
Setelah terdiam sejenak mendengarkan hasil laporan dari anak buahnya.
Dengan sepasang mata terus menatap tajam kearah jalan Hua Rong Tao, jalur satu satu yang di apit oleh dua tebing tinggi.
Lu Bu Wei terlihat ragu ragu, tapi akhirnya dia berkata juga.
"Jendral Cao kamu pimpin 50.000 pasukan masuk duluan.."
"Jendral Xuan kamu pimpin 50.000 pasukan menyusul di belakangnya.."
"Ambil jarak cukup asal bisa melihat pergerakan Cao saja, tak perlu terlalu dekat.."
"Bila ada jebakan, pasukan Jendral Cao terjebak, segera beri tanda menggunakan tabung kuning ini."
"Bila tidak ada masalah, dan mereka berhasil lolos melewati jalur Hua Rong Tao ini.."
"Beri tanda dengan tabung hijau ini.."
"Setelah kamu juga sudah keluar dari Hua Rong Tao, beri tanda dengan tabung biru ini.."
ucap Lu Bu Wei memberikan instruksi ke bawahannya.
"Siap perdana menteri ..!"
jawab Jendral Xuan cepat.
"Baiklah , Jendral Cao, Jendral Xuan, kalian berangkatlah.."
"Dalam segala situasi harus hati hati.."
ucap Lu Bu Wei mengingatkan.
Kedua Jendral itu mengangguk, memberi hormat, lalu segera meninggalkan tempat tersebut.
Mereka kembali kearah barisan mereka, lalu Jendral Cao yang pertama bergerak memasuki Hua Rong Tao.
Saat mereka semua sudah menghilang kedalam Hua Rong Tao.
Beberapa saat kemudian Jendral Xuan, baru memimpin barisannya, menyusul dari belakang.
Setelah melihat barisan pasukan Jendral Xuan memasuki Hua Rong Tao.
Lu Bu Wei baru menoleh kearah Jendral Meng dan Jendral De.
"Kalian berdua pimpin pasukan kalian bersiap siap."
"Begitu kode di lepaskan kita akan segera bergerak.."
ucap Lu Bu Wei memberikan instruksi ke Jendral Meng dan Jendral De..
"Siap perdana menteri.."
jawab kedua Jendral itu cepat lalu kembali ke barisan mereka.
Di tempat lain di persembunyian nya, Guo Yun dan Li Ba yang bersembunyi di dua sisi tebing terpisah.
Diam diam melakukan pengamatan bersama dua jendral yang mengikuti mereka.
Jendral Lim dan Jendral Fu yang cerdas mengikuti Li Ba, sedangkan Jendral Guan dan Jendral Xing yang tidak begitu cerdas, tapi memilki ilmu beladiri lebih kuat mengikuti Guo Yun.
Mereka bersembunyi di atas tebing melakukan pengawasan.
Tidak ada yang berani bergerak sebelum melihat kode dari Guo Yun.
Guo Yun membagi pasukannya, yang di tempatkan di berbagai posisi tersembunyi menjadi 10 kelompok.
Setiap kelompok, terdiri dari 30.000 personil, dan di tandai dengan warna bendera mereka yang berbeda beda.
Guo Yun sendiri memegang komando dengan 10 bendera kecil di tangannya.
Saat melihat Lu Bu Wei sudah tiba di depan Hua Rong Tao, tapi tidak bergerak memasuki jalur itu.
Guo Yun tersenyum mengejek, dia tahu Lu Bu Wei pasti tidak akan semudah itu memasuki jalur beresiko ini.
Guo Yun menunggu dengan sabar, membiarkan Lu Bu Wei melakukan pengaturan sesuka hatinya.
Dia tetap menunggu, Li Ba yang terlihat gelisah tidak sabaran juga duduk diam di persembunyian nya menunggu.
Tanpa ada instruksi dari Guo Yun tidak boleh ada yang bergerak.
Semua sudah menandatangani perjanjian militer, yang berani bertindak di.luar perintah hukuman nya penggal di tempat.
Mulai dari Li Ba, keempat jendral, hingga 10 komandan pasukan, mereka semua menandatangani itu.
Dengan cara itu Guo Yun lebih tenang, semua bawahan nya, tidak akan bertindak sembarangan dalam situasi apapun tanpa perintah darinya.
