Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
BAB Sembilan Tujuh "TSJC"


__ADS_3

Disaat semua orang sibuk makan-makan, Romi pun perlahan-lahan muncul dan Riko menatapnya sinis.


"Darimana aja lo?" ketus Riko membuat semua orang menatap kearah Romi.


"Ternyata dari tadi lo ngga ada disini, kok gue ngga sadar yah." ucap Anton bingung.


"Gimana lo mau sadar, kalau dari tadi lo makan mulu." ketus Arman.


"Dari mana Rom?" tanya papa Indra.


"Dari toilet om." ucap Romi lalu duduk di kursi kosong samping Silfa.


"Dari toilet? atau sembunyi?." ketus Riko lagi.


"Apaan sih Lo Rik, dari toilet lah." ucap Romi membela dirinya.


Romi pun mencoba mengambil makanan kepiringnya dengan hati-hati.


"Kamu kapan nikah Rom?" tanya papa Indra lagi membuat Romi terkejut dan hampir membuat sup yang dia sendok hampir tumpah, tapi Silfa langsung menahan tangan Romi.


"Hati-hati Rom." ucap Silfa dan Romi hanya tersenyum canggung.


"Kok om tiba-tiba nanya gitu sih." ucap Romi canggung.


"Loh,, emangnya salah yah kalau om nanya itu, kamu kan seumuran dengan Riko, masa kamu belum memikirkan pernikahan sih, sementara Riko sebentar lagi akan menjadi seorang ayah." ucap papa Indra lagi membuat Silfa terkejut.


"Citra hamil?" tanya Silfa dan Citra hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Silfa.


"Iya kak, dan sekarang udah jalan 3 bulan." jelas Citra.


"Wah selamat yah pak Riko, Citra." ucap Silfa lagi dan Citra hanya tersenyum.


"Om, kok yang ditanya tentang pernikahan hanya Romi, kok aku ngga. kan aku juga seumuran dengan Riko om." protes Anton.

__ADS_1


"Iya om aku juga." ucap Arman lagi.


"Kalian berdua beda, kalian itu masih jomblo, terus kuliah kalian aja belum selesai, masa langsung mikirin nikah, selesain kuliah kalian dulu, setelah itu kerja, habis itu nikah." jelas om Indra membuat Anton dan Arman KO tidak mampu untuk berkata-kata.


"Om, aku juga sama dengan mereka, aku juga Jomblo, terus aku mau nikah sama siapa?" ucap Romi bingung.


"Loh bukannya kamu sama Silfa pacaran yah." ucap papa Indra tiba-tiba membuat Silfa tersedak, sementara Riko tersenyum mendengar perkataan papanya.


Saat Silfa tersedak, Romi dengan sigap memberikan air minum kepada Silfa sambil menepuk punggung Silfa.


"Tuh kan, sikap kalian berdua aja menunjukkan kalau kalian berdua itu sebenarnya saling suka, kenapa kalian ngga nikah aja." ucap mama Ayu lagi.


"Tante nih ngomong apa sih, kita belum sampai ketahap itu kok." ucap Romi lagi.


"Terus ,sekarang udah sampai tahap mana?" tanya mama Ayu lagi dan Romi hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan Mama Ayu.


"Ya ampun Romi, Romi, Kamu itu jadi laki-laki harus gantel, harus berani. Kalau memang suka diungkapin perasaannya, bukannya di pendam. Gimana kalau sampai ada laki-laki yang lebih dulu ngerebut Silfa, nanti nyesel loh" ucap Mama Ayu membuat Romi dan Silfa terdiam.


"Bener tuh tante, aku misalnya, yang ngerebut Silfa." celetuk Arman dan langsung di tatap sinis oleh Romi.


"Udah-udah, ngga usah berantem, fokus makan, nanti makanannya keburu dingin." ucap Papa Indra lalu mereka pun makan diselingi dengan obrolan-obrolan ringan.


Saat daging panggang yang ada di meja makan telah habis, sigap Citra segera menuju panggangan lalu kembali memanggang daging, Rikopun mengikuti istrinya yang sedang memanggang.


"Biar aku aja sayang." pinta Riko sambil mengambil jepitan daging yang dipegang Citra.


"Terus aku ngapain dong?" tanya Citra lagi menatap Riko dengan tatapan imut.


"Tugas kamu liatin aku terus seperti itu." ucap Riko...


"Seperti ini." ucap Citra bertingkah imut sambil mengedipkan matanya membuat Riko tersenyum dan mengangguk.


"Mmm,, aku suka." ucap Riko lalu mencubit pipi Citra dengan gemas.

__ADS_1


"Akhhh, sakit tau." keluh Citra.


"Sakit yah,, aduh maaf yah sayang.." ucap Riko sambil mengelus pipi Citra dan Citra hanya mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah sini aku obatin biar sembuh." ucap Riko lagi.


"Emang obatnya apa?" tanya Citra dan Riko langsung mengecup pipi Citra.


Citra terkejut dengan tindakan Riko membuat dia langsung salting dan melirik ke arah orang-orang dan ternyata orang tua mereka melihat mereka dan tersenyum.


Citra langsung memukul dada Riko karna malu, membuat Riko mengeluh kesakitan.


"Kamu kenapa mukul aku?" tanya Riko bingung dengan Citra karna tidak mengetahui situasi.


"Aku malu kak, kita diliatin mama sama papa." ucap Citra pelan.


"Masa sih?" ucap Riko lalu melirik kearah mereka dan mereka masih menatap Riko dan Citra, tatapan mereka membuat Riko semakin ingin memperlihatkan kemesraannya didepan orang tuanya itu, Riko langsung mengecup bibir Citra sekilas.


Cup..


Citra langsung melotot melihat Riko dan Riko hanya tersenyum, sementara orang tua mereka merasa pusing melihat tingkah pasutri itu.


"Kalian ngapain mesra-mesraan disitu, liat tuh dagingnya hangus." celetuk mama Ayu membuat semua orang berbalik menatap kearah Riko dan Citra.


"Kalian sabar dikit kenapa sih, kita bentar lagi juga pulang." celetuk Anton mengejek.


Sedangkan Mita, Vivi dan Indah hanya geleng-geleng karena mereka sudah melihat mereka melakukan hal itu.


Riko yang cuek langsung mengangkat daging yang sudah matang dari panggangan, lalu meletakkannya dipiring dan memeberikannya ke Citra. Citra yang masih salah tingkah mengambil piring itu sambil pandangan mereka bertemu dan Citra langsung mencubit lengan Riko lalu menuju meja makan.


Tidak lama Riko juga berjalan menuju meja makan sambil membawa sepiring daging panggang lalu duduk disamping Citra.


******

__ADS_1


Hai Readers jangan lupa mampir juga ke novel baru aku yah judulnya "49 Days".


__ADS_2