LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TEMPAT ASAL GUO YUN


__ADS_3

Si Si menatap Guo Yun lekat lekat, dia mendekati nya, memegang sepasang pipi Guo Yun dengan lembut.


Menariknya dari posisi tertunduk, agar menatap kearah nya.


Setelah itu dia berkata dengan serius,


"Tuan muda ingin tahu apa yang akan aku tuntut dari mu.."


"Aku akan katakan, tapi aku ingin tuan muda bersumpah."


"Bersumpah lah, Tuan muda akan memenuhi semua permintaan dan tuntutan ku.."


Si Si Terus menatap sepasang mata Guo Yun lekat lekat, ingin mencari tahu, apa reaksi Guo Yun atas permintaannya barusan.


Tapi dia hanya mendapatkan tatapan mata kosong, penuh penyesalan dan rasa bersalah di sana.


Guo Yun menatap Nona Zhao dengan serius dan berkata,


"Baiklah aku bersumpah akan memenuhi semua permintaan mu.."


Meski berat mengucapkan nya, dan Guo Yun sadar akan segala konsekwensinya, dan berbagai kemungkinan terburuk, yang mungkin di minta oleh Si Si darinya.


Tapi ini adalah wujud pertanggungjawaban, mau tidak mau, suka tidak suka, dia harus terima segala konsekwensinya.


Si Si tersenyum lebar, dia menggenggam tangan Guo Yun dengan lembut dan berkata,


"Aku tahu tuan muda pasti akan bersumpah untuk itu, dugaan ku tidak meleset."


"Permintaan pertama ku adalah..."


Si Si sengaja menggantungnya untuk mengundang rasa penasaran Guo Yun.


Guo Yun menatap bibir Si Si lekat lekat dan berkata,


"Apa..?"


Sambil tersenyum penuh misteri Si Si akhirnya berkata,


"Ceraikan dia, nikahi aku.. bagaimana..?"


Guo Yun terlihat tidak terkejut dengan permintaan tersebut.


Menurut Guo Yun , permintaan Si Si adalah suatu permintaan yang sangat wajar .


Setiap gadis tentu akan meminta hal itu, ke pria mana pun yang akan menjadi pasangan nya.


Tapi kewajaran itu menimbulkan kepahitan, kesedihan, penyesalan, yang sulit di ungkapkan oleh Guo Yun.


Meski sulit menerimanya, tapi sambil memaksakan diri Tersenyum, Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Baik, aku akan kabulkan permintaan mu, dengan taruhan nyawa ku.."


Guo Yun sudah memikirkan segala resiko dan langkah, yang akan dia ambil saat menemui istrinya nanti.


Semua itu sudah ada dalam pikiran Guo Yun.


Si Si memaksakan diri Tersenyum, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Permintaan pertama batal, anggap saja aku tidak pernah mengatakan nya.."


"Lupakan saja.."

__ADS_1


"Sekarang permintaan kedua ku adalah aku ingin Yun ke ke tegar kembali, bangkit kembali, bersemangat, pikirkan masa depan, ingat musuh berat masih menanti di luar sana.."


"Cita cita dan perjuangan Yun ke ke pasti masih panjang, tidak boleh menyerah di sini.."


"Bagaimana bisa..?"


tanya Si Si sambil tersenyum sedih.


Guo Yun sedikit bingung dengan sikap Si Si barusan.


Tapi tanpa berpikir panjang, dia kembali mengangguk dan berkata,


"Baiklah aku berjanji pada mu.."


Si Si sedikit menengadah menahan airmata nya yang hampir runtuh.


Sesaat kemudian dia pun, kembali menatap Guo Yun dengan serius dan berkata,


"Permintaan ketiga ku adalah,..."


"Setelah kakak Yun melangkah keluar dari ruangan ini, kembalilah ke kehidupan kakak Yun yang semula..'


"Jangan menoleh kebelakang, jangan memikirkan nya, lupakan saja semua yang pernah terjadi di tempat ini.."


"Anggap saja ini semua, sebuah mimpi buruk yang tidak pernah terjadi..'


"Yun ke ke harus bisa melupakan semua nya dengan tuntas, dan jangan pernah memikirkan nya lagi.."


"Anggap saja kita tidak pernah bertemu..'


"Kakak jalani jalan terang kakak, saya jalani jalan jembatan kesepian ku.."


ucap Si Si mengakhiri permintaan Ketiga nya yang sangat di luar dugaan Guo Yun.


