
Kui Yi Sian Seng tentu sulit mengenali Min Min, karena saat Min Min di bawa pergi Lu Bu Wei, Min Min saat itu masih kecil.
Tapi kini saat kembali, dia telah menjelma menjadi gadis dewasa yang cantik jelita.
Kakek Kui Yi Sian Seng hanya bisa menebak nebak, karena wajah Min Min mirip dengan wajah putrinya.
Tapi dia belum berani pastikan, sebelum mendengar langsung penjelasan dari Guo Yun.
Tapi sebaliknya tidak dengan Min Min dia mengingat dengan jelas wajah kakeknya, yang tidak banyak berubah.
Min Min langsung maju memeluk Kui Yi Sian Seng,
"Kakek...!"
panggil Min Min, lalu dia maju memeluk kakeknya dan menangis penuh haru.
Guo Yun hanya berdiri diam menatap pertemuan mengharukan itu sambil tersenyum bahagia.
"Yun Er benarkah kamu berhasil membawa cucu ku kembali..?"
tanya Kui Yi Sian Seng dengan sepasang mata basah, saking gembira dan terharunya.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Benar sekali paman guru, dia adalah Min Min,. cucunya paman guru yang di bawa pergi oleh Lu Bu Wei."
"Terimakasih,.. terimakasih banyak Yun er, kamu telah membawa permata jiwa ku kembali.."
"Cucuku maafkan kakek mu, yang tidak punya kemampuan untuk menolong mu dan membawa mu kembali.."
"Untungnya ada Yun er, sehingga kita bisa berkumpul kembali.."
ucap Kui Yi Sian Seng penuh haru.
Min Min selain mengangguk dan menangis penuh haru memeluk Kakeknya.
Dia tidak berkata apapun juga.
"Mari mari kita pulang kerumah, Yun er kamu juga ikut.."
ucap Kui Yi Sian Seng gembira.
Sambil menggandeng tangan Min Min di kanan Yun er di kirinya.
Mereka bertiga bergerak kembali kekediaman Kui Yi Sian Seng yang besar dan luas.
Pesta perjamuan makan pun langsung di selenggarakan oleh Kui Yi Sian Seng, untuk menyambut kepulangan cucu tunggal nya itu.
Di sela sela makan Kui Yi Sian Seng berkata pelan sambil menatap Guo Yun.
"Yun Er apakah penyakit aneh mu, sudah sembuh..?"
"Uhuk,.. Uhuk,.. Uhuk,..!"
Guo Yun langsung tersedak makanan dan batuk batuk, oleh pertanyaan paman gurunya.
__ADS_1
Min Min langsung bergerak memberi air minum dan menepuk nepuk punggung Guo Yun dengan lembut.
Kui Yi Sian Seng malah tertawa terbahak bahak dan berkata,
"Bila melihat respon mu, aku yakin kamu pasti sudah sembuh.. cucu mantu ku..benar..?"
Guo Yun buru buru berlutut dan berkata,
"Maafkan Yun er paman guru, Yun Er sekali ini pulang,emang sengaja ingin mempertanggung jawabkan semuanya, ke paman guru.."
"Ha..ha..ha..! kamu bilang ingin bertanggungjawab, tapi mengapa masih memanggil ku dengan paman guru, mengapa tidak merubah panggilan mu menjadi kakek..?"
ucap Kui Yi Sian Seng sambil tertawa dan membantu Guo Yun untuk bangun.
"Kakek maafkan Yun er kek.."
"Ha..ha...ha..ha..! begini baru benar, begini baru benar."
"Ayo kita lanjutkan makan makannya..'
"Besok kakek baru akan cari tanggal baik untuk pernikahan kalian berdua..."
"Terimakasih kek.."
jawab Guo Yun dan Min Min kompak, mereka berdua saling pandang lalu tersenyum.
Kakek Min Min tertawa gembira dan berkata,
"Lihat kalian berdua, kakek jadi ingat masa muda dan ingat dengan nenek kalian dulu.."
"Sayangnya dia sudah tiada.."
ucap Kui Yi Sian Seng penuh semangat.
