LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
ZHOU WEI VS FAN KUAI


__ADS_3

Zhang Han yang berpengalaman segera mengetahui jalan pikiran kedua rekan Jendral muda nya itu.


Jadi sebelum mereka bergerak menerima tantangan Zhou Wei, dia langsung mengingatkan.


"Kalian jangan ladeni dia,..ransum kita tidak akan cukup untuk berperang dalam jangka waktu lama.."


"Kamu Li Cheng segera pimpin pasukan mu hajar dan tahlukkan dia.."


"Kamu Fan Kuai bersiaplah dengan pasukan panah mu."


"Begitu ada tanda tanda mereka akan melarikan diri, hujani mereka dengan anak panah."


"Bunuh sebanyak banyaknya, tapi ingat jangan di kejar.."


"Saat Fan Kuai bergerak, Li Cheng kamu pimpin pasukan mu mundur bertahan, melindungi pasukan Fan Kuai.."


Ucap Zhang Han memberikan pengarahan.


Zhang Han adalah Jendral senior, meski Li Cheng dan Fan Kuai kurang puas, tapi mereka tidak berani membantah perintah dari Zhang Han.


Mereka segera bersiap siap untuk menjalankan perintah Zhang Han.


Li Cheng segera memberi tanda ke pasukan artileri nya untuk bergerak mengikutinya menyerang Zhou Wei tanpa banyak basa basi..


Suara derap langkah pasukan Qin segera. Berkumandang memenuhi seluruh mulut jalan Lang Ya.


Zhou Wei yang menyadari lawannya tidak mau melayani tantangannya.


Dia segera memberi kode agar pasukan nya bergerak mundur.


Dia sendiri juga langsung menarik tali kekang kudanya.


Berlari menyusul di belakang pasukannya.


Baik Li Cheng maupun Fan Kuai terpaksa menahan pasukannya.


Karena perintah dari Zhang Han,


Mereka tidak di ijinkan melakukan pengejaran.


Sedangkan pasukan Fan Kuai sendiri, belum bisa melepaskan anak panah, karena jarak tembak sasaran masih terlalu jauh jangkauan nya dari anak panah mereka.


Jadi percuma juga mereka menyerang, bila tidak boleh melakukan pengejaran.


Melihat kejadian yang berlangsung, Zhang Han pun meminta ajudannya mengibarkan bendera, agar pasukan Qin bergerak mundur kembali ke posisi mereka sebelumnya.


Lalu mereka kembali melanjutkan perjalanan bersama sama dalam barisan teratur.


Li Cheng dan Fan Kuai harus menahan jengkel atas sikap


Zhang Han, yang mereka anggap terlalu berhati hati dan bertele tele.


Seharusnya tadi dia biarkan mereka maju memenggal Zhou Wei.


Bila Zhou Wei jatuh, bukankah perlawanan pasukan harimau hitam akan lumpuh dengan sendirinya.


Batin mereka di dalam hati.

__ADS_1


Sementara pasukan Qin terus bergerak, Zhou Wei dan pasukannya sudah kembali keatas bukit, berkumpul kembali dengan pasukan Ling Wu.


Mereka berdua segera mengadakan diskusi untuk rencana berikutnya.


Karena pihak Qin tidak mau melayani tantangan duel mereka.


Setelah berunding matang, pasukan harimau hitam tetap bersembunyi diatas bukit.


Membiarkan pasukan Qin leluasa melintas, melewati kaki bukit, tempat persembunyian mereka.


Baru saat pasukan Qin sedang bersiap untuk makan siang dan melepas lelah.


Tiba tiba Jendral Zhou Wei memimpin 10.000 pasukan berkuda datang melakukan serangan dadakan secara membabi buta, di barisan tengah pasukan Qin.


Karena serangan di lakukan secara mendadak, pasukan Qin yang sedang tidak siap banyak yang tewas terbunuh oleh serangan dadakan tersebut.


Begitu pasukan Qin bersiap untuk menyerang balik, Zhou Wei segera memimpin pasukan nya menerobos kepungan lalu melarikan diri.


Li Cheng dan Fan Kuai saat tiba di barisan tengah, melihat kekacauan yang terjadi yang hampir menewaskan 10.000 personil pasukan Qin.


Mereka sangat marah, mereka berdua segera bersiap untuk melakukan pengejaran.


Tapi sebelum mereka sempat bergerak, Zhang Han kembali muncul mencegah mereka.


