Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
145


__ADS_3

Seharian Alexi banyak diam,lelaki itu tak tau harus melakukan apa.


Yuni dan Romi berusaha membuat Alexi tetap nyaman dan sesekali menganjak ngobrol agar pria itu tidak setres.


" Yah apa Salsa sudah berangkat ?" Tanya Yuni pelan.


" Hm pagi tadi Serkan yang antar " Jawab Romi pelan.


" Biarkan dia disana dengan tenang,jika ia menanyai Alexi nanti bilang saja semuanya baik2 saja biar Salsa ngak khawatir " Titah Romi kepada istrinya.


" Tapi Yah,Salsa harus tau keadaan Alexi " kata Yuni protes.


" Tidak perlu,jika dia tau maka Salsa tidak fokus dengan sekolahnya " Kata Romi tenang.


" Kenapa tidak dipindahkan saja kesini Yah,biaya disana sangat mahal,kita butuh uang banyak untuk Alexi sekarang " Kata Yuni tak enak.


" Yuni kenapa kamu berubah pikirin begitu,kita sudah sepakat akan hal ini " Kata Romi mengernyit.


" Maafin aku Mas,aku hanya memikirkan keadaan Alexi saat ini " Kata Yuni menunduk.


" Tidak perlu mempermasalahkan biaya,aku yang akan cari,kamu fokus rawat anak2 saja " Kata Romi tegas.


Yuni mengangguk,sejak menikah dengan Romi perempuan itu tak sempat bekerja karna banyak lika liku dalam rumah tangganya yang membuat Yuni hampir gila.


Romi juga bertanggung jawab dengan janjinya yang akan membuat sang istri dan anak berkecukupan bahkan lebih.


" Baiklah,aku nurut saja " Kata Yuni pasrah.


Romi tersenyum dan mengusap pipinya lembut.


Malam harinya,Ayu datang berkunjung seperti biasanya gadis itu membawa masakan untuk orang tua Alexi.


Gadis itu diterima baik oleh Romi dan Yuni,keduanya mempersilahkan Ayu untuk menyapa Alexi yang sedang menghadap tv menyala.


" Lex " Tegur Ayu mendekati lelaki itu.


Alexi diam mencoba mengingat suara.


" Lex,gimana keadaan kamu ?" tanya Ayu berdiri disebelah Alexi.


" Baik Yu " Jawab Alexi tanpa menoleh.


" Maafin aku ya " Kata Ayu menunduk.


" Ini bukan salah kamu,aku yang kekeh mau jemput saat itu " Balas Alexi tersenyum.


" Aku udah pindah rumah Lex,sekarang aku ngontrak gak jauh dari tempat kerja " Ucap Ayu memberitahu.


" Kenapa ngontrak ?" tanya Alexi kaget.


" Gak papa,itu udah keputusan aku " Jawab Ayu tersenyum getir.


" Apa karna orang tua ku ?" tanya Alexi menoleh.


" Tidak,,ini keinginan ku sendiri,lagian kita memang gak baik tinggal bersama " Jawab Ayu cepat.


Alexi tersenyum mengangguk.


" Lex " Panggil Ayu menepuk bahu Alexi.


" Hm " jawab Alexi seperti mencari tangan Ayu.


Deg...


Gadis itu tersentak saat Alexi meraba2 tangannya.

__ADS_1


" Lex " Panggil Ayu lagi.


" Aku gak tau kamu dimana Yu " jawab Alexi pelan.


" Apa !" pekik Ayu melotot.


Alexi tersenyum dan menghela nafas.


Gadis itu menoleh kebelakang dan melihat orang tua Alexi yang menatap dirinya.


" Aku gak bisa lihat " Ucap Alexi tersenyum kecut.


" Apa ? ini gak mungkin Lex " Kata Ayu syok.


" Apa yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak " jawab Alexi tenang.


Ayu menutup mulutnya tak percaya,Alexi mengangkat tangan meraba2 didepan Ayu.


" Kamu dimana Yu ?" tanya Alexi mencari.


" Ak ak u disini " Jawab Ayu gugup.


" Yu,kau bilang kamu masih mencintai aku kan ?" tanya Alexi tersenyum memegang tangan Ayu.


" Hah " kata Ayu terkejut.


" Perasaan itu masih ada kan Yu,kamu mau kan terima aku ?" tanya Alexi tersenyum.


" Lex " panggil Ayu berkaca kaca.


" Kamu masih mau kan Yu sama aku,kamu mau kan terima aku,aku mau balikan sama kamu Yu " Kata Alexi menggenggam tangan gadis itu dengan gemetar.


Jantung Ayu berdebar kencang,mengetahui Alexi tak bisa melihat membuat gadis itu benar2 bimbang.


Ayu melihat kebelakang,terlihat Romi dan Yuni masih menatap kearah mereka.


