
Jendral Kim Ju Seon ini adalah Jendral yang di rekrut kerajaan Goguryeo, yang tahluk dan mengakui kebesaran Qin.
Setelah kerajaan Yan yang berbatasan dengan kerajaan Goguryeo jatuh ke tangan Yin Zheng.
Kerajaan tersebut dulu tahluk karena raja mereka takut dengan Si Topeng Emas Guo Yun.
Tapi Jendral Kim justru yang paling menantang Kerajaan nya untuk tahluk.
Karena tidak sependapat dengan Raja Goguryeo, Jendral Kim yang kecewa mengundurkan diri dari jabatannya di kerajaan tanah kelahirannya.
Dia memilih berkelana kesana kemari, hingga dua mendapat kabar si Topeng Emas adalah Raja Yue, musuh bebuyutan Qin saat ini.
Dia pun mendaftar menjadi bagian dari pasukan Qin.
Karena kecakapan dan kemampuannya.
Li Si tertarik, kemudian dia di tarik Li Si menjadi salah satu Jendral kepercayaannya.
Li Si yang cerdik, dia tidak memilih bulu, mau kucing hitam mau kucing putih asal bisa menangkap tikus dia akan pelihara.
Begitupula di tubuh pasukannya, selain Kim Ju Seon yang dari Goguryeo, dia juga ada Jendral Nuhaci dari suku Nurchen di daerah timur.
Dia juga punya Jendral dari suku monggolia pedalaman, Jendral Temulin.
Ketiga Jendral yang bukan datang dari bangsa Han ini, masing masing memiliki kelebihan mereka masing masing.
Seperti Kim Ju Seon ini, kelebihannya adalah ilmu tendangan kakinya yang cepat keras dan akurat.
Selain itu kemampuan memanahnya juga sangat luar biasa.
Kim Ju Seon terlihat duduk diatas punggung kudanya, menghadap kearah menara pengawas, benteng pertahanan kota Shoucun.
Baru saja dia mau berteriak, mengeluarkan tantangan duel.
Pintu gerbang kota Shoucun terlihat terbuka sedikit, seorang Jendral berkumis tebal, berwajah galak.
Terlihat menunggangi kuda nya bergerak menghampiri Kim Ju Seon dengan senjata tombak besi di tangan.
Dia adalah salah satu dari 4 bawahan Liu Qin Lung, yang bernama Lam Hai.
Kota Shoucun kini di bawah Pengawasan Zhou Wei, Ling Wu, dan Liu Qin Lung.
Zhou Wei dan Ling Wu masing masing adalah putranya Jendral Zhou Tai dan Ling Tong.
Sedangkan Liu Qin Lung adalah rekrutmen baru Gongsun Li dan Si Si.
Dia adalah seorang Jendral harimau yang sangat bisa di andalkan.
Lam Hai memajukan kudanya menghampiri Kim Ju Seon, sambil menggunakan tombaknya menunjuk kearah Kim Ju Seon.
Lam Hai berkata,
"Cepat laporkan siapa nama dan asal mu..!!"
Kim Ju Seon menjengek dingin,
"Aku Kim Ju Seon,..dari.."
"Wutttt..!"
Belum selesai Kim Ju Seon berucap, dua sudah bergerak menyerang Lam Hai dengan tebasan pedang panjang nya.
__ADS_1
Tubuhnya terlihat mencelat dari punggung kudanya menebaskan pedangnya dari atas kebawah.
"Cranggg..!'
"Crakkk..!"
"Dessss...!"
"Sraaat...!"
Pergerakan Kim Ju Seon begitu cepat, tahu tahu dua sudah melancarkan beberapa serangan dalam satu pergerakan.
Di tutup dengan satu kata,
"Goguryeo.."
"Brakkk..!"
Tubuh Lam Hai jatuh terbanting dari atas kudanya, diam tidak bergerak lagi.
Lam Hai tidaklah lemah, tadi dia sempat mengangkat tombak nya untuk menangkis.
Tapi dia kalah tenaga, sehingga tombak nya tertekan kebawah.
Hingga pedang panjang berhasil melukai bahunya.
Di saat bersamaan sebuah tendangan cepat tak terduga mendarat di dadanya.
Saat tubuhnya terpental, sebuah Tebasan pedang panjang cepat melewati lehernya.
Seketika Lam Hai tewas, sebelum tubuh nya, jatuh mendarat di atas tanah.
