
Hari sudah pagi, Riko yang semalam tidur di sofa terbangun dan mengingat kejadian semalam saat dia mengecup bibir Citra dan saat Citra merawatnya, sebagai ungkapan rasa terima kasih Riko dan juga permintaan maafnya, Riko berniat untuk membuat sarapan untuk dirinya dan Citra.
Riko menyingkap selimutnya dan berjalan menuju dapur dengan keadaan pincang akibat luka di kakinya..
Di dapur Riko segera mempersiapkan bahan untuk membuat sandwich dengan susah payah, karna Riko hanya menggunakan satu tangan, karna tangan kanannya di perban akibat luka bakar.
Sesekali Riko mengeluh kesakitan, karna tidak sengaja menggunakan tangan kanannya untuk memasak sambil sesekali bergumam.
"Apa yang sedang lo lakuin Rik.. lu udah gila yah,, buatin sarapan untuk dia.." gumamnya tapi dia terus melanjutkan pekerjaannya.
Sementara Citra masih tertidur lelap di kamarnya, tiba-tiba ponselnya berdering membuatnya mengeliat, tangannya meraba lemari nakas mencari-cari ponselnya..
"Halooo." ucap Citra dengan suara seraknya, sambil matanya masih terpejam.
"Kamu belum bangun Cit,, ini udah jam 6 loh,, kamu bisa terlambat ospek." Ucap Kevin di seberang telfon.
Citra terkejut mendengar perkataan Kevin dan membelalakkan matanya kemudian melihat jam di ponselnya dan memang sudah menunjukkan pukul 06.05.
"Yaa ampun,, aku udah telat." ucap Citra panik kemudian bergegas bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Citra sadar bahwa telfon nya dengan Kevin masih tersambung, dia kembali mengambil ponselnya.
"Ehh,, Vin makasih yah kamu udah nelfon,, udah dulu aku mau mandi.." ucap Citra.
"Ya udah, buruan mandi,, aku akan nunggiun kamu." ucap kevin.
"Nungguin,,, maksudnya..." ucap Citra bingung.
"Iya,, aku udah di depan rumah kamu, nungguin kamu." ucap Kevin.
"Kamu ngga usah nungguin aku Vin, nanti kamu telat,, udah kamu duluan aja nanti aku berangkat sendiri.." ucap Citra.
"Ngga, aku akan nungguin kamu disini,, makanya buruan mandi, biar kita ngga telat." Ucap Kevin.
"Ya udah terserah kamu deh.." ucap Citra lalu memutuskan sambungan telfon dan bergegas masuk kamar mandi..
Sementara di dapur Riko sudah selesai membuat sandwich.
Riko berjalan menuju ruang tamu dengan susah payah membawa dua piring sandwich, Riko meletakkan sandwich itu di atas meja.
Riko melirik jam dinding dan menunjukkan pukul 06.15.
"Apa dia belum bangun." gumam Riko lalu duduk di sofa dan meletakkan kakinya yang sakit diatas meja sambil memakan sarapannya.
Sementara Citra yang sudah bersiap, buru buru menuruni tangga dengan berlari, Citra sangat panik karna belum membuat sarapan untuk Riko.
Tak..takk...takk..
Riko menatap ke arah tangga dengan heran dan melihat Citra berlari.
Citra melihat ke arah Riko. Citra segera menghampirinya dan melihatnya sedang sarapan.
"Ahhh syukur deh, kak Riko buat sarapan sendiri.." ucap Citra ngos-ngosan.
"Maafin Citra yah kak, Citra kesiangan bangunnya, jadi ngga sempat buatin kak Riko sarapan.." ucap Citra berusaha mengatur nafasnya.
Riko hanya memasang wajah datarnya sambil terus menatap layar tv tanpa memperdulikan Citra.
"Tapi kak,, gimana caranya kak Riko buat sandwich ini, tangan kak Riko kan lagi sakit." tanya Citra heran.
"Kamu fikir, dengan keadaan aku yang kayak gini, aku ngga bisa berbuat apa apa." ketus Riko tanpa melihat ke arah Citra.
