucap Winda lemah.
Brugkkkkksiiiìittttt...
Suara hape terjatuh terdengar sampai ke telinga lelaki itu,Samuel hanya bisa menghela nafas panjang.
Ia tak bisa membohongi Winda soal ini apalagi menyangkut hidup dan mati orang tersayangnya.
" Maafin aku Win " Gumam Samuel pelan.
Panggilan terputus,Samuel menaruh hape Restu disamping bangku dan menatap ruangan yg kini sunyi didepannya.
Didalam ruangan para dokter bergerak cepat.
Restu dan Nur bersampingan dengan beberapa dokter dan perawat mengelilingi mereka.
" Siapkan tabung oksigen dan pompa jantung " Ucap Dokter kepada perawat.
" Siap Dok " Jawab Suster mengerti.
" Bersihkan luka anak ini dan jahit " Titah Dokter senior.
Dokter junior mengangguk dan mulai meminta suster menyiapkan peralatan.
Semuanya sama2 bergerak cepat,beberapa suster merasa iba lantaran kasihan menatap Restu dan Nur yg begitu malang.
" Kenapa anak ini sangat terluka ? apa dia terlempar dari kendaraan ?" Tanya Dokter bingung.
" Sepertinya begitu Dok,jika dia tetap berada disana mungkin sudah...." Sahut dokter lain tak kuasa..
" Kita harus selamatkan keduanya " Ucap Dokter senior tegas.
Mereka semua mengangguk dan bekerja Tim.
Diluar,Samuel menerima panggilan Papa nya yg menyuruh datang ke kantor.
" Aku akan menyusul nanti " Ucap Samuel tenang.
" Apa mereka terluka parah ?" Tanya Rafael diseberang.
" Ya,Nur sepertinya keluar duluan sebelum kejadian " Jawab Samuel menghela nafas.
" Anak malang " Balas Rafael iba.
" Aku akan tetap disni sampai Winda datang " Kata Samuel memutuskan.
" Baiklah,Papa harap kamu bisa menenangkan Winda yg mungkin akan histeris " Balas Rafael perhatian.
Samuel mengangguk meski dirinya juga tak yakin akan bisa melakukan itu.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.