Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
334


__ADS_3

Seperti ucapan Serkan tadi pagi,malam harinya Histi mengaduh sakit pinggang sakit kaki dan segala isi badan.


Pria itu terlihat sangat kesal dengan rengekan Histi yang meminta dipijit.


" Sayanggg cepetan " rengek Histi melambaikan tangan di kasur.


" Gak mau ah,kan tadi aku dah bilang kamu ngenyel sih " Tolak Serkan.


" Oh gitu ya sama istri,mau main perhitungan ?" Tanya Histi garang.


Serkan diam sambil makan goreng ubi Histi dengan sambal terasi.


Histi masih melihat Serkan dengan mata elangnya.


" Gak boleh makan lagi " Kata Histi merebut piring pria itu.


" Eeh kenapa diambil ?" tanya Serkan kaget.


Pria itu ingin mencocol sambal tapi naas Histi kembali merebutnya.


" Yank aku mau makan loh ini " Kata Serkan gemas dan memasukkan sisa singkong kedalam mulut.


" Gak boleh,ini aku yang dapatin,aku yang bersihin aku yang goreng " Kata Histi cepat.


Serkan melongo mendengar perempuan mungungkit apa yang ia lakukan.


" Kok kamu gitu sama aku ? gak boleh loh pelit sama suami " Kata Serkan membujuk.


" Gak bisa,kamu juga pelit sama aku,masa minta pijit dikit aja gak mau " Kata Histi mendengus.


Serkan menggaruk kepalanya pelan melihat tingkah bocah perempuan itu.


" Bagi lah Yank,nanti aku pijit deh habis makan " Kata Serkan tersenyum.


" Gak kamu boong yang ada entar banyak alasan,mau ini lah itu lah " Kata Histi tak percaya.


" Beneran sayang,kamu gak percaya sama aku ?" tanya Serkan memasang wajah sedih.


Histi melirik sedikit dan kembali mendengus.


Serkan menghela nafas sabar,dirinya masih ingin makan singkok empuk itu tapi sang istri sedang mode perhitungan kepadanya.


" Ya udah deh,biarin aja aku kelaparan " Kata Serkan bangun dengan suara lirihnya.


Histi menoleh cepat dan menatap Serkan nanar.


Perempuan itu mulai melemah melihat wajah Serkan dan suara pasrah lelaki itu.


" Yank " Panggil Histi pelan.


Serkan tak menjawab,pria itu berjalan keluar dan duduk diambang pintu rumahnya.


Suasana gelap gulita tak ada pemandangan apapun.


Histi mendekat dan menyodorkan piring singkong tadi dari arah belakang.


" Ya udah nih " Kata Histi tak tega.


" Gak usah,aku udah kenyang " jawab Serkan mengeluarkan suara sedih.


" Jangan gitu dong Yank,aku kan cuma bercanda doang " Kata Histi sedih beneran.


Serkan mengulum senyum,pria itu sengaja memasang tampang pasrah agar perempuan keras kepala itu melemah.


" Yankkk,aku gorengin lagi ya buat kamu " Kata Histi membujuk.


" Gak usah " Kata Serkan masih menolak.


" Jangan marah dong Yank,kalo kamu gak mau pijitin aku gak papa kok,maafin aku ya " Kata Histi memeluk Serkan dari belakang.


" Yes kena " Batin Serkan girang.


" Ya udah mana " Kata Serkan berbalik badan


" Apanya ?" tanya Histi.

__ADS_1


" Sambalnya mana ? masa iya cuma singkong doang " Kata Serkan ketus.


" Oh ya iya tunggu aku ambilin " Kata Histi langsung bangun berlari kekamar.


" Hehehe enak juga jahilin bini aku " Gumam Serkan cekikikan.


Lelaki itu mencomot satu dan mengunyah dengan cepat.


" Nih aku tambahin lagi biar lahap makannya " Kata Histi memberi sambal dalam piring kecil.


" Hm " jawab Serkan cuek.


Histi menggaruk kepala,perempuan itu tak tenang jika sang suami memasang tampang diam seribu bahasa.


Serkan mulai makan sambil melirik Histi yang diam2 melihatnya.


" Mau ?" tanya Serkan menawar.


" Boleh ?" Tanya Histi balik.


Serkan mengambil satu lagi dan mensuapi Histi dengan hati2.


Perempuan itu menerima dengan wajah malu.


" Makan sendiri ya " Kata Serkan tenang.


Deg..


Wajah Histi seketika datar,perempuan itu baru saja berharap Serkan akan terus menyuapinya hingga kenyang tapi ternyata eh ternyata expetasi Histi terlalu tinggi.


Serkan makan dengan santai seraya memainkan alis matanya.


