Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
165


__ADS_3

Serkan sampai dirumah Camelia,terlihat lampu depan mati.


Pria itu turun dari mobil dan langsung berlari masuk,saat pintu rumah terbuka,sebagian lampu juga mati.


Jantung Serkan berdegub kencang melihat suasana sedikit berbeda dari rumah Mamanya.


Serkan menghidupkan lampu dan berlari kearah kamar sang ibu.


Ceklek...


Pintu kamar terbuka,Serkan terkejut melihat ibunya terbaring diranjang seorang diri.


" Mama " Pekik Serkan langsung berlari mendekat.


Camelia yang sedang tertidur membuka pelan matanya dan tersenyum melihat Serkan datang.


" Ma,Mama kenapa ?" tanya Serkan panik.


" Gak papa cuma demam " jawab Camelia serak.


" Mama pucat " Kata Serkan khawatir.


Camelia hanya tersenyum dan mengusap lengan anaknya.


" Mama kira kamu ngak datang uhuk uhuk" kata Camelia sambil batuk.


" Aku pasti datang Ma,maaf terlambat " Kata Serkan merasa bersalah.


" Gak papa,Mama mau ke kamar mandi dulu " Kata Camelia berusaha bangun.


Serkan membantu ibunya bangun,Camelia pun berjalan sedikit cepat sambil batuk.


" Ya ampun,Mama sampe pipis dicelana " Gumam Serkan melihat celana ibunya basah.


Dikamar mandi,Camelia terus batuk2.


Serkan menghela nafas dan berjalan keluar mengambil kain basah.


Tak lama Camelia keluar dan kaget melihat putranya sedang mengepel lantai kamar.


" Maaf Serkan,Mama gak tahan lagi tadi " Kata Camelia merasa malu.


" Gak papa Ma,itu daster sama daleman udah Serkan siapin " Jawab Serkan menunjuk ranjang.


Camelia melihat dan mengangguk kecil.


Meski merasa malu tapi Camelia merasa terharu dengan perhatian anak bujangnya.


Setelah Camelia berganti baju,Serkan menganjak ibunya duduk di sofa depan agar bisa leluasa.


" Mama udah makan ?" Tanya Serkan lembut.


" Belum,Sifa katanya mau kesini " Jawab Camelia.


" Mama nelfon dia ?" Tanya Serkan kaget.


" Gak,tadi sore dia emang mau kesini tapi hujan " Jawab Camelia.


" Mama gak ada aneh2 kan ?" tanya Serkan was2.


" Kamu curiga sama Mama ?" tanya Camelia mengernyit


" Ya gak juga cuma waktunya pas aja " jawab Serkan jujur.


" Kam...


" Assalamualaikum " Sapa seseorang dari arah luar.


Camelia dan Serkan saling melihat dan menjawab salam.


Masuklah seorang gadis berpakaian gamis basah kuyup seraya menenteng bungkusan.


" Ya ampun Sifa " kata Camelia berdiri mendekati wanita itu.


" Maaf Tante,aku kehujanan lagi " kata Sifa tersenyum.


" Ya ampun Nak,kasihan sekali kamu,Serkan tolong ambilkan handuk " Kata Camelia menegur Serkan yang diam menatap mereka.


" Astaga iya Ma " kata Serkan tersadar.


Sifa yang ikut sadar langsung menutup wajahnya dengan kain cadar.

__ADS_1


" ini " kata Serkan memberi handuk dikamar sang ibu.


" Ayo keringkan badan kamu " Kata Camelia menganjak Sifa masuk.


" Maaf merepotkan Te " Kata Sifa tak enak.


" Gak papa " jawab Camelia tersenyum.


Keduanya pun melangkah masuk.


Sifa menaruh bungkusan dimeja dan mengikuti Camelia msuk kamar.


Serkan terdiam melihat 2 wanita itu meninggalkan dirinya.


" Astaga Sifa cantik banget " Gumam Serkan menggeleng tak percaya.


Baru kali ini Serkan melihat wajah gadis itu dengan jelas karna kain cadar Sifa nerawang dan memperlihatkan wajah cantik dan manis gadis itu.


" Astaga Serkan,sadar ada Histi yang bar2 " kata Serkan menabok kepalanya sendiri.


Lelaki itu tanpa sadar memuji perempuan lain.


Serkan duduk sendirian disofa seraya menunggu Camelia dan Sifa keluar.


Tak lama yang ditunggu pun keluar juga,Sifa kini sudah mengenakan baju gamis Camelia.


Meski kebesaran tapi terlihat imut dan Serkan kembali mematung melihat gadis itu berjalan kearahnya dengan wajah tertunduk.


" Maaf " ucap Sifa tak enak.


" Cantik " Gumam Serkan pelan.


" Hah " kata Sifa kaget.


" eh maksudnya iya gak papa " Kata Serkan tersadar.


Camelia tersenyum melihat Serkan terpesona dengan kecantikan Sifa.


" Dia ngak pake cadar karna cadarnya basah dan Mama gak punya " Kata Camelia memberitahu.


Serkan mengangguk paham.


Sifa duduk berhadapan dengan Serkan.


