LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MELAWAN YAN YAN


__ADS_3

Di tempat lain, Zhang Yi yang membawa 200 pasukan menyerang kediaman Xiong Sin.


Mereka sukses membantai pasukan penjaga kediaman Xiong Sin.


Tapi sebelum mereka berhasil masuk ke bagian lebih dalam, mereka keburu di kepung oleh pasukan besar Jendral Long Hu.


Zhang Yi yang melihat kedatangan Long Hu, dia memberi kode ke pasukannya, agar mengikuti nya melarikan diri.


Long Hu yang tidak ingin Zhang Yi lolos begitu saja, dia segera memimpin pasukannya melakukan pengejaran.


Berhubung pasukan yang di bawa Long Hu sangat banyak, dengan mudah dia membagi pasukannya.


Menjadi 4 kelompok, menutup semua jalan keluar Zhang Yi.


Di saat kejar kejaran dan pertempuran kecil terus berlangsung.


Perlahan-lahan mereka bergerak menjauhi komplek istana, kediaman Xiong Sin.


Tiba-tiba ada barisan pasukan lain, yang membawa bendera Han, di pimpin oleh pangeran An Hui.


Mereka melakukan serangan mendadak, yang tak terduga.


Dalam waktu singkat, dia sudah berhasil menangkap Xiong Sin dan keluarganya.


Setelah berhasil merebut kembali istana, An Hui meninggalkan 2000 pasukannya, untuk menjaga tawanan dan pertahanan istana.


Sedangkan dia memimpin 8000 pasukan sisanya.


Bergerak menyerang Long Hu, yang sedang sibuk mengepung Zhang Yi.


Zhang Yi meski telah terkepung dan terpojok, dia dan pasukannya terus bertahan dengan gigih.


Cambuk di tangan Zhang Yi selalu merengut nyawa siapa pun, yang berani mencoba mendekat.


Pasukan harimau hitam yang di pimpinnya, tadinya terlihat terus melarikan diri.


Kini begitu dalam situasi terjepit, malah menjadi ganas dan galak.


Setiap tombak di tangan mereka di gerakkan, mesti ada pasukan pengepung yang tumbang.


Seluruh tubuh mereka yang kebal senjata, membuat pasukan pengepung mati daya.


Mereka hanya bisa bertahan dengan perisai.


Dengan kekuatan beramai ramai, mengandalkan tombak panjang dan perisai besar, mereka berusaha mendorong mundur pasukan harimau hitam.


Pangeran An Hui tiba tepat waktu, dia langsung memimpin barisannya menerjang kearah Long Hu.


Long Hu yang berada di bagian paling belakang menjadi sasaran empuk, bagi pasukan pangeran An Hui.


Karena hampir seluruh pasukan Long Hu, dia kerahkan kedepan untuk menekan Zhang Yi dan pasukan harimau hitam.


Long Hu langsung kelabakan, saat dirinya di kepung dan di serang oleh An Hui dan barisannya.


An Hui dan Long Hu sempat bertempur berhadap hadapan, terpisah dari barisan pasukan mereka.


Masing masing bertempur sambil menunggang kuda, saling serang di atas punggung tunggangan mereka.


Sedangkan barisan pasukan An Hui mereka bergerak mencegah pasukan Chu, untuk bisa datang menolong Ling Hu.


Long Hu yang merupakan seorang menantu kantong sampah.


Tidak sampai lima jurus,.dia sudah terjungkal dari atas punggung kuda tunggangan nya.

__ADS_1


Sebelum Long Hu sempat melarikan diri, untuk mencari selamat.


"Arghhhh...!"


Long Hu berteriak keras, lalu jatuh terjerambab keatas tanah, dengan punggung tertembus pedang, yang di lontarkan oleh An Hui.


An Hui memacu kudanya menghampiri tubuh Long Hu, yang tergeletak diam tak bergerak.


Dengan sedikit membungkukkan badannya, an Hui telah mengambil kembali pedang nya yang telah menewaskan Long Hu.


Melihat kematian Long Hu, moral pasukan Chu langsung goyah.


Mendapat tekanan dari dua arah, akhir nya kepungan buyar.


Pasukan Chu yang kehilangan pemimpin, langsung berhamburan melarikan diri.


Keadaan ini membuat barisan .mereka menjadi tidak rapat.


Mereka yang tidak bersedia mendengarkan pengaturan beberapa orang komandan pasukan yang tersisa.


Hal ini membuat mereka mudah di bantai oleh pasukan Zhang Yi dan pasukan An Hui.


An Hui dan Zhang Yi akhirnya berhasil menawan beberapa orang komandan pasukan Chu.