Selesai acara makan makan bersama, Kui Yi Sian Seng, benar benar membawa mereka menuju sebuah ruangan yang bersih tenang.
Wangi semerbak dupa sembahyang yang masih menyala, mewarnai tempat yang terang benderang oleh lampu lampion, yang menghiasi ruangan tersebut.
papan nisan kayu ( Ling Pai ) leluhur, semua berjejer tersusun rapi di sana.
Mengikuti urutan anak tangga, semakin tinggi posisinya, dia adalah leluhur pertama.
Semakin rendah posisinya, dia adalah leluhur paling muda.
Di sana juga ada papan nisan Kui Zi Sian Seng yang menempati posisi diatas kedua orang tua Min min yang menempati posisi paling bawah.
Guo Yun dan Min Min mengikuti arahan dari Kui Yi Sian Seng, melakukan acara sembahyang leluhur.
Setelah selesai Kui Yi Sian Seng pun sambil tersenyum gembira berkata,
"Kalian berdua sekarang boleh kembali beristirahat.."
"Tinggalkan saja kakek di sini.."
"Kakek masih ingin berbicara dengan nenek dan kakak ku..juga ayah ibu mu.."
__ADS_1
Guo Yun dan Min Min tidak membantah, sambil bergandengan tangan, Guo Yun mengikuti tarikan tangan Min Min meninggalkan tempat itu.
Min Min mengajak Guo Yun pergi mengunjungi kamar kedua orang tua nya.
Saat memasuki kamar kedua orang tua nya yang terawat dengan baik, juga ada lukisan yang tergantung di dalam kamar tersebut.
Lukisan ayah Ibunya yang menjadi kenang kenangan buat yang mereka berdua tinggalkan.
Guo Yun mengikuti saja semua pergerakan Min Min, berlutut di hadapan kedua foto itu.
Melakukan penghormatan memanjatkan doa dan memohon restu dari mereka berdua.
Terakhir Min Min terlihat membuka sebuah lemari kecil mengeluarkan sebuah kotak kayu.
Saat kotak kayu itu di buka, di dalam nya ada barang barang dan tumpukan surat surat.
Min Min menatap Guo Yun dan berkata pelan,
"Sejak aku kecil hingga mengerti urusan, aku hanya mengenal mereka lewat lukisan ini.."
"Juga beberapa barang peninggalan mereka berdua ini, yang di berikan oleh kakek untuk aku simpan.."
"Di sini ada beberapa surat dari ibu ku khusus untuk ku, bila aku dewasa baru boleh membacanya.."
ucap Min Min sambil mengeluarkan beberapa sampul surat yang sudah usang dari dalam kotak tersebut.
Min Min menatap surat usang di tangan nya, beberapa waktu lalu dia baru mulai membuka sampul surat itu dan membacanya.
Selesai membaca yang satu Min Min membaca yang lain, setelah selesai dia akan melipat dan menyimpannya kembali dengan rapi.
Guo Yun hanya ikut duduk menemani, tapi dia tidak punya sedikitpun niatan untuk mencari tahu, apa isi surat itu.
Karena hal itu tidak berhubungan dengan dirinya.
Setelah membaca habis surat surat itu, Min Min kemudian menyimpan semuanya dengan hati hati kedalam kotak kayu dan di masukkan kembali kedalam lemari.
Setelah itu Min Min baru mengajak Guo Yun meninggalkan kamar orang tuanya.
Kembali ke kamar pribadinya,.kamar pribadi Min Min tidak berubah masih tetap sama.
Min Min sambil tersenyum lembut menarik Guo Yun menuju tempat tidurnya dan berkata,
"Malam ini kita tidur di sini saja, kamar pengantin kita belum siap.."
Guo Yun tersenyum dan menciumi kening Min Min.
"Min Min di tempat kita dulu, karena tidak terikat adat sopan santun kita bisa bebas.."
"Tapi kini setelah kembali, demi nama baik mu, kakek mu dan keluarga mu.."
"Sebelum kita resmi menikah, aku sebaiknya tidur di ruang tamu yang tersedia.."
Min Min
__ADS_1
Min Min