
Hubungan Salsa dengan Yuni kembali akur,keduanya saling terbuka menceritakan kejadian yang mereka alami.
Mendengar penjelasan Yuni membuat Salsa paham kenapa Alexi tak menghiraukan dirinya.
Meski merasa sakit hati tapi gadis itu mencoba menerima apalagi Salsa mulai tau bagaimana keluarga itu berjalan.
" Jadi Ayah juga sedang ketir ?" Tanya Salsa khawatir.
" Iya,Ayah kamu juga seperti buronan,dia disuruh mencari Samuel " Jawab Yuni menghela nafas.
" Ya Tuhan,bearti Ayah dalam bahaya Bu " Kata Salsa takut.
" Iya,makanya gak bisa kesini,Ayah harus berjaga jaga " Balas Yuni.
" Iya Bu gak papa " Balas Salsa paham.
" Winda itu udah Ibu anggap seperti anak sendiri,begitupun Alexi yang menganggap Winda sebagai saudarinya,jadi wajar jika Alexi begitu perduli " Ujar Yuni memberi pengertian.
" aku hanya marah karna Alexi jarang menghubungi ku Bu,dia meminta aku mengerti tapi dia sendiri tak melakukan hal yang sama !" kata Salsa kesal.
Alexi diam saja menikmati makanannya dengan wajah tertunduk.
Pria itu mendengar kata demi kata dari mulut Salsa yang begitu menyindir dirinya.
" Alexi " Panggil Yuni dengan nada berat.
" Iya Bu,aku minta maaf " kata Alexi menunduk.
" Minta maaf itu sama Salsa bukan sama Ibu !" Kata Yuni kesal.
" iya nanti " Balas Alexi.
" Ehhh " pekik Yuni melotot.
Salsa bersedekap dada,ia masih sangat kesal dan kecewa kepada lelaki itu saat ini.
" Nanti aku bicara 4 mata sama dia " Kata Alexi takut2.
" Awas kamu ya !" Kata Yuni dengan manik tajam.
Pria tampan itu mengangguk lemah.
Alexi melirik Salsa tapi naas gadis itu malah membuang muka.
" Apes dah " Batin Alexi pasrah.
Kini Alexi memetik karmanya dengan sangat apik,dulu Salsa dibawah kendalinya kini wanita itu begitu berkuasa apalagi Salsa punya the king yang sangat kuat membuat Alexi tercekik.
Disebelah Alexi,Byanca makan dengan lahap.
Gadis itu begitu bersemangat tinggal diluar negeri.
Setiap hari Byanca akan menelfon Ayah nya tanpa kenal waktu.
Byanca akan mengadukan aktifitas apa saja yang ia lakukan.
Gadis itu benar2 aktif membuat Yuni kadang kewalahan.
Dirumah Sindi,Samuel mulai sehat seperti biasa.
meski masih belum diperbolehkan keluar rumah tapi Samuel tak lemah semangat.
Bermodal bakat otomotif yang ia miliki,Samuel membuat suatu kerajinan dirumah dari alat2 yang ia minta Malvin belikan di toko.
Pria itu mulai turun lapangan membantu Malvin mencari nafkah.
Samuel terlihat begitu sibuk,Winda yang memperhatikan Samuel 24 jam merasa begitu takjub.
" Sam " Panggil Winda mendekat.
Samuel yang sedang berkutat dengan alatnya mendongak melihat Winda.
" Kenapa ?" tanya Samuel cuek.
__ADS_1
" Udah waktu ya makan siang " Jawab Winda.
" Aku masih sibuk " Jawab Samuel.
" Inget kata Dokter,kita gak boleh telat makan " Balas Winda tenang.
Samuel terdiam,Dokter sudah 2x menegur dirinya soal telat makan karna itu akan berpengaruh kepada kesehatan mereka.
" Mau makan disini atau didalam ?" tanya Winda.
" Bawa kesini aja " Balas Samuel.
" Ya udah,cuci tangan ya " kata Winda tersenyum.
Samuel diam dan kembali berkutat.
Winda berjalan kedapur mengambil makanan untuk lelaki itu.
Dari kejauhan mobil Malvin mendekat.
Pria itu turun bersama anak lelakinya yang baru pulang sekolah.
" Sam apa kabar ?" tanya Malvin hangat.
" Baik Om " jawab Samuel tenang.
" Wahhh Kakak bikin apa ?" tanya Doni mengintip.
Samuel menunjukkan karya yang akan ia buat.
" Perhiasan ?" Tanya Malvin mengernyit.
" Iya,untuk Winda nanti " Jawab Samuel.
