Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
479


__ADS_3

Ditempat lain,sebuah keluarga memasuki kampung yang belum pernah mereka singgahi.


Jam sudah menunjukkan pukul 1 malam,Doni sudah tertidur pulas didekapan ibunya yang juga terlihat lelah.


" Ini rumahnya Mas ?" tanya Sindi melihat Malvin.


" Iya " jawab Malvin yakin.


" Ya udah ayo turun " balas Sindi tenang.


Malvin mengangguk,pria itu menoleh kebelakang dan mendapati putrinya sudah tertidur lelap sendirian dibalut selimut tipis.


" Kasihan Winda Ma " ucap Malvin sedih.


" Mau gimana lagi Pa,udah nasib kita begini " Balas Sindi lesu.


" Aku pikir Sam akan melakukan sesuatu,tapi yang ada malah dia marah sama anak kita " Kata Malvin menghela nafas.


" Jujur aja aku merasa kecewa sebagai mertua,tapi ya aku gak bisa meluapkannya " Balas Sindi.


" Semoga setelah ini kehidupan kita berjalan lancar dan Winda menemukan kebahagiaannya " kata Malvin tersenyum.


Sindi ikut tersenyum,keduanya pun membangunkan putri mereka.


" Udah sampe ya ?" tanya Winda mengusap mata.


" Iya,itu rumah kita " Jawab Malvin tersenyum.


Winda mengangguk,mereka pun mulai keluar dari mobil.


Malvin mendapat bantuan dari orang tuanya,lelaki itu pun diberikan sebuah mobil untuk kebutuhan mereka.


" Rumahnya masih bagus Mas " kata Sindi melihat sekeliling.


" Iya kata Mama ini dibersihin setiap minggu " Jawab Malvin.


Sindi mengangguk tersenyum,mereka pun mulai masuk kedalam.


Winda duduk diluar dengan tatapan nanar,rasa lelah dan sedih kembali bercampur aduk mendekati otaknya.


Ia masih merasa belum rela meninggalkan Samuel,tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur,untuk kembali lagi merupakan hal yang sangat mustahil.


" Winda " Panggil Sindi menegur.


" Iya Ma " jawab Winda menoleh.


" Ayo masuk sayang,kita istirahat dulu " Balas Sindi tersenyum.


" Ma " Panggil Winda lirih.


" Mama tau sayang,tapi kamu harus istirahat nanti sakit " Balas Sindi khawatir.


Winda mengangguk lemah,gadis itu pun masuk kedalam dan menutup pintu.


" ini kamar kamu " Kata Malvin membuka sebuah pintu.


Terlihat semua sudah tertata rapi lengkap dengan lemari dan cermin didalamnya.


" Kamu istirahat ya,gak usah mikirin apa2 lagi,kita mulai semuanya dari Nol " Ucap Malvin mengusap kepala Winda.


" Aku merindukan Sam Pa " Balas Winda jujur.

__ADS_1


" Papa tau Nak,berpisah dengan kekasih hati kita memang begitu sakit,tapi kita harus kuat harus tegar,Tuhan memberi ujian bearti Tuhan tau kita mampu,nanti kalau kalian masih berjodoh,semua pasti akan bertemu lagi dan dimudahkan " Balas Malvin lembut.


Winda memeluk Malvin hangat,ia terbilang masih sangat beruntung punya orang tua yang sangat mensuport dan begitu sayang kepadanya meski banyak orang menolak dengan brutal.


Malvin mencium kening Winda dengan lembut seraya membalas pelukan,Ayah mana yang tak sakit melihat sang anak terpuruk apalagi Malvin tau Samuel merupakan cinta pertama sang putri selain dirinya.


" Tidur ya " kata Malvin saat merasa Winda sudah tenang.


Winda mengangguk patuh dan mulai berbaring.


Rumah baru mereka lebih baik dan layak dari rumah kontrakan mereka sebelumnya,gadis itu bisa berbaring nyaman dengan kasur tebal beserta selimut lembut.


Malvin berpamitan keluar,lelaki itu juga butuh istirahat.


Ditempat lain,seorang pria termenung didepan cermin.


Samuel sedang berada diluar kota,pria itu tak bisa menolak pekerjaan yang Papanya berikan.


" Kenapa aku kepikiran Winda terus ya ?" Gumam Samuel heran.


Dari siang tadi perasaannya tak enak,ia khawatir dengan keadaan Winda apalagi Samuel ingat sebelum pergi ia memarahi wanita itu didepan orang ramai.