__ADS_1
Citra memutar bola matanya lalu membuang nafasnya kasar, karna jengkel.
Citra kemudian pergi ke arah jendela lalu menyingkap gorden dan melihat kevin masih menunggunya di luar rumah.
"Ya ampun,, dia masih disitu." batin Citra menatap Kevin.
Riko menatap Citra heran..
"Ngapain dia disitu" batin Riko.
Setelah melihat Kevin, Citra kembali menghampiri Riko.
"Citra berangkat sekarang,, soalnya Citra udah telat baget.." Ucap Citra panik.
"Nihh, sarapan dulu." ucap Riko menyodorkan sandwich ke arah Citra.
Citra menatap sandwich itu heran..
"Ehhh,, ngga salah kak Riko buatin sandwich,, tumben dia baik." batin Citra.
"Ngapain lo bengong,, udah di makan sarapannya,, setelah itu aku antar ke kampus,,katanya udah telah." ucap Riko cuek.
" Ehhh... Ngga usah kak, nanti Citra sarapannya di kampus aja. soalnya Citra udah telat banget." ucap Citra menuju pintu sambil memakai sepatunya.
"Ya udah biar aku antar kamu ke kampus.." ucap Riko meraih kunci mobilnya.
"Kak Riko ngga usah anterin aku,, mending kak Riko istirahat aja,, kak Riko kan lagi sakit." ucap Citra.
"Ini ngga pha-pha,, aku masih bisa nyetir kok." ucap Riko datar.
Riko melihat Citra menatapnya..
"Kamu kenapa?" tanya Riko.
"Ehh, ngga kok kak.. kak Riko ngga usah anterin aku,, aku berangkat sama kevin aja kak, soalnya kasihan dia udah nungguin Citra dari tadi,, Citra berangkat yah kak.." ucap Citra lalu meninggalkan Riko dengan berlari.
Riko tertegun mendengar penjelasan Citra, dia masih belum percaya dengan apa yang sedang terjadi.. Kemudian dia berjalan ke arah jendela dan melihat Kevin sedang membuka pintu mobilnya untuk Citra dan Citra tersenyum ke arah Kevin.
"Cihh. apa hebatnya si Kevin itu.. sampai dia nolak sarapan yang gue buat dan nolak tawaran gue untuk anterin dia." ucap Riko sewot dan ngga percaya.
Riko kembali duduk di sofa lalu melempar bantal ke arah pintu dengan kesal.
"ukhhhh,, dia ngga tau terima kasih banget sih,, ngga bisa apa dia menghargai perjuangan gue buatin sandwich ini." ucap Riko kesal sambil menatap sandwich yang dia buat.
Riko membuang nafasnya kasar lalu berbaring dan menutup matanya untuk menenangkan pikirannya,, tapi tetap tidak bisa dia merasa dirugikan karna pengorbanannya tidak di hargai, dia kemudian melempar barang-barang ke segala arah, dan membuat ruang tamu itu berantakan.
"Loo akan ngerasain, apa yang gue rasain." gumam Riko yang masih membuat ruang tamu berantakan.
Next..
Citra dan Kevin sudah sampai di kampus. Semua mahasiswa terlihat sudah berkumpul di depan aula..
"Gawat kita udah telat Vin." ucap Citra panik lalu buru-buru menuju aula.
Kevin juga panik karna senior sudah menatap mereka berdua.
"Kalian berdua jangan bergabung disini, silahkan kalian berdua ke lapangan." teriak kakak senior Rian dengan toa.
__ADS_1
Semua senior dan Maba yang lain menatap Citra dan Kevin. Indah juga melihat mereka berdua.
"Ya Ampun Citra, Kevin kok mereka bisa telat sih.." batin Indah khawatir.
"Biar gue yang urus mereka,, lo lanjutin aja." ucap Doni lalu berjalan ke arah mereka.
Citra dan Kevin menatap Doni yang berjalan ke arah mereka.
