Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Empat Empat "TSJC"


__ADS_3

Kevin fokus menyetir untuk mengantar Indah pulang ke apartemennya.


"Tadi kak Doni ngapain narik-narik kamu?" tanya Kevin tanpa melihat Indah.


"Ohh itu, dia mau anterin aku pulang Vin." ucap Indah.


"Oh jadi dia mau anterin kamu, aku fikir dia mau berbuat jahat, terus kenapa kamu ngga nerima tawaran dia?" tanya Kevin lagi.


"Gimana aku mau nerima tawaran kak Doni, aku belum jawab kamu udah dateng narik tangan aku." ucap Indah.


"Hehe, maaf, tadi aku salah paham, tadinya aku mau nyelamatin kamu, eh ternyata aku salah." ucap Kevin lagi.


Percakapan pun berakhir, Kevin kembali fokus menyetir, Indah kemudian melirik Kevin.


"Vin, tadi kamu bilang mau ngomong sesuatu, apa?" tanya Indah menatap Kevin yang sedang menyetir.


"Oh iya aku lupa,, aku mau nanya ke kamu tentang Citra. Citra sebenarnya kemana sih, kok nomornya ngga aktif dan dia 2 hari ini aku ngga liat dia di kampus." ucap Kevin.


"Citra lagi ke Bandung Vin, dia ada urusan pribadi di sana." ucap Indah berbohong padahal dia tau bahwa Citra sedang ke Korea bersama suaminya.


Kevin terlihat kecewa setelah mendengar perkataan Indah, dan Indah menyadari itu.


"Kamu kenapa Vin?" tanya Indah ingin tau apa yang sedang Kevin pikirkan.


"Aku hanya kecewa Ndah, Citra selalu aja menghindar dari aku, padahal aku udah berusaha keras selalu melakukan apapun yang membuat dia bahagia, tapi semuanya percuma." ucap Kevin mengeluarkan isi hatinya.


"Ya iyalah Vin, dia ngga mungkin ngasih kamu harapan, dia kan sudah nikah. bisa ngga sih kamu melirik ke arah aku yang jelas-jelas suka sama kamu." batin Indah merasa sedih dengan perasaannya sendiri.


Mobil Kevin sudah sampai di depan Apartemen Indah. Kevin kemudian melirik Indah yang belum turun dan masih bengong.


"Ndah, kamu ngga turun." ucap Kevin sambil menepuk pundak Indah.


Indah pun terkejut karna Kevin dia kemudian tersenyum ke arah Kevin lalu turun dari mobil, Kevin masih menatap Indah dari dalam mobilnya menunggu Indah sampai masuk ke Apartemennya.


Indah melangkahkan kakinya berjalan menuju apartemennya sambil sesekali berbalik memeriksa Kevin, tiba-tiba langkahnya terhenti saat Indah teringat dengan perkataan Citra yang menyuruhnya untuk berusaha mendapatkan Kevin.


Indah mengangguk yakin akan mengikuti saran Citra, dia kemudian berbalik ke mobil Kevin. Kevin yang melihat Indah berjalan ke arahnya merasa heran.


"Kenapa dia kesini." gumam Kevin heran kemudian menurunkan kaca mobilnya karna Indah sudah di samping mobilnya.


"Apa barang kamu ada yang ketinggalan?" tanya Kevin.


"Ngga ada kok Vin." ucap Indah.


"Terus kenapa?" tanya Kevin lagi.


"Uuumm." gumam Citra ragu-ragu.


"Udah bilang aja." ucap Kevin santai.


"Aku boleh minta tolong ngga sama kamu Vin. " ucap Indah ragu-ragu.


"Minta tolong apa, udah bilang aja, ngga usah sungkan lagi, kita kan temen, kalau aku bisa bantu kenapa engga." ucap Kevin yakin.


"Gini Vin, aku ada tugas untuk membuat deskripsi tentang hukum melalu film, nah aku mau minta tolong sama kamu buat nemenin aku ke bioskop nanti malam nonton film yang bergenre law, terus bantuin aku untuk mendeskripsikannya." ucap Indah lagi.


"Hmm, kok kamu ngga ngajak Mita?" tanya Kevin penasaran.

