Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
319


__ADS_3

Salsa menahan wajah Alexi dengan tangannya,Alexi yang sudah bersiap seketika buyar.


Salsa barusaha bangun merapikan rambut serta bajunya.


Plaakkkk...


Alexi langsung mendapat tabokan dari handuk Salsa,gadis itu terlihat kesal.


Alexi yang tak bisa mengelak pun menutupi tubuhnya dengan tangan.


" Ampun2 Sa " pekik Alexi kesakitan.


" Kurang ajar kamu ya,sini kamu " Pekik Salsa masih menabok Alexi.


" Aduh2 sakit Saaa,kamu Kdrt " pekik Alexi mencoba menahan handuk gadis itu.


" Kdrt pala mu,nikah aja kaga " Ucap Salsa semakin emosi.


Alexi kelabakan sendiri,pria itu pun bangun dan langsung berlari keluar.


" Sini kamu Lex " Teriak Salsa masih mengejar Alexi.


Brakkkkk....


Pintu tertutup dari luar,Alexi menahan pintu sekuat tenaga agar Salsa tak bisa membuka dan menggebuki dirinya lagi.


" Alexiii bukaaaaa " Teriak Salsa dari dalam kamar.


" Gak mau " Jawab Alexi ikut berteriak.


" Sini kamu kalo berani,jangan jadi bencong " Teriak Salsa menggedor pintu.


Alexi terlihat kesal dikatai bencong tapi pria itu tetap tak mau membuka pintu karna jika ia melakukannya maka habis dirinya dihajar Salsa malam ini.


Salsa didalam kamar sudah kelelahan meneriaki lelaki itu,dadanya masih naik turun menahan emosi yang meledak2.


" huh kalo tadi aku gak tahan tuh muka,pasti udah diraup nih bibir " Gumam Salsa pelan.


Hening...


Kedua anak manusia itu terlihat sama2 lelah,Alexi menghela nafas lega mendengar tak ada lagi suara Salsa.


" Dia masih didepan pintu gak ya ?" gumam Alexi pelan.


Pria itu pun membuka pintu perlahan dan mengintip kedalam.


" Alamak " pekik Alexi kaget melihat Salsa masih didepan pintu berkacak pinggang melihatnya.


Salsa menggeratak garang dan


Brakkkkkk....


Pintu kembali tertutup rapat,Alexi langsung melesat kabur tak berani lagi mengganggu perempuan macan itu.


Salsa yang melihat Alexi kaget langsung mengulum senyum,dirinya merasa sangat lucu tapi Salsa malas untuk tertawa karna moodnya masih berantakan.


" Ahh udah lah,mending aku mandi aja " Gumam Salsa berbalik badan mengambil lagi handuk diranjang.


Didapur,Alexi minum sangat banyak pria itu merasa sangat haus setelah menjahili Salsa habis2an.


" Untung aku gak kebablasan,coba tadi kalo kena uhh bakal diusir aku dari sini " gumam Alexi menggeleng pelan.


" Tapi kenapa aku nahan dia ya tadi,tatapan matanya masih membuat aku gak berdaya " Lanjut Alexi bingung.


Pria itu tak menyadari apa yang ia perbuat,niat hati mau menarik handuk Salsa saja tapi apa daya gadis itu malah jatuh dan menimpa dirinya.


Tubuh hangat Salsa terasa nyaman ditubuh Alexi yang mana membuat lelaki itu kehilangan akal sejenak.


" Hah aku mikirin apaan sih " Kata Alexi menabok kepalanya pelan.


Pria itu kembali minum dan keluar dari dapur..


Malam semakin larut,Alexi dan Salsa duduk diruang tamu dalam keadaan hening.

__ADS_1


Alexi berbaring sedangkan Salsa fokus menghadap laptop.


" Kamu gak ngantuk ?" tanya Alexi melihat Salsa begitu serius .


" Gak " Jawab Salsa tanpa menoleh.


" Aku ngantuk " Ucap Alexi menguap lebar.


" Tidur " Balas Salsa cuek.


" Sama kamu " Lanjut Alexi.


" ogah " Jawab Salsa.


Alexi mengulum senyum dan mentoel kepala belakang gadis itu.


" Haisttt jangan ganggu napa Lex aku lagi bikin tugas !" Kata Salsa kesal.


" Iya2 " Balas Alexi malas.


Hening...


Keduanya kembali diam,Alexi mengambil hapenya dan kaget melihat pesan disana.


Pria itu mulai sibuk membalas pesan yang beberapa saat lalu masuk.


Hampir 1 jam diam,Salsa merenggangkan otot2 tubuhnya yang terasa keram.


" Hoaam " Gumam Salsa menguap lebar.


Gadis itu berbalik badan dan terdiam melihat Alexi sibuk mengetik sesuatu diponselnya.


Salsa terus melihat gerak gerik dan mimik wajah Alexi.


" Dia sangat berbeda " Batin Salsa tersenyum kecil.


" Dulu Alexi sangat cuek bahkan duduk berdekatan seperti ini sangat sulit didapatkan,tapi sekarang dia yang berinisiatif untuk dekat dengan aku,menemui aku,kenapa baru sekarang terjadi ? kenapa tidak dari dulu saat masih menikah kami seperti ini ?" Batin Salsa berkecamuk.


