LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEPUTUSAN XIANG YAN


__ADS_3

Sedangkan kedua jendral bawahan Xiang Yan, yang sedang mengambil jalan memutar.


Mereka masing masing bertemu dan di hadang oleh pasukan Ling Tong dan Zhou Tai.


Tapi baik pasukan Ling Tong maupun Zhou Tai, tidak sanggup bertahan lama.


Meski Ling Tong dan Zhou Tai memilki kemampuan lumayan, pasukan mereka juga di lengkapi senjata cross bow dan kemampuan yang cukup terlatih.


Tapi 2000 orang harus menghadapi 50.000 pasukan Chu, yang berbaris teratur dalam formasi.


Bika terus bertahan mereka hanya akan berakhir bunuh diri.


Di bawah komando Zhou Tai dan Ling Tong, kedua unit dari sektor kiri kanan itu mundur melarikan diri.


Sementara itu pasukan Chu di bawah pimpinan kedua jendral bawahan Xiang Yan, mereka terus melakukan pengejaran.


Dalam keadaan gelap hanya di terangi penerangan obor, di mana mereka tidak menguasai medan.


Hanya mengejar penuh nafsu yakin menang dan ingin segera menghancurkan pasukan Guo Yun, yang selama beberapa hari ini sungguh sangat menyebalkan.


Akhirnya pasukan Chu jatuh kedalam parit jebakan yang juga di siapkan oleh Guo Yun.


Di mana dia juga sudah memperhitungkan adanya kemungkinan ini.


Di dalam penyerangan nya selama beberapa hari ini, pasukan Ling Tong Zhou Tai dan Zhang Yi.


Tidak pernah berhenti mempersiapkan jebakan plan B sesuai dengan arahan Guo Yun.


Dan kini semua jadi berguna, mereka menuai hasil besar, di mana hampir sebagian besar pasukan Chu, termasuk kedua jendral mereka, terjatuh masuk kedalam lubang parit.


Di mana di dasar parit di tanami tombak tombak kayu runcing, siap menyambut tubuh mereka yang terjatuh kebawah.


Pasukan Chu yang saling dorong dari belakang, membuat mereka semua terdorong masuk kedalam parit.


Meski mereka sudah menyadarinya, dan berusaha berhenti di tepi parit.


Tapi mereka tetap terdorong oleh rekan di belakang mereka.


Dengan tewasnya kedua pimpinan mereka, yang telah tewas duluan tersate di dalam parit sana.


Keadaan menjadi semakin kacau-balau.


Di tambah dengan kedatangan Guo Yun bersama Wang Jian, yang membagi diri mejadi dua kelompok.


Menekan mereka dari belakang pasukan itu akhirnya semuanya terdorong jatuh kedalam parit.

__ADS_1


Bagi yang selamat dengan menginjak tumpukan mayat temannya, mereka sempat berusaha keluar dari dalam parit.


Tapi tiba-tiba parit meledak dan terbakar hebat, karena Guo Yun telah menyebarkan bubuk peledak dan minyak di dalam parit.


Satu panah api cukup membuat seluruh parit terbakar, apalagi yang datang adalah ratusan panah api, yang di persiapkan oleh pasukan Zhang Yi.


Maka habislah 100.000 pasukan Chu, hangus terbakar di dalam parit tanpa sisa.


Situasi yang menggemparkan, dan merusak hampir seluruh moral pasukan Chu.


Merupakan suatu pukulan berat buat Xiang Yan.


Apalagi dengan lolosnya salah satu unit elit pasukan Qin, di bawah pimpinan Wang Jian, yang berhasil menerobos kepungan.


Ini membuat situasi pengepungan, setiap saat bisa berada dalam bahaya.


Di saat situasi sedang kalut dan resah, Xiang Yan hampir memutuskan melakukan serangan terakhir ke jantung pertahanan pasukan Qin.


Untuk menghabisi perlawanan pimpinan pasukan Qin pangeran Ying Zheng yang sedang terpojok.


Tapi belum juga dia sempat menurunkan perintah, utusan dari pusat datang membawa titah raja Kaolie.


Isi titah itu meminta Xiang Yan agar segera menarik mundur seluruh pasukannya untuk kembali ke ibukota.


Hal ini tak terlepas dari siasat permainan Guo Yun, yang mengutus Zhang Yi ke ibukota negara Chu di Shoucun.