" Kamu gak mau terima aku lagi karna aku seperti ini ?" Tanya Alexi nanar.


" Bukan begitu Lex,aku masih menyukai kamu ta..


" Jadi kamu masih suka sama aku ?" Potong Alexi cepat.


" Hm ya " kata Ayu pasrah.


Alexi tersenyum menghela nafas panjang.


" Makasih Yu,aku gak salah pilih lagi " Kata Alexi bahagia.


Ayu diam melihat raut bahagia Alexi yang tak melihat kearahnya melainkan ke tembok rumah sakit.


" Em kamu udah makan ?" Tanya Ayu mengalihkan.


" Belum,aku sangat lapar tapi aku tak ***** makan " Jawab Alexi.


" Kau harus makan " kata Ayu lembut.


" Iya suapin ya " Pinta Alexi manja.


" Em ada ibu dan ayah kamu disini " Jawab Ayu pelan.


" Gak papa,dengan ada kamu disini,aku bisa tunjukin ke ayah dan ibu kalo kamu gadis yang baik " kata Alexi tersenyum.


Ayu mengangguk lemah.


Gadis itu pun minta izin kepada Yuni dan Romi untuk menyuapi Alexi.

__ADS_1


Meski kecewa dengan ucapan putranya yang mengingkan Ayu lagi tapi keduanya mengangguk menyetujui.


Ayu pun mulai menyuapi Alexi makan.


Lelaki itu terlihat ceria lagi.


Kebesokan paginya,Alexi dibawa pulang oleh Romi dan Yuni.


Pria itu akan dipindahkan kerumah sakit keluarga Salders mengingat itu rumah sakit besar dengan fasilitas lengkap dan jika keluarga Romi menginap disana maka biayanya akan dipotong 50% dari sang owner dan mendapatkan pelayanan exlusif.


Ayu mengantar sampai bandara,terlihat Alexi memeluk Ayu dengan erat seolah tak ingin berpisah.


" Jaga diri baik2 disini ya,jangan nakal " Ucap Alexi menggenggam erat tangan Ayu.


" Iya,kamu juga nanti aku akan sering nelfon kamu " Balas Ayu tersenyum.


" Aku berangkat ya " kata Alexi pamit.


" Hati2 " Jawab Ayu.


" Kami pamit,jaga dirimu baik2 " ucap Romi kepada kekasih putranya.


" Iya Om,kalian juga " Balas Ayu sopan.


Yuni tersenyum mengangguk.


Kursi roda Alexi pun di dorong oleh Ayahnya mendekati pintu keberangkatan.


Ayu menatap punggung Alexi nanar.


" aku harus gimana Lex,aku sayang sama kamu tapi dengan kondisi kamu sekarang apakah aku bisa setia ?" Gumam Ayu sedih.


Gadis itu mulai bimbang dengan perasaannya,ia sudah berhasil mendapatkan kembali hati Alexi yang sempat membeku,tapi giliran sudah dapat gadis itu malah ragu.


Ayu mengusap wajahnya kasar dan berjalan menjauh dari bandara.


Selama dipesawat,Alexi banyak diam melihat kearah luar.


Yuni dan Romi hanya diam melihat sang anak kadang tersenyum kadang murung.


Mereka tau pikiran Alexi pasti sedang kacau kacaunya.


" Serkan udah tau ?" tanya Yuni kepada Romi.


" Sudah,dia subuh tadi nelfon nanyain Alexi " jawab Romi jujur.


Yuni menghela nafas panjang.


" Kamu tenang saja,Alexi akan diselamatkan oleh Kakaknya sendiri " Ucap Romi mengusap bahu Yuni.


" Aku sedih Mas,semoga saja Serkan bisa menyembuhkan Alexi " Ucap Yuni kembali bersedih hati.


Romi tersenyum mengangguk.


Hanya Serkan harapan mereka karna anak pertama Romi itu sangat giat belajar bahkan Serkan dijuluki malaikat baik karna sudah banyak menolong orang2 dengan keahliannya.


Disebuah ruangan,terlihat seorang pria menatap foto dirinya dan sang adik saat masih kecil.


Serkan sangat ingat masa2 kecilnya bersama Alexi karna bocah itu yang selalu menyelamatkan dirinya dulu selain Yuni dari amukan Ayahnya.


" Kakak berjanji akan menyembuhkan kamu Alexi,Kakak tidak akan biarkan kamu hanya melihat kegelapan didunia ini." Ucap Serkan tajam.


Lelaki itu membuka buku kramatnya dan mempelajari informasi yang ia dapat dari Dokter yang menangani Alexi kemarin.


❤❤❤❤

__ADS_1


Guyss mana nih dukungannya,kok sepi sihhh..


Sedih nih author mau lanjutin😭


__ADS_2