
Next.
Setelah rapat dengan kliennya, Riko kembali ke ruang kerjanya kemudian melanjutkan video yang belum selesai dia tonton sambil menggunakan headset agar Romi tidak mendengar, karna sekarang Romi sedang duduk di depannya sambil terus menatapnya bingung.
"Rik, lo lagi nonton apaan sih, serius banget?" tanya Romi penasaran.
"Bukan urusan lo, ngga usah kepo." ketus Riko.
Romi yang memang dari tadi penasaran langsung mencabut headset dari port ponsel Riko.
"Masukkan p***s secara perlahan." sumber suara dari ponsel Riko.
Seketika Romi terkejut, begitupun dengan Silfa yang sedang berada tidak jauh dari ruangan Riko, karna memang volume ponsel Riko sangat keras.
Riko juga terkejut, dia segera menghentikan video itu, Riko melirik Silfa yang sudah sangat malu lalu pergi menjauh dari mereka.
"Ya ampun Rik, lo beneran cowok." ucap Romi sok kaget sambil menutup mulutnya tidak percaya.
"Maksud lo apaan bilang kayak gitu." ucap Riko kesal.
"Terus ngapain lo nonton video itu, atau jangan - jangan lo ngga tau ngelakuin hal itu, makanya lo belajar di youtube." ucap Romi lagi membuat Riko tidak bergeming, telinganya memerah karna malu.
Romi melihat ekspresi Riko yang sedang malu, seketika dia tertawa keras menertawai Riko.
"Berhenti ngga lo." bentak Riko marah dengan Romi.
"Ok ok, calm down, gue ngga ketawa lagi."
"sekarang lo jawab gue jujur, jadi selama lo nikah, lo belum nyentuh Citra, lo belum eeehh,,, ehhh sama dia." tanya Romi serius.
"Maksud lo 'eehhh.. 'eeeh apaan?" tanya Riko polos.
Romi kembali ingin tertawa mendengar perkataan Riko, tapi dia tahan karna Riko pasti bakalan marah lagi.
"Ya ampun Rik, ngga nyangka gue di luar lo kelihatan cowok banget, laki-laki yang uuuuuhhh penuh gairah, tapi ternyata naluri lo polos banget.. hahahahaha... ucap Romi mengejek dan kembali tertawa besar karena kepolosan Riko yang baru terungkap.
Riko yang kesal dengan ejekan Romi dan masih tertawa segera memasukkan tutup pulpen ke dalam mulut Romi yamg terbyka lebar.
"Pueeehhhh, Romi mengeluarkan tutup pulpen itu.
"Sorry - sorry, gue ngga bermaksud ngejek lo Rik,, gue khilaff.. peacee 🤘." ucap Romi sambil mengatur nafasnya akibat tertawa.
Riko hanya memutar bola matanya karna kesal dengan Romi.
"Rik, gue kasi lo saran, lo ngga akan berhasil kalau lo cuman dengerin teori doang." ucap Romi.
"Maksud lo?" tanya Riko bingung.
"Gini gue kasi lo saran, lo....
"Ngga usah.. tolak Riko langsung memotong pembicaraan Romi.
"Gue belum selesai ngomong Rik." keluh Romi.
"Gue ngga butuh saran ngga bermutu dari lo, saran lo waktu itu aja bikin gue malu, apalagi yang sekarang." ketus Riko kesal karna trauma dengan ide Romi waktu membujuk Citra.
__ADS_1
Romi kemudian mengingat - ingat maksud perkataan Riko, tidak lama diapun mengingatnya.
"Ok, lo ngga akan terima saran dari gue, karna gue juga ngga tau...
"Lo ternyata juga ngga tau, tapi lo ketawa sampai mulut lo kayak ingin nelen gajah, dasar..." ucap Riko kesal
"Tapi setidaknya gue tau sedikit dasarnya, sedangkan lo, judulnya aja lo belum tau." ucap Romi membela dirinya.
"Lo pikir ini skripsi pake judul." ketus Riko lagi.
"Ok sekarang gue tanya lo mau tau apa ngga?" tanya Romi frustasi.
"Mau." ketus Riko.
"Ya udah, sekarang kita ke ahlinya." ucap Romi membuat Riko bingung.
"Siapa ahlinya?" tanya Riko penasaran dan Romi hanya tersenyum licik sambil menaik turunkan alisnya.
Skip..
Riko dan Romi duduk bersampingan sambil menatap orang yang di depannya.
"Dia ahlinya." tanya Riko berbisik.
"Bukan lagi, tapi dia profesor di bidang ini." ucap Romi yakin.
Kemudian mereka berdua tersenyum canggung kepada orang yang sedang duduk di depannya.
"Kalian berdua sebenarnya mau ngapain sih kesini?" tanya orang itu kesal menatap ekspresi mereka berdua canggung. Orang itu ternyata adalah Arman.