"Ikut gue.." ucap Doni kepada Citra dan Kevin lalu berjalan ke arah lapangan, Citra dan Kevin hanya mengikuti intruksi saja.
Setelah mereka sampai di lapangan Doni kembali memberi intruksi.
"Kalian tau kan, kalau kalian sampai terlambat kalian akan mendapat konsekuensi." ucap Doni tenang.
Citra dan Kevin hanya mengangguk mengerti kemana maksud pembicaraan Doni.
"Ya udah kalian berdua lari keliling lapangan, Kevin kamu lari sebanyak 3x putaran dan Citra kamu cukup 1x putaran saja." Ucap Doni santai.
Tiba-tiba Lusi datang dan protes dengan hukuman yang di berikan oleh Doni.
"Ngga bisa gitu dong Don, lo itu harus konsisten dengan aturan yang lo buat, kalau Kevin 3x putaran, Citra juga harus 3x putaran." protes Lusi menatap sinis Citra.
"Ngga bisa Lus, Citra itu perempuan, dia ngga mungkin bisa lari keliling lapangan sebanyak 3x." ucap Doni tenang.
"Lo jangan terlalu lemah Don, jangan ambil alasan karna dia cewek, dia itu juga sama-sama Maba yang melanggar aturan. Aturan tetap aturan ngga mandang itu Cewek ataupun Cowok, intinya yang melanggar harus dikenakan sanksi yang sama." ketus Lusi.
"Kak,, ini salah aku kak, gara gara aku Citra jadi terlambat, jadi biarin aja Citra lari 1x putaran selebihnya biar aku yang menyelesaikan hukuman Citra." bela Kevin
"Lo ngga usah ngatur gue, gue ngga perduli siapa yang menyebabkan kalian terlambat, intinya kalian harus tetap menjalankan hukuman ini." ketus Lusi.
Doni berusaha menghentikan Lusi, tapi karna Lusi yang sangat keras kepala dan susah diatur itu tetap melakukan apa yang menjadi keinginannya. Citra dan Kevin sudah berlari di lapangan. Lusi merasa puas melihat Citra menjalani hukuman, karna memang dia tidak menyukai Citra yang selalu menjadi pusat perhatian para senior Cowok.
"Lo tuh kenapa sih Lus,, lapangan ini tuh luas,, lo ngga bisa samain cewek sama cowok berlari dilapangan ini. gimana kalau sampai terjadi sesuatu sama Citra." ucap Doni tajam ke Lusi.
"Cihh,, Lo ngga usah belain Citra deh,, Lo itu udah tertipu sama tampang polosnya dia." ketus Lusi.
Sementara Citra yang sudah menyelesaikan 1x putaran sudah merasa lemas dan pusing karna dia belum sarapan dari tadi. Kevin yang mengawasi Citra merasa khawatir dengan keadaan Citra yang larinya sudah tidak stabil.
"Kamu ngga apa apa Cit?" tanya Kevin khawatir.
"Iya Vin aku ngga apa apa kok, udah kamu duluan aja." ucap Citra lemas.
"Ngga apa apa gimana, muka kamu pucat." ucap Kevin khawatir.
Citra yang memang sudah sangat lemas dan merasa pusing kemudian berhenti berlari dan pingsan, Kevin segera menangkap Citra.
Doni dan Lusi terkejut melihat Citra pingsan.
"Ini semua gara-gara lo, karna ego lo." ucap Doni sinis kepada Lusi lalu berlari ke arah Citra dan Kevin.
Sementara Kevin masih berusaha menyadarkan Citra dengan menepuk nepuk pipi Citra.
Doni yang sudah berada di dekat mereka segera menggendong Citra.
"Vin kamu, kembali ke Aula, bergabung sama maba yang lain." ucap Doni.
"Tapi kak,, Citra..." perkataan Kevin terputus.
"Udah kamu ngga usah khawatir sama Citra, kamu balik aja ke Aula, Citra biar aku yang urus." ucap Doni sambil berjalan membawa Citra ke ruang perawatan.
__ADS_1
Dengan terpaksa Kevin melangkahkan kakinya menuju Aula.