
Pagi2 sekali Histi sudah harus balik lagi ke kostan nya karna banyak barang gadis itu disana.
Bara meminta anaknya untuk pulang kerumah mengingat Juna sakit harus selalu diperhatikan.
Sampai sekarang Zaiva belum tau sakit anaknya,Juna terlihat biasa didepan wanita itu meski ia harus menahan sakit dikepalanya.
Bara khawatir jika Juna berada dipengawasan Zaiva wanita itu akan tau bahwa anak bujangnya sedang tak baik2 saja.
Membahayakan memang tapi Bara ingin menjaga kondisi istrinya yang suka drop jika mendengar kabar mengejutkan apalagi Juna selama ini jauh dari pantauan,Bara tidak ingin anaknya berhenti sekolah apalagi sudah dikelas akhir.
Hari ini Histi harus meninggalkan tempat dirinya menyendiri itu untuk waktu yang lama.
Sesampainya disana,gadis itu mengernyit melihat sebuah kotak didepan pintu kost.
Histi mendekat dan mengambil kotak itu dengan hati2
" Itu apa Kak ?" tanya Juna yang menemani gadis itu berkemas.
" Gak tau " Jawab Histi menyelisik.
" Jangan dipegang Kak,nanti bom " Kata Juna melepar kotak itu menjauh.
Histi terkejut dan melihat kotak berbungkus hitam pekat itu teronggok ditanah.
Keduanya sama2 diam,Histi mendekat lagi tapi Juna menarik tangan wanita itu mundur.
" Jangan,emang Kakak ada pesan paket ?" tanya Juna.
" Gak ada sih,tapi gak ada salahnya kita lihat isinya bukan,takutnya nanti nyelakain orang lain " Jawab Histi tenang.
" Tapi Kak...
" Udah tenang aja " kata Histi pelan.
Juna mengangguk dan mendekati paket itu bersama Kakaknya.
Keduanya pun langsung membuka bungkusan.
Histi mengernyit didalam kotak masih berisi kotak lagi berwarna pink muda.
" Ini apa ya ?" Gumam Histi penasaran.
" Buka aja Kak,kayaknya aman " Kata Juna ikut penasaran.
" Tapi nanti ini punya orang lain " Kata Histi ragu.
" Gak,mana ada orang lain kan cuma Kakak yang ngontrak disini " Kata Juna melihat sekitar.
Histi mengangguk,memang teman kontrakannya pada pulang kampung semua waktu pulang kemarin.
Karna penasaran akut,Histi pun memberanikan diri membuka kotak tersebut.
" Wahh jam " Kata Juna mengambil jam tangan hitam disana.
Histi masih membuka kotak,terlihat disana juga terdapat sebuah kalung emas membuat gadis itu terbelalak.
" Juna " Panggil Histi menepuk kaki adiknya.
" Kenapa Kak ?" tanya Juna menunduk.
" Wahhh kalung " kata Juna kaget.
__ADS_1
" Iya,kayaknya ini beneran emas deh Kak " Kata Juna menyelisik.
" Coba gigit " Kata Histi penasaran.
" Ogah,ntar gigi aku patah lagi " Tolak Juna.
" Cek doang emas apa bukan " Kata Histi gemas.
Juna terkekeh,pria itu pun menggigit rantai emas dengan kuat.
" Kayaknya iya Kak " Kata Juna serius.
" Siapa yang naruh kalung emas disini ?" Gumam Histi bingung.
Gadis itu membongkar kotak dan menemukan secarik kertas berwarna senada dengan kotak.
Histi membalik kertas tersebut dan terdiam melihat tulisan yang sangat ia kenali.
" Selamat atas selesainya magang mu gadis nakal,saya harap ilmu yang saya berikan bisa membuat mu semakin pintar,jadilah gadis yang kuat dan ceria,semoga kesuksesan dapat kamu raih dengan mudah.
Maaf saya tidak bisa memberi nilai 10 semua karna kamu sering membuat saya jengkel hehe.
Senang berkenalan dengan mu dan sampai jumpa
Ini kenang2an dari saya harap diterima.
^^^Serkan^^^
Histi terdiam membaca surat itu dalam hati,tak terasa air matanya tumpah membaca satu kata yang menyiratkan banyak luka yaitu
" Sampai jumpa "
Gadis itu menutup wajah dan menangis sejadi jadinya,hati Histi sangat hancur gadis itu belum siap berpisah dengan lelaki yang telah mengajarinya banyak hal,bukan hanya cinta,tapi tanggung jawab,kerelaan dan kerja keras.
