Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
564


__ADS_3

" Dia siapa Sam ?" Tanya Leni menegur Samuel.


Samuel diam masih melihat dari kejauhan sepasang ibu dan anak yg berjalan keluar.


" Sam " Tegur Leni lagi.


" Ah iya " Jawab Samuel tersentak.


" Dia siapa ?" Tanya Leni mengernyit.


" Hm bukan siapa2 " Jawab Samuel tenang.


" Beneran ? tapi kenapa kau begitu khawatir ?" tanya Leni.


" Dia hampir terjatuh tadi,aku tidak tega melihatnya dengan perut seperti itu " Jawab Samuel duduk ditempat.


" Oh iya juga sih,aku sempat kaget tadi untung dia gak papa " Sahut Leni tersenyum.


" Ya udah ayo makan " Ajak Samuel mengalihkan.


Leni mengangguk,keduanya pun mulai menikmati makanan yg sudah tersaji didepan mata.


" Dia akan punya anak lagi,sepertinya Winda hidup bahagia setelah berpisah dengan ku " Batin Samuel menatap nanar nasi dipiringnya.


" Sam,ini makan lah aku tidak suka sayur " Ucap Leni menaruh capcay dipiring Samuel.


" Makanlah sedikit,kau harus punya serat " Balas Samuel menaruh lagi dipiring Leni.


" Aku gak suka Sam " Rengek Leni manja.


" Makan " Ucap Samuel tegas.


Wanita itu mengkrucut,dengan wajah terpaksa Leni memasukkan sayuran kemulutnya.


" Makan yg banyak " Ucap Samuel menyodorkan sendok berisi sayur ke mulut sang istri.


" Akhh kau menggoda ku ya ?" Ucap Leni terkekeh.


" Cepat " Balas Samuel memutar mata.


" Ouuhchhh kau sosweet sekali Sam,aku merasa malu " Kata Leni bersemu.


" Ck,apa kau tidak pernah seperti ini dengan pacar perempuan mu itu ?" Tanya Samuel gemas.


" Jangan membahas orang lain " Jawab Leni malas.


" Menjijikan " Cibir Samuel pelan.


Leni mengkrucut,meski terkadang Samuel sangat lah judes tapi wanita itu tak mengambil hati ucapan suaminya karna Leni pikir Samuel bisa menerima dirinya dengan keadaan tak normal sudah merupakan hal yg luar biasa.


Keduanya pun kembali makan meski otak Samuel masih terngiang2.


Didepan cafe,suara Azan sudahh berkumandang,tarikan nafas berapa kali terdengar saat taxi yg ditunggu belum juga kunjung datang.


" Ma " Panggil Nur menggoyangkan tangan Winda.


" Iya sayang,sabar ya " Jawab Winda melihat putrinya.

__ADS_1


" Papa kenapa jemputnya lama ? hali sudah malam " Ucap Nur sedih.


" Kayaknya Papa kamu beneran lembur,makanya dia gak datang " Balas Winda menghela nafas.


" Telus kita gimana ?" Tanya Nur bingung.


Winda diam sejenak,kakinya sudah lelah berdiri beberapa menit dengan kondisi hamil besar,tapi mereka tak bisa melakukan apapun lantaran memang tak ada angkot atau taxi yg lewat.


" Mama telfon Kakek kamu dulu ya " ucap Winda tak punya pilihan lain.


Nur mengangguk,wanita itu pun mulai mengeluarkan hapenya dari dalam tas.


Tak butuh waktu lama panggilan masuk,Winda menceritakan garis besar yg terjadi kepadanya.


Rudi yg antusias pun begitu terkejut dan meminta sang cucu dan cicit untuk menunggu ditempat yg aman.


Hampir setengah jam akhirnya Rudi sampai,lelaki tua itu terlihat begitu khawatir dengan Winda dan Nur.


" Ya Tuhan,kenapa Restu gak jemput kalian gini sih " Ucap Rudi tak habis pikir.


" Gak tau Kek,Mas Restu gak ada kabar sama sekali " Jawab Winda menunduk.


" Huh apa dia udah lupa sama janjinya,mana kamu lagi gini,kalo sampe lahiran dijalan atau kenapa2 gimana " Gerutu Rudi kesal.


Winda diam,hatinya juga sedikit sakit dengan yg terjadi apalagi Restu baru kali ini membuat dia dan anaknya menunggu lama.


" Kalian pulang kerumah Kakek aja,biar Nenek yg urus " ucap Rudi tegas.


" Gak usah Kek,nanti Mas Restu pulang " Balas Winda menolak.


" Iya kalo pulang,kalo enggak ?" Tanya Rudi overthingking.