Selang beberapa saat kemudian, terlihat pasukan Lu Bu Wei mulai mengirim 50 orang pasukan nya, untuk masuk melakukan pemeriksaan.
Melihat mereka masuk sambil melakukan pemeriksaan di tanah dan di tebing yang mereka lewati.
Guo Yun sengaja diamkan saja, hingga mereka memasuki kira kira 1/2 Li memasuki area tebing yang ada jebakan nya.
Sebelum mereka sempat memeriksa, Guo Yun mengangkat bendera kuning, lalu di susul dengan bendera hijau, di tutup dengan bendera merah.
Kelompok pasukan bendera kuning Langsung muncul dari arah belakang pasukan pencari informasi.
Saat 50 orang itu kaget berbalik bersiap menghadapi berbagai kemungkinan.
Beberapa diantara mereka sudah bersiap dengan tabung di tangan siap melepaskan tanda rahasia.
Di saat itu pula pasukan bendera hijau muncul dari arah depan, menutup jalan maju dan mundur mereka.
Mereka hanya terdiri dari limapuluh personil.
Selain mati konyol mereka tidak ada jalan lain.
60.000 pasukan harimau hitam mengepung mereka dari depan dan belakang.
Saat ini mereka hanya bisa melepaskan tanda bahaya, berharap ada yang datang memberikan pertolongan.
Tapi baru saja tabung mereka diangkat, dari pinggir tebing, pasukan Bendera merah telah melepaskan anak panah menembak jatuh dan merusak tabung ditangan mereka.
Hingga tidak bisa di lepaskan.
"Menyerahlah, kalian bisa keluar hidup hidup dari sini.."
"Buat apa kalian berkorban untuk orang yang mengirim mu kemari berkorban untuk mereka..?"
ucap kepala komandan bendera kuning.
Pasukan pencari informasi dari Qin itu terlihat ragu ragu.
Mereka terlihat saling pandan sendiri.
"Awei sudahlah kamu jangan keras kepala, kasihan ibu mu yang sudah tua di kampung sana..!"
teriak salah satu prajurit bendera kuning.
Dia juga mantan pasukan Qin, yang kini bergabung ke pasukan harimau hitam.
Awei yang di panggilnya adalah teman main masa kecilnya, rumah mereka bertetangga.
Awei adalah pimpinan kelompok yang di kirim oleh Lu Bu Wei ini.
Mendengar ucapan temannya, kepala regu itu terlihat semakin bingung.
Apalagi ada beberapa anak buahnya, sudah mulai buang senjata.
Akhirnya Awei pun ikut membuang senjata, di mana sisa anak buahnya dengan cepat mengikutinya.
Kepala komandan pasukan Bendera kuning dan teman Awei langsung mendekati Awei.
Mereka memberinya instruksi cukup lama, setelah Awei mengangguk paham.
Mereka pun selanjutnya kembali ke posisi mereka untuk bersembunyi.
Sedangkan Awei sibuk memberikan pengarahan ke anak buahnya.
Setelah itu Awei memimpin anak buahnya muncul dari balik Hua Rong Tao berteriak memberitahu bahwa situasi di sana aman.
Makanya di tempat nya, Lu Bu Wei mengira benar benar sudah diperiksa dan hasilnya aman.
Selesai memberi informasi, kelompok itu langsung menghilang ke dalam Hua Rong Tao.
Mereka tidak berani bermain main, karena pasukan Bendera merah, dengan panah terarah ke punggung siap di lepaskan.
Sedikit saja mereka punya niat macam macam, mereka semua pasti bakal mati mengenaskan.
Kelompok itu terakhir muncul di seberang jalan keluar dari Hua Rong Tao.
Posisi mereka cukup jauh dari mulut jalan Hua Rong Tao.
Disana mereka duduk bergerombol bersantai sambil menunggu datangnya pasukan Qin yang lain.
Ini adalah instruksi dari kepala komandan bendera kuning itu.
Semua ini sudah di atur oleh Guo Yun, dia sudah menebak dan memprediksi apa yang akan Lu Bu Wei lakukan.
Jendral Cao yang memimpin 50.000 pasukan harimau hitam, bisa melewati Hua Rong Tao dengan aman.
Saat tiba di mulut jalan Hua Rong Tao, melihat di ujung seberang sana yang agak jauh dari mulut jalan Hua Rong Tao.
Terlihat Awei dan anggota nya sedang duduk santai sambil makan ransum di sana.