" Hiks hiks Dokter huhu " Histi semakin menangis memeluk surat kecil itu.
Sungguh ia tak menyangka dirinya telah jatuh kedalam api yang ia buat sendiri.
Histi pikir jika ia berhasil membuat Serkan jatuh hati ia akan dengan mudah melepaskan lelaki itu tapi yang terjadi malah sebaliknya.
Histi yang terpanggang dengan permainannya.
" Ada apa Kak ?" Tanya Juna begitu khawatir.
Histi memeluk adiknya menumpahkan rasa sesak yang luar biasa dihati gadis malang itu.
Juna yang tak tau terlihat kebingungan tapi lelaki itu tak bisa memaksa Kakaknya harus cerita.
Beberapa menit kemudian,Histi masih terisak tapi gadis itu berusaha tabah dengan nasibnya yang tak bagus.
" Ayo kita bersihkan tempat ini dan pulang " Ajak Histi berdiri.
Juna mengangguk pelan.
Keduanya pun langsung bergerak cepat.
Histi tak tau kapan paket itu mendarat,1 yang Histi sesali,ia tak bertemu Serkan diakhir cerita mereka,karna Histi tau kesempatan untuk bertemu lagi sangatlah kecil kemungkinan.
Setelah semua selesai terangkut,Histi pun pulang kerumah orang tuanya.
Selama diperjalan,Histi diam tanpa suara.
__ADS_1
Gadis itu memakai barang pemberian lelaki yang sudah menghancurkan hatinya tersebut.
Juna tak mengeluarkan suara karna tau Kakaknya sedang tidak mood.
Sesampainya dirumah,Histi langsung masuk berlari memasuki kamarnya bahkan gadis itu tak mengucap salam apapun kepada Zaiva yang menunggu diluar.
Juna mengeluarkan barang2 Kakaknya dalam mobil mendekati wanita itu.
" Kakak kamu kenapa ?" tanya Zaiva bingung.
" Gak tau Ma " jawab Juna sopan.
" Barang2nya udah dibawa semua ?" tanya Zaiva.
" Udah " jawab Juna mengangguk
" Ya sudah,ayo masuk kedalam Mama bikinin puding buah buat kalian " Kata Zaiva merangkul bahu anaknya.
Juna mengangguk,ibu dan anak itu pun memasuki rumah mereka.
Dikamar Histi kembali menangis,gadis itu terlihat sangat galau.
Histi mengambil hapenya mencoba menghubungi Serkan.
" Tutttt....
Panggilan tersambung tapi belum diangkat.
Histi masih menunggu dengan menggigit bibirnya getir.
Gadis itu ingin bicara dengan Serkan,Histi ingin mencurahkan seluruh hatinya kepada pria itu.
" Ayo Dok diangkat dong " Kata Histi tak tenang.
" Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi,coba lah beberapa saat lagi " Ucap Costumer service yang menandakan bahwa lelaki itu tidak mengangkat panggilan.
" Ahh,Serkan kemana ?!" kata Histi kesal.
Gadis itu mencoba lagi,tapi tetap tak mendapat jawaban.
" Huaaaa Dokterrrrr " Teriak Histi menangis kesal.
Ditempat lain,seorang pria menghela nafas panjang melihat hapenya tak lagi berbunyi.
Serkan menyenderkan dirinya dikursi kebesaran seraya melepas kaca matanya ke meja.
Kepala Serkan tiba2 pusing saat gadis yang ingin ia lupakan itu menelfon dirinya.
" Pasti dia sudah menerima paket dari ku " Gumam Serkan mengusap wajahnya.
Serkan dari tadi sedang menulis laporan yang akan ia kumpulkan kepada pengurus rumah sakit.
Tapi pria itu tidak konsen lagi lantaran bayang2 Histi menghantui dirinya.
" Tenang Serkan,ini hanya tentang waktu dan kau tidak mungkin lemah hanya karna gadis ingusan itu " Gumam Serkan menenangkan dirinya.
Sejak anak magang keluar,ruangan Serkan menjadi sangat sunyi,semua kembali seperti semula,tidak ada suara,tidak ada urat yang menimbul dan tidak ada yang membuatnya tersenyum.
" Akkhhh sialll,kenapa aku terus memikirkan Putri !" umpat Serkan melempar penanya kesal.
Pria itu terlihat frustasi,baru sehari tak bertemu Serkan sudah merindukan tingkah ajaib gadis itu.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.