__ADS_1


"Aku ngga bisa ajak Mita, soalnya kamu taulah mita kayak gimana, dia itu ngga bisa serius, yang ada nanti dia malah ngacauin konsentrasi aku. Tadinya aku mau ajak Citra, tapi Citra ngga ada, ya udah aku ajak kamu, tapi kalau kamu ngga bisa, ngga ppa kok, aku bisa sendiri." Ucap Indah sedikit kecewa.


"Eh, bukannya aku ngga bisa Ndah, aku cuma nanya, kan Mita sahabat kamu juga, tapi kalau alasannya kayak gitu ya udah nanti malam aku temenin, emang filmnya tayang pukul berapa?" tanya Kevin lagi.


"Pukul 9 malam Vin." ucap Indah lagi.


"Ya udah kamu siap-siap aja, sebelum jam 9 aku jemput kamu disini, ok." ucap Kevin, Indah hanya mengangguk senang, kemudian Kevin pun meninggalkan apartemen Indah menuju rumahnya.


Next..


Malam hari pukul 20.00, Indah mengeluarkan semua pakaiannya dari lemari kemudian mencocokkannya 1 persatu di badannya.


Malam ini dia ingin terlihat cantik di depan Kevin, meskipun bukan kencan melainkan hanya karna tugas, itu sudah cukup membuat Indah bahagia karena akhirnya dia bisa jalan bersama Kevin.


Skipp.


Di ruang tamu Romi terlihat sibuk mengerjakan pekerjaannya karna dia tau kalau Riko sedang liburan bersama istrinya di Korea.


Romi sangat kesal karna Riko perginya mendadak, hingga semua pekerjaannya Romi menumpuk membuat dia pusing, di tambah lagi dengan Mita yang sedang tertawa ngga jelas di ruang tamu itu karena menonton drama korea, membuat konsentrasinya kacau.


"Mit, bisa ngga sih lo itu nontonnya di kamar kamu aja." ketus Romi kesal.


"Kak Romi aja yang ke kamar kak Romi, lagi nanggung nih." bantah Mita tanpa melihat Romi yang sudah sangat kesal.


"Aku hitung sampai tiga, kamu belum masuk kamar kamu, kamu balik ke Bandung besok." ancam Romi membuat Mita menurut dan mematikan tv lalu beranjak hendak menuju kamarnya.


Kevin yang sudah siap untuk pergi menemani Indah pamit dengan Romi, Mita menatap Kevin dari atas sampai bawah karna ngga biasanya dia keluar malam.


"Kamu mau kemana Vin, malam-malam gini?" tanya Mita penasaran.


"Temen apa temenn." tuduh Mita menggoda Kevin.


"Udah kamu balik ke kamar kamu, ngga usah urusin orang lain, berisik banget sih kayak ayam bertelur aja." ketus Romi.


Mita menatap Romi dengan tatapan membunuh lalu kembali ke kamarnya, Romi dan Kevin hanya menatap Mita kembali ke kamarnya.


Kevin kemudian berpamitan kepada Romi, lalu pergi menuju apartemen Indah.


Setelah beberapa menit berkendara akhirnya dia sampai di depan apartemen Indah. Kevin kemudian mengirim pesan ke Indah bahwa dia sudah di depan apartemennya.


Indah yang sedang duduk di depan meja riasnya menerima pesan Kevin.


Setelah membaca pesan dari Kevin dia bergegas turun untuk menghampiri Kevin.


Indah berjalan ke arah Kevin, Kevin pun menatap Indah.


Kevin merasa Indah sangat imut dan manis dengan penampilannya


Indah kemudian menatap Kevin yang terus menatap kearahnya membuat dia malu dengan tatapan Kevin.


"Kamu udah lama nunggu Vin?" tanya Indah


"Ngga kok, ya udah masuk." ucap Kevin lalu masuk ke dalam mobilnya begitupun dengan Indah.


Skip.


Kevin dan Indah tiba di bioskop, mereka lalu membeli tiket film yang Indah ingin nonton beserta dengan popcorn dan minuman. Setelah itu mereka masuk ke dalam bioskop.

