
Sesampainya dilokasi,Restu dibantu keluar oleh Saras,gadis itu terlihat begitu bersemangat membantu Tuan barunya.
" Kau bisa sendiri ?" Tanya Penjaga mengeluarkan kursi roda.
" Iya Tuan,jika ingin pergi tidak apa2,aku akan mengurusnya disini " Jawab Saras tersenyum.
" Saya hanya 2 hari untuk pulang,kau harus menjaganya dengan baik " Ucap pengawal tegas.
Saras mengangguk mengerti,Restu hanya diam saja mendengar kesepatakan kedua orang tersebut.
" Aku akan meninggalkan mu dsini untuk sementara,aku akan kembali setelah dua hari,anak ku sedang sakit jadi aku harus menjadi Ayah untuknya " Ucap penjaga menegur Restu.
" Ya pulanglah,mereka lebih membutuhkan mu " Balas Restu paham.
" Jika ada yg bertanya apa kau mau merahasiakannnya ?" Tanya lelaki bernama Arka tersebut.
Restu mengangguk cepat.
" Baiklah,sampai jumpa " Ucap Arka tersenyum kecil.
Restu dan Saras mengangguk,gadis itu memundurkan kursi Roda Restu agar mobil bisa lewat.
Tanpa tunggu lama fortuner hitam itu melaju kencang kejalan raya.
" Mari Tuan " Ajak Saras menegur.
Restu mengangguk kecil,pria itu didorong dengan hati2 masuk kedalam rumah.
Setibanya dikamar,Saras kembali melakukan hal yg patut ia kerjakan.
" Bisa kau tinggal aku sendiri ?" tanya Restu pelan.
" Kenapa ? apa Tuan butuh sesuatu ?" Tanya Saras berbalik badan.
" ya aku butuh sendiri " Jawab Restu tenang.
Saras diam,detik berikutnya gadis itu berjalan keluar tanpa kata.
" Huhhhh " Lenguh Restu berat.
Suasana hatinya sedikit berantakan,Restu merasa tersindir dengan ucapan penjaga tadi.
" Harusnya aku juga melakukan hal yg sama yaitu menjaga putri ku " Gumam Restu nanar.
" Tapi dengan keadaan seperti ini aku mana bisa melakukannya " Lanjut Restu lesu.
Rasa insecure kembali ia rasakan,Restu merasa sangat bersalah dengan apa yg menimpa dirinya dan Nur tempo lalu.
Restu mencoba mengangkat tangannya dan terkekeh geli.
Pria itu belum mampu melakukan hal sederhana sendiri seperti menyisir rambut atau mengangkat benda yg lumayan berat.
Restu tidak ingin menyerah tapi keadaan membuat lelaki itu hilang semangat,apalagi jika mengingat Nur yg juga merasakan hal yg sama.
Lama pria itu terdiam tak lama pintu kamar kembali terbuka.
Saras masuk membawa beberapa butir obat dan makanan dinakas.
" Sudah waktunya Tuan " Ucap Saras sopan.
" Iya " Jawab Restu dingin.
Saras mendekat dan menaruh piring makan diatas paha Restu.
Lelaki itu hanya diam sesekali melihat Saras yg mencoba membuatnya bisa makan sendiri.
" Hm kau akan lama tinggal disini ?" Tanya Restu menghilangkan kecanggungan.
" Tidak,saya hanya sementara Tuan " Jawab Saras tersenyum.
__ADS_1
" Kau tidak rindu orang tua mu ?" Tanya Restu lagi.
Deg....
Saras terdiam,gadis itu berhenti sejenak dan kembali bergerak setelahnya.
" Apa aku menyinggung mu ?" Tanya Restu mengrrnyit.
" Tidak,orang tua ku telah tiada " Jawab Saras menunduk.
" Mereka meninggal ?" Tanya Restu lagi.
" Ibu saya meninggal " Jawab Saras tersenyum canggung.
" Lalu ayah mu ?" tanya Restu kepo.
" Saya tidak tau Ayah dimana " Jawab Saras menghela nafas.
" Dia meninggalkan mu ? oh maaf aku banyak bertanya " Kata Restu tersadar.
" Gak papa Tuan,biasa saja " Kata Saras ramah.
" Dia meninggalkan aku dan ibu saat kami dalam keadaan sulit " Ucap Saras lesu.
" Lalu kau disini ?" Tanya Restu menggantung
" Ya harus membayar hutang yg Ayah tinggalkan,saya termasuk orang beruntung karna Nyonya Pony menyerahkan saya ke anaknya " Jawab Saras terkekeh.
" Kalau boleh tau hutang apa ?" Tanya Restu semakin penasaran.
