Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
499


__ADS_3

" Ya dia sudah menikah dan melupakan Kakak seutuhnya,jadi kakak pun harus bisa melupakan wanita tak tau malu itu !" Bentak Tania emosi.


" Jaga bicara mu,Winda tidak seperti itu " Balas Samuel nanar.


" Dia melakukannya Kak,dia tega ninggalin Kakak dengan keadaan seperti ini,apa yang harus aku banggakan dari dia hah !" Ucap Tania geram.


Samuel terdiam dengan manik nanar melihat kedepan,sungguh ia tak percaya dengan apa yang keluar dari mulut adiknya barusan.


" Apa dia ada dikota ini ?" tanya Samuel menoleh.


" Ya,mungkin dia sudah pergi lagi karna malu " Jawab Tania ketus.


" Kakak harus menemuinya " Kata Samuel tegas.


" Jangan " Pekik Tania kaget.


" Kakak harus bertemu Winda,lepaskan Kakak " Kata Samuel mengibas tangan sang adik.


" Tolongghh tlonggggg " Tania langsung berontak minta tolong membuat Samuel tak jadi kabur.


" Aku mohon tetaplah disini,aku akan mmebawa Kakak menemui dia " kata Tania hampir menangis.


Samuel melemah dan melepas tangan sang adik.


" Bawa Kakak temui dia,banyak yang harus kami bicarakan " Balas Samuel.


" Iya tapi tenang dulu " kata Tania mengangguk setuju.


Samuel kembali berbaring seraya mengurut kepalanya,tak lama lelaki itu pun memuntahkan isi perut membuat Tania kelabakan.


Para Dokter mulai berdatangan,Tania disuruh keluar agar Dokter bisa menenangkan Samuel yang kembali kambuh.


" Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang ?" gumam Tania panik dibalik pintu.


Ia merasa menyesal memberitahu Samuel tentang Winda,ia tak menyangka respon Samuel masih sangat antusias.


Dirumah seorang wanita terlihat tak tenang,Lutfia begitu panik saat mendapati Tania tak ada dirumah.


Wanita itu sangat khawatir anak gadisnya memberitahu Samuel apa yang terjadi.


" Kenapa Ma ?" tanya Rafael heran.


" Tania kapan keluar ?" tanya Lutfia tanpa basa basi.


" Tadi keluar izin sama aku " Jawab Rafael.


" Kemana ? kenapa Papa gak kasih tau ?" tanya Lutfia heran.


" Ya palingan juga keluar sama Temennya " jawab Rafael tenang.

__ADS_1


" Sam belum pulang juga ?" Tanya Lutfia lagi.


" Belum,kalo Sam gak usah ditanyain lah,kan dia punya rumah sendiri " Jawab Rafael terkekeh.


Lutfia terdiam,perasaan wanita itu tak enak,ia yakin ada sesuatu yang terjadi kepada 2 anaknya.


Rafael menggeleng pelan,kadang ia merasa bingung dengan Lutfia yang terlalu antusias mengetahui perihal sang anak,padahal Samuel sudah dewasa dan bisa menuntukan hidup sendiri,tapi karna sifat Rafael yang cuek bebek membuat lelaki itu tak terlalu memusingkan.


" Aku harus bergerak cepat sebelum semuanya terlambat " Ucap Lutfia dalam hati.


Wanita itu langsung berlalu tanpa berpamitan kepada sang suami.


Dari atas tangga,seorang gadis mengernyit melihat tingkah berbeda ibunya.


Tini merasa ada yang aneh,gadis itu menduga sang Mama punya rahasia besar yang tidak boleh mereka ketahui.


" Ada apa ya ? kenapa Mama dan Kak Tania jadi kayak musuhan gitu,hm aku harus cari tau " Gumam Tini yakin.


Tadi Tini tau bahwa saudarinya keluar rumah dengan buru2 tapi karna ia sibuk dengan urusan kuliah jadi Tini tak banyak bertanya dan Tania juga tak memberitahu apapun..


Malam semakin larut,dirumah sakit seorang pria termenung dibawah lampu redup brangkar,terlihat sang adik begitu setia menemani dirinya tidur dikursi tunggu.


" Apa itu benar Win ? apa kau sudah menikah lagi ?" Gumam Samuel masih tak menyangka.


" Akkhhh ini sangat sakit " Lanjut lelaki itu memegang area perutnya.


