Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
470


__ADS_3

Disebuah rumah seorang perempuan mulai merasa kecapean.


sang anak kini mulai jarang tidur malam,sedangkan ibunya setelah azan isya sudah mengantuk.


" Yank " rengek Histi memanggil Serkan yang sibuk dengan berkas2.


" Hm " Jawab Serkan cuek.


" Sutar nih gak mau merem " Adu Histi lesu.


" Di susuin Yank " Balas Serkan.


" Udah bengkak ini tapi dia masih melek aja " Kata Histi menguap lebar.


Serkan menoleh menatap sang anak yang malah tersenyum menatap ibunya.


" Mama cape Nak,bisa nabat gak jadi anak ?" tanya Histi gemas.


" Hehe " Bocah itu makin tersenyum lebar.


" Tuh lihat,di melasin malah ngejek aku " Adu Histi gemas.


Serkan terkekeh,memang berapa hari ini istrinya sering mengeluh cape lantaran sang putra mulai aktif merespon pergerakan mereka.


" Gantian kamu yang jaga " kata Histi memelas.


" Belum waktunya dong " kata Serkan menunjuk jam dinding.


" Gak sanggup lagi Yank,pengen tidur " Kata Histi mengkrucut.


" Tunggu bentar lagi,ini mau selesai " kata Serkan kembali melihat berkas kerjanya.


Histi menghela nafas mengangguk,keduanya memang sudah membuat kesepakatan bersama untuk menjaga Sutar bergantian.


Histi juga tak bisa meminta suaminya selalu memahami mereka karna pria itu juga pasti lelah bekerja dari pagi tembus sore bahkan malam.


Tak jarang Serkan tak tidur semalaman demi sang anak.


Hening....


Keduanya sama2 diam,hanya Sutar yang bergerak perlahan melihat situasi.


Hampir 15 menit berlalu,akhirnya Serkan selesai dengan tugasnya.


Lelaki itu berbalik badan dan kaget melihat sang istri sudah menganga.


" Astaga bukan nya jagain anak malah molor " kata Serkan menggeleng pelan.


Histi sudah tak sanggup lagi menahan kantuk tanpa sadar wanita itu terlelap begitu saja seraya mendekap pelan anaknya.


Serkan mengusap wajah kasar,jika diturut ia pun ingin istirahat yang cukup tapi apa daya mereka punya anak bayi yang harus diperhatikan 24 jam.


" hiks hiks " Sutar mulai risih dengan dengkuran ibunya apalagi air terjun Histi mulai aktif.


Serkan mendekati kasur dan memindahkan anaknya dengan hati2 sedikit menjauh dari sang ibu sebelum bocah itu terhanyut sungai dadakan tersebut.


" Hm " Gumam Histi mengusap wajahnya gatal.

__ADS_1


" Jangan nangis ya,sekarang kamu dah aman " Bisik Serkan pelan kepada Sutar.


Bocah itu diam memperhatikan Papanya yang begitu tampan.


Jika Serkan yang turun tangan Sutar pasti adem ayem,lelaki itu juga bingung kenapa auranya bisa menghipnotis pengaturan tangis sang anak.


Sutar tersenyum manis bergerak pelan ingin menyentuh Serkan.


Sang Papa yang merasa kelelahan berbaring disamping bayinya dengan hati2.


" Halo anak Papa,how are you today ?" tanya Serkan lembut.


Sutar tersenyum girang sebagai jawaban.


" anak Papa gak boleh cengeng ya,jangan nakal juga kasihan Mama cape ngurusin Sutar " Kata Serkan pelan.


Sutar diam dengan senyum kecil,Serkan mulai menepuk pelan bokong bocah itu agar mengantuk.


Kini Serkan menyadari menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah.


Ia teringat akan dirinya yang saat masih kecil kurang kasih sayang dari seorang ibu kandung,jadi saat Serkan melihat istrinya sibuk mengurus buah hati mereka membuat Serkan merasa sedih.


" Kamu beruntung Nak punya Mama yang begitu sayang kepada kamu,Papa sangat berterima kasih kepada Tuhan karna telah menitipkan kamu kepada kami,Papa janji Papa tidak akan menyerah untuk menghidupi keluarga kita " Gumam Serkan yakin.


Nyayian kecil mulai terdengar,mendengar suara merdu serak basah Serkan membuat Sutar mengantuk.


