
Setelah Mila dan Doni menyampaikan motivasi beserta ucapan syukurnya karna berhasil wisuda dan mendapat prestasi yang tidak dia duga.
Sekarang giliran Riko untuk menyampaikan sepatah kata dan motivasinya.
"Pertama-tama saya ingin mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah subhana wa ta'ala yang memberikan saya kenikmatan yang tidak ada habisnya sehingga saya bisa seperti sekarang ini, terima kasih juga untuk para tenaga pengajar yaitu dosen-dosen yang sudah sangat sabar membimbing kami hingga sampai ketitik ini. Terima kasih banyak pak." Ucap Riko sambil tersenyum kearah Dosen.
"Saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada orang tua saya yang sudah memberi dukungan kepada saya dari segi moral dan materi, terima kasih banyak mah pah." Ucap Riko menatap orang tuanya dan orang tuanya pun tersenyum.
"Dan juga teman-teman saya, teman seangkatan maupun yang dibawah saya, kalian sudah banyak memberikan saya dukungan. Terima kasih." ucap Riko berterima kasih kepada teman-temannya, teman yang akrab dengan Riko merasa tersentuh dengan pengakuan Riko.
"Saya hanya ingin mengatakan bahwa tidak mudah untuk mencapai titik ini, butuh perjuangan dan kalian harus semangat, rajin belajar pastinya. Saya sendiri juga ngga menyangka akan sampai ketitik ini dengan sangat cepat dan dengan hasil yang memuaskan, jika bukan karna sesuatu hal." ucap Riko menatap istrinya. Memang Riko bersusah payah untuk menyelasaikan kuliahnya karena Citra, saat mereka dipisahkan oleh orang tua mereka, salah satu syarat agar mereka bisa kembali bersama adalah agar Riko menyelesaikan kuliahnya.
"Sesuatu hal itu memberikan saya semangat dan dibalik semangat saya untuk segera wisuda, pasti ada seseorang yang sangat special, dia selalu mendukung saya, memperhatikan saya, meskipun terkadang dia selalu menyebalkan, tapi saya sangat menyayanginya." ucap Riko masih terus menatap Citra.
Sementara semua mahasiswa yang belum mengetahui status Riko heboh dan saling berbisik, siapa yang Riko maksud?, ada yang beranggapan bahwa itu ibu Riko dan ada juga yang beranggapan bahwa yang dimaksud Riko adalah pacarnya. Tanpa terkecuali dosen-dosen juga penasaran dengan maksud dari pengakuan Riko. Sedangkan Lusi yang tau status Riko merasa kesal dan marah mendengar pengakuan Riko diacara ini.
"Dia wanita yang hebat, wanita yang kuat, yang cengeng dan yang ceria, hal yang sepele bisa membuat dia tersenyum dengan cantik dan karna sesuatu hal yang sepele pula itu bisa membuat dia menangis dengan wajah yang jelek." ucap Riko lagi sambil terus menatap Citra, dan Citra hanya tersenyum mendengar pengakuan Riko.
Sahabat-sahabat Citra dan Riko merasa terharu mendengar pengakuan Riko yang terdengar sangat menyayangi Citra, sementara semua orang sibuk mencari-cari siapa yang ditatap oleh Riko.
"Saya minta maaf karna saya mengungkapkan isi hati saya ditempat ini, karna saya memang sengaja, saya ingin memperkenalkan dia kepada semua orang bahwa dialah wanita saya dan saya bangga memilikinya, terlebih lagi dia sedang mengandung anak saya." ucap Riko lagi, seketika semua orang heboh dengan pengakuan Riko lagi. Sementara Citra yang dari tadi terharu dengan suaminya pun langsung meneteskan air matanya.
"Wahhh,, sepertinya ini berita yang sangat besar, semua orang penasaran, siapa wanita itu?" ucap MC mewakili semua pertanyaan orang.
"Dia istri saya, Namanya Citra Lestari Permana. Wanita yang duduk tepat disamping mama saya, dialah orangnya, dan dia sekarang sedang menampilkan wajah jeleknya karena dia sedang menangis." ucap Riko lagi dan membuat semua orang bersamaan berbalik kearah Citra. Citra yang tadinya terharu dan menangis merasa risih dan membuat Citra salah tingkah.
__ADS_1
"Kak Riko lagi ngapain sih." gerutu batin Citra risih dengan tatapan semua orang, dan Citra hanya tersenyum canggung.
Riko menatap istrinya yang merasa terpojok.
"Sekarang dia pasti sedang berbicara dengan arwahnya." ucap Riko membuat Citra melotot kearah Riko. Orang-orang pun kembali melirik Citra bersamaan.