__ADS_1


Sebelum Filmnya mulai Indah mempersiapkan rekaman dan buku catatan untuk dia menulis semua deskripsinya.


Tidak lama kemudian film pun mulai, Indah kemudian fokus menonton setiap alurnya lalu sesekali menulis kejadian yang terjadi saat ada adegan persidangan.


Kevin juga membantu Indah, Kevin kemudian melirik ke arah Indah yang sangat serius.


Kevin menyadari bahwa dari tadi Indah belum makan popcornya dan meminum minumannya.


Kevin kemudian menyuapi Indah popcorn, Indah terkejut saat Kevin menyodorkan popcorn ke arahnya, Indah berbalik menatap Kevin dan Kevin hanya mengangguk tanda menyuruh Indah untuk memakannya.


Indah pun tersenyum lalu membuka mulutnya dan memakan popcorn dari Kevin, begitu seterusnya, sambil Kevin membantu Indah memperbaiki deskripsi Indah.


Setelah 1 jam, film pun selesai, dan Indah merasa karna tugasnya sudah selesai, Indah tersenyum senang ke arah Kevin dan Kevin pun membalasnya.


Mereka pun akhirnya meninggalkan ruangan bioskop untuk pulang.


Saat mereka berjalan keluar dari gedung, ternyata Anton, Doni dan Arman melihat mereka dari kejauhan karena mereka juga selesai menonton.


"Bukannya Kevin ngejar-ngejar Citra, kok sekarang dia malah dekatin Indah lagi sih." gerutu Arman penasaran.


"Padahal tadinya gue pengen dekatin Indah, eh malah di embat lagi sama si Kevin, sebenarnya dia itu suka sama siapa sih, ngga konsisten." gerutu Anton kesal.


"Ehhh, ngga usah ngomong konsisten, lo juga sama." gerutu Arman.


Doni tidak ada tanggapan, dia hanya menatap mereka cemburu.


Next..


Kevin mengantar Indah ke Apartemennya, setelah sampai Indah turun dari mobil Kevin, begitupun dengan Kevin dia hendak mengantar Indah.


Kevin kemudian bersandar di depan mobilnya, Indah juga sama, mereka mengobrol sebelum akhirnya Indah masuk ke apartemennya.


"Makasih yah Vin, udah mau nemenin aku." ucap Indah.


"Santai aja, kita kan temen, jadi wajarlah kalau kita saling membantu." ucap Kevin dan Indah hanya tersenyum.


"Ya udah masuk gihhh,, ini udah tengah malam, besok kan kamu kuliah." ucap Kevin lagi.


Indah ingin memgatakan sesuatu tapi tertahan.


"Ngomong aja ngga usah sungkan, kamu masih punya tugas lain, aku siap nemenin." ucap Kevin sambil tersenyum ke arah Indah dan Indah juga tersenyum mendengar ucapan Kevin.


"Bukan itu Vin, aku mau bilang sama kamu, kamu jangan terlalu berlarut dengan perasaan kamu yang sekarang Vin, Coba deh kamu buka hati kamu untuk orang lain, di luar sana masih banyak perempuan yang mengharapkan perasaan kamu Vin."


"Dan itu aku.. Batin Indah menyambung perkataannya sendiri.


Kevin kemudian menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya kasar mendengar perkataan Indah.


"Kamu benar Ndah, aku terlalu fokus dengan Citra, sampai-sampai hati aku buta kayak gini. Tapi aku juga ngga bisa Ndah untuk berhenti mengejar Citra, aku sangat sayang sama dia." ucap Kevin.


Indah merasa kecewa dengan perkataan Kevin, dia merasa kalau harapannya sama sekali tidak ada untuk mendapatkan Kevin, tapi tiba-tiba kevin mengatakan bahwa dia akan mencoba untuk melupakan Citra dan membuat perasaan Indah bahagian mendengarnya.


"Gitu dong Vin, kamu harus terus berkembang, masih banyak perempuan yang mau sama kamu." ucap Indah membuat Kevin tersenyum.


Kevin kemudian menyuruh Indah untuk masuk ke dalam apartemennya kemudian Indah pun menurut lalu masuk ke dalam apartemennya dengan perasaan yang bahagia.


********

__ADS_1


__ADS_2