
Kesehatan Romi perlahan mulai membaik,lelaki itu sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa meski masih dalam pengawasan istri dan anaknya.
Serkan kini tinggal dirumah Romi untuk sementara karna pria itu takut Yuni panikan saat tak bisa menghandle Ayahnya.
Seperti saat ini,Romi kekeh ingin berangkat bekerja,lelaki itu merasa tak ada lagi yang harus dikhawatirkan,dirinya merasa sudah sehat dan tak sakit lagi tapi sang istri menolak,wanita itu takut suami cedera.
Serkan dan Byanca yang melihat cekcok pasangan itu menggeleng pelan.
" Aku dak ***** " kata Byanca mendorong piring makannya menjauh.
" Kenapa sayang ?" tanya Serkan kaget.
Kedua adik kakak itu sedang duduk dimeja untuk menikmati sarapan pagi mereka,Byanca sudah siap dengan seragam merah putih sedangkan Serkan sudah tampan dengan kemeja biru dan celana bahan.
" Kepala aku sakit Kak " Kata Byanca ingin menangis.
" Byanca pusing ?" Tanya Serkan khawatir.
" Tadi ngak,sekarang pusing dengan ibu sama Ayah bertengkar " jawab Byanca berkaca kaca.
Serkan menghela nafas,lelaki itu mendekati adiknya mendekap lembut gadis rapuh tersebut.
" Ayah lagi nakal makanya dimarahin ibu " kata Serkan lembut.
" Kenapa Ayah nakal,biasanya ayah gak gitu " Kata Byanca mendongak.
" Ayah cape dirumah terus,ayah mau kerja tapi ibu gak ngasih takut ayah cape di kantor " Jelas Serkan.
" yaahhh,kasihan Ayah dong Kak " kata Byanca sedih.
" Iya makanya ibu ngomel2 " Kata Serkan tersenyum.
" Nanti kalo Byan udah dewasa Byan akan kerja gantiin Ayah " kata Byanca semangat.
" Hah " kata Serkan kaget.
" Byan janji akan jadi anak yang baik,pekerja keras dan rajin menabung seperti ayah " kata Byanca mengambil jari kelingking Serkan dan menautkan ke jari mungilnya.
" Ahh sweetnya adik Kakak " kata Serkan terharu.
Keduanya saling berpelukan,Byanca memang lebih dekat kepada Serkan sekarang karna Alexi hanya bisa ia temui saat vidio call saja.
Sudah 2 bulan lelaki itu berada diluar kota,setiap bulan Alexi selalu mengirim uang bahkan mainan untuk adiknya.
Selama Romi sakit,Alexi tiap malam vidio call tapi Romi tak pernah nampak agar anak keduanya itu tidak panik.
" Ya udah sini,Kakak bantu suapin " Kata Serkan mengambil lagi piring makan anaknya.
Byanca mengangguk,gadis kecil itu pun kembali makan dibantu oleh Serkan.
Sejak tinggal dirumah ayahnya,Serkan sedikit tenang otaknya yang beberapa hari belakang memikirkan Histi kini perlahan bisa menghilang berkat kelucuan adiknya.
Serkan juga menjadi supir,kakak,sahabat untuk gadis kecil itu,keseharian Byanca menjadi kesehariannya juga bahkan Serkan rela telat datang demi mengurus sang adik karna lelaki itu tau Ibunya sudah sibuk mengurusi Romi yang akhir2 ini sering membuat wanita itu kesal.
Keduanya sudah siap berangkat,seperti biasa Byanca selalu menyalami orang tuanya kemana pun ia pergi.
Gadis itu membuka pintu kamar dan mendapati ayahnya sedang dijambak oleh sang ibu.
__ADS_1
Romi yang sedang duduk didepan cermin terkejut dengan wajah kaget anak2nya.
" Kenapa sayang ?" Tanya Romi kepada Byanca seraya melirik Serkan yang sudah senyam senyum sendiri.
" Ayah lagi disalon sama ibu ya ?" Tanya Byanca polos.
" Hehe iya,tapi dipaksa " Cicit Romi pelan.
Yuni melototkan matanya mendengar jawaban lelaki itu.
Serkan berjalan keluar tak sanggup melihat pasangan tersebut.
" Waahhh,Byan juga mau nyalonin ayah " kata Byanca semangat.
" Ehhh jangan " pekik Romi terbelalak.
" Kenapa ?" tanya Byanca sedih.
" Sama emaknya aja gue dibejek,apalagi nih bocah ikut bisa botak gue " Batin Romi merinding.
" Hm,gak usah sayang,Byan kan mau sekolah " Kata Romi mencari alasan.