"Dasar Bodoh." gerutu batin Citra lagi.
"Dan sekarang dia pasti sedang mengata-ngatai saya bodoh dengan arwahnya." ucap Riko lagi dan membuat semua orang tertawa, Citrapun tertunduk malu karna Riko mengetahui semuanya.
Mita kemudian menatap Citra mencari tau, apakah perkataan Riko benar, dan Mita melihat ekpresi Citra yang sedang terpojok saat seseorang mengetahui isi pikirannya.
"Wahhh,,, mereka bisa membaca pikiran masing-masing, apakah itu yang dinamakan cinta sejati." ucap Mita kagum.
"Sepertinya Citra sangat mencintai Riko." ucap Indah lagi sambil menatap ekspresi Citra yang salah tingkah lalu tersenyum menatap Citra.
"Ngga nyangka Gue, Riko bakalan senekat ini." gerutu Arman heran karena Riko tidak pernah mempublikasikan masalah pribadinya, tapi sekarang sangat berbeda.
"Itu karna Riko sangat mencintai Citra." ucap Romi.
"Memang benar yah cinta membuat kita gila." ucap Arman lagi dan Romi hanya mengangguk menyetujui.
"Riko,, apa alasan kamu memperkenalkan istri kamu tiba-tiba?" tanya MC mewakili pertanyaan salah satu dosen.
"Karna saya ingin memperkenalkan istri saya kepada semua orang, pernikahan kami yang tiba-tiba membuat kami berdua kecewa, karna kita berdua dijodohkan, dan dinikahkan dengan resepsi seadanya. Maka dari itu saya berencana ingin mengadakan resepsi pernikahan yang mewah untuk istri saya. Dan saya ingin mengundang kalian semua untuk datang, jika kalian tidak berhalangan." ucap Riko lagi.
__ADS_1
"Sepertinya acara wisuda ini berubah nama dan tema menjadi konverensi pers terbuka Riko yang sedang memberikan pengakuan kepada publik." ucap MC lagi mengejek Riko membuat semua orang tertawa.
"Saya minta maaf, saya tidak bermasud untuk menjadi satu-satunya diacara ini, saya hanya memberi motivasi buat para jomblo agar segera menikah." ucap Riko lagi.
"Kenapa seperti itu?" tanya MC lagi.
"Logikanya seperti ini, kita sebagai mahasiswa tingkat akhir, yang selalu merasa frustasi dan putus asa saat judul belum di ACC, saat di ACC kalian akan pusing untuk mencari referensi kalian, saat kalian menemukan referensi, kalian membuat dan mengajukan proposal kepada dosen pembimbing kalian, kalian sudah begadang tengah malam untuk mengerjakan proposal kalian sebanyak 30 halaman, dan apa yang terjadi 30 halaman itu semuanya dicoret, dan itu pasti membuat kalian down dan merasa putus asa , apalagi kalau di coret bahkan sampai berkali kali kalian akan frustasi dan kalian merasa kepala kalian akan pecah, saraf dikepala kalian bertabrakan dan hampir membuat kalian gila, dan saat itulah kalian butuh Vitamin yaitu istri untuk menjadi asupan kalian setiap hari, menjadi penyemangat kalian." ucap Riko yakin Dan salah satu wisudawan berteriak.
"Kan ada pacar." ucapnya.
"Pacar dengan istri sangat berbeda, istri kalian selalu stay didekat kalian saat kalian ngorok sekalipun dia melihat kalian, sementara pacar tidak!." ucap Riko lagi membuat semuanya tersenyum dengan pengakuan Riko terutama para tamu yang hadir mereka merasa setuju dengan perkataan Riko.
"Wahh, sepertinya gue harus segera nikah." ucap salah satu mahasiswa setingkat dengan Riko tapi belum wisuda.
"Tiba-tiba banget." ucap temannya yang duduk disampingnya.
"Gue pengen coba trik dari Riko, siapa tau aja manjur, biar gue bisa wisuda tahun depan." ucapnya lagi dengan penuh keyakinan.
"Kayaknya harus dicoba nih." ucap mahasiswa lainnya yang belum wisuda.
"Boleh-boleh. tapi siapa yang mau sama kita." ucap temannya, merekapun tertunduk pasrah merenungi nasibnya yang jomblo.
Back to Riko.
"Pesan terakhir saya, buat adek-adek junior jangan patah semangat dalam belajar, ingat perjalanan kalian masih sangat panjang dan didepan sana banyak rintangan yang akan selalu menghadang, intinya tetap optimis dan pantang menyerah itu akan membuat kalian berhasil. Sekian terima kasih." ucap Riko menyudahi pidatonya.
__ADS_1
Lalu acara pun terus berlanjut, sampai selesai.