Histi menghela nafas dan mencomot sendiri singkok hasil kerja kerasnya pagi tadi.


Pasangan itu pun kembali akur dan sesekali berkelahi karna Histi mencuri singkong dari tangan Serkan.


Ditempat lain,Alexi baru pulang bekerja.


Malam sudah sangat larut,pria itu masuk kerumah dan terkejut melihat Salsa tidur diruang tamu.


Bahkan laptop gadis itu masih menyala yang menampakkan tugas2 kuliah.


" Dia pasti kelelahan banget " gumam Alexi pelan.


Pria itu menyimpan tugas Salsa dan mematikan laptop.


" Sa " Panggil Alexi menggoyang lengan Salsa.


" Hm,iya kenapa apa ?" tanya Salsa bangun kaget.


" Eh kamu dah pulang ?" tanya Salsa mengusap matanya menatap Alexi.


" Kenapa tidur disini ?" tanya Alexi lembut.


" Aku nungguin kamu sambil mengerjain tugas " Jawab Salsa mengantuk.


" Ayo kekamar " Ajak Alexi.


" Kamu udah makan ?" tanya Salsa.


" Belum "


" Makan dulu ya,biar aku siapin " Kata Salsa bangun dan berjalan kedapur.


Alexi bangkit menatap punggung Salsa.


" Kenapa kamu selalu baik sama aku Sa ?" gumam Alexi pelan.


Kadang Alexi bingung kenapa Salsa begitu perhatian kepadanya,rela melakukan apapun tanpa Alexi minta.


Bahkan saat Alexi merenggut kesuciannya Salsa tak banyak merengek ingin ini dan itu,Salsa hanya ingin Alexi tetap sehat dan tak kurang apapun.


" Lex " Panggil Salsa dari dapur.


Alexi langsung menemui gadis itu dan mendapati Salsa sedang berada depan kompor memanaskan sesuatu.

__ADS_1


Alexi mendekat dan mengalungkan tangannya dipinggang Salsa.


Deg...


Salsa yang ingin menguap langsung terkejut dengan perlakuan Alexi.


" Lex " Panggil Salsa pelan.


Alexi membuka rambut Salsa dan mengecup leher gadis itu lembut.


Glekkk....


Salsa menelan ludah kasar,gadis itu bingung kenapa Alexi bersikap aneh sekarang.


" Lex kamu kenapa ?" tanya Salsa salah tingkah.


" Gak papa pengen gini sebentar " jawab Alexi memejamkan mata.


Salsa terdiam,Alexi masih memeluk Salsa mengendus aroma tubuh gadis itu.


" Udah selesai Lex ayo makan dulu " Kata Salsa mematikan kompor.


Alexi menolehkan wajah Salsa kearahnya dan mengecup bibir gadis itu sekilas.


Salsa langsung mematung dengan mata melotot.


Alexi tersenyum dan kembali mengecup Salsa lagi.


" Lex " Panggil Salsa menahan dada Alexi.


Alexi menarik pinggang Salsa membuat gadis itu menabrak tubuh tegap pria tersebut.


Dengan lembut Alexi mencakup pipi Salsa dan mencium Salsa lagi,dengan perlahan pria itu mulai memangut.


Salsa hanya diam,dirinya tidak tau harus bersikap bagaimana saat ini..


Alexi masih dengan aktifitasnya,Salsa mulai terbuai tapi saat gadis itu ingin mengalungkan tangan,Alexi tiba2 melepaskan diri.


Salsa langsung menunduk mengusap bibir basahnya.


Alexi tersenyum dan mengusap bibir Salsa dengan ibu jari.


" Apa sakit ?" tanya Alexi serak.


Salsa menggeleng.


" Ayo makan " Ajak Alexi menarik tangan Salsa.


" Ya duduklah aku siapkan " Jawab Salsa menahan tangannya.


Alexi mengangguk dan duduk dimeja makan.


Salsa menyiapkan nasi dan lauk untuk pria itu dengan jantung berdebar.


Gadis itu masih tak menyangka Alexi bersikap aneh barusan.


" Sini " Kata Alexi menepuk kursi sebelah.


Salsa mengangguk dan menyodorkan makanan untuk Alexi dan tak lupa teh hangat.


Dengan semangat,Alexi pun mulai makan.


Salsa diam melihat gerak gerik pria dingin itu menghabiskan makanannya.


" Kenapa ?" tanya Alexi sambil menguyah.


" Sexy " Jawab Salsa tanpa sadar.


" Hah uhuk uhukk..."Alexi langsung tersedak dengan ucapan plos gadis itu.


" Astaga aku kecoplosan " Batin Salsa merasa sangat malu.


Dengan cepat Salsa menyodorkan air minum kepada Alexi yang sudah memerah karna batuk.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya


__ADS_2