Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
550


__ADS_3

Hari berlalu begitu cepat,kehidupan pun terus berjalanan beriringan dengan masa depan dan masa lalu yg tak bisa dilupakan begitu saja.


Pagi ini sebuah keluarga besar menerima kabar membahagiakan dari salah satu pasangan.


Yap,pagi ini Winda mendapat kesempatan sekali lagi untuk mengandung seorang anak yg didambakan.


permintaan sang putri seolah terkabul dalam hitungan bulan,Nur begitu bahagia saat tau dirinya akan menjadi seorang kakak.


Senyum terus mengembang dibibir manis bocah lucu itu,dengan mulut komat kamit Nur menceritakan kejadian yg ia alami kepada sang teman kini yg sering bercengkrama dengannya.


" Tuh lihat si Nur belum selesai juga telfonan " Ucap Sindi menggeleng melihat Nur masih betah duduk di kursi sambil menelfon.


" Iya Ma,lagi curhat sama Suci " Jawab Winda terkekeh.


" Ia,nular ke dia juga ya persahabatan kamu dan Alexi " Kata Sindi tersenyum.


" Hehe iya,mereka sefrekuensi Ma,kadang omongan Nur juga bikin aku sama Mas Restu geleng2 kepala " Balas Winda mengingat.


" Iya,biarin aja " Kata Sindi paham.


" Oh iya Ma,Doni kenapa jarang kesini ?" tanya Winda teringat sang adik.


" Doni lagi sibuk Win,adik kamu itu lagi nitisin karir " Kata Sindi terkekeh.


" Masih sibuk main bola ?" Tanya Winda.


" Iya,udah jarang dirumah dia,tiap minggu tanding bola kadang keluar kota juga,dirumah cuma numpang mandi dan tidur " Jawab Sindi.


" Astaga,terus sekolahnya gimana Ma ?" tanya Winda serius.


" Ya gitu,kadang libur kadang sekolah,Mama juga pusing lihat dia,mana kulitnya udah item kedel " Jawab Sindi kesal.


" Papa gak marah ?" Tanya Winda hati2.


" Papa kamu malah suport,makanya Doni bisa gitu " Jawab Sindi.


Winda mangut2 mengerti,Malvin memang bukan pria pengekang,Papa nya selalu mensuport apa yg anak2 nya inginkan selagi baik.


" Kamu udah periksa kan kedokter ?" tanya Sindi mengalihkan.


" Sudah kemarin sama Mas Restu " Jawab Winda.


" Terus dokter bilang apa ?"


" Gak bilang apa2 sih,cuma minta aku banyak istirahat dan makan sehat " Jawab Winda.


" Hm ginjal kamu ?" Tanya Sindi hati2.


" Aman Ma,aku gak ngerasa sakit kok " Jawab Winda tersenyum.


" Restu gak khawatir gitu ?" Tanya Sindi.


" Jangan ditanya Ma,dia awalnya gak mau juga punya anak lagi " Jawab Winda menghela nafas.


" Mama gak melarang kalian mau punya anak atau gak,Mama ngerti Restu pasti takut kamu gak kuat,soalnya Nur kemarin hampir renggut nyawa kamu juga " Kata Sindi menghela nafas.


" Iya Ma,tapi sekarang aku rasa dah kuat banget,Nur juga tumbuh sehat tanpa kekurangan " Balas Winda menenangkan.


" Ya udah sekarang kamu harus jaga calon anak kalian ya,Mama doakan yg terbaik " Kata Sindi ramah.


" Makasih Ma " Balas Winda memeluk wanita itu.

__ADS_1


Sindi tersenyum,tak lama Nur mendekat dengan wajah cantiknya.


" Gimana sayang ? udah ngadunya ?" tanya Sindi kepada sang cucu.


" Udah Nek,kata Uci dia juga bakal punya adik " Jawab Nur tersenyum.


" Beneran ?" tanya Winda kaget.


" Iya,dia mau bujuk Papanya buat punya adik balu kayak aku " Jawab Nur bangga.


Winda dan Sindi saling melihat,kedua perempuan itu sudah mengerti apa yg akan terjadi nanti.


" Kayaknya kamu bakal diamuk Salsa deh Win " Kata Sindi ngeri.


" Kayak nya iya Ma,Alexi mah girang " Balas Winda.


" Huh anak2 kalian bener2 deh " Kata Sindi tertawa.


Winda ikut tertawa bedahal dengan Nur yang memasang wajah bingung.


Ditempat lain,beberapa karyawan terlihat berbisik2 setelah mendapat kabar mengejutkan.


