Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
126


__ADS_3

Disebuah rumah seorang gadis dan seorang bujang sedang memasak didapur.


Hari ini Bryan datang kerumah Alexi untuk bertemu dengan Salsa.


Besok pagi Salsa akan pulang kerumah Yuni karna waktu ia di negera sendiri tak lama lagi.


Bryan yang kini jadi sahabat Salsa selalu menemani gadis itu,bahkan nanti keduanya akan pulang bersama.


" Sa ini taruh dimana ?" Tanya Bryan menunjuk piring yang sudah ia cuci bersih.


" Taruh dibak ini " Kata Salsa mengambil bak biru yang cukup besar berhubung rak piring Alexi terbuat dari kaca,takut sisa cucian mengendap.


Bryan mengangguk dan langsung mengerjakan tugasnya.


Salsa masih didepan kompor mengicau masakan yang ia buat bersama lelaki itu.


Mereka banyak membuat masakan dan semuanya sehat2 berhubung Bryan tak bisa makan makanan yang banyak mengandung minyak.


Ada 5 menu masakan,untuk Bryan saja 3 menu sehat sedangkan 2 nya mengandung Minyak penggorengan.


Histi membuat goreng ayam tepung,sambel,tumis pakcoy,sayur asam,ikan bakar,dan telur rebus.


Gadis itu mendadak jadi chef hari ini untuk mengabulkan permintaan Bryan yang ingin makan masakannya.


Karna Salsa merasa banyak hutang budi jadilah gadis itu menuruti keinginan lelaki tampan tsb.


Setelah semua selesai,Salsa mengambil rantang dan menaruhnya diatas meja.


Bryan mengambil piring dan gelas bersiap untuk makan mumpung hari sudah siang.


" Itu untuk siapa Sa ?" tanya Bryan seraya menimba nasi di ricecooker.


" Buat Alexi " Jawab Salsa memilih ayam yang bagus untuk lelaki itu.


" Waaah so sweetnya " Kata Bryan terkekeh.


" Kasihan,tadi dia gak sarapan " Jawab Salsa tenang.


" Yaah kelaperan dong dia " kata Bryan sedih.


" Hm " Jawab Salsa merasa bersalah.


" Ya udah,siapin aja ntar aku temenin antar " Ucap Bryan mulai makan.


" Iya " jawab Salsa tersenyum.


Lelaki itu makan dengan lahap,Salsa bahagia melihat wajah Bryan kembali ceria.


Sebenarnya Salsa sangat iba mendengar kisah Bryan yang cintanya di khianati.


Gadis itu pun merasa penasaran siapa pria yang sudah berani menandingi Bryan yang terlihat sangat sempurna..


" Sa " Panggil Bryan heran melihat Salsa malah diam menatapnya.


" Hah em ya kenapa ?" tanya Salsa tersadar.


" Kenapa bengong ?" tanya Bryan heran.


" Hehe gak papa aku bersyukur kamu makannya banyak " Jawab Salsa tersenyum


" Iya aku harus tetap sehat " Balas Bryan santai.


" Bener,walaupun hati lagi kacau seenggaknya fisik aman " Sahut Salsa.


Bryan mengangguk setuju,mereka pun kembali sibuk dengan urusan masing2.


Setelah Bryan kenyang,mereka langsung berangkat karna sebentar lagi jam istirahat kantor.


Saat sampai disana,Bryan mengernyit melihat perusahaan yang ada didepan matanya.


" Kenapa berenti disini,nanti kita dimarahin " Kata Salsa seketika panik.


Bryan tak menjawab,lelaki itu malah mengegas masuk kedalam bahkan berhenti di pintu utama.

__ADS_1


" Kak,aduh gawat jangan disni " kata Salsa sangat panik dengan tindakan lelaki itu.


" Udah tenang aja " kata Bryan santai memasangkan kaca mata hitamnya.


" Nanti kita diusir gimana,aduh bakalan diamuk Alexi nih " Kata Salsa mengkejer.


Bryan tersenyum dan membuka pintu mobil.


Lelaki itu dengan santai masuk kedalam tanpa beban.


" Kak " pekik Salsa tertahan.


" Ayo " Kata Bryan menoleh kebelakang.


Salsa menggeleng tidak mau,gadis itu takut diusir apalagi satpam mengenalinya.


Bryan mendekat dan mengambil rantang makanan yang Salsa bawa.


" Ehhh mau kemana ?" tanya Salsa menahan tangan pria itu.


" Kamu tunggu disini kalo gak mau masuk " Ujar Bryan tenang.


" Tap...


Bryan tersenyum dan melepas tangan gadis itu.


Lelaki tampan itu pun kembali masuk kedalam dan menanya Alexi.


" Maaf,ada keperluan apa Tuan dengan Alexi ?" tanya Receptionist tidak mengenali Bryan.


Lelaki itu membuka dompetnya dan mengeluarkan kartu nama.


" Astaga " Ucap Receptionist terbelalak melihat nama disana.


" Maaf Tuan,saya melupakan anda " ucap wanita itu ketakutan.