Mereka berhasil memaksa sisa barisan pasukan Chu, yang masih bertahan untuk menyerah.


Dengan menyerahnya sisa pasukan yang bertahan dan sebagian pasukan sudah melarikan diri.


Maka keadaan di sana secara keseluruhan bisa di tertibkan dengan mudah.


Pangeran An Hui melompat turun dari kudanya, memberi hormat kearah Zhang Yi dan berkata,


"Terimakasih banyak kakak, bila malam ini tidak ada bantuan dari kakak.."


"Zhang Yi membalas penghormatan pemuda itu dan berkata,


"Tidak perlu berterimakasih kepada ku, aku hanya menjalankan tugas..'


"Bila benar benar ingin berterimakasih, berterimakasih lah dengan tuan muda kami, Guo Yun.."


"Nama ku An Hui,..kalau boleh tahu saya sedang berbicara dengan..?"


"Nama ku Zhang Yi, maaf aku masih harus segera bergabung dengan tuan muda ku, di penjara pinggir kota ."


ucap Zhang Yi sambil memberi hormat.


Kemudian dia buru buru memimpin pasukannya berlalu dari sana.


"Tunggu kakak Zhang,..!"


"Biar aku ikut kesana..!*


Zhang Yi mengangguk dan berkata,


"Pangeran An terus terang saja, yang sedang di tolong oleh tuan muda ku, adalah ayah anda dan keluarga mu, yang di tahan di sana.."


An Hui yang mendengar hal itu sedikit kaget, dia menatap kearah penasehatnya dan berkata,


"Kenapa hal ini aku tidak tahu paman Yo..?"


"Maaf pangeran An, musuh sengaja menggunakan kabar ini untuk menjebak mu kesana.."


"Demi keselamatan mu, dan demi kerajaan Han bisa bangkit kembali.."

__ADS_1


"Aku dan semuanya terpaksa merahasiakan hal ini dari mu.."


ucap Penasehat Yo dan beberapa komandan pasukan pangeran An, sambil menjatuhkan diri berlutut di hadapan nya


Pangeran An menghela nafas panjang dan berkata,


"Kalian bangkitlah, saat ini yang terpenting kita cepat kesana berikan pertolongan."


"Paman Yo kamu segera ke istana bawa Xiong Sin menyusul kami ke penjara pinggir kota.."


"Semoga masih keburu.."


"Ayo semuanya cepat kita berangkat kesana..!"


"Kakak Zhang maaf kita duluan .."


ucap pangeran An sambil memacu kudanya meninggalkan tempat tersebut.


Pasukan pangeran An yang menunggang kuda, juga ikut menyusul dari belakang.


Sedangkan Zhang Yi yang tidak membawa kuda, mereka terpaksa berlari secepat nya menuju lokasi.


Di penjara pinggir kota sendiri pertempuran masih terus berlangsung.


Meski pasukan Yan Yan menang jumlah, tapi mereka tetap tidak mampu mengalahkan pasukan harimau hitam dengan mudah.


Ling Tong dan Zhou Tai kini sudah bergabung dengan pasukan kecil Guo Yun.


Mereka terus bertahan dari tekanan pasukan Chu, yang jauh lebih banyak.


Secara pelan tapi pasti mereka terdorong mundur ke dalam halaman dan pintu gerbang penjara pinggir kota.


Han Wei dan Ying Wu, terpaksa memimpin saudara saudara nya masuk kembali kedalam bangunan penjara.


Untuk menghindari serangan panah nyasar, yang bisa membahayakan Raja An dan keluarga nya.


Guo Yun sendiri yang sedang melesat menyerang Yan Yan, dengan bayangan pedang nya.


Dia berhasil memaksa Yan Yan terdorong mundur kebelakang, saat pedang mereka mengalami benturan beruntun di udara.


"Trangggg,..!"


Trangggg,..!"


Trangggg,..!"


Trangggg,..!"


Guo Yun terus memutar pedangnya mengejar dan mendesak Yan Yan yang sedang terbang mundur kebelakang.


Sambil terbang mundur, Yan Yan menyimpan pedangnya, dia menarik busurnya dengan gerakan cepat.


Melepaskan 5 batang anak panah melesat kearah Guo Yun dalam satu kali jepretan.


Yan Yan tidak berhenti dengan sekali jepretan, secara beruntun dia melepaskan 5 kali jepretan.


"Serrrrrrr,..!"


"Serrrrrrr,..!"


"Serrrrrrr,..!"


"Serrrrrrr,..!"

__ADS_1


"Serrrrrrr,..!"


__ADS_2