Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
508


__ADS_3

Disebuah kampung seorang pria baru saja turun dari bis,setelah menikmati perjalanan yang cukup jauh akhirnya Restu sampai dengan selamat.


Tapi belum selesai,lelaki itu harus berjalan lagi menusuri gang karna rumahnya berada sedikit jauh dari jalan raya.


" Uh aku telfon Papa aja kalinya buat jemput " Gumam Restu mengelap keringatnya.


Hari sudah gelap,suasana sedikit sepi karna para warga jarang membuka pintu saat malam.


Restu terus berjalan hingga ia bertemu seorang gadis mengendarai sepeda motor.


" Bang " Panggil gadis itu mendekat.


Restu berhenti melangkah dan berbalik badan.


" Riri " Ucap Restu kaget.


" Abang pulang kok gak bilang2 ?" Tanya gadis bernama Riri itu heran.


" Iya,soalnya mendadak juga " jawab Restu tersenyum.


" Kak Winda sama Nur mana ?" tanya Riri melihat kiri kanan.


" Mereka gak ikut,ayo goncengin Abang " Jawab Restu mengalihkan.


" Iya,ayo sini " Kata Riri turun memberi kendali kepada Kakaknya.


Restu mengambil alih dan mulai menjalankan sepeda motor matic tersebut.


" Kenapa mereka gak ikut Bang ?" tanya Riri kepo.


" Abang gak bolehin,besok juga abang balik kesana " jawab Restu tenang.


" Hah cepet banget,abang aja sekarang baru sampe " kata Riri kaget.


" Nur nanti nangis gak liat abang " Balas Restu terkekeh.


" Oh iya,Nur kan manja ya " kata Riri teringat akan keponakannya.


Restu tersenyum kecil,ia dari tadi merasa sangat rindu kepada anak istrinya.


Tapi Restu berusaha sabar karna memang ia harus mengerjakan satu persatu urusan yang ia hadapi.


" Abang kerumah Mertua ?" tanya Riri lagi.


" Iya,banyak barang juga yang mau dikasih dari Nenek " Jawab Restu.


" Untuk aku dan Emak gak ada ?" tanya Riri hati2.


" Ada udah disiapin semua sama kakak ipar kamu " Jawab Restu terkekeh.


" Yeee asikkk " Pekik gadis itu girang.


Restu tersenyum kecil,Winda memang tak pilih kasih wanita itu tak melupakan mertuanya dikampung bahkan Restu harus rela membawa banyak barang double demi mereka semua sama rata.


" Ayo masuk " Ajak Restu saat mereka sampai dirumah sederhana.


Riri mengangguk,keduanya pun mulai melangkah.


Tok tok.


Pintu diketuk,tak lama nampilah seorang lelaki dengan baju koko dan kain sarung di pinggang.

__ADS_1


" Kakak udah pulang " Pekik Doni kaget.


" Iya Don,Mama sama Papa ada ?" tanya Resto sopan.


" Ada Kak,ayo masuk " Kata Doni semangat.


Keduanya masuk kedalam,Riri sebenarnya sedikit canggung dengan keluarga Winda,tapi ia merasa bersyukur karna mertua dan adik Winda menerima baik dirinya dan sang ibu.


Terlihat dari dapur keluar seorang wanita dengan daster panjangnya.


" Eh Restu udah pulang " Kata Sindi kaget.


" Iya Ma aku pulang sendiri " Jawab Restu menyalami Sindi.


" Riri ikut juga ?" tanya Sindi mengernyit.


" Gak Bi,tadi ketemu Abang dijalan " Jawab Riri cepat.


Sindi ber oh ria,Malvin keluar dari kamar dan menyambut menantunya dengan hangat.


" Jadi Winda dan Nur gak pulang lagi ?" Tanya Malvin sedih.


" Untuk sekarang belum Pa,soalnya aku udah kerja disana " jawab Restu cengengesan.


" Kerja apa ?" tanya Malvin dan Sindi bersamaan.


" Hm dikantor Pa,masih kenalan Kakek " Jawab Restu.


Sindi dan Malvin saling melihat dengan wajah bingung dan kagetnya.


" Jadi abang gak kerja lagi disekolah ?" Tanya Riri menyelutuk.


" Gak,Abang bakal ngasih surat pengunduran diri besok "Jawab Restu.


" Tenang aja,nanti tiap bulan abang kirim uang buat biaya kalian,gaji dikota lebih besar dari kampung,bahkan abang ditawari 3x lipat " Jawab Restu jujur.