" Hutang uang dan Nyawa,dulu Ayah sebagai orang yg dipercayai diperusahaan Tuan besar Zaki,tapi Ayah membawa kabur uang dan aset penting perusahaan itu,jadi aku dan Ibu yg harus menanggungnya " Jawab Saras.
" Jadi karna itu Ibu mu meninggal ?" Tanya Restu mulai paham.
" Ya mungkin,ibu sempat sakit keras tapi keluarga Tuan Rafael masih memberi ampun kami dengan mengobati Ibu,tapi ya umur Ibu gak panjang ternyata " Jawab Saras menghela nafas.
Restu mengangguk paham,lelaki itu mulai mengambil sendok makannya dan berusaha menyendokkan makanan.
" saya bisa sendiri " Tolak Restu sopan.
" Saya lelah jika harus memutik lagi nasi dilantai " kata Saras datar.
Restu tersentak,lelaki itu menunduk kebawah dan langsung cengengesan melihat butiran nasi mendarat disana.
" Maaf menyusahkan mu lagi " Kata Restu tak enak.
Saras mengangguk,wanita itu pun mulai menyuapi Restu dengan hati2.
Keduanya kembali bercerita,Restu sedikit tertarik dengan cerita hidup gadis cantik didepannya.
Meski terlihat burik tapi lelaki itu merasa Saras punya jiwa yg begitu indah.
Ditempat lain,seorang wanita menyuapi Afdhal yg begitu lapar.
Bocah itu terlihat sangat menikmati makanannya meski hanya berlaukkan telur dadar dan soap ayam.
" Ayo sini,nasinya belum habis " Ucap Winda membujuk.
" Aaaaa " Afdhal menganga lebar seolah meminta ibunya kembali menyuap.
Tin tin....
Suara klakson terdengar,ibu dan anak itu menoleh kepekarangan rumah mereka.
" Kenapa dia kesini lagi ?" Gumam Winda heran.
" Hay " sapa seseorang keluar dari mobil.
" O om " Pekik Afdhal mengenali Samuel.
__ADS_1
" Haloo,apa kabar ganteng ?" Tanya Samuel mendekat dan menggendong anak itu.
" hahahaha " Afdhal tertawa girang.
" Kenapa kau kesini ?" tanya Winda ketus.
" Aku lewat " Jawab Samuel tenang.
" Hanya lewat ?" tanya Winda mengernyit.
" Ya " jawab Samuel tersenyum.
Winda menghela nafas panjang,wanita itu sangat jengah dengan sikap Samuel yg tidak tau malu.
" Kau tidak bekerja ?" Tanya Winda heran.
" Pertanyaan apa itu ?" Tanya Samuel terkekeh.
" Maksud mu ?" tanya Winda bingung.
Samuel mengibas jas kerjanya dengan sombong,Winda langsung ngeh dan memutar mata malas.
" Sombong sekali " Cibir Winda.
Samuel tertawa dan mengusap kepala wanita tersebut.
" Sam !" Pekik Winda mengibas tangannya.
Samuel tertawa dan kembali mengacak rambut Winda.
" Hahahaha " Afdhal tertawa girang.
Bocah itu terlihat bahagia dengan kejahilan Samuel .
" Ahhh aku lelah " Kata Samuel duduk diteras seraya menarik nafas panjang.
Winda diam seraya merapikan rambutnya yg sudah berantakan.
" Boleh aku bawa anak mu hari ini ?" tanya Samuel kembali serius.
" Kemana ?" tanya Winda kaget.
" Aku ada pertemuan dengan beberapa kolega,aku sangat jengah mereka menanyai anak " Jawab Samuel malas.
" Mengapa harus anak ku yg kau bawa ?" Tanya Winda heran.
" Lalu aku harus membawa anak kucing begitu ?" Tanya Samuel balik.
" Haha tidak begitu juga Sam " Jawab Winda tertawa geli.
Samuel tersenyum kecil,suatu kesenangan bagi lelaki itu melihat Mantan istrinya tertawa bahagia.
" Apa kabar istri mu ?" tanya Winda teringat.
" Dia baik,dan selalu baik " Jawab Samuel tenang.
" Kau masih membencinya ?"
" Aku tidak tau,dia bersikap seperti istri yg patuh saat dirumah dan berselingkuh dibelakang ku dengan pacar gilanya haha " Jawab Samuel tertawa sumbang.
" Kau harus membuatnya nyaman Sam " kata Winda serius.
" Aku sudah berusaha,dia bilang nyaman bersama ku tapi aku tidak merasa begitu " Kata Samuel menghela nafas.
Winda diam melihat wajah lesu mantannya,kadang Winda juga merasa kasihan tapi ia harus tau diri karna Samuel kini menjadi pria asing dalam hidupnya.
" Bisakah kita memulai lagi ?" tanya Samuel menatap manik wanita tersebut.
Degg....
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupq Vote,Like,Coment ya.