Jendral Cao pun tersenyum senang, dia segera memberi kode aman ke pasukan di belakangnya.
Lalu mereka bergerak langsung menyusul kearah kelompok Awei yang sedang duduk beristirahat di sana.
Awei sendiri begitu melihat rombongan pasukan Jendral Cao tiba di mulut jalan keluar.
__ADS_1
Dia langsung berdiri melambaikan tangannya kearah mereka, meminta mereka menyusulnya.
Setelah itu dia kembali duduk santai bersama anggota nya.
Jendral Cao memimpin pasukannya mendekati posisi Awei.
Di belakang sana Jendral Xuan yang melihat Jendral Cao maupun Awei semuanya aman aman saja.
Dia segera mengeluarkan tabung hijau, melepaskan nya ke udara.
Sebuah kembang api yang mengeluarkan asap hijau meledak di udara.
Lu Bu Wei dan kedua Jendral nya di sana melihat tanda asap hijau mereka pun tertawa puas, mulai bergerak semakin mendekati mulut jalan Hua Rong Tao.
Tapi mereka belum memasuki nya, sedang menunggu kode asap biru,. mereka baru akan mulai masuk tanpa ragu.
Guo Yun di tempat persembunyian nya hanya menanggapi sikap Lu Bu Wei dengan senyum mengejek.
Di tempat lain sana, Jendral Cao yang sedang menghampiri tempat Awei semakin dekat.
Tiba-tiba barisan depan jendral Cao sebelum berhasil mencapai tempat Awei.
Mereka semua terjun jatuh kedalam sebuah parit yang cukup dalam.
Sekali terjatuh sulit naik kembali, rupanya parit itu adalah parit jebakan.
Di dasar parit banyak tertancap kayu dan tombak runcing, begitu terjatuh mereka menjadi sasaran empuk tombak dan kayu runcing di bawah sana.
Bagian atas parit tertutup rumput dan taburan tanah, sehingga tidak terlihat jelas, benar benar tersamarkan.
Posisi Jendral Cao yang berada terdepan menunggang kuda.
Dia terjatuh duluan, dia bersama kudanya langsung menjadi sate di dasar parit.
Kehilangan kepemimpinan, ditambah dengan bergerak terlalu semangat.
Menghampiri Awei dan anggotanya, yang di jadikan sebagai umpan di seberang parit.
Pasukan di barisan depan, tidak bisa mengerem dorongan dari pergerakan pasukan di belakangnya.
Sehingga terjadi kepanikan saling dorong hampir setengah pasukan mereka terjatuh kedalam parit.
Awei dan anggota nya, begitu insiden berlangsung, mereka sudah melarikan diri, selagi sedang terjadi kepanikan di tubuh pasukan Jendral Cao.
Di saat bersamaan Guo Yun juga memberi tanda bendera hitam dan putih.
Dari kedua sisi di ujung ujung samping parit bergerak pasukan harimau hitam menggunakan senjata tameng dan tombak.
Mendorong barisan belakang Jendral Cao, untuk di desak terus maju kedepan.
Sehingga mereka mendorong teman teman di depan mereka terjatuh kedalam parit.
Tiba di bagian akhir pun mereka ikut terdorong jatuh kedalam parit semua.
Dibawah tekanan tombak dan tameng pasukan harimau hitam yang membentuk barisan rapat dan kuat.
Dengan komando hitungan satu dua tiga, mereka akan melakukan dorongan sekuat tenaga.
Hitunglah keempat mereka akan menombak dengan kuat, hitungan kelima mereka bertahan.
Lalu kembali lagi ke hitungan satu dua tiga, kemudian kembali memberikan dorongan kuat dengan tameng.
Setelah pasukan Qin habis terjatuh kedalam parit.
Mereka langsung menggunakan cross bow, menghujani pasukan Qin yang berhasil selamat di dasar parit.
Hingga mayat bertumpuk tumpuk tidak bersisa mereka baru kembali fokus dengan pasukan Qin di bawah pimpinan jenderal Xuan yang datang sedikit terlambat memberikan pertolongan.
Jendral Xuan sendiri, setelah melihat Jendral Cao aman aman saja, selesai melepaskan tabung hijau.
Dia langsung memimpin pasukan nya keluar dari Hua Rong Tao, dan melepaskan tabung biru keudara.
Tapi begitu tabung biru di lepaskan ke udara.
