Tak Sengaja Jatuh Cinta

Tak Sengaja Jatuh Cinta
188


__ADS_3

Disebuah ruangan seorang gadis terlihat sangat lesu,karna Dokter bimbingannya tidak masuk jadilah gadis itu lontang lantung seorang diri mencari Dokter lain untuk mendalami ilmu.


Waktu Histi tak banyak,1 minggu lagi gadis itu akan selesai masa magangnya.


Sejak kejadian dulu,Histi merasa ada yang hilang,harinya menjadi sangat datar pikirannya pun kalut.


Histi merasa berdosa telah mematahkan harapan lelaki yang saat ini mulai memasuki hidupnya.


Hubungannya dengan Bryan pun sedikit terganggu karna Histi malas membalas chat dan Bryan jarang juga membalas pesannya karna terlalu lama.


Perbedaan waktu membuat keduanya tak bisa seperti pasangan lain.


" Dokter Serkan kenapa gak masuk ya ?" Gumam Histi lesu.


Saat ini gadis itu kembali keruangan Serkan karna merasa tak nyaman dengan dokter yang baru.


Hati Histi sudah klop di Serkan,makanya Histi susah berpindah hati ke Dokter yang lain.


" Huh baru satu hari ngak ketemu aku dah kangen gini,gimana ntar ?" Gumam Histi mengusap wajahnya.


Histi merasa tak rela jika harus berpisah dengan lelaki dewasa itu,dulu Serkan sering main ke kostnya menganjak makan seblak dan kawan2 dipinggir jalan tapi sejak kejadian tak mengenakkan itu terjadi semuanya langsung berubah,lelaki itu tidak pernah lagi menganjaknya jalan2,jadilah Histi harus merogoh kocek lagi jika ingin makan sesuatu,karna tak ada lagi yang mau menalanginya makan.hehe


Serkan pun sudah jarang membalas chatnya kecuali nelfon itu pun harus hal2 yang penting.


" huh kenapa aku merasa kayak putus cinta gini ya,padahal kan belum pacaran huhu " kata Histi bersedih.


" Aaaaaakhhh kenapa saat itu aku gak terima aja,haisttt " Ucap Histi mengacak rambutnya kesal.


" Bener kata Orang,penyesalan selalu diakhir kalo didepan itu pendaftaran " Gumam Histi kembali lesu.


" Daripada bosen gini,mending aku cari info aja kali ya " Gumam Histi semangat.


" Oke Histi ayo kita coba cari data diri Dokter Serkan yang terhormat " Ucap Histi terkekeh.


Gadis itu mengambil hapenya dan mulai berselancar mencari fakta.


Jemari lentik Histi mulai berfungsi,matanya pun sangat aktif membaca satu persatu nama dilayar.


" Loh kok gak ada sih " Gumam gadis itu menggaruk kepalanya.


" yang ini bukan,ini apalagi iueehhh ini Om2 jelek " Kata Histi kaget membuka satu profil dengan nama yang bagus tapi tidak dengan wajahnya.


" Haistt masa iya Dokter seganteng itu gak pake sosial media ?" Gumam Histi heran.


" Ckck sayang banget muka kayak gitu gak dipamerin " Gumam Histi tak percaya.


Hampir 1 jam mencari,tak ada satu pun yang ia temukan.


Gadis itu melempar hapenya kesal,kepala Histi sudah pusing karna matanya bergerak kiri kanan.


" Bener2 idaman tuh Dokter,ckck cocok banget jadi suami " Kata Histi tersenyum malu.


Gadis itu sangat uring uringan sendiri,Histi sudah mencari dengan sangat teliti bahkan jurus detektif ia pun sudah dikeluarkan semua tapi pria yang dimaksud memang benar2 ajaib,Serkan terkenal dengan low profilnya hanya orang2 tertentu yang tau jalan hidup lelaki itu.

__ADS_1


Histi terlihat sangat frustasi,gadis itu ingin tau lebih tentang Serkan tapi sayang tak mendapat apapun.


Karna kesal Histi pun keluar ruangan pergi kekantin untuk membeli beberapa snack mengalihkan rasa suntuknya.


Kebesokan pagi,Serkan masuk kerja semua orang bertanya tanya kemana lelaki itu kemarin.


Seperti saat ini,saat semua dokter melakukan meeting Serkan mendengar dengan seksama.


Mereka kedatangan Dokter2 muda yang akan mengisi beberapa bagian.


