
Selesai makan,Winda mengajak anak suaminya untuk pulang,wanita itu mulai tak tahan berada diresto lama2 lantaran takut kedatangan anggota lain dari keluarga sang mantan.
Sebenarnya Samuel tak mengganggu,pria itu sibuk didapur dan sesekali keluar merelexsasi tubuh,Winda tak tau kenapa Sam bisa ada disana tapi Winda meyakini bahwa pria tersebut merupakan pemilik Resto mengingat Samuel bukan pria biasa.
" Mas ayo " kata Winda sudah siap.
Restu menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit dimengerti.
" Kenapa ?" tanya Winda merasa aneh.
" Ayo " Jawab Restu bangun.
" Papa gendong " Rengek Nur manja.
Restu tersenyum kecil dan menggendong anaknya.
Nur terlihat bahagia,perutnya sudah kenyang dengan berbagai menu masakan yang enak dan belum pernah ia makan sebelumnya.
" Bayar dimana ?" tanya Winda mencari kasir.
Restu berjalan duluan,wanita itu pun mengikuti langkah sang suami.
" Berapa Mba ?" tanya Restu saat tiba didepan kasir.
" 500.000 Pak sudah dipotong 80% " Jawab si mba kasir tersenyum.
" Hah " pekik Winda dan Restu bersamaan.
" Ada diskon ya Mba ?" tanya Winda mengernyit.
" Iya Mba " jawab Kasir ambigu.
Pasangan itu saling melihat dengan wajah bingung mereka.
" Kenapa Pa ?" tanya Nur merasa aneh dengan tatapan orang tuanya.
" Oh gak,ya udah Mba ini " kata Restu memberi dompetnya kepada sang istri.
Winda mengambil uang pas dan menyerahkannya ke Kasir.
" Makasih Pak,Bu " Jawab kasir tersenyum.
Pasangan itu mengangguk lalu berjalan keluar.
" Gila,baru kali ini pelanggan dikasih diskon gede " Gumam kasir menggeleng tak percaya.
" Kenapa Pak Sam lakukan itu ya ? biasanya cuma mentok 30% ini langsung meroket,apa itu kerabatnya Pak Sam ? tapi kenapa Pak Sam gak nyapa mereka ?" Lanjut gadis itu semakin bingung.
" Ahh Pak Sam,selain kaya ganteng,pinter masak ternyata dia juga baik banget,beruntung sekali nanti jika dia menikah dan punya istri yang sepadan dengannya,uhhh kayaknya aku harus mempercantik diri nih biar Pak Sam kelpek2 hehe " Gumam gadis itu tersenyum geli.
Diluar,Winda dan Restu sama2 terdiam,Winda tau kenapa nota mereka menjadi meroket jauh dari harga yang sebenarnya.
Makan direstoran mewah dengan pelayanan penuh tadi sungguh menguras kantong,Winda sudah menghitung makanan yang harus mereka bayar diatas kepala 2.
" Ini pasti karna Sam " Batin Restu melirik Winda yang masih diam.
Tak lama seorang pria keluar dengan celana pendek dan kaos oblong.
Restu menoleh dan terdiam dengan siapa yang ia lihat.
" Papaaaa " pekik Nur heboh.
Deg....
Winda dan Restu terbelalak mendengar pekikan putrinya.
Samuel yang sedang melangkah terdiam mendengar suara yang ia kenal.
__ADS_1
" Papa ?" Ulang Restu begitu terkejut.
" Pa itu Papa Sam " Kata Nur menunjuk.
Samuel berbalik badan dan terkejut melihat keluarga kecil itu menatap mereka.
" Nur " Tegur Winda melototkan mata.
" Ma itu Papa Sam " Kata Nur tak paham kode ibunya.
Gadis itu meminta turun dan berlari mendekati Sam.
" Papa Sam " Pekik Nur memeluk kaki Samuel.
" Hay " Sapa Samuel tersenyum canggung.
" Papa Sam makan disini juga ?" tanya Nur polos.
" Hah em ya,kamu disini ?" Tanya Samuel pura2 tidak tau.
" Iya Pa,ayo kesana " Jawab Nur menyeret tangan Samuel.
Pria itu melihat Restu dan Winda yang sama2 terdiam dengan sikap anaknya.
" Hm " jawab Samuel menghela nafas panjang.
Pria itu pasrah jika suatu hal buruk akan terjadi setelah ini.
" Nur " panggil Restu dengan nada datar.
" Pa,kenalin ini Papa Sam yang kasih aku boneka gede kemalin " Kata Nur semangat.