Tak berapa lama kemudian,Sutar mulai terpejam Serkan yang sudah mengantuk pun ikut terpejam setelah memastikan semua area rumahnya aman.


Ditempat lain,seorang wanita tak bisa tidur memikirkan ucapan menantunya yang terdengar serius.


Lutfia menoleh dan mendapati Rafael masuk kekamar membawa tas laptop dan berkas.


" Kenapa belum tidur ?" Tanya Rafael mendekat.


" Kamu udah selesai ?" tanya Lutfia berdiri menyambut.


" hm " jawab Rafael menaruh barang2nya.


Lutfia diam memperhatikan gerak gerik suaminya yang terlihat tenang.


" Samuel udah balik kamar ?" tanya Lutfia.


" Kayaknya belum " Jawab Rafael.


" Dia ngapain ?"


" Nonton film "


Lutfia ber Oh ria dan kembali duduk diranjang.


" Kamu kenapa belum tidur ?" Tanya Rafael mendekat.


" Aku gak bisa tidur " Jawab Lutfia jujur..


" Kenapa ?" tanya Rafael mengernyit.


" Ntah lah,banyak pikiran " Jawab Lutfia lesu.

__ADS_1


Rafael berbaring diranjang merenggangkan otot2 tubuhnya seraya melihat sang istri yang sedang rusing.


" Oh iya,Winda gak pulang kesini ya ?" tanya Rafael teringat.


" Gak pulang lagi " Jawab Lutfia.


" Apa !" Pekik Rafael kaget.


" Yank,aku serius kali ini " kata Lutfia menatap Rafael.


" Kamu benar2 menyuruh dia pergi ?" tanya Rafael bangun.


" Gak Yank,dia yang mau pergi sendiri " Jawab Lutfia tegas.


" Kenapa kamu izinin,dia itu menantu kita Yank " Kata Rafael tak habis pikir.


" Aku rasa mereka memang harus berpisah Yank "


" Kamu gila apa,Samuel itu udah nikahin dia " kata Rafael tak suka.


" Aku udah hilang respect Yank,beneran deh gak ada feelnya lagi " kata Lutfia membela diri.


" Tapi gak gitu caranya Yank,keluarganya memang bersalah dan aku pun marah,tapi pernikahan mereka bukan permainan yang bisa kamu stopin gitu aja "


" Yank,please kali ini dukung aku,ini demi Samuel,jika kita membiarkan dia tetap bersama Winda yang ada malah masalah gak selesai2 Yank,dan aku semakin membencinya " kata Lutfia memegang tangan Rafael.


" Kamu gak tau bagaimana Samuel Yank,aku rasa dia udah cinta sama Winda " Ucap Rafael yakin.


" Kalo Sam cinta dia bakal pergi temuin istrinya,tapi lihat sekarang Sam cuek saja,aku yakin nanti setelah mereka selesai,Samuel akan kembali seperti semula dan aku akan belajar memaafkan keluarga Winda "


Rafael terdiam,Samuel memang malam ini tak ada rencana apa2 untuk menjemput Winda pulang.


" Kamu nurut kali ini Yank,kita mendapatkan Samuel dengan susah payah,aku gak mau seperti dulu lagi,tapi karna Winda aku seperti monster sekarang " Kata Lutfia sedih..


Lagi2 Rafael tak bersuara,ia sangat ingat bagaimana perjuangan Lutfia mendapatkan Samuel dulu.


" Aku memang egois Yank,tapi aku hanya ingin yang terbaik untuk kita semua " Kata Lutfia berkaca kaca.


" Aku gak tau Yank,jika kamu ingin seperti itu kamu bicarakan kepada Sam langsung,aku tidak ikut campur " Kata Rafael memutuskan.


" Kamu cukup diam Yank " Kata Lutfia tersenyum.


Rafael mengangguk,lelaki itu kembali berbaring dengan otak yang mulai bekerja keras mencari jalan tengah.


Lutfia menatap suaminya serius,ia sudah tekad akan memenuhi permintaan menantunya.


Di ruang tv,Samuel merasa bosan lelaki itu tak tau harus menghabiskan waktu seperti apa.


" Haistt kenapa pesan ku tidak dibalas ?" gumam Samuel kesal melihat tak ada notif dari Winda.


Lelaki itu melihat sttus Wa dan mendapati foto sepasang kekasih sedang berselfi ria dengan masker memenuhi wajah.


" Bahkan yang belum Sah saja bisa bermesraan " Gumam Samuel lesu.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2