" No problem,sekarang panggilkan Alexi " Kata Bryan tenang.


Bryan mengangguk,wanita itu langsung bergerak cepat menghubungi bagian Alexi.


Ntah apa yang mereka bicarakan,tak lama Alexi pun nongol dengan wajah bingung dan panik.


" Mana Mba bos besarnya ?" tanya pria berkemeja putih itu dengan gantungan tali dilehernya.


" Disana,berhati2 Alexi dia anak pemilik saham terbesar disini " Jawab wanita itu ngeri.


Glek...


Alexi menelan ludah kasar,pria itu pun mendekati pria tinggi yang sedang membelakanginya.


" Maaf Pak,selamat siang " Ucap Alexi sedikit menunduk.


Lelaki berkaca mata itu mengenali suara Alexi dan mengulum senyum geli.


Bryan berbalik badan dan melihat keterkejutan Alexi dengan mata besarnya.


" Elo !" Kata Alexi kaget.


" Nih,dari mantan bini lo,dimakan sampe habis,gue cape cabutin bulu ayamnya !" kata Bryan tanpa basa basi.


" Apa !" Pekik Alexi kaget.


" Ambil " Kata Bryan gemas.


" Eh iya " kata Alexi mengambil rantang itu.


" Sa l sa mana ?" tanya Alexi tiba2 gugup.


" Diluar,dia takut diusir kalo masuk,jadi lo jangan marah2 ntar sama dia,gue pecat lo !" Ancam Bryan.


Deg...


Alexi kembali terkejut dengan ancaman mengerikan lelaki itu.

__ADS_1


Bryan berjalan keluar di ekori Alexi.


Terlihat diluar,Salsa sedang bicara dengan satpam yang mengenalinya.


" Maaf ya Pak,teman saya emang bar2 " Kata Salsa minta maaf kepada lelaki itu.


Bryan mendekat dan berdiri disamping Salsa.


" ini orangnya " kata Salsa menarik lengan Bryan kesal.


" Kenapa ?" tanya Bryan tenang.


Dari belakang Alexi menyilang tangannya memberi kode kepada Satpam.


Satpam terlihat kebingungan dengan kode Alexi yang seperti orang gila.


" Anda siapa ?" tanya Satpam berkacak pinggang kepada Bryan..


Saat mobil itu masuk tadi si Satpam tak ada ditempat,makanya mobil Bryan leluasa masuk sedangkan satpam lain sedang mengeluarkan mobil para petinggi perusahaaan.


" Astaga cari mati si abang mah " Batin Alexi pasrah.


" Kamu tidak mengenali saya ?" Tanya Bryan bersedekap dada.


" Lah emang kamu siapa ?" tanya Salsa bingung dengan pertanyaan Bryan yang terkesan sombong.


" Astaga tuh bocah udah pacaran masa gak tau nih cowok siapa ?" Gumam Alexi tak habis pikir dengan kepolosan mantan istrinya itu.


Bryan mengulum senyum kepada Salsa yang menampakkan wajah bodohnya.


" Aduh gak usah cari masalah deh Kak,mending pulang aja yuk " Ajak Salsa takut.


Salsa melihat Alexi,terlihat lelaki itu menggerutu kepadanya tanpa suara.


" Apa sih Lex " kata Salsa heran.


" Haissst " Alexi mengacak rambutnya kesal.


" Dimaem tuh awas rantangnya hilang,aku patahin leher kamu " Ancam Salsa pelan dengan wajah bringasnya.


Alexi seketika merinding dan langsung masuk kedalam takut melihat aura membunuh Salsa.


Gadis itu terkekeh geli melihat Alexi ketakutan.


Bryan masih berhadapan dengan satpam yang sudah menciut saat tau siapa pria tersebut.


" Maaf Pak,saya khilaf " ucap Satpam menunduk.


" Lain kali kalian harus hati2,jangan sampai hal ini terjadi lagi,masih mending saya yang masuk,jika Papa saya atau pimpinan yang lain masuk tanpa penjagaan dari kalian,anda sudah pasti mendapat pasongan saat ini " Kata Bryan tegas.


Satpam mengangguk paham dengan wajah menyesalnya.


" Kembali ke pos dan lakukan pemeriksaan dengan akurat !" titah Justin.


" Siap laksanakan Pak !"Jawab Satpam hormat.


Salsa yang baru tau siapa Bryan terlihat sangat syok akut,gadis itu tak menyangka bahwa perusahaan tempat Alexi bekerja merupakan anak perusahaan Aktam yang di sahami oleh Adelard.


" Wawww luar biasa " Ucap Salsa bertepuk tangan.


" Ayo pulang " Ajak Bryan merangkul gadis itu.


" Hm " Jawab Salsa patuh.


" Habis ini kamu telfon gadis itu ya,aku mau kenalan sama dia " Ucap Bryan teringat gadis saat ditaman.


" Wah2,Bos besar ketiban cinta dadakan nih " Goda Salsa terkekeh.


Bryan tak menjawab,lelaki itu malu untuk mengakuinya.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya

__ADS_1


__ADS_2