
Guo Yun memalang kuda nya, menghadang di depan Agahai.
Agahai tidak terlihat takut, dia tersenyum tenang dan berkata,
"Boleh saja, bukan masalah tanpa aku pun, cepat lambat pasukan penjaga malam mu akan habis juga ."
Guo Yun meski di dalam hati nya cemas dan membenarkan ucapan Agahai, yang sangat cerdas.
Tapi di luar dia tersenyum tenang dan berkata,
"Kita lihat saja, siapa tahu pasukan kambing empuk mu, yang malah terbantai di sini.."
"Kamu Agahai, nanti akan menjadi lelucon dunia sepanjang masa."
"Hampir 300.000 pasukan tidak mampu menahlukkan 5000 pasukan, ehh mungkin malah tidak sampai.."
ucap Guo Yun sambil tertawa lebar.
"Ciahhh,..!"
Agahai memacu kudanya, maju menerjang kearah Guo Yun dengan tombak di putar putar di atas kepala, lalu di tusukan kearah Guo Yun.
"Tranggg,..!"
Tombak Agahai tertangkis, mereka berdua saling berpapasan.
Pedang di tangan Guo Yun bergerak cepat menusuk kedelapan titik di tubuh Agahai.
Pedang nya berubah menjadi 8 titik mata pedang, menerjang kearah tubuh Agahai.
"Tranggg,..! Tranggg,..! Tranggg,..!"
Tranggg,..! Tranggg,..! Tranggg,..!"
Tranggg,..! Tranggg,..! Tranggg,..!"
Benturan pedang dan tombak terjadi secara beruntun.
Agahai memutar tombak nya menangkis, sekaligus membalas menyerang kearah leher dada dan perut, dengan tusukan tombak secara secara bertubi-tubi.
"Tranggg,..! Tranggg,..! Tranggg,..!"
Benturan pedang dan tombak, kembali bertemu di udara secara beruntun.
Setelah beberapa kali saling bentur senjata, Guo Yun mendapat kenyataan.
Agahai bukan hanya pulih total, tapi tenaga dalam nya kelihatannya ikut meningkat beberapa puluh lingkaran.
Hanya dalam tempo yang begitu singkat, sudah mampu mengimbanginya.
Guo Yun sedikit kaget dengan kemajuan Agahai, yang begitu.pesat.
Agahai menjadi bersemangat, setelah menyadari, dirinya kini mampu menandingi kekuatan Guo Yun.
Berarti selama ini tidak sia sia,
dia rajin melatih tenaga dalam, dengan meditasi berbagai posisi yang aneh aneh.
Sementara Agahai terlibat pertarungan sengit melawan Guo Yun.
Pasukan harimau hitam sambil menghadai lawan, mereka sedikit demi sedikit bergerak bergeser menuju mulut tebing.
__ADS_1
Kini pertempuran sudah pecah dalam jarak dekat.
Tapi pasukan Xiongnu, yang menang jumlah belum berhasil mengalahkan pasukan harimau hitam.
Bertempur dalam formasi 5 orang setiap grupnya.
Tiga orang bertahan, dua orang menyerang.
Mereka terus berputar secara bergilir, setiap satu putaran serangan.
Untuk membingungkan lawan yang mengepung mereka, juga bisa tetap menjaga stamina mereka.
Selain itu, mereka juga. rata rata memilki ilmu tombak yang sangat bagus dalam bertahan, dan mematikan saat menyerang.
Pengaturan nafas yang baik membuat pasukan Harimau Hitam, Seperti tidak mengenal kata letih.
Malah pasukan Xiongnu sedikit down mentalnya, mereka yang berjumlah jauh lebih besar, malah terlihat seperti kumpulan ngengat, yang terus menerjang api, melakukan pekerjaan bunuh diri.
Bagaimana pun mereka menyerang, pasukan harimau hitam yang kebal senjata, selalu berhasil bertahan.
Kemudian mereka akan membalas menyerang dengan serangan mematikan yang sulit di antisipasi
Sedangkan bagi pasukan Agahai, untuk bisa melakukan serangan kearah, yang tidak tertutup pelindung tubuh.
Itu bukan pekerjaan mudah, selain tingkat kesulitannya tinggi, pasukan harimau hitam yang maju dalam kelompok.
Sangat sulit di serang, tapi kalau menyerang pasti berhasil.
Mereka masih terus bertahan, alasannya cuma satu.
Mematuhi perintah atasan mereka, yang juga sedang berjuang mati matian bersama mereka.
Mereka tidak akan punya muka untuk kembali kerumah, menghadapi saudara dan keluarga mereka dirumah nanti.
Dua alasan ini lah yang membuat mereka terus menerus menyerang tanpa putus.
Temusa Hasan dan Hanif mengikuti kode dari Agahai.