" Yang bener Restu,emang kamu kerjanya apaan ?" Tanya Malvin ragu.


" Hm digudang Pa,tapi perusahaan besar " Jawab Restu.


" Perusahaan apa ?" tanya Malvin penasaran


" Kayak barang otomotif gitu Pa,semua serba canggih bahkan mereka juga produksi mobil mewah yang terkenal itu " Jawab Restu semangat.


" Otomotif ?" Ulang Malvin terbelalak.


Restu mengangguk cepat.


Sindi menutup mulut tak percaya dengan apa yang menantunya katakan.


" Kenapa Bi ?" Tanya Riri merasa aneh.


" Hm gak papa " jawab Sindi berusaha tenang.


" Winda udah tau ?" tanya Sindi ngeri.


" Udah,dia izinin kok,aku gak ada pilihan Ma,sebuah keberuntungan banget loh bisa kerja diperusahaan otomotif,apalagi aku bagian gudang,bisa lihat mobil motor keren2 rasanya jadi kebanggaan sendiri,terutama kebutuhan susu anak kami terpenuhi " Kata Restu melemah diakhir.


Sindi dan Malvin menghela nafas panjang,mereka juga merasa sedih melihat kondisi keungan mereka yang memang hanya cukup untuk makan.


Malvin sangat tau menantunya ingin membahagiakan Winda dan Nur,apalagi Restu juga bertanggung jawab kepada ibu dan adiknya.

__ADS_1


" Emangnya kenapa Pa ? apa ada masalah ?" tanya Restu melihat keterdiaman kedua mertuanya.


" Hah gak papa " Jawab Malvin tenang.


" Kami mungkin nanti akan jarang pulang Pa,Ma,aku dan Winda juga bakal pindah dari rumah Nenek,kami mau tinggal dikontrakan aja,nanti kalo dah ada uang baru bikin rumah sendiri " Kata Restu dengan semua expetasinya..


" Iya gak papa " Jawab Malvin tersenyum.


Restu ikut tersenyum,lelaki itu banyak bercerita bagaimana perlakuan Nenek Kakek Winda selama ia berada disana.


Malvin dan Sindi merasa bahagia,bahkan Sindi tak menyangka mertuanya masih mau bersikap baik kepada Winda meski mereka sudah lama tak bermain kesana.


Ditempat lain,seorang wanita tertunduk dengan mata berkaca kaca dihadapan Kakek neneknya.


Nur sudah tidur,bocah kecil itu kekenyengan setelah makan banyak bersama Samuel tadi.


" Kau ingin dianggap seperti apa ?" Tanya Risa membuka suara.


Winda diam tak menjawab.


" Belum cukup semua penghinaan yang kamu dan orang tua mu terima selama ini ?" Tanya Risa emosi.


" Maaf Nek " jawab Winda mulai menangis.


" Nenek tidak butuh maaf mu Winda !" bentak Risa geram.


" Kenapa kau masih bodoh hah,untuk apa kau merawat anak mereka sedangkan orang tuanya mengusir kamu dengan tidak berperasaan !" Bentak Risa menggebrak meja tamunya.


Rudi diam melihat istrinya emosi tingkat jiwa.


" Aku hanya kasihan " kata Winda mendongak.


" Kasihan ? kau mengkasihani Samuel,apa kau tidak ingat dengan sttus mu saat ini ?" tanya Risa.


Deg...


Winda tersentak,ia teringat akan Restu yang belum memberi kabar sudah sampai atau belum di kampung.


" Winda " Panggil Rudi lembut.


" Aku salah " kata Winda kembali menangis.


" Ya ini memang salah Nak,Samuel bukan tanggung jawab kamu " Kata Rudi menasehati.


" Sekarang kamu sudah punya keluarga baru,kamu punya Nur dan punya Restu,ingat mereka berhak atas kamu bukan Samuel " Kata Rudi menghela nafas.


" Kau masih menyukai Samuel ?" Tanya Risa tajam.


Deg...


Winda kembali tersentak,wanita itu mendongak melihat tatapan menyelisik neneknya.


" Lupakan dia Winda !" Pinta Risa memelas.


" ini sulit untuk ku Nek hiks hiks " Kata Winda kembali menangis.


" Iya ini memang sulit,Nenek paham tapi kasihan Restu,dia sudah sangat berjuang membuat kamu bangkit lagi " Kata Risa teringat akan menantunya.


Winda terus menunduk dengan air mata yang tak henti menetes.


❤❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2