Guo Yun menggelengkan kepalanya menatap Si Si dengan penuh haru.


Tanpa terasa dua butir air bening melompat keluar dari sepasang matanya.


"Kakak Yun sudah bersumpah, tidak boleh mengingkarinya..'


"Mengingkarinya adalah dosa besar.."


ucap Si Si sambil menggunakan sepasang jempolnya, dengan lembut menghapus, dua butir air mata yang bergulir di pipi Guo Yun..


Setelah itu sambil memaksakan diri nya yang hampir menangis, Si Si memaksakan diri nya untuk tersenyum aneh.


Sebuah senyum yang sangat janggal dan sangat di paksakan.


Si Si setelah memberikan senyum tersebut, dia memutar badannya memunggungi Guo Yun.


Dalam diam dia berjalan pergi, membiarkan airmatanya jatuh bercucuran runtuh keatas lantai.


Setelah tiba didepan tuas rahasia, dia kembali berkata,


"Permintaan terakhir ku, kakak Yun segera berpakaian, lalu tinggalkan tempat ini melalui pintu sebelah sana..."


Sambil berkata Si Si menggunakan jari telunjuknya yang runcing dan halus, menunjuk kearah pojok kanan ruangan, tidak jauh dari ranjang..


Lalu dia menarik sebuah tuas rahasia, sambil memunggungi Guo Yun.


Dia tidak ingin Guo Yun melihat dirinya bersedih dan menangis, jadi meski dia sangat ingin melihat Guo Yun, untuk yang terakhir kalinya, sebagai kenang kenangan.

__ADS_1


Tapi dia memilih untuk tidak melakukan nya.


Dia memilih menangis dalam diam, membiarkan airmata nya runtuh berguguran jatuh keatas lantai tanpa dia seka.


Guo Yun menatap bayangan punggung Si Si dengan sedih dan di penuhi rasa sesal.


Tapi ini adalah permintaan Si Si, semua ini Si Si lakukan demi kebaikan masa depan nya.


Dia tidak bisa menolak, karena bila menolak, dia semakin akan melukai perasaannya, apalagi memberikan harapan tidak jelas.


Berpikir sampai di sana, Guo Yun mengeraskan hati, memungut semua pakaiannya yang berserakan.


Mengenakan nya kembali, setelah itu dia kembali menatap Si Si dan berkata,


"Jasad teman ku masih di luar sana, aku tidak bisa pergi.."


Si Si langsung memotong ucapan Guo Yun dan berkata,


"Tenang saja, Yun ke ke katakan saja mau di antar kemana ? aku akan aturkan untuk Yun ke ke.."


"Arah selatan, ada bukit pohon Pinus, di sana aku akan menantinya.."


ucap Guo Yun cepat.


"Baik.."


Jawab Si Si singkat.


Guo Yun sekali lagi menatap bayangan punggung gadis, yang tinggi semampai, sangat mirip dengan istrinya Gongsun Li.


Dia kemudian menghela nafas sedih, setelah itu dia mengeraskan hati membalikkan badan.


Lalu melangkah menuju pintu rahasia, yang sudah terbuka dan sedang menanti dirinya pergi dari sana.


"Yun ke ke tunggu,..!'


Guo Yun menghentikan langkahnya, membalikkan badannya menatap kearah Si Si, menunggu apa yang ingin di sampaikan oleh gadis cinta semalam nya itu.


"Bolehkah aku tahu asal kampung halaman Yun ke ke..?"


ucap Si Si tetap tanpa menoleh.


"Aku lahir di daerah negara Yue, tepatnya di ibukota..Guiji dekat Shaoxing.. di besarkan di lembah hutan sebelah selatan ibukota Yue.."


ucap Guo Yun tetap menjelaskan tanpa tahu maksud tujuan dari pertanyaan dari Si Si.


Si Si mengangguk pelan dan berkata,


"Pergilah selamat jalan,..jaga diri kakak baik baik.."


"Ingat jangan pernah kembali mencari ku lagi.."


"Lupakan saja semuanya dengan tuntas ."


ucap Si Si sedikit terisak.


Dia sebenarnya sangat berat dan sedih harus berpisah dengan Guo Yun dengan cara seperti ini.


Dia juga berat mengucapkan kata kata terakhir ini.


Tapi demi kebaikan Guo Yun, dia tidak punya pilihan.

__ADS_1


__ADS_2