LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMASUKI KOTA LUO YANG


__ADS_3

"Siap Yang Mulia.."


Jawab kedua orang itu cepat.


Setelah itu mereka bertiga segera bubar dari acara perjamuan itu.


Guo Yun yang terlihat terburu-buru tidak berselera menikmati perjamuan.


Tentu saja kedua bawahannya, mana berani berpikir untuk menikmati jamuan dulu baru pergi bertugas.


Mereka mau tidak mau harus bergerak cepat, pergi jalankan tugas yang Guo Yun perintahkan.


Terutama Ying Wu, tugas yang menantinya sangat banyak, dia tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal lain.


Menjelang malam, saat bulan mulai terlihat bersinar di angkasa, barisan pasukan harimau hitam, di bawah Pimpinan Guo Yun dan Ying Wu mulai bergerak menuju kearah barat daya.


Dengan tujuan akhir kota Yang Zhai.


Di tempat lain, setelah menerima kabar dari gubernur Wu dari kota Cai.


Han Wei segera membawa seluruh pasukannya langsung bergerak menuju kota Yang Zhai.


Hingga ketiga pasukan besar bertemu di kota Yang Zhai.


Guo Yun segera memimpin ketiga jendral itu bersama pasukan mereka, berangkat menuju kota Luo Yang.


Kedatangan Guo Yun dengan pasukan besarnya menyerang kota Luo Yang, di mana di sana hanya ada 5000 personil yang berjaga.


Tentu saja menimbulkan kecemasan dan kepanikan dari gubernur setempat.


Saat tiba di depan benteng pertahanan kota Luo Yang, terlihat 300.000 pasukan harimau hitam berbaris rapi dalam formasi mereka.


Guo Yun terlihat berada di barisan paling depan, di kawal oleh Jendral Fu, Han Wei dan Ying Wu.


Guo Yun langsung menggerakkan kudanya berjalan menuju pintu gerbang kota Luo Yang yang tertutup rapat.


Bahkan jembatan gantung, juga sudah di kerek naik keatas.


Jendral Fu , Jendral Han Wei, dan Jendral Ying Wu, mengikutinya dari belakang.


Mereka bertiga segera memacu kuda tunggangan mereka, berjalan mendekati pintu gerbang kota.


Dari depan pintu gerbang kota Luo Yang Guo Yun berteriak,


"Menyerahlah..! buka gerbang kalian,.. ! Turunkan jembatan..!"


"Aku akan menjamin keselamatan kalian semuanya..!"


"Bila tidak, kalian semua boleh bersiap siap, ikut musnah bersama seluruh kota ini..!"


"Cepat pikirkan dan cepat berikan keputusan, aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu..!"


Ucap Guo Yun dengan suara lantang.


Gubernur kota Luo Yang dan komandan keamanan kota Luo Yang, yang berdiri di balik menara