Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
577


__ADS_3

Disebuah rumah seorang wanita terdiam saat mendengar kabar bahwa putranya tak masuk bekerja hari ini.


Yg lebih membuat Lutfia terkejut adalah saat mendapati Samuel berada dirumah sakit dan menjadi orang yg menemani wanita asing melahirkan.


" Apa itu benar Pa ? apa Kak Sam dan Kak Winda bersama lagi ?" Tanya Tania heboh.


Tini melirik ibunya dan menginjak kaki sang Kakak.


" Tidak,kejadiannya tak terduga,Suami dan anak Winda kecelakaan " Jawab Rafael menghela nafas.


" Apa !" pekik Tania dan Tini terbelalak.


" Mereka kecelakaan ?" tanya Lutfia ikut kaget


" Ya dan sangat fatal,ditambah Winda juga melahirkan diwaktu yg sama " Jawab Rafael.


" Ya Tuhann " Ucap kedua adik Samuel syok.


" Malang sekali nasibnya " Ujar Lutfia pelan.


" Ya,aku juga merasa sangat kasihan kepada Winda " Kata Rafael iba.


" Jadi mereka sekarang bagaimana Pa ?" tanya Tania berubah panik.


" Papa belum tau,Samuel belum menghubungi Papa " Jawab Rafael.


" Kita aja yg kesana Pa " Usul Tini semangat.


Lutfia melihat anaknya tajam,gadis remaja itu pun sontak menundukkan kepala.


" Nanti,saat ini mungkin keadaan disana masih kacau " Kata Rafael tenang.


" Aku ikut berduka dengan kabar ini " Kata Tania menghela nafas.


Rafael melirik istrinya,Lutfia hanya diam saja tanpa banyak bicara dan bertanya.


Mereka mengobrol sebentar hingga Lutfia memilih bangkit dari duduknya.


" Mama kenapa Pa ?" Tanya Tania pelan.


" Gak tau " Jawab Rafael mengusap kepala Tini.


" Mama masih benci ya sama Kak Winda ?" Tanya Tini mendongak.


" Gak,Mama gak gitu " Jawab Rafael tersenyum.


Tania dan Tini mendesah lesu dan meminta Rafael memanjai mereka.


Ditempat lain,seorang lelaki tua terlihat mematung saat mendapat kabar dari temannya.


" Ada apa Yank ?" tanya seorang wanita masuk kedalam ruangan.


" Yank,kamu udah tau belum ?" Tanya Romi hati2.


" Tau apa ?" tanya Yuni balik


" Winda melahirkan " Jawab Romi menatap wajah Yuni.


" Hah benarkah ? wah ini kabar bagus " Kata Yuni semangat.


" Tapi...." Sahut Romi pelan.


" Tapi kenapa ?" tanya Yuni mengernyit


" Samuel yg menemani dia " Jawab Romi menggaruk kepala.


" Apa !" Pekik Yuni terbelalak.


" Ken....


" Restu dan Nur kecelakaan " Potong Romi cepat.

__ADS_1


" Hah !! kecelakaan ?" Ulang Yuni melotot.


Romi mengangguk kecil.


Wanita itu terduduk di sofa dengan tubuh lemas.


" Dan aku dengar Winda juga tak sadarkan diri pasca lahiran " Lanjut Romi lesu.


Yuni langsung terdiam dengan wajah terkejutnya,sungguh wanita itu tak menyangka mendapatkan kabar buruk dan bagus secara bersamaan.


" Sekarang mereka dimana ?" Tanya Yuni lemah.


" Masih dirumah sakit,Sindi dan Malvin berada disana bersama Ibu Restu serta adiknya " Jawab Romi jujur.


" Kita harus kesana Mas " Kata Yuni bangun.


" Kau harus tenang,jangan panik " Kata Romi mewanti2.


" Aku memang panik Mas,ini sungguh diluar dugaan " Kata Yuni ingin menangis.


" Mereka akan baik2 saja,kau boleh datang kesana tapi jangan membuat Sindi histeris " Kata Romi menegaskan.


" Dia pasti begitu terpukul " Kata Yuni berkaca kaca.


" Maka dari itu kita harus memberinya dukungan " Balas Romi.


Yuni mengangguk paham,keduanya pun keluar ruangan dan bersiap2 untuk pergi.


Dirumah sakit keadaan makin genting,para dokter berlarian saat mendapat alarm darurat dari salah satu ruangan.


" Apa ini ?punya siapa itu ?" tanya Risa panik.


" Maaf permisi " Ucap Dokter membelah jalan.


" Nurrrr hiks hikss,Nur semangat lah sayang " Ucap Sindi menangis sesegukan.


" Restuuu hiks hiks " Ibu Restu semakin histeris menangis.