" Ucap apa ?" tanya Restu tenang.
" Makasih Papa " Jawab Nur menunduk sopan kepada Samuel.
Deg....
Hatinya terasa perih mendengar sang putri memanggil Samuel dengan sebutan Papa yang sama dengannya.
" Nur,panggil nya Om bukan Papa " Tegur Winda tegas.
" Bukannya Papa Sam,Papa Nul ?" tanya Nur polos.
" Dia bukan Papa mu,ini Papa kamu Nur " Jawab Winda ketus.
Nur menunduk,gadis itu terlihat takut dengan wajah marah ibunya.
" Gak papa,sama aja " Kata Restu melerai.
" Mas !" Kata Winda kesal.
" Maaf jika panggilan Nur membuat kalian risih " Kata Samuel tak enak.
" Gak papa Pak,Nur emang biasa manggil orang kayak gitu " Kata Restu mencoba tetap tenang.
" Oh iya apa kalian akan pulang ?" tanya Samuel mengalihkan.
" Iya ini mau pulang " Jawab Restu tersenyum.
" Baiklah,kalau begitu saya balik dulu " Balas Samuel ikut tersenyum.
" Yahh kok pulang Paa,kan kita balu ketemu " Sahut Nur sedih.
" Nanti kita ketemu lagi ya cantik,sekarang Om mau balik dulu " Kata Samuel mengusap kepala gadis itu lembut.
" Benelan Pa ? nanti kita beli kue sama es klim yg banyak ya " kata Nur berharap.
__ADS_1
Deg...
Winda kembali melotot,wanita itu ingin sekali membekap mulut anaknya yang ceplas ceplos.
Restu melirik Winda membuat wanita itu seketika tertunduk.
" Hm " jawab Samuel menelan ludah kasar.
Nur tersenyum cerah,Samuel pun berpamitan pergi duluan sebelum gadis kecil itu membuat ulah lagi.
Setelah mobil Samuel menjauh,Nur merengek ingin pulang juga.
" Kamu kenal sama Om itu kapan Sayang ?" tanya Restu saat berada didalam taxi.
" Papa Sam ?" tanya Nur lugu.
" Hm ya,sebenarnya kamu gak boleh panggil dia Papa,karna Papa kamu ini " Jawab Restu menunjuk dirinya.
" Hm gitu ya Pa,tapi Papa Sam eh maksudnya Om Sam itu pelnah minta aku panggil dia Papa " Balas Nur mengingat.
" Nur " Bentak Winda kesal.
Nur terkejut dan bersembunyi dibadan Restu.
" Jangan ngebentak dia kayak gitu !" Ucap Restu geram.
" Mas jangan dengerin omongan Nur,itu gak bener " Kata Winda serius.
" Kenapa ? kamu takut ?" tanya Restu tersenyum miring.
" Maksud kamu apa ?" tanya Winda terkejut.
Nur masih bersembunyi ditubuh Papanya mencari perlindungan,bocah kecil itu tidak tau apa yang salah dengan ucapannya barusan.
Restu memilih diam,lelaki itu tak mau mengeluarkan suara keras apalagi disana mereka tidak sendirian melaikan ada supir taxi yang akan mendengar percakapan.
Tak lama keluarga kecil itu tiba dirumah,Restu kembali menggendong putrinya masuk dengan langkah lebar.
" Mas " Panggil Winda mengejar.
Ceklek...
Pintu rumah terbuka,seorang wanita berdiri diambang pintu menyambut keluarga itu pulang.
" Loh Restu Nur udah tidur ?" tanya Risa melihat cicitnya terpejam.
" Iya Nek,udah ngantuk dia " jawab Restu tenang.
" Hm ya udah,ini juga udah larut,gih sana kekamar " Kata Risa tersenyum.
" Iya Nek,aku permisi dulu " Kata Restu sopan.
Risa mempersilahkan,setelah Restu melesat tiba2 Winda juga masuk dengan wajah panik.
" Kenapa Win ?" Tanya Risa kaget.
" Mas Restu mana Nek ?" tanya Winda.
" Udah naik sama anak kamu,bukannya tadi kamu ikut mereka ?" Tanya Risa heran.
" Gawat Nek,tadi aku ketemu Samuel dan Nur..." Ucap Winda menggantung.
" Nur kenapa ?" tanya Risa mengernyit.
" Nur manggil Samuel dengan sebutan Papa " Jawab Winda lesu.
" Apa !" Pekik Risa terbelalak.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.