" Mas Restu gak gitu Kek,sesibuk apapun dia pasti Mas Restu balik " Ucap Winda yakin.


" Huh kalo dia bermain api dibelakang kalian lihat saja " Ucap Rudi tajam.


Deg...


Winda melotot kaget,tak pernah sedikit pun terlintas dikepalanya sang suami akan seperti itu.


Winda begitu percaya bahwa Restu pria yg bertanggung jawab,apalagi kini dirinya sedang mengandung buah hati yg kedua.


Beberapa saat diperjalanan,Rudi pun sampai mengantar kedua wanita itu didepan rumah.


Nur terlihat lelah dan merengek ingin istirahat,maklum bocah itu sempat bekerja tadi.


" Kalian hati2 ya,kalo ada apa2 telfon Kakek secepatnya " Ucap Rudi tegas.


" Iya Kek " Jawab Winda paham.


" Ya udah,kalo gitu Kakek balik dulu " Kata Rudi pamitan.


Lelaki itu memeluk cicitnya dan memberi kecupan hangat dipipi.


Nur dan Winda melambaikan tangan tanda perpisahan.


" Ayo sayang,kita udah sampe rumah " Ajak Winda menggandeng tangan Nur.

__ADS_1


Nur mengangguk dan mulai berjalan masuk.


Didepan gang seorang pria terlihat sangat lesu,baju yg paginya rapi kini sudah berantakan.


Bahkan rambut nya pun berubah acak2an khas orang depresi.


" Ahkhh kenapa hari ini berat banget " Ucap Restu melangkah gontai.


Saat dirinya sudah dekat,tak sengaja manik lelaki itu melihat sang istri sedang mengangkat jemuran diteras rumah.


Langkah Restu terhenti seketika melihat pemandangan tersebut.


Wajah manis Winda tercetak jelas dan yg membuat Restu tersentak adalah saat menatap perut istrinya yg membesar ditambah cara jalan yg tak normal lagi.


Manik Restu mulai berkaca kaca,lelaki itu baru tersadar bahwa ia melupakan satu janjinya kepada buah cinta mereka.


" Ya Tuhan kenapa aku mengingkarinya ? pasti mereka menunggu ku tadi " Ucap Restu nanar.


Rasa bersalah mulai menghantui pria tersebut,melihat baju bagus yg Winda pakai memberitahu bahwa Winda dan Nur baru pulang dari luar,karna biasanya Winda selalu memakai daster rumahan yg sudah banyak bekas jahitan tangan.


Winda masuk kerumah membawa seabrek pakaian yg belum sempat di lipat.


Sesekali Winda memukul pinggangnya dengan tangan atau berpegangan pada dinding rumah untuk membantu ia berjalan.


Tanpa tunggu lama Restu langsung berlari dan masuk kerumah memeluk istrinya.


" Astagfirullah " Ucap Winda kaget dan mendapat pelukan tiba2.


" Maaf " Ucap Restu mengeratkan pelukannya.


Winda berbalik badan dan terkejut melihat suaminya berkaca kaca.


" Mas " Panggil Winda melotot.


" Maafin aku sayang,aku melupakan janji ku pada kalian " Kata Restu sedih.


" Kamu baru pulang ?" Tanya Winda tersenyum.


" Iya,aku lembur sebenarnya ini juga belum selesai tapi aku rasa dah gak sanggup lagi " Jawab Restu lesu.


" Uhhh kaciannya suami ku " Kata Winda mencubit gemas pipi lelaki itu.


" Aku beneran gak ingat kamu dan Nur nunggin di cafe,aku tadi juga mau kasih kabar sama kamu tapi keburu dipanggil atasan " Jelas Samuel


" Iya Mas gak papa,tadi kami pulangnya diantar Kakek " Balas Winda hangat.


" Maafin aku sayang,kamu pasti khwatir ya "


" Hm sedikit,aku pikir kamu ketemu cewek cakep dijalan terus gak bisa pulang hehe " Kata Winda cengengesan


" Hah enggak Yank,cewek cakep emang banyak dijalan tadi,tapi aku tetep bisa pulang karna bidadari dirumah lebih cakep daripada dijalanan " Balas Restu menggoda.


" Akh kamu bisa aja " Kata Winda bersemu.


Restu tersenyum geli,lelaki itu menurunkan kepalanya hingga tepat di perut besar Winda.


" Maafin Papa ya Nak,Papa sempat lupa sama kalian,tapi besok2 Papa janji deh gak bakalan lupain kalian dan ninggalin kalian sedetik pun " Ucap Restu mengusap dengan lembut.

__ADS_1


❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2