Mereka mundur berlindung di balik pasukan besar mereka.
Hanya memberi perintah, tidak mau bentrok langsung dengan Ling Tong, Zhou Tai dan Zhang Yi.
Mereka memerintahkan ribuan pasukan mereka, untuk maju mengepung dan mendorong Zhang Yi, Ling Tong dan Zhou Tai bertempur terpisah saling menjauh, dari pasukan mereka.
Guo Yun yang melihat situasi kurang beres.
Dia tidak mau melayani Agahai, dengan satu Tebasan pedang menyapu 10.000 pasukan.
Guo Yun memaksa Agahai harus terbang mundur menjauhi nya.
Memanfaatkan hal itu, Guo Yun terbang kearah Zhang Yi, membuka kepungan barisan dengan tebasan pedang pemusnah jurus pertama tadi.
Ribuan pasukan pengepung Zhang Yi terpental kehilangan nyawa.
Satu Tebasan berikutnya, membuat kepungan pasukan Temusa, yang menutup pergerakan pasukan Zhang Yi, menuju celah tebing menjadi terbuka.
"Kakak Zhang pimpin pasukan,..! cepat masuk kedalam celah,! pertahankan jalan menuju mulut celah..!"
Zhang Yi mengangguk cepat dan berkata,
"Pasukan maju,..! cepat ..! cepat..!"
__ADS_1
Zhang Yi memacu kudanya paling depan, lalu menggunakan cambuknya menghajar siapapun yang mencoba mencegah jalannya.
Pasukan harimau hitam mengikuti dari belakang.
Guo Yun berpindah kearah Zhou Tai,. melakukan tebasan dengan jurus yang sama membuka kepungan.
Kini Guo Yun paham jurus pertama meski tidak sehebat jurus kedua ketiga.
Tapi jurus pertama tidak sampai melukai dirinya.
Dia bisa gunakan berulang ulang sesuka hati.
Jauh lebih efektif menghadapi pertempuran seperti saat ini.
Agahai juga belum berani dan belum sanggup menghadapi jurusnya ini.
"Kakak Zhou, pimpin pasukan mu bawa tawanan menyusul kakak Zhang..!"
perintah Guo Yun.
Di sini agak repot, karena selain ada pasukan Hasan, juga ada pasukan Agahai dan Agahai sendiri juga berada di sana.
Guo Yun harus melepaskan berulang kali Tebasan Pedang pemusnah jurus pertama.
Untuk bisa membantu membuka jalan bagi Zhou Tai dan pasukan nya, serta mencegah pasukan pengepung mendekat.
"Kakak Ling cepat mundur, abaikan perbekalan mu, bawa mereka semua mundur.!"
Teriak Guo Yun sambil membantu membuka barisan.
Setelah pasukan bagian tengah berhasil meloloskan diri menyusul Zhang Yi, yang bertahan di mulut tebing.
Pasukan Meng Thian tidak muncul, jadi pasukan besar barisan pendam Agahai tidak ada yang bergerak.
Mereka masih menunggu perintah dari Agahai.
Agahai tidak memperdulikan Guo Yun, Ling Tong dan perbekalan.
Dia memimpin Hasan dan Temusa melakukan pengejaran dan berusaha mencegah Tawanan di bawa masuk kedalam celah tebing.
Pasukan harimau hitam di bawah pimpinan Zhou Tai dan Zhang Yi bekerja keras menahan serangan Agahai dan pasukannya.
Sementara tawanan sebagian sudah berhasil di kirim oleh puluhan pasukan harimau hitam, masuk kedalam celah tebing.
Sebagian lagi terpisah, masih tertahan di bawah penjagaan Zhang Yi dan Zhou Tai.
Guo Yun setelah berhasil memukul mundur Hanif dan pasukannya.
Dia membantu Ling Tong dan pasukannya bergerak menuju kearah Zhou Tai dan Zhang Yi yang sedang terkepung oleh barisan besar pasukan Xiongnu, yang tidak kurang dari 130.000 personil.
Tempat sekitar kelompok kecil pasukan harimau hitam di mulut celah, penuh dengan lautan manusia, seperti semut sedang mengerubungi gula.
Melihat situasi ini, Guo Yun berteriak dengan suara menggelegar.
"Agahai,..! bila kamu memaksa, ..! kamu hanya akan mendapatkan jasad mereka..!"
"Meski hari ini kami semua mati di sini,..! aku dan pasukan ku akan membawa setengah dari kalian ikut dengan kami..!"
Bentakan Guo Yun yang mengelegar suaranya terbukti ampuh.
Pertempuran berhenti, Agahai menunggangi kuda hitamnya, yang gagah keluar dari tengah barisan pasukan Xiongnu.
__ADS_1