Sebenarnya jika Samuel mau pencangkokan ginjal sudah lama ia mendapat ginjal baru,tapi karna rasa cintanya kepada Winda yang menggebu membuat lelaki itu ikhlas menerima keadaan.


" Siapa lelaki beruntung itu ? apa dia lebih baik dari aku ?" Gumam Samuel sedih.


Baru kali ini Samuel benar2 terpuruk,ia kadang begitu menyesal awal mula mendekati Winda dengan tujuan tak baik,tapi apa boleh buat nasi jadi bubur tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menerima kenyataan.


Kebesokan paginya,Samuel benar2 dibawa keruangan lain.


Lelaki itu harus dites apakah ginjalnya masih berfungsi dengan baik atau tidak.


Tania tetap menemani sang Kakak dikala suka dan duka,gadis itu ingin selalu berada disamping Samuel memberi semangat dan cinta karna Tania tau Samuel saat ini sedang butuh banyak pasokan perhatian..


" Seperti yang aku jelaskan sebelumnya,Kakak mu harus menerima ginjal baru " Ucap seorang pria berjas putih.


" Tapi Kak Sam gak mau " Balas Tania menunduk.


" Kamu harus bujuk dia Tania,ini bertaruh nyawa " Ucap lelaki itu mengusap kepala kekasihnya.


Sejak Samuel mondar mandir rumah sakit membuat sang adik dekat dengan seorang pria specialis organ dalam yang tak sengaja menyimpan rasa kepadanya,keduanya menjalin hubungan yang cukup lama yakni 1 tahun setengah meski pria itu lebih tua dari Tania.


" Apa yang harus aku lakukan,aku gak mau Kak Sam pergi " Ucap Tania menangis.


" Dia kehilangan semangat hidup,aku juga miris melihatnya tapi kami tidak bisa berbuat jauh karna keputusan ada di dia " Balas Lelaki bernama Soni tersebut.

__ADS_1


" Ini semua gara2 Mama " ucap Tania nanar.


" Mama ?" ulang Soni kaget.


" Mama yang buat Kak Sam seperti ini,jika dulu Mama tak ikut campur maka ini tidak akan pernah terjadi " Jawab Tania emosi.


Soni diam,lelaki itu tak tau apa maksud pembicaraan kekasihnya.


" Aku akan pulang,tolong nanti hasilnya disimpan dulu " kata Tania merapikan tasnya.


" hei jangan buru2 " tegur Soni hangat.


" Aku harus cepat,ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama " Kata Tania tegas.


" Dia orang tua mu,hormati " tegur Soni lembut.


Tania tak membalas,gadis itu langsung berlari keluar.


" Huh ada apa sebenarnya dengan keluarga kaya itu " Gumam Soni heran.


Diruangan periksa,Samuel sudah pucat bahkan suster harus berapa kali membersihkan sisa muntahan Samuel efek obat.


Lelaki itu terlihat sangat lemas tak berdaya,beberapa selang terpasang ke tubuhnya untuk mengetahui hasil akhir.


Berapa menit kemudian,pemeriksaan selesai,Samuel dibawa keluar oleh suster yang bertugas diruangan.


" Kasihan sekali pria itu,masih muda udah sakit2an " Ucap Suster kepada temannya.


" Iya padahal ganteng ya,aku dengar dia juga pewaris tahta perusahaan otomotif " balas suster lain takjub.


" Iya kalo dia mah aku mau jadi istrinya gak papa harus urus muntahan tiap hari " Celetuk yang lain.


" Hhehe iya,lumayan dapat keturunan darah biru " balas suster yang lain mulai menghayal.


Saat brangkar didorong,tak sengaja sebuah keluarga melewati lorong yang sama.


Hari ini Winda cek up untuk pertama kalinya sejak pulang kampung,semua disponsori oleh Risa yang mau tau perkembangan ginjal sang cucu.


" Minggir sayang " Ucap Restu saat brangkar menuju kearah mereka.


Winda menolehkan muka membelakangi ranjang dorong tersebut seraya memeluk anaknya.


Deg deg deg....


Jantung Winda tiba2 berdegub sangat kencang,wanita itu sontak berbalik badan dan mencoba melihat siapa yang terbaring disana.


" Ada apa ?" tanya Restu mengernyit.


" Ya Tuhan kenapa jantung ku berdebar ?" Batin Winda kelabakan.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2