" Em Tante udah mendingan ?" tanya Sifa mencairkan suasana.


" Lumayan,masih batuk2 " Jawab Camelia tersenyum.


" ini aku bawain obat sama makanan Te " Kata Sifa membuka bungkusan yang ia bawa.


Serkan dan Camelia diam melihat gadis itu sibuk sendiri.


" Kamu udah makan ?" Tanya Sifa kepada Serkan.


" Hm udah " jawab Serkan tersenyum.


Sifa mengangguk paham.


" Kenapa kamu hujan2an kesini ?" tanya Serkan.


" Tadi dari rumah gak hujan,tapi dipertengahan tau2 nya hujan,mana pak grabnya mau balik jemput anaknya pulang les,jadi terpaksa nerobos hujan " Jawab Sifa terkekeh.


Serkan ber Oh ria.


" Hm Tante makan dulu yuk biar bisa istirahat " Ajak Sifa semangat.


" Kamu tidur disini ya Sifa,nanti Tante hubungin Mama kamu " Pinta Camelia memegang tangan gadis itu.


" Hmm gimana ya Te,aku gak bisa " Kata Sifa tak enak.


" Kenapa gak bisa ?" tanya Camelia.


Sifa melirik Serkan,lelaki itu peka dan tersenyum.


" Tenang aja,aku bisa pulang " Kata Serkan.


" Kamu gak tidur disini ?" Tanya Camelia sedih.


" Hm kan udah ada Sifa " Jawab Serkan.


" ya gak papa,kan kamarnya beda,Sifa tidur sama Mama " kata Camelia heran.

__ADS_1


Serkan diam menatap Sifa dalam.


" Udah 22 nya tidur dirumah aja,kasihan juga Sifa harus bolak balik mana hujan " Kata Camelia tersenyum.


" Ya udah,besok aku antar pulang ya " Kata Serkan mengalah.


Sifa mengangguk malu.


Camelia pun makan dibantu oleh gadis itu.


Serkan menjadi tak fokus,lelaki itu terpana melihat kelembutan Sifa mengurus ibunya,bahkan gadis itu tak ragu membantu membersihkan piring rumah yang masih menumpuk diwastafel.


" Aku mikir apa sih ?" Gumam Serkan menggelengkan kepalanya lagi.


Karna takut Hati nya berbelok Serkan berinisiatif menghubungi sang pacar.


" Histi lagi ngapain ya ?" Gumam Serkan menebak.


Pria itu menunggu panggilan tersambung hingga wajah seorang gadis memenuhi layar.


" Hayy " sapa gadis itu ceria.


" Hay " Sapa Serkan kaget.


" Kak Histinya ada ?" tanya Serkan.


" Hm Kak Histi lagi main game sama Papa " Jawab Salma tersenyum.


" Hah main game ?" tanya Serkan mengernyit.


" Iya tanding Ps " Jawab Salma sambil menggigit sosis.


" hm boleh lihat ?" tanya Serkan malu2.


" Gak mau lihat aku aja ?" tanya Salma tersenyum.


" Hehe kamu kan udah " Kata Serkan cengengesan.


" Hm ya udah,tunggu bentar ya " kata Salma cuek.


Serkan mengangguk,seketika hape Serkan berisik,Serkan menebak gadis itu pasti sedang lari.


Tak lama suara tembakan terdengar,wajah Salma kembali memenuhi layar.


" Hhehe masih nunggu ya ?" tanya Salma cengengesan.


" Iya " Jawab Serkan terkekeh.


Salma mengarahkan hapenya ke Histi.


Terlihat seorang gadis dan seorang pria sedang serius menatap layar dengan kedua tangan sibuk.


" Astaga " kata Serkan melotot melihat kekasihnya seperti preman pasar.


Bagaimana tidak,Histi mengangkat 2 kakinya diatas kursi,baju lewek sebelah dan sedang mengigit kantong es dari samping.


Lelaki sebelahnya tak kalah heboh,Bara mengenakan kolor ijo kaki diangkat sebelah dan mulut penuh kacang.


" Ehh ngapain disitu minggir " kata Histi mengusir adiknya yang sibuk mengarahkan ponsel kearah mereka.


" Ini pacar Kakak nelfon " kata Salma kesal.


" hah " pekik Histi melotot.


" Siapa ?" tanya Bara heran.


" Kak Serkan,nih mukanya " Kata Salma menunjukkan gambar Serkan dilayar dengan wajah syok.


" Astaga " Pekik Histi terbelalak dan langsung meloncat kaget.


" Astagfirullah " Ucap Serkan mengusap wajahnya melihat penampilan Histi yang sangat urakan.


" Lagi lagi ye doorrr tembakkkkk,yeyyyyyy menang " pekik Bara tak perduli anaknya sudah melesat kabur kekamar.


Bara berjoget ria diatas kursi,Salma pun ikut berjoget membuat hape Serkan sangat berisik.


Tut.


Panggilan dimatikan oleh Lelaki itu.


" Ya Tuhan,apa Histi beneran jodoh hamba ?" Gumam Serkan menatap langit rumah Mamanya.

__ADS_1


❤❤❤❤


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2