Akhirnya raja Kaolie yang juga mulai termakan hasutan, dia mulai menaruh curiga dan mewaspadai Xiang Yan, yang membawahi begitu banyak pasukan dan perbekalan pasukan.


Bila mereka sampai membelot ke negara Qi, Maka negara Chu akan jatuh kedalam bahaya besar tak tertolong lagi.


Berdasarkan pertimbangan ini, mau tidak mau Raja Kaolie harus menurunkan titah, agar Xiang Yan menarik pasukannya dan segera mundur kembali ke ibukota.


Xiang Yan yang memilki wewenang tidak menuruti perintah raja, ketika sedang berada di lapangan.


Dia hampir saja memutuskan bangkit berdiri menolak menerima titah tersebut.


Tapi lagi lagi sebelum rencananya kesampaian, tiba-tiba terdengar suara genderang perang di pukul bertalu-talu dari segala penjuru.


Xiang Yan buru buru menerima titah mengucapkan terimakasih, lalu berlari keluar dari dalam kemahnya, untuk melihat situasi di luar sana.


Saat melihat di segala penjuru diluar kepungan, kini berdiri bendera pasukan Qin, dengan genderang perang di pukul bertalu talu dari sana.


Xiang Yan menjadi.pucat, dan berpikir dua kali untuk meneruskan serangan nya.


Pasukan bala bantuan Qin yang jauh lebih besar telah tiba.

__ADS_1


Bila dia memaksakan diri.


Kemungkinan besar,.meski dia nantinya berhasil membunuh pangeran Qin, tapi dia sendiri dan seluruh pasukannya akan musnah di tempat ini.


Bila itu terjadi, dia setelah matipun tidak akan punya muka untuk berhadapan dengan leluhurnya dan para raja pendahulu kerajaan Chu.


Setelah mempertimbangkan bolak balik, akhirnya Xiang Yan menarik mundur seluruh pasukan meninggalkan pengepungan.


Dia lalu memimpin pasukannya bergerak mundur meninggalkan lembah tepi sungai Huai melalui jalur air.


Karena seluruh jalur darat kini telah di kuasai oleh pasukan Qin.


Satu hal yang nantinya akan menjadi penyesalan terbesar dalam hidup Xiang Yan.


Adalah dia kembali telah di tipu oleh Guo Yun dan Wang Jian.


Di mana mereka hanya menyebarkan orang, bendera dan genderang perang, di segala penjuru, untuk menakuti Xiang Yan yang moralnya sudah goyah.


Padahal sebenarnya di setiap penjuru hanya di isi 1000 pasukan Qin, yang di instruksikan menabuh genderang perang, berderap riuh rendah, seperti banyak pasukan yang sedang bergerak mendekat.


Di tambah dengan sapuan menggunakan dahan pohon menimbulkan debu mengebul.


Hal itu semakin meyakinkan Xiang Yan, bahwa di segala penjuru memang ada pasukan besar Qin yang sedang bergerak datang.


Dengan kekalahan di dalam dua langkahnya sebelumnya.


Maka tipuan siasat kecil ini berhasil membuat Xiang Yan kembali mengambil keputusan salah langkah untuk yang ketiga kalinya.


"Adik Yun kamu semakin luar biasa, bahkan 500.000 pasukan Chu, dan jendral paling terkenal mereka. "


"Berhasil kamu usir begitu saja dari sini, hanya dengan bermodalkan beberapa ribu orang saja.."


ucap Wang Jian sambil menepuk bahu Guo Yun dan tertawa bangga.


Guo Yun tersenyum dan berkata,


"Kakak Wang terlalu memuji, ini semua hanya tipuan anak kecil, yang kebetulan sedang beruntung saja..'


"Tidak ada yang yang patut untuk di banggakan sama sekali.."


"Lagipula bila tanpa ada bantuan pasukan tambahan dari kakak, dan perlengkapan perang yang di tinggalkan oleh pasukan Chu, serta bendera bendera Qin."


"Semua belum tentu berjalan semudah ini, karena panglima Chu itu, adalah seorang yang tegas dengan keputusannya. "


"Hal yang sudah dia putuskan tidak mudah di patahkan begitu saja..'

__ADS_1


ucap Guo Yun sejujurnya.


__ADS_2