Deg...
Malvin tersentak kaget.
Ia kembali teringat akan perjanjian yang dibuat Samuel kepadanya tempo hari.
" Om gak terima ?" Tanya Samuel.
" hah bukannya gitu tapi kan biasanya...
" ini hanya sebagai hadiah,aku tetap memberinya perhiasan sungguhan " Potong Samuel.
" Baiklah,terserah kau saja " Kata Malvin pasrah.
" Om tidak berencana akan melupakan janji kita bukan ?" Tanya Samuel penuh selidik
" Tidak,saya tidak pernah mengingkari janji " Balas Malvin serius.
" Bagus lah " Balas Samuel mangut2.
" Lalu kapan kau mau ?" tanya Malvin.
" Aku belum siap sekarang " Jawab Samuel.
" Terus ?" tanya Malvin mengernyit.
" Aku akan menikahinya jika aku sudah siap " Jawab Samuel.
" Apa " Kata Malvin terkejut.
" Dan Winda harus menunggu sampai waktu itu tiba,dia tidak boleh bersama siapapun meski pria itu menganjaknya menikah !" kata Samuel tegas.
" Sam " Panggil Malvin nanar.
" Aku tidak sedang bercanda Om " Kata Samuel tajam.
" Apa kau ada masalah dengan Winda ?" Tanya Malvin.
" Itu urusan ku dengannya " Jawab Samuel.
__ADS_1
Deg...
Malvin tersentak,lelaki itu merasa ada yang direncanakan oleh Samuel.
Malvin merasa permintaan Samuel cukup gila,bagaimana tidak ia ingin Winda menjadi istrinya tapi lelaki itu belum ada niatan untuk menikah.
" Winda harus menunggu berapa lama ? dan sampai kapan aku harus menutupi ini semua dari anak ku ?" Batin Malvin frustasi.
Sampai kini Winda masih belum tau apapun kesepakatan yang dilakukan Malvin dan Samuel.
Gadis itu menganggap Samuel penyelamat hidupnya dan Winda berjanji akan bersikap baik.
Tak lama Winda datang dengan nampan berisi makanan dan air putih disana.
" Papa " Panggil Winda tersenyum cerah.
" Hay Sayang,apa kabar ?" tanya Malvin lembut.
" Baik Pa,Papa udah makan ?" tanya Winda ceria.
" Belum,Papa mau makan direstoran tempat Mama mu kerja sama Doni " Jawab Malvin.
" Kenapa jauh2 kesana ?" tanya Winda heran
" Biar bisa rasain makanan Mama kamu hehe,nanti pasti Papa dikasih lebih " Jawab Malvin terkekeh.
" Haha Papa modus " Kata Winda tertawa.
" Iya,Papa harus curi2 waktu buat pacaran sama Mama " Kata Malvin mengakui.
Winda tersenyum mengangguk,gadis itu merasa sangat bersyukur hubungan orang tuanya membaik seperti sedia kala,tidak seperti sebelumnya yang berperang dingin bahkan sampai melayangkan surat gugatan cerai.
Samuel duduk dikursi mulai menikmati makanan hambar yang dibuat Winda untuknya.
Samuel tak bisa protes,dirinya harus mengikuti peraturan jika ingin umur panjang.
" Udah siap Pa,ayo berangkat " Ucap Doni keluar rumah dengan pakaian santai
" Oke,kita berangkat dulu ya " kata Malvin pamit
" Hati2 Pa " Balas Winda melambaikan tangan.
Malvin dan Doni menaiki mobil melesat keluar pekarangan.
Winda berbalik badan terdiam melihat Samuel makan dengan tenang.
" Apa sayurnya pahit ?" tanya Winda basa basi.
" Hm " Jawab Samuel terus makan.
" Iya hari ini kita jadwalnya makan itu " Balas Winda menghela nafas.
Samuel hanya diam tak menyahut.
" Kau bisa menggunakan internet ?" tanya Samuel.
" Hah bisa,aku rasa semua orang bisa menggunakan internet " Jawab Winda.
" Oke,jual barang2 yang aku buat " Kata Samuel tenang.
" Apa !" Pekik Winda syok.
" Apa ini laku ?" Tanya Winda melihat hasil lelaki itu.
" Belum aku cat,Papa mu kehabisan uang " Jawab Samuel.
" Kau butuh uang ?" Tanya Winda.
" Iya butuh uang dan kamu " jawab Samuel mendongak.
Deg...
Manik keduanya bertemu saling bertatapan.
__ADS_1
❤❤❤❤
Hay guys jangan lupa Vote,like,coment dong😭😭😭