" Jadi beneran mau nikah ?" Tanya seorang pria kepada pria lainnya.


" Iya aku denger gitu,kita juga diundang loh " Jawab pria dengan seragam kemeja.


" Wahhh bakal gempar nih ibu kota "


" Ada apa ?" Tanya seorang pria baru keluar dari kamar mandi.


" Kamu udah denger kabar belum ?"


" Bos besar mau nikah bulan ini "


" Apa !" Pekik Restu kaget.


" Kamu pasti gak tau kan ?"


" Iya aku baru tau Bang " Jawab Restu polos.


" Makan besar kita Res,semua karyawan diundang dan kamu tau siapa calonnya ?"


" Siapa ?" Tanya Restu kembali mengernyit.


" Dia seorang desainer baju pengantin,perias sama vloger juga "


Deg....


Restu terbelalak kaget.


" Beneran Bang ?" Tanya Restu tak percaya.


" Iya,duhhh memang ya kalo orang kaya itu jodohnya kaya juga,dan bukan cuma itu doang,si perempuan itu bakal jadi pemilik perusahaan kosmetik loh " Jawab pria bernama Bimo.


Restu terdiam dengan wajah terkejutnya,sungguh ia tak percaya Samuel bisa begitu sempurna dimata sebagian orang.


" Tapi nih ya,selama ini aku lihat Pak Sam itu gak banyak bunyi loh,kayak gak ada perempuan juga "


" Ya kita mana tau lah dia diluar gimana,aku denger juga Pak Sam sering jajan di Club " sahut yg lainnya.


" Udah2 gak usah suuzon " Kata Restu melerai.

__ADS_1


" iya,disini banyak cctv nanti kita dipecat " Kata lainnya ngeri.


Beberapa pria itu mengangguk setuju dan bubar jalan.


" Apa benar Samuel akan menikah ?" Gumam Restu pelan.


" Jika benar,semoga itu kebahagiaan untuknya " Jawab Restu tersenyum kecil.


Lelaki itu tak mau menyimpan dendam meski ia pernah merasa kesal dengan Samuel yg diam2 kemarin ingin merebut Winda lagi,tapi sekarang rasa itu seolah terbang ntah kemana apalagi selama bekerja Samuel tak membuat dirinya susah.


Restu pun mulai bekerja giat agar cepat selesai.


Dirumah Samuel,suasana sedikit ramai.


Disana juga kedatangan Dini yg merupakan tetangga Samuel yg kini berteman dengan adik2 lelaki itu.


" Bu aku pulang dulu ya " ucap Dini menyalami Lutfia.


" Kok cepet ?" Tanya Lutfia kaget.


" Dirumah ada temen Bu,udah nungguin juga " Jawab Dini malu.


" Temen apa demen ?" tanya Lutfia menggoda.


" Hehehe " Dini cengengesan menggaruk kepalanya.


" Ya udah gak papa,ini kamu bawa pulang biar bisa makan bareng " Kata Lutfia mengerti.


" Gak usah Bu makasih " Jawab Dini kaget.


" Gak papa,sekalian nitip buat Samuel ya,calon istrinya belum bisa masakin buat dia takut diamuk masuk apartemen tanpa izin " Kata Lutfia menyiapkan bekal.


Deg....


Dini tersentak mendengar kata akhir wanita itu.


" Bukan dia doang Bu,aku juga takut diamuk kayak kemarin " Batin Dini mengingat.


" Nih Din " Kata Lutfia memberi 2 rantang.


" Eh iya Bu " Balas Dini canggung.


" Hm aku pamit sama Tania dan Tini dulu ya " Kata Dini malu.


" Iya,mereka dikamar lagi bikin tugas " Balas Lutfia tersenyum.


Dini mengangguk dan langsung berlari menaiki anak tangga.


" Huh,kalo aja aku punya anak laki laki 2,udah pasti aku jodohin sama Dini satu " Gumam Lutfia terkekeh.


Wanita itu merasa tertarik dengan Dini yg sopan dan cepat meramah,sebelumnya gadis itu juga menjadi target untuk calon istri Samuel tapi Tania dan Tini menolak,lantaran mereka tau cerita Dini yg dibentak bahkan diusir Samuel dengan brutal,kedua adiknya takut nanti setelah menikah Dini akan teraniaya oleh Kakak mereka sendiri.


❤❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


Baca juga yuk cerita sebelah


* Senyuman anak yg terbuang *


* Cahaya untuk suami ku *

__ADS_1


__ADS_2