LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
WANITA BERBAJU MERAH


__ADS_3

Meriam panjang besar dan berat itu terbang di susul oleh puluhan bola hitam, yang memiliki daya ledak tinggi.


"Brakkkk...!!"


Barisan pasukan tameng Qin langsung buyar berantakan, tertimpa batangan meriam yang besar dan berat itu.


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


"Booommm..! Booommm..!"


Terjadi ledakan beruntun yang menggetarkan seluruh dermaga Zhong Lu.


Tubuh pasukan Qin terlihat terlempar kesegala penjuru, dalam kondisi tewas mengenaskan.


Lengkaplah sudah penderitaan barisan pasukan tersebut, Li Yung sendiri juga ikut gugur di tempat.


Selagi keadaan pasukan Qin sedang kusut dan kacau balau, oleh ledakan dahsyat tersebut.


Kapal kapal yang membawa pasukan harimau hitam telah merapat.


Pasukan harimau hitam berlompatan ringan melompat dari atas kapal.


Di bawah pengarahan para komandan pasukan, yang bertanggung jawab langsung ke Guo Yun.


Begitu mendarat pasukan harimau hitam yang bergerak dalam formasi kecil yang terdiri dari sepuluh personil.


Langsung bergerak membantai pasukan Qin yang sedang kacau balau.


Tidak butuh waktu lama, pasukan Qin ada yang menyerah, ada yang melarikan diri kembali ke Xian Yang.


Mereka sudah tidak mampu melanjutkan pertempuran melawan pasukan harimau hitam.


"Segera buat pertahanan,..!"


"Kita menunggu Han Wei dan yang lainnya tiba, baru kita bergerak menuju Xian Yang..!"


Ucap Guo Yun memberikan instruksi nya.


Zhong Lu di jadikan sebagai pusat pertahanan oleh Guo Yun.


Untuk menyambut kedatangan pasukan besarnya yang lain.


Tempat itu di jadikan base yang bisa untuk menyerang juga untuk bertahan.


Sehingga mereka nanti aman bergerak kedepan, tanpa harus khawatir di jepit lawan dari depan dan belakang.


Tiga hari kemudian setelah Ying Wu dan pasukannya mendarat.


Guo Yun segera berangkat bersama Han Wei dan pasukannya menuju Xian Yang.


Sedangkan Ying Wu akan menyusul, setelah rombongan Jendral Fu tiba.


Jendral Fu lah yang bertugas menjaga dan mempertahankan keamanan di Zhong Lu.


Tidak sampai setengah hari, Guo Yun, Han Wei, dan rombongan pasukan harimau hitam, sudah tiba di depan benteng pertahanan Xian Yang, yang tinggi besar dan megah.


Han Wei yang bergerak memajukan kudanya mendekati benteng pertahanan kota Xian Yang.


Berteriak dengan suara lantang,


"Yin Zheng, jangan bersembunyi lagi ..!"


"Keluarlah..!"


"Atau akan aku ratakan ibu kota mu ini..!"


Setelah berteriak lantang, Han Wei hanya melihat pasukan Qin yang berjaga di atas sana.


Terlihat saling berkasak kusuk panik, tapi pimpinan mereka, tidak ada yang muncul.

__ADS_1


Ying Zheng lebih lebih tidak terlihat batang hidungnya.


Han kembali mengulangi teriakan nya.


"Hei kalian,..! lekas buka gerbangnya, aku akan ampuni nyawa kalian..!"


"Aku tahu jumlah pasukan kalian di dalam sana tidak sampai 10.000..!!"


"Lekas lekas menyerah,..! Bila ingin selamat..!'


Pasukan Qin yang berjaga di atas sana semakin panik dan berkasak kusuk tidak karuan.


"Hi...hi..hi..hi..!"


Terdengar suara tertawa wanita memenuhi tempat itu.


Kemudian dari atas menara pengawas, Melayang keluar seorang wanita muda berusia 20an tahun.


"Hanya kamu mau meminta kami menyerah...!"


"Kamu hanya bermimpi di siang bolong..!'


"Entahlah..!"


Bentak wanita muda berpakaian merah itu.


Dia langsung melesatkan seberkas cahaya merah yang sarat dengan energi pedang.


Menerjang cepat, kearah Han Wei dan kuda nya.


Guo Yun yang berada tidak jauh di belakang Han Wei segera melesat kedepan.