Riko menyikut Romi dan menatapnya sinis. Romi hanya menghela nafasnya kasar melihat tatapan bosnya itu.
"Maksud lo apaan sih,, langsung aja ngga usah bertela-tele. pusing gua.." ketus Arman.
"Gue mau tau cara berhubungan i*t*m, dan kata Romi lo ahlihnya." ketus Riko to the point.
"Puftt,, hahahaahahaha, jadi selama ini lo ngga tau berhubungan biologis, terus selama ini istri lo, lo apain Rik, lo anggurin.
"Lo tau darimana kalau gue punya istri. ucap Riko memotong perkataan Arman, Riko kemudian berbalik ke arah Romi tapi Romi sudah tidak berada di sampingnya sekarang dia sudah duduk disamping Arman sambil tersenyum pasrah kepada Riko.
Riko yang terlihat kesal langsung melempar Romi menggunakan bantal sofa dan mengenai wajahnya.
"Ok ngga usah berantem, lagian lo tetap sembunyi kayak gimanapun akan tetap ketahuan, karna lo kesini pengen belajar, gue akan ajarin, sekarang ikut gue." ucap Arman kemudian beranjak menuju kamarnya diikuti Romi dan di susul oleh Riko.
Next.
Setelah pulang dari Korea Citra juga sibuk membersihkan rumah dan mencuci pakaian kotor mereka yang mereka bawa dari Korea.
Setelah semuanya selesai Citra langsung beristirahat di ruang tamu karna sangat kelelahan.
Memang rumah Riko sederhana, tapi tetap saja sangat melelahkan karna Citra harus menyapu, mengepel lap kaca dan lain-lain.
Citra duduk di sofa bersantai sambil memainkan ponsel barunya, hadiah dari Riko saat dia ulang tahun.
Citra terlihat pusing menggunakan ponsel barunya, karna didalamnya banyak fitur yang Citra tidak mengerti karna berbeda dari ponselnya yang lama.
__ADS_1
Next..
Arman dan Romi duduk di pinggir ranjangnya sambil terus menatap Riko tidak percaya.
"Gue ngga nyangka kalau Riko sepolos itu." gumam Arman.
"Gue pun sama." timpa Romi.
Riko sedang menonton video dewasa di laptop Arman tanpa berkedip sambil menelan ludah karna sudah bernafsu.
Next.
Riko baru pulang malam hari dari rumah Arman, Riko berjalan masuk ke ruang tamu dan mendapati Citra sedang terlentang di sofa sambil bermain ponsel barunya. Citra menggunakan piyama tanpa lengan dan batas hanya sepaha.
Pikiran Riko mesum kembali mengingat adegan yang sudah dia tonton di laptop Arman, Riko menelan ludah menatap dada Citra yang memang tidak menggunakan bra.
"Kak Riko udah pulang." ucap Citra saat menyadari kedatangan Riko, Citra menghampiri Riko.
Riko kembali terlintas adegan dimana wanita menghampiri si pria dan langsung memulai duluan.
"Apa Citra sedang menggodaku." batin Riko berharap, tapi ternyata dia salah, Citra langsung melewatinya.
"Kak Riko udah makan, aku udah tugguin kak Riko dari tadi, kita makan yuk kak." ajak Citra sambil berjalan menuju dapur.
Riko pun kecewa ekspektasinta tidak sesuai
realita, kemudian mengikuti Citra menuju dapur.
"Wah, kak ponsel ini sangat canggih yah, banyak fitur yang sama sekali belum aku tau." ucap Citra sambil mengotak atik ponselnya.
Riko merebut ponsel Citra, membuat Citra kesal.
"Kok diambil." gerutu Citra kecewa.
"Makan dulu, ngga usah main ponsel." ketus Riko.
Next..
Setelah makan malam Riko langsung naik menuju kamarnya dan membawa ponsel Citra.
Citra memanyunkan mulutnya saat dia melihat ponselnya di bawa Riko.
Citra kemudian segera mencuci piring, setelah itu dia kembali ke kamarnya untuk menyikat gigi, lalu pergi ke kamar Riko untuk mengambil ponselnya.
Riko sedang duduk di meja kerjanya saat Citra datang, Citra membuka pintu kamar Riko dan membuat pose menggoda agar Riko mau mengembalikan ponselnya Citra.
Pikiran kotor Riko kembali muncul, dia kembali mengingat adegan dimana perempuan yang sangat agresif yang mengajaknya duluan melakukannya.
"Kak Rikoo.. paggil Citra dengan nada lemah gemulai membuat Riko bersemangat dan tersenyum.
"Ponsel aku mana?" ketus Citra, Seketika telinga Riko memerah karna kesal, lagi-lagi pikirannya salah.
"Itu." ketus Riko menunjuk ponsel Citra dengan dagunya.
Seketika Citra senang dan langsung mengambil ponselnya yang berada di depan Riko, kemudian merebahakan badannya di kasur Riko.
__ADS_1