LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
CERITA TENTANG LI BA


__ADS_3

Melihat keadaan sekitar, sadarlah Sian Sian, dia pasti sudah dibawa. oleh Guo Yun meninggalkan Ling San.


Guo Yun pasti sudah membawanya pergi dari sana, sesuai dengan pesan terakhir kakak Ba .


"Kakak Ba,.. "


gumam Sian Sian sedih.


Guo Yun yang sekarang memilki pendengaran tajam, dia dapat mendengar gumam sedih dari Sian Sian.


Sambil menghela nafas sedih,Guo Yun yang merasa prihatin, berkata tanpa menoleh,


"Sian er kamu sudah siuman ? kemarilah,.. duduk lah di sini, temani kakak Yun ngobrol-ngobrol."


Sian Sian sambil menghapus sisa airmata nya, dengan langkah lesu.


Dia keluar dari dalam bilik perahu, mengambil tempat duduk di sebelah Guo Yun.


Sian Sian menengadahkan kepalanya, menatap bintang bintang yang berkelap kelip bertaburan di langit.


"Sian er maafkan kakak Yun, kakak Yun terpaksa membawa mu kemari, kakak tidak bermaksud memisahkan kamu dari adik Ba.."


ucap Guo Yun pelan.


"Tapi ini semua demi kebaikan kalian berdua, sekalian memenuhi permintaan adik Ba, yang selalu mengkhawatirkan keselamatan mu.."


Sian Sian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Ini bukan salah kakak, kakak tak perlu minta maaf, kakak hanya menjalankan amanat kakak Ba saja.."


Guo Yun menghela nafas pelan dan mengangguk kecil.


"Sian er kamu harus tahu, adik Ba mengambil keputusan ini, karena dia sangat perduli dan menyayangi mu.."


"Aku sudah lama mengenal adik Ba, selain aku, adik Ba tidak pernah akrab dan perduli dengan siapapun.."


"Kamu adalah orang pertama yang paling dia perdulikan, dan sayangi di dunia ini, kamu harus paham niat baik adik Ba.."


"Kamu tidak boleh kecewakan harapan nya, dia sudah berjanji, kamu harus percaya padanya, aku sangat yakin, adik Ba pasti akan menepatinya."


"Adik Ba ingin melihat mu bebas, gembira, ceria dan bahagia, maka kamu harus berusaha wujudkan keinginannya, apa kamu mengerti..?"


tanya Guo Yun pelan.


Sian Sian tersenyum sedih dan menghapus dua butir airmata, yang runtuh dari kedua sudut matanya.


"Sian er mengerti kak Yun, Sian er akan berusaha memenuhi semua harapan kakak Ba.."


"Sian er akan menunggu kedatangannya sampai kapan pun juga.."


ucap Sian Sian penuh tekad.


"Baguslah kalau kamu bisa mengerti.."


"Hari sudah larut, udara di luar semakin dingin, bila mengantuk, pergilah beristirahat.."

__ADS_1


ucap Guo Yun, sambil membantu menyelimuti Sian Sian dengan jubah luarnya.


"Terimakasih kakak Yun, tapi Sian er belum mengantuk, biarlah Sian er duduk di sini saja."


Guo Yun mengangguk pelan menanggapi ucapan Sian Sian.


Sesaat suasana berlalu dalam hening, masing masing larut dalam pikiran masing-masing.


Akhirnya Sian Sian yang buka suara, untuk mencair kan keheningan malam,


"Kakak Yun boleh cerita tidak, awal perkenalan kakak Yun dan kakak Ba, hingga bisa bertemu dengan Sian Sian dan kakek.."


Guo Yun tersenyum sambil termenung, Lalu dia mulai bercerita tentang awal pertemuan dirinya, dan awal persahabatan nya dengan Li Ba.


Hingga mereka berdua menjalani berbagai pertarungan hidup mati bersama.


Setelah mengakhiri ceritanya, Guo Yun pun menoleh kearah Sian Sian dan berkata,


"Begitulah cerita kami,..mengenai latar belakang adik Ba, dia tidak pernah membahas."


"Jadi aku pun tidak pernah bertanya.."


ucap Guo Yun sejujurnya.


"Kalau hal itu Kakak Ba pernah cerita pada ku..."


ucap Sian Sian bersemangat, gadis kecil itu mengedikkan kepalanya sambil tersenyum bangga.