" Haist apa yang aku lakukan !" Gumam Samuel menjambak rambutnya kesal.


Samuel juga tak menghubungi Winda sama sekali dari siang tadi karna ia merasa Winda selalu menolak untuk pulang bersama.


" Apa aku telfon aja kali ya ?" Gumam Samuel lirih.


Ia menatap layar hape,disana tak ada lagi foto profil Winda yang sedang tersenyum.


" Kenapa dihapus ?" gumam Samuel heran.


" Loh kenapa ceklis ?" gumam Samuel kembali heran.


Lelaki itu mengirim lagi dan tetap ceklis.


" Oh iya ini kan udah tengah malam,pasti dia udah tidur " Gumam Samuel menebak.


" akhhh istri ku,kenapa kamu selalu bikin aku gemes sih " Gumam Samuel menjatuhkan dirinya keranjang.


Lelaki itu merasa rindu,meski ia marah2 kepada Winda tapi rasa kangennya tak bisa dielak,Samuel terus memikirkan Winda hingga maniknya tak sanggup lagi menahan kantuk.


Pria itu pun tertidur lelap masih mengenakan pakaian kerja.


***


Beberapa hari kemudian,keasingan mulai terasa.


Samuel sudah satu minggu diluar kota dan selama itu juga ia tak bisa menghubungi istrinya.


Hingga saat ia akan cek in dibandara tiba2 hapenya mendapat notif dari seseorang.


" Apa ini ?" Gumam Samuel mengernyit.


Karna penasaran lelaki itu membuka pesan dan terbelalak kaget melihat isinya.


" Winda menceraikan aku ?" Guman Samuel melotot sempurna.


" Ada apa Sam ?" Tanya Rafael yang berada disamping lelaki itu.


Samuel menoleh ke Rafael dan menyerahkan hape.

__ADS_1


" Astaga " Gumam Rafael kaget.


" Ini pesan dari siapa ?" tanya Rafael pura2 tak tahu.


Samuel tak menjawab,lelaki itu langsung menelfon nomor yang memberinya pesan.


" **** " Umpat Samuel kesal.


" Kenapa ?" tanya Rafael berusaha tenang.


" Nomornya gak aktif lagi Pa " Balas Samuel panik.


" Terus gimana ? itu suratnya asli " balas Rafael.


Samuel berkutat membaca surat,ia melihat tanggal disana dan terdiam seketika.


" Ini kan tanggal kita berangkat " Gumam Samuel mengingat.


" Iya " balas Rafael menatap putranya.


" Pa ada apa ini ?" tanya Samuel begitu bingung.


" Dia sudah pergi Sam " Balas Rafael hati2.


" Pergi kemana ?" tanya Samuel nanar.


" Papa gak tau,dia sudah menyerahkan surat ini kepada mama mu saat kita akan berangkat " Balas Rafael hati2.


" Jadi kalian tau ?" tanya Samuel berkaca kaca.


Rafael mengangguk lemah.


" Kenapa kalian tidak melarang ?" tanya Samuel lemah.


" Maafin Papa Nak " Jawab Rafael merasa bersalah.


Samuel terdiam,lelaki itu menyeret kopernya menjauh membuat Rafael menarik nafas panjang.


" Maaf Nak,Papa tak bisa melakukan apapun untuk kamu,Papa juga menyayangi Mama dan Winda juga " ucap Rafael menatap nanar punggung putranya.


Rafael terpaksa tak mau ikut campur urusan anaknya,lelaki itu tak mau semakin banyak yang terluka,Rafael juga kasihan kepada Winda dan orang tuanya yang selalu menjadi korban hingga ia dengan terpaksa menyetujui perpisahan anaknya.


Disepanjang perjalanan,Samuel tak bersuara sedikit pun bahkan saat petugas bandara bertanya Samuel seperti orang bisu dan tuli tak merespon ucapan siapapun.


" Sam " Panggil Rafael menegur.


" Lakukan saja mau kalian " Balas Rafael saat membuka pintu mobil.


Rafael menghela nafas panjang dan melihat istrinya yang juga terdiam diambang pintu.


Rafael masuk menyeret koper dengan wajah super datar.


" Ma " Panggil Rafael.


" Dia akan terbiasa " balas Lutfia tenang.


Rafael menghela nafas dengan anggukan kecil,ia tak punya pilihan lain selain menuruti perintah istrinya karna Rafael juga tak mau kehilangan.


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like Coment ya.

__ADS_1


__ADS_2