" Apakah aku masih mencintainya ? melihat Alexi kesusahan dan sakit kenapa aku tidak rela ? apakah ini hanya rasa kasihan saja atau memang aku yang tak bisa lepas dari dia ?" Lanjut Salsa bingung.


Gadis itu terlihat melamun dengan mata sayu menatap Alexi.


" Woi Sa,kamu kenapa ?" Tanya Alexi merinding.


" Hah ya iya kenapa ?" Tanya Salsa kelabakan.


" Kamu melamun ?" tanya Alexi mengernyit.


" Hah gak " Jawab Salsa mengusap wajahnya.


Alexi diam dan kembali melihat hapenya.


" Ada apa ? apa terjadi sesuatu ?" Tanya Salsa kepo.


" Hm,Winda masuk rumah sakit " Jawab Alexi.


" Winda,siapa ?" tanya Salsa bingung.


Alexi diam,Salsa pun ikut diam melihat wajah Alexi tak tenang.


" Lex " Panggil Salsa.


" Bentar Sa " kata Alexi kembali berjalan menjauh.


Salsa terdiam,gadis itu menatap Alexi nanar.


Didapur Alexi terlihat sangat tegang bagaimana tidak,dirinya baru mengetahui bahwa sang sahabat punya sakit ginjal dan kini sedang membutuhkan donor.


" Ya Tuhan bagaimana ini ?" Gumam Alexi berkaca kaca.


Alexi mendapat info dari Yuni bahwa pagi tadi Winda ditemukan pingsan oleh pelanggan konter saat akan mengisi pulsa.


Alexi merasa sangat berdosa tak bisa berada disamping gadis itu.

__ADS_1


" Ya Tuhan,aku mohoh selamatkan Winda " Ucap Alexi sudah menitikkan air mata.


Pria itu berusaha terus mencari info tapi Yuni lama membalas pesan jadi Alexi meminta temannya untuk pergi kerumah sakit.


Disebuah ruangan seorang gadis terbaring lemah dengan beberapa alat bantu pernafasan.


wajah yang biasanya merah merono kini pucat tak berwarna.


Semua keluarga gadis itu sangat syok mengetahui gadis ceria itu ternyata menyimpan duka.


Disamping brangkar Winda seorang pria terlihat begitu putus asa menatap wajah cantik anak gadisnya yang tergolek tak berdaya.


" Tenang lah " Ucap Romi menepuk bahu Malvin pelan.


Malvin menghela nafas mengangguk.


" Dia gadis yang ceria Bang " Ucap Malvin bergetar.


" Ya aku tau " Kata Romi ikut sedih.


Malvin memejamkan matanya dan melihat kearah Romi.


" Sindi mana ?" tanya Malvin.


" Masih sama Yuni,adik Winda aku bawa pulang ada Mama dirumah yang bakal rawat bareng Byanca " Jawab Romi.


Malvin mengangguk paham dan berjalan menjauh.


Romi menatap lelaki itu nanar,baru kali ini Romi melihat Malvin begitu lemah.


Biasanya Malvin tak pernah menunjukkan kesedihannya didepan orang lain walaupun masalah keluarganya tak pernah selesai.


Romi mendekati Winda dan mengusap kepala gadis itu lembut.


" Ayah yakin kamu kuat sayang,kami semua menyayangi kamu,Ayah janji bakal menemukan ginjal yang tepat untuk kamu " Ucap Romi serius.


Ntah mengapa melihat Winda sakit seperti sekarang membuat hati dingin lelaki itu tergores.


Romi tau apa yang dirasakan oleh Malvin saat ini,karna ia pun merasakannya saat Byanca terluka.


Romi berjalan keluar dan membiarkan gadis penuh semangat itu tertidur lelap.


Diluar ruangan,Yuni menatap suaminya yang baru keluar.


" Sindi tidur ?" tanya Romi pelan.


" Iya Mas,dia kayaknya kelelahan banget,tadi diperiksa suster dan tensinya turun "Balas Yuni.


" Malvin mana ?" Tanya Romi lagi.


" Dia keluar ntah kemana " Jawab Yuni nanar.


" Biarin aja,Malvin butuh tempat untuk berpikir jernih " balas Romi menghela nafas.


Yuni mengangguk.


Pasangan itu pun sepakat memesankan satu kamar untuk Sindi istirahat.


Dirumah Yuni,seorang bocah kecil menangis meminta ibunya kembali.


Rena dan Tito berusaha mendiamkan bocah malang itu.


" Mama huhuhu Mamaaa " Rengek bocah bernama Doni tersebut.


" Iya sayang sabar ya,Mama kamu lagi dirumah sakit " Ucap Rena lembut seraya menggendong bocah itu.


" Ya ampun Ma,badannya panas " Kata Tito meraba kening Doni sambil membawa botol susu.


" Gimana ini Pa,dia nangis terus,kalo dibawa kerumah sakit bakal tambah sakit nih anak,Sindi juga drop kata Yuni " Ucap Rena bingung.


Tito mengambil alih bocah itu dan membawa keluar untuk ditenangkan.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2