"Tap..!"


Guo Yun mendarat tepat menghadang di depan Han Wei.


"Energi pelindung Langit dan Bumi..!"


Melindungi dirinya dari Han Wei dari serangan energi pedang gadis berbaju merah itu.


"Blaaarrr...!!"


Serangan gadis itu tertahan oleh kubah cahaya kuning keemasan yang melindungi Guo Yun dan Han Wei.


Melihat serangannya berhasil di patahkan, gadis itu melanjutkan dengan serangan keduanya.


Seberkas cahaya merah yang lebih besar dan kuat melesat menerjang kearah kubah ciptaan Guo Yun.


"Blaaarrr...!"


Tanah di sekitar bergetar hebat, sehingga kuda tunggangan pasukan harimau hitam di belakang sana terlihat gelisah dan agak panik.


Masing masing pasukan terlihat sedikit sibuk, mereka semua harus berusaha menenangkan kuda tunggangan mereka masing-masing.


Guo Yun dan Han Wei meski tidak mengalami sesuatu di dalam kubah pelindung.


Tapi Guo Yun menyadari efek tidak baik bagi pasukan nya, bila dia mulai bergebrak serius dengan wanita di hadapannya ini.


"Han Wei kamu pimpin mereka mundur 3 Li dari sini.."


ucap Guo Yun cepat.


Han Wei mengangguk, dia segera mutar kudanya, bergerak meninggalkan tempat tersebut kembali ke arah pasukannya.


Sementara Han Wei bergerak kembali ke pasukan nya, Guo Yun perlahan lahan melayang keatas.


Menekan cahaya kuningnya mendesak mundur cahaya merah, terus bergerak mendekati Gadis baju merah yang sedang menyerang nya .


"Katakan siapa kamu !?"


Bentak Guo Yun sambil menatap tajam kearah gadis muda itu.


"Aku Lin Mei, kenapa ?!"

__ADS_1


"Tertarik..!?"


"Mau memilki ku, kamu harus bisa membunuh guru ku dulu.."


ucap Lin Mei sambil tersenyum mengejek dan melemparkan kerling genit.


"Siapa Guru mu..?"


Tanya Guo Yun kembali.


dia perlu menggali sedikit informasi dari wanita ini.


Agar dia tahu siapa orang di balik layar yang mendukung Ying Zheng itu.


"Li Mu Bai ketua sekte pedang tunggal,.."


"Bagaimana pernah mendengarnya..?"


"Ku rasa tidak, karena orang yang pernah mendengar nama nya, tidak ada satupun yang hidup.."


ucap gadis itu sambil tersenyum bangga.


Guo Yun membalas dengan senyum mengejek dan berkata,


"Menghalangi jalan ku, membela Ying Zheng pasti mati..!"


"Tidak peduli siapapun itu.."


"Bila tahu diri menggelinding pergilah dari hadapan ku bersama si tua Bangka Li mu itu..!"


"Bila tidak hari ini akan jadi peringatan kematiannya di tahun depan.."


ucap Guo Yun dingin.


Guo Yun sedang mencemaskan Gongsun Li dan Si Si kedua istrinya.


Moodnya sedang sangat tidak baik, dia selalu bersikap tenang, hanya berjaga agar tidak salah langkah.


Tapi kini melihat wanita genit, yang berani menghalangi langkahnya.


Tentu Guo Yun tidak ingin banyak membuang waktu.


"Dasar sombong..!"


"Rasakan dulu jurus maut ku..!"


Teriak wanita baju merah itu marah.


Dia segera bergerak mundur, di belakangnya muncul sebuah bola cahaya merah raksasa.


"Hyaaaaaat...!"


Wanita itu mendorong, bola cahaya di belakang tubuhnya kedepan.


Bola cahaya merah itu meledak, berubah menjadi ribuan energi pedang merah melesat menerjang kearah Guo Yun.


"Thian Ti He Yi..!!"


Teriak Guo Yun, sambil memutar kedua tangannya di depan dada.


Memunculkan sebuah bila cahaya emas terang di depan dadanya.


Sebelum kemudian dia dorongkan kedepan untuk menyambut datangnya serangan Lin Mei.


Bola cahaya emas melesat keatas menyambut serangan ribuan energi pedang merah, yang menerjang ganas kebawah.


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"

__ADS_1


__ADS_2