Dia malah menyaksikan kekacauan pasukan Jendral Cao, yang masuk dalam jebakan parit dalam.
Apalagi saat melihat pasukan Bendera hitam dan putih pasukan harimau hitam muncul dari dua arah.
Menggiring dan menekan pasukan Qin di paksa masuk kedalam parit.
Jendral Xuan langsung mengeluarkan tabung kuning di tangan siap dilepaskan ke udara.
Tapi sebelum tabung sempat di lepaskan kibaran bendera ungu yang di lepaskan oleh Guo Yun.
Membuat pasukan pimpinan Jendral Xuan di hujani anak panah dari bagian dalam mulut tebing Hua Rong Tao.
Pasukan pimpinan Jendral Xuan di sebelah belakang yang tidak siap langsung jatuh berguguran.
Jendral Xuan sendiri saat melihat kekacauan yang terjadi, dia ingin melepaskan tabung kuning.
Tapi naasnya sebelum kesampaian, sebatang anak panah energi, yang di lepaskan oleh Li Ba dari jarak jauh.
Pasukan Qin pimpinan Jendral Xuan yang mendapat hujan anak panah dari belakang.
Di lepaskan oleh pasukan bendera ungu, juga mendapatkan tekanan balik dari pasukan perisai tombak pasukan bendera hitam dan putih.
Mereka langsung kacau cerai berai, bertahan sendiri sendiri, tanpa melakukan kerjasama membentuk formasi pertahanan.
Mereka dalam waktu sekejap sudah di habisi oleh pasukan harimau hitam, yang bekerja sama dalam formasi kecil dengan kompak dan rapi.
Kehilangan pimpinan adalah faktor utama kekacauan ini, beberapa komandan bawahan Jendral Xuan.
Mereka juga terlihat sibuk menyelamatkan diri, tidak sempat mengatur barisan yang kacau.
Akhirnya mereka menjadi sasaran empuk pasukan harimau hitam divisi bendera hitam putih dan ungu.
Mendesak mereka dari 3 arah dan akhirnya berhasil menghancurkan mereka semua tanpa sisa.
Li Ba setelah membantu menghabisi Jendral Xuan, dia sudah kembali ke posisinya untuk menyambut kedatangan pasukan Lu Bu Wei yang mulai memasuki jalur Hua Rong Tao.
Saat pasukan di bawah pimpinan Lu Bu Wei sudah memasuki bagian tengah Hua Rong Tao.
Sedangkan bagian paling belakang mereka sudah melewati Wilayah jebakan terpasang.
"Booommm..! Booommm..! "
"Booommm..! Booommm..! "
"Booommm..! Booommm..! "
"Booommm..! Booommm..! "
Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras darii bagian belakang pasukan Lu Bu Wei.
Di mana dari arah kiri kanan tebing batu, terlihat batu batu meluruk jatuh kebawah.
Menutupi jalan mundur pasukan Qin.
Sebelum ledakan terjadi Guo Yun dari tempatnya, sudah mengibarkan bendera Orange dan bendera biru.
Sehingga pasukan nya yang bersembunyi di dua sisi tebing, langsung mengaktifkan ledakan di kanan kiri tebing.
Belum selesai kejutan di bagian belakang, saat bendera Abu abu dan coklat dikibarkan oleh Guo Yun.
Terjadilah ledakan beruntun di bagian depan pasukan Lu Bu Wei.
Batu batu berguguran jatuh kebawah menutup jalan maju mereka.
Begitu jalan maju mundur tertutup, gelondongan kayu dan batu mulai dilemparkan oleh pasukan harimau hitam dari kedua sisi tebing.
Pasukan Qin mulai panik dan berguguran, mereka tidak tahu harus berbuat apa.
Maju tidak bisa mundur tidak bisa, diam saja mati, bergerak juga mati.
Karena hujan kayu batu jatuh dari atas tebing menimpa kearah mereka.
Saat batu dan kayu yang diselimuti oleh api, di gelontorkan kebawah.
Melewati tanah di bawah sana, yang ada di taburi bubuk peledak.
"Booommm..! Booommm..! "
"Booommm..! Booommm..! "
"Booommm..! Booommm..! "
"Booommm..! Booommm..! "
Dalam sekejab ledakan dahsyat terjadi di bawah sana.
Seluruh Hua Rong Tao mulai di selimuti oleh api yang menjilat jilat.
Panah panah yang di lepaskan berhamburan kebawah, membuat pasukan Qin semakin sulit bertahan.