Dari 5 Dokter muda itu ada 1 orang Dokter cantik yang terlihat anggun dan mempesona.


Perempuan itu pun menjadi pusat perhatian Dokter lelaki yang masih lajang.


" Gila tu cewek mantep bener,badannya kek gitar spanyol " Ucap salah satu Dokter yang duduk berseblahan dengan Serkan.


" Iya,mana suaranya lembut lagi,rasanya pengen gue halalin " Sahut Dokter dibelakangnya.


" Menurut lo gimana Kan ? keren gak ?" tanya lelaki itu kepada Serkan.


" Biasa aja " Jawab Serkan cuek.


Kedua teman lelaki itu saling melihat dengan jawaban singkat pria dingin tersebut.


" Lo gak tertarik ?" tanya pria bernama Bayu tersebut.


" Kita sedang meeting,tak seharusnya kalian membahas ini sekarang " Ucap Serkan tenang.


" Ada apa Dokter Serkan ?" tanya kepala rumah sakit melihat Serkan bicara.


Bayu dan temannya langsung mengunci mulut mereka masing2.


Para Dokter lain melihat kearah Serkan,pria itu menunduk hormat lalu kembali duduk.


Dokter cantik itu melihat kearah Serkan,manik mereka bertemu tapi Serkan dengan cepat memutuskan tatapan dan kembali tenang.


Perempuan itu menunduk malu tak sengaja menatap lelaki tampan tersebut.


Mereka kembali melanjutkan meeting menjelaskan beberapa hal yang harus para Dokter lakukan.


Setelah selesai meeting,semua berbondong keluar dari aula besar itu.


Serkan berjalan keluar terakhir kali karna ia tak suka rebutan,saat hampir menggapai pintu sebuah suara membuat lelaki itu berhenti melangkah.


Serkan menoleh kebelakang dan mendapati seorang gadis mendekat kearahnya.


" Ada apa ?" tanya Serkan tenang.


" Saya Adiva " Ucap si Dokter cantik mengulurkan tangan.


Serkan diam melihat tangan putih mulus gadis itu.


" Serkan " Jawab Serkan menyambut tangan si perempuan.

__ADS_1


" Bisakah kita menjadi teman,kita berada di bagian yang sama " Kata Adiva tersenyum.


" Iya " jawab Serkan singkat.


" Maaf saya masih banyak pekerjaan " ucap Serkan menunduk.


Lelaki itu pun keluar dan berpapasan dengan Histi yang sedang mengintip.


Keduanya sama2 terkejut,tapi Serkan dengan cepat memasang wajah tenang dan datar.


" Dokter " Panggil Adiva sedikit berlari.


Serkan kembali berbalik,Histi pun melihat perempuan tersebut mengernyit.


" Bisakah saya mendapatkan nomor ponsel kamu ?" Tanya Adiva menyodorkan hapenya.


Deg...


Histi melotot kaget dengan pertanyaan berani perempuan didepannya.


Serkan melirik Histi,gadis itu menatap Serkan dengan gelengan pelan.


" iya " Jawab Serkan mengambil hape itu dan mengetik nomor ponselnya disana.


Histi terbelalak,gadis itu ingin menahan tapi Histi tak punya wewenang karna lelaki itu bukan miliknya.


" Terima kasih Dok " Ucap Adiva bahagia.


Serkan mengangguk,lelaki itu pun berjalan menjauh disusul Dokter cantik itu.


Histi masih melongo ditempatnya menatap keduanya berjalan beriringan layaknya kekasih.


" Putri " Tegur seseorang keluar dari ruangan.


Histi tersentak kaget dan menoleh kesamping.


" Kenapa disini ?" tanya perempuan dengan sapu dan pel tersebut.


" Hah em aku em " Jawab Histi gagu.


" Ngintipin Dokter Serkan ya ?" Tanya perempuan seumurannya itu.


" Hah enggak,aku tadi cuma lewat " Jawab Histi ngeles.


" lewat mana hayo,itu udah tembok gak ada jalan lagi " Goda gadis itu terkekeh.


Histi menggaruk kepalanya malu,detik kemudian gadis itu pun melesat pergi.


" Hahahaha,ya ampun Putrii ketahuan banget ngintilin Dokter Serkan " Gumam gadis berseragam kebersihan itu menggeleng pelan.


" Tapi Dokter baru itu cantik juga,wah2 Putri kayaknya punya saingan berat nih " Gumam wanita itu ngeri.


❤❤❤

__ADS_1


Hay guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.


__ADS_2