" Ya Tuhan aku mohon jangan sekarang " Pinta Malvin mengangkat kepalanya.


" Papa huhuhu " Doni ikut menangis sedih melihat keadaan sekitar.


" Harap tenang semuanya,Dokter sedang berusaha,mohon doanya jangan putus " Pinta perawat menenangkan.


" Tolong cucu saya Sus,dia masih kecil hiks hiks " Pinta Sindi memegang tangan perawat.


gadis dengan baju serba putih itu mengangguk meski ia tak yakin timnya bisa mengabulkan permintaan.


Para Dokter berusaha menyadarkan seorang gadis yg tiba2 drop.


Bunyi mesin jantung terus bergenting,beberapa dokter begitu siaga membuat gadis kecil itu tetap hidup.


" Bukankah tadi dia baik2 saja ?" Tanya Dokter kepada rekannya.


" Iya Dok,tadi normal sebelum dilepaskan " Jawab Dokter jujur.


" Siapkan alat,kita harus memacu jantungnya agar tetap berdetak " Ucap Dokter tegas.


Semua orang mengangguk mengerti dan kembali bergerak.


Diruangan sebelahnya,seorang pria bersiap2 akan keluar dari sana.


Dokter memutuskan Restu agar masuk ruang icu untuk memantau kondisi pasca operasi.


Lelaki itu juga cukup lemah,tapi kuasa Tuhan membuat jantungnya masih berdetak normal.


Saat pintu terbuka lebar,Malvin dan sang besan berlari mendekati para dokter.


" Gimana keadaanya Dok ?" tanya Malvin panik.


" Kami akan membawanya ketempat yg lebih steril Pak,doakan saja anak kalian selamat " Jawab Dokter tenang.

__ADS_1


" Ya Tuhan Restu " Ucap Ibu Restu menutup mulutnya.


Malvin mengangguk dan mempersilahkan dokter kembali melanjutkan perjalanan.


" Bagaimana ini San ?" Tanya Ibu Restu khwatir.


" Semua akan baik2 saja Bu,kita doakan saja " Jawab Malvin menenangkan.


" Restu harapan saya San hiks hiks " Ucap Ibu Restu sedih.


Malvin mengusap lembut bahu besannya,lelaki itu sangat tau bagaimana perasaan wanita lansia itu saat ini.


Keduanya kembali mendekati Sindi dan Risa yg masih menunggu didepan ruangan Nur.


Terlihat sekali raut khawatir keduanya,bahkan sang Papa pun begitu menanggung beban dikepalanya.


" Aku akan melihat cucu kita dulu " Ucap Malvin kepada Sindi.


" Iya,jaga dia " jawab Sindi pelan.


Malvin mengangguk kecil dan mulai berjalan.


Rudi hanya melihat saja,lelaki itu belum bisa merasakan kebahagiaan saat ini dan Rudi juga tak mau membawa rasa sedihnya menghadap sang cicit nanti..


Disebuah ruangan seorang lelaki tersenyum kecil saat menatap sesosk bayi dalam keranjang nan hangat.


Anak Winda untuk sementara dialihkan keruang bayi karna kondisi Winda yg tak memungkinkan.


Sudah 2x bayi mungil itu menangis kelaparan karna belum menerima asi dari ibunya,tapi Samuel tak kehilangan akal.


Lelaki itu bergerak cepat mencari asi pengganti untuk bayi malang tersebut.


" Ceklek...


Pintu ruangan terbuka,nampaklah seorang pria berjalan gontai masuk.


" Pa " Tegur Samuel melihat Malvin.


Malvin menoleh dan diam melihat Samuel berdiri didepan keranjang bayi.


" Dimana dia ?" tanya Malvin tenang.


" Ini " jawab Samuel menunjuk.


Malvin mendekat dan berdiri didepan keranjang tersebut.


Tes....


Air mata lelaki itu jatuh seketika saat melihat bayi tak berdosa tertidur lelap dibawah lampu hangat.


" Cucu ku " Ucap Malvin bergetar.


" Dia sehat,dan sudah kenyang " Ucap Samuel pelan.


" Dia minum susu ?" tanya Malvin mengusap air matanya.


" Ya,dia tetap minum asi tapi bukan dari Winda " Jawab Samuel.


" kau mencari keluar ?" Tanya Malvin syok.


" Ya,aku tak bisa membiarkan dia minum susu formula langsung " Jawab Samuel serius.


Malvin menatap Samuel nanar dan menghela nafas dalam.


" Terima kasih Sam " Ucap Malvin menepuk bahu mantan suami anaknya.


" Sama2 Pa " Jawab Samuel masih menganggap Malvin mertua yg baik meski hubungan mereka tak sebaik itu.


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2