Melihat hal ini Guo Yun pun tersenyum dan berkata,


Mendengar ucapan Guo Yun, Sian Sian pun mulai bisa tersenyum gembira.


Sifat cerianya mulai muncul, dengan gembira dia berkata,


"Baiklah karena kakak Yun akui aku nomor satu.."


"Maka biarlah nomor satu yang bercerita pada nomor dua.."


ucap Sian Sian sambil tersenyum nakal.


Guo Yun pun ikut tersenyum menanggapi suasana gembira yang di tularkan oleh Sian Sian.


"Nama ayah kakak Ba adalah Wei Su, nama ibunya adalah Li Ling."


"Saat Ibu kakak Ba sedang mengandung 6 bulan, ayah kakak Ba mendapatkan panggilan militer dari atasannya Wen Zhong."


"Wen Zhong meminta ayah kakak Ba, untuk menyertai nya maju ke medan perang menyelamatkan raja Yue, Guo Jian."


Mendengar cerita itu, Guo Yun dalam hati, diam diam sangat terkejut.


Perihal Wen Zhong sahabat ayahnya Fan Li, yang memilki kesaktian tinggi dan merupakan panglima utama negara Yue.


Tentu saja Guo Yun pernah dengar cerita itu dari ayahnya Fan Li.


Sedangkan Guo Jian ayah kandungnya yang memalukan, Guo Yun juga tahu sedikit tentang nya.

__ADS_1


Guo Yun mendengarkan penuh perhatian.


Setelah mengatur nafas, Sian Sian melanjutkan ceritanya.


"Saat itu ibu kakak Ba tidak setuju, ayahnya berangkat."


"Tapi ayah kakak Ba berkeras ingin berangkat, akhirnya berakhir dengan pertengkaran hebat.."


"Ayah kakak Ba tetap memilih berangkat, meninggalkan Ibu Kakak Ba, yang sedang mengandung seorang diri di rumah..'


"Karena kesal, ibu kakak Ba kembali kerumah orang tua nya, dan melahirkan kakak Ba di sana."


"Karena saat lahir ayah kakak Ba tidak hadir, kakek luar kakak Ba yang kesal dan kecewa dengan menantunya.."


"Dia memberikan nama kepada kakak Ba dengan marganya sendiri marga Li dan namanya dia berikan huruf Ba yang artinya sudahlah.."


"Arti yang mengungkapkan rasa kecewanya terhadap ayah kakak Ba."


"Bertepatan dengan hari di mana kakak Ba lahir, hari itu juga datang kabar berita bahwa ayah kakak Ba Jendral Wei Su telah gugur di Medan perang."


"Mendapatkan kabar itu, Ibu kakak Ba yang baru habis melahirkan, langsung mengalami syok berat, sehingga dia mengalami pendarahan hebat dan akhirnya meninggal pada hari itu juga.."


"Selanjutnya kakak Ba di besarkan oleh kakek dan nenek luar nya."


"Kakak Ba mewarisi kekuatan besar ayahnya sejak lahir, selain itu dia juga suka menggunakan senjata Gada berat."


"Sehingga oleh anak sebayanya, dia di juluki si gada gagap.."


"Begitulah ceritanya, kakak Yun.."


ucap Sian Sian penuh semangat.


Guo Yun mengangguk dan tersenyum menanggapi keceriaan Sian Sian.


"Sekarang giliran kakak Yun, ceritakan, bagaimana masa lalu kakak.."


ucap Sian Sian menagih penuh semangat.


Melihat gadis tanggung itu mulai kembali mendapatkan keceriaannya, Guo Yun menjadi tidak tega menolaknya.


Guo Yun pun mulai bercerita, semua yang dia tahu ke Sian Sian.


Gadis itu mendengarkan dengan penuh semangat dan takjub, tentang kisah masa kecil Guo Yun.


Selesai bercerita Guo Yun melihat matahari mulai terbit, dia juga melihat Sian Sian beberapa kali terlihat menguap.


Guo Yun pun berkata,


"Sian er, biar kakak bantu oleskan obat di luka punggung mu, setelah itu kamu pergilah berbaring tidur di bilik sana.."


"Bangun tidur nanti kita bisa pesta makan ikan bakar, gimana ?'


"Asyik ikan bakar, Sian er sudah lama tidak makan itu, dulu di pulau Sian Sian sering makan itu."


"Tapi semenjak di Su Yuan.."

__ADS_1


Sian Sian tidak melanjutkan ucapannya, dia hanya tertunduk sedih.


__ADS_2