" Oh iya juga ya,em gimana kalo ntar kalo Byan udah pulang sekolah " Kata Byanca memainkan alisnya.
Glekk...
Romi menelan ludah kasar,anak gadisnya memang baik tapi jika untuk masalah potong memotong rasanya Romi sedikit tak percaya.
" Hehe iya " kata Romi cengengesan.
Yuni terkekeh pelan melihat wajah kicep suaminya,lelaki yang dari tadi membuatnya darah tinggi kini langsung tak berdaya didepan putrinya sendiri.
Byanca melambaikan tangannya seraya menggendong tas yang cukup besar berisi buku dan baju ganti untuk gadis itu les.
Setelah sang anak pergi,Yuni kembali tersenyum melihat suaminya diam.
" Ayok " kata Yuni semangat.
" dikit aja Yank,nanti aku kesalon " Kata Romi merinding.
" Ck,diem aja napa " Kata Yuni berdecak.
Romi langsung menutup rapat mulutnya,pria itu teringat akan perkataan bos besarnya yang mengatakan bahwa perempuan akan sangat berkuasa jika mereka telah memiliki hati kita seutuhnya.
Dan hari ini Romi ikut menjadi korban kebucinan cintanya tersebut.
Lelaki itu terlihat pasrah saat helai rambutnya melambaikan tangan dan teronggok di lantai.
Ditempat lain,seorang perempuan sibuk didapur.
Hari ini Camelia berencana akan datang berkunjung kerumah Romi,ntah ada angin apa tiba2 wanita itu merindukan Byanca.
Satu minggu bersama gadis kecil itu merubah pandangan Camelia kepada Romi dan Yuni apalagi anaknya Serkan.
Wanita itu mulai ingin memperbaiki diri,bukan karna apa Camelia pikir rasa dendam tak akan membuatnya puas,Camelia sudah cukup melihat Romi hampir mati didepan matanya.
meski rasa benci belum sepenuhnya hilang tapi Camelia mencoba mengalihkan perasaannya saat kedatangan Byanca yang memberi banyak manfaat.
__ADS_1
Gadis kecil itu benar2 ajaib,selain ia membawa berkah bagi keluarganya,gadis itu juga mampu memadamkan api kebencian Camelia kepada orang tuanya.
Bukan hanya Camelia yang terkena imbas,Serkan pun kecipratan berkah dengan perubahan Mamanya.
Wanita itu kini mulai sering menghubungi Serkan,mengirimkan makanan ke tempat kerja meski tak langsung menampakkan wajah karna Camelia merasa malu dengan lelaki itu..
" Semoga Byanca suka sama masakan aku " Gumam Camelia tersenyum.
Perempuan paru baya itu pun kembali melanjutkan acara masaknya.
Saat siang hari,Camelia menelfon Serkan,wanita itu tak berani langsung masuk kerumah mantan suaminya meski sang anak ada disana.
" Mama diluar " Ucap Camelia dari balik pagar.
" Iya,masuk aja dulu Ma,aku lagi kerja bentar lagi istirahat " Balas Serkan.
" Mama malu " kata Camelia tak enak.
" Gak papa,ada Ibu dan Ayah dirumah nanti sekalian aku jemput Byanca " Kata Serkan menenangkan.
" Baiklah,cepat datang ya " Kata Camelia tegas.
" Iya " Jawab Serkan terkekeh.
Tut.
Panggilan terputus,Camelia menarik nafas dalam2 melihat kearah rumah minimalis dengan nuasa klasik tersebut.
Wanita itu pun membuka pagar dan masuk kedalam.
Saat didepan pintu,wanita itu ingin mengetuk tapi pintu tiba2 terbuka.
Deg...
Keduanya saling bertatapan..
" Mel " Gumam Romi terbelalak melihat ibu anaknya didepan pintu.
Sama halnya dengan Romi,Camelia pun terkaget kaget..
" Masss,mau buah gak ?" Pekik Yuni dari dalam rumah.
Deg...
Keduanya langsung tersadar,Camelia menunduk dihadapan lelaki itu apalagi Camelia melihat mantan kekasihnya terlihat tampan dan muda dengan rambut tatanan anak jaman now.
" Ayo masuk " Ajak Romi berusaha tenang.
" Hm " jawab Camelia canggung.
Lelaki itu pun membuka lebar pintu rumahnya,saat Camelia masuk kedalam wanita itu pun berpapasan langsung dengan Yuni yang memegang buah dipiring seraya tersenyum bahagia.
Deg...
Keduanya sama2 terdiam,Senyum diwajah Yuni menghilang seketika melihat wajah perempuan yang selama ini mengusik anak dan pernikahannya..
❤❤❤❤
__ADS_1
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.