Di dalam kekacauan hebat, Lu Bu Wei akhirnya memilih menyelamatkan dirinya sendiri.
Dengan kemampuannya dan perlindungan tenaga sakti Thian Ti Sen Kung.
Tidak sulit bagi dia untuk menerobos api, memukul gelondongan kayu, dan batu yang hampir menimpa kearahnya.
Maupun yang menghalangi jalannya, sedangkan anak panah tidak ada yang bisa melukainya.
Dia akhirnya dengan pakaian sedikit compang camping,.wajah penuh asap abu hitam.
Dia berhasil keluar dari Hua Rong Tao.
Tapi baru saja dia keluar, di depan nya sudah menghadang 30.000 pasukan bendera merah.
Di bagian terdepan terlihat Guo Yun dan Li Ba berdiri menunggunya.
__ADS_1
Lu Bu Wei sadar hari ini dia akan sulit lolos dari maut,
"Ha..ha..ha..!
"Kamu lagi, kamu lagi, seperti arwah penasaran saja, terus menganggu ku,"
"Aku sungguh menyesal dari dulu tidak membunuh mu.."
"Sehingga harus ada hari ini.."
"Baiklah,..! hari ini akan ku penuhi keinginan mu..!"
"Majulah,..! mari kita selesaikan hingga tuntas semua nya.."
ucap Lu Bu Wei, sambil meminum beberapa pil dari sebuah botol kecil.
Sesaat kemudian seluruh tubuhnya langsung di selimuti oleh cahaya keemasan.
Dia tahu tanpa bantuan pil, dia akan kesulitan menghadapi Guo Yun.
Dari beberapa orang terkenal dunia persilatan yang selalu gagal membunuhnya.
Lu Bu Wei menebak kini Guo Yun, bukan Guo Yun yang bisa dia atasi dengan mudah, seperti beberapa waktu yang lalu.
Lu Bu Wei menatap tajam.kearah Guo Yun, di sepasang telapak tangannya mulai terlihat bola matahari dan bulan yang mengeluarkan cahaya merah biru.
Melihat hal ini Guo Yun pun berkata,
"Adik Ba pimpin pasukan kita mundur menjauh, cukup berjaga agar dia tidak bisa kabur."
"Sisanya serahkan pada ku saja.."
ucap Guo Yun pelan.
Li Ba mengangguk, dia segera memberi kode, agar pasukan bergerak mundur menjauh.
Tapi mereka masih bersiap siaga melakukan pengepungan.
Lu Bu Wei sendiri tahu tahu sudah melesat menerjang kearah Guo Yun, dengan sepasang tangannya yang sarat tenaga matahari dan bulan.
Dia ingin secepatnya menghancurkan Guo Yun, dengan sekali serang kalau bisa.
"Blaaaarrr..! Blaaaarrr..!"
Guo Yun dan Lu Bu Wei saking berbenturan keras di udara.
Lu Bu Wei dan Guo Yun sana sama terdorong mundur 3 langkah kebelakang.
"Bagus, kamu memang pantas menjadi lawan ku yang paling tangguh.."
"Baru saja Kemarin lumpuh total, kini sudah mampu mengimbangi ku."
Sehabis berkata, Lu Bu Wei kembali meminum beberapa butir obat lagi.
"Bangggg..!"
"Bangggg..!"
"Bangggg..!"
Terjadi ledakan beruntun di sekitar tubuhnya, kekuatannya meningkat dengan pesat, hingga rambut alis jenggot kini semua berubah menjadi putih.
Bola matahari dan bulan di tangan nya semakin besar, cahayanya pun semakin terang.
Hawa langit dan bumi terus mengalir deras memasuki tubuhnya.
Sesaat kemudian, selesai berkata,
Dia kembali melesat dengan kecepatan yang sama cepatnya dengan Wu Ying Ru Tian.
"Blaarrrr..!" Blaarrrr..!" Blaarrrr..!"
"Brakkkk..! Brakkkk..! Brakkkk..!"
Ledakan beruntun terjadi saat Guo Yun dan Lu Bu Wei saling serang dan beradu telapak tangan.
Dengan jurus yang hampir hampir mirip.
Hanya kekuatan yang terkandung dalam serangan tersebut yang berbeda.
Lu Bu Wei yang mengandalkan obat untuk memacu kekuatan nya.