"Jangan di kejar, berbahaya.."


"Lebih baik abaikan saja.."


"Mari kita beristirahat saja di sini.."


"Setelah itu segera lanjutkan perjalanan.."


"Aku kedepan sana dulu.."


Ucap Zhang Han memberikan instruksi.


Setelah itu dia sendiri langsung bergerak menuju baris depan, tanpa menghiraukan reaksi kesal dari kedua Jendral muda itu.


Fan Kuai segera beraksi keras, setelah Zhang Han pergi.


"Apa apaan ini,..? ini sama saja membiarkan kita di bantai dan di permainkan lawan tanpa melakukan perlawanan.."


"Ini sungguh kelewatan, lama lama bisa habis pasukan kita.."


"Saat itu ransum cukup pasukan habis mau perang pakai apa..?"


Ucap Fan Kuai dengan wajah emosi dan tidak puas.


Li Cheng menghela nafas panjang dan berkata,


"Aku tentu saja setuju dengan mu, tapi Kita bisa apa..?"


"Dia seniornya, dia atasan kita.."


"Selain menuruti nya, kita bisa apa..?"


"Lebih baik turuti saja apa maunya, daripada nanti kena Hukuman militer.."

__ADS_1


"Sudahlah kamu ke belakang sana.."


"Aku juga harus mengawasi ke bagian tengah.."


Ucap Li Cheng sambil bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Fan Kuai sambil mendengus kesal, dia segera memacu kuda tunggangan nya menuju barisan belakang .


Zhang Han Li Cheng dan Fan Kuai di tiga tempat terpisah setelah memeriksa keamanan di sekitar mereka.


Mereka dengan serentak menurunkan instruksi agar pasukan mereka boleh melanjutkan makan dan istirahat siang.


Pasukan Qin yang mendapatkan instruksi dari atasan mereka.


Mereka segera buru buru mengeluarkan perbekalan masing masing.


Setelah itu mereka segera duduk berkelompok kelompok.


Mencoba mencari tempat nyaman, untuk sekedar melepas lelah.


Sekedar mengisi perut yang lapar dan tenggorokan yang haus dengan perbekalan mereka yang sudah di bagikan, tapi belum sempat di nikmati.


Aku at keburu di serang oleh Zhou Wei dan pasukan berkuda nya, yang muncul dan menghilang bagaikan hantu pencabut nyawa, di tengah hari bolong.


Selagi mereka mulai menikmati ransum, diam diam pasukan harimau hitam, yang di tugaskan untuk mengamati gerak gerik mereka segera memberi kode ke udara.


Sesaat kemudian begitu melihat kode di lepaskan, Zhou Wei kembali memimpin pasukan berkuda nya datang menyerang.


Sekali ini yang di serang adalah Barisan bagian belakang yang menjadi wewenang Fan Kuai.


Lagi lagi mereka di serang secara mendadak oleh pasukan berkuda Harimau Hitam, menggunakan senjata crosbow di imbangi dengan serangan tombak terbang.


Fan Kuai yang melihat lawan kembali datang menyerang, dia segera mengamuk dengan golok di tangan.


Setelah berhasil membunuh 5 penunggang kuda, yang merupakan anggota pasukan harimau hitam.


Fan Kuai akhirnya bertemu dengan Zhou Wei yang menahan pergerakan nya dengan permainan tombak nya.


"Trangggg..!"


Trangggg..!"


Trangggg..!"


Trangggg..!"


Tombak Zhou Wei menyerang dengan sangat cepat hingga berubah menjadi puluhan bayangan mata tombak mengejar dan mengurung Fan Kuai.


Tapi Fan Kuai cukup kuat menangkis dan mementalkan semua serangan, yang datang.


Dengan mengandalkan putaran goloknya, yang berubah menjadi gulungan cahaya putih.


Membentuk tembok pertahanan, untuk melindungi diri nya, dari serangan tombak Zhou Wei.


Selagi mereka berdua sedang terlibat saling serang dengan seru dan imbang.


Di mana , bunga api terlihat berpijar kemana mana, saat senjata mereka saling berbenturan

__ADS_1


Di sekitar mereka pasukan Qin yang sedang tidak siap justru menjadi sasaran empuk, pasukan harimau hitam.


Mereka juga menjadi mangsa yang di bantai dengan mudah oleh pasukan harimau hitam.


__ADS_2