"Hei Penguasa Shoucun,.. berani kamu mengirim pecundang seperti ini lagi..!!!"
Ucap Kim Ju Seon dengan bahasa Han nya yang kaku.
Melihat kejadian tersebut Zhou Wei pun berkata,
"Biar aku saja yang turun menghadapi nya.."
Liu Qin Lung segera maju menahannya dan berkata,
"Jendral Zhou dan Jendral Ling adalah pimpinan tertinggi kota ini.."
"Masalah ini serahkan saja pada ku, lagipula Lam Hai adalah bawahan ku.."
"Terjadi hal seperti ini aku wajib bertanggung jawab.."
Ucap Liu Qin Lung serius.
Zhou Wei menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah saudara Liu, kamu berhati hatilah.."
"Terimakasih Jendral Zhou.."
Ucap Liu Qin Lung sambil memberi hormat secara bergantian kepada Zhou Wei dan Ling Wu.
Setelah itu dari atas menara, Liu Qin Lung langsung melompat melayang kebawah.
Liu Qin Lung langsung melayang kearah Kim Ju Seon yang sedang berdiri angkuh diatas punggung kuda Lam Hai yang sudah tewas di tangannya.
__ADS_1
Begitu tiba di hadapan Kim Ju Seon, Liu Qin Lung langsung menyerang dengan tombaknya yang berubah menjadi puluhan bayangan mata tombak, menyerang kearah wajah leher dan dada Kim Ju Seon.
Kim Ju Seon yang tidak mau Mandah saja menerima serangan dari Liu Qin Lung.
Dia segera memutar pedangnya menangkis sambil melompat mundur.
"Tranggg.! Trangggg.! Trangggg.!"
"Tranggg.! Trangggg.! Trangggg.!"
"Tranggg.! Trangggg.! Trangggg.!"
"Dessss..!"
Sambil menangkis Kim Ju Seon kembali melayangkan sebuah tendangan keras dari samping kearah Liu Qin Lung.
Tapi Liu Qin Lung berhasil menahan dengan lengannya.
Mereka berdua sama sama terpental mundur, kemudian hampir berbarengan mereka sama-sama mendarat mulus di atas tanah.
Begitu mendarat Kim Ju Seon langsung melesatkan anak panahnya menerjang kearah Liu Qin Lung.
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
"Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..! Serrrr..!"
Tiga kali jepret dalam hitungan detik 12 anak panah meluncur deras kearah Liu Qin Lung.
Semua anak panah tepat sasaran, tidak ada satupun yang meleset.
Tapi bukan Liu Qin Lung namanya, bila dia semudah itu dirobohkan dengan panah gelap seperti itu.
"Tranggg.! Trangggg.! Trangggg.!"
"Tranggg.! Trangggg.! Trangggg.!"
"Tranggg.! Trangggg.! Trangggg.!"
Liu Qin Lung memutar tombaknya seperti titiran menangkis semua anak panah yang berhamburan menyerang nya.
Semua anak panah berhasil Liu Qin Lung sapok runtuh keatas tanah.
Liu Qin Lung tidak menunggu Kim Ju Seon untuk kembali melepaskan anak panah menyerangnya.
Sambil memutar tombaknya menangkis, tubuhnya terbang melayang kearah Kim Ju Seon.
Liu Qin Lung langsung menyerang Kim Ju Seon, dengan pusaran tombaknya, yang membentuk puluhan mata tombak, bergerak merangsek kearah Kim Ju Seon.
Kim Ju Seon bergerak cepat menggunakan gendewa dan pedang nya untuk menangkis serangan dari Liu Qin Lung.
Sambil menangkis dia juga membalas dengan beberapa tendangan cepat.
Sehingga bayangan tapak kakinya terlihat memenuhi udara di hadapan Liu Qin Lung.
Liu Qin Lung memutar tombaknya, untuk melilit tali gendewa, di satukan dengan pedang panjang milik Kim Ju Seon.
Untuk mengunci pergerakannya, sekaligus Liu Qin Lung menggunakan ujung gagang tombaknya.
Untuk menotok beberapa titik berbahaya di telapak kaki Kim Ju Seon, dengan maksud ingin melumpuhkan kaki nya yang berbahaya.
__ADS_1
Saat sepasang telapak kaki Kim Ju Seon, berhasil di totok oleh ujung gagang tombak Liu Qin Lung.
Seluruh bayangan telapak kaki, yang memenuhi udara, langsung hilang lenyap tak berbekas.