Dia berhasil membuat Guo Yun terpental mundur hingga menabrak beberapa pohon di belakangnya hingga roboh.
Menimbulkan suara hiruk pikuk.
Tapi mereka berdua seperti tidak hiraukan itu.
Mereka terus bergerak saling serang, masing masing melepaskan jurus terbaik mereka buat menekan lawan.
Sekali lagi Guo Yun terpental mundur, dari sudut bibirnya terlihat ada bekas lelehan darah segar.
Guo Yun menyadari kesalahannya, dia terlalu meremehkan lawan.
Terlalu percaya diri akan kemampuannya bakal mampu mengatasi kekuatan Lu Bu Wei.
Ternyata setelah berhadapan ulang dua baru menyadari, kekuatan yang di dapat dari bantuan obat itu.
Bisa jauh melampaui Kekuatan yang ada dalam bayangan nya.
Tapi kini tiada jalan lain, dia hanya bisa mengulur waktu selama mungkin.
Membuat khasiat obat berkurang, atau obat itu habis persediaannya, dia baru ada peluang.
batin Guo Yun.
Di sisi lainnya Lu Bu Wei terlihat baik baik saja, setelah memukul mundur Guo Yun
Dia bahkan, begitu mendarat.
Sudah langsung menghilang bagaikan kabut asap.
Saat muncul lagi.
Sepasang telapak tangan nya yang mengandung tenaga matahari dan bulan.
Masing masing langsung melepaskan tebasan, yang mengeluarkan cahaya berbentuk bulan sabit, berwarna biru merah.
Mengejar dan menutup seluruh jalan mundur Guo Yun.
Lu Bu Wei mempercepat serangannya, agar bisa segera menundukkan Guo.Yun.
Lu Bu Wei tahu Guo Yun sudah terluka, keadaan nya ada di ujung tanduk, dia tidak boleh lengah.
Dia harus terus menekannya, agar tidak ada waktu memulihkan diri.
Guo Yun yang terdesak mulai mencampur Wu Ying Ru Tian, dengan ilmu 72 langkah ajaib.
Dengan perpaduan kedua ilmu ini, Guo Yun terus mengulur waktu.
Dia yakin obat obat itu tidak bisa memberikan pengaruh lama.
Obat obat itu hanya bersifat sementara saja, setelah khasiatnya habis.
Lu Bu Wei pasti akan terluka parah, dia tidak mungkin bisa mengunggulinya.
Lu Bu Wei sambil terus mencecar dan menyerang Guo Yun.
Diam diam dia terus mempelajari pergerakan langkah ajaib Guo Yun.
Setelah paham akan inti jurus 72 langkah ajaib. Lu Bu Wei dalam satu kesempatan.
Dia memberikan dua tebasan keras kearah kepala dan perutnya Nan Thian.
Nan Thian tentu dengan cepat menggeser langkah kakinya, menghindari serangan tersebut.
Tapi baru saja dia menghindar, Lu Bu Wei tahu tahu sudah muncul di belakang nya.
"Dessss..!" Dessss..!"
Sepasang telapak tangan Lu Bu Wei yang mengandung pukulan matahari dan bulan.
Tepat mendarat di kiri kanan, bagian punggung Guo Yun.
Guo Yun langsung jatuh terpental bergulingan di atas tanah.
Sambil menghindari serangan susulan dari Lu Bu Wei yang terus menerus mencecarnya.
Dalam satu kesempatan, bukannya cuma menghindar, tiba tiba Guo Yun menggunakan sepasang kakinya.
Menerjang keatas, menendang kearah dada Lu Bu Wei.
Lu Bu Wei yang tidak mau terkena tendangan sepasang kaki Guo Yun, yang mengandung Thian Ti Sen Kung.
Dia segera menggunakan sepasang telapak tangan nya yang mengandung energi matahari dan bulan.
Untuk menyambut datangnya tendangan keras itu.
"Blaaaarrr...!"
"Blaaaarrr..!"
Tubuh Guo Yun terpental hingga jungkir balik berulang kali di atas tanah.
Lu Bu Wei sendiri sedikit terdorong mundur dengan langkah kaki tidak beraturan.
Dengan gerakan cepat dia kembali menelan beberapa pil kedalam mulutnya.
Lagi lagi terdengar ledakan di beberapa titik penting tumbuhnya.
__ADS_1
Cahaya keemasan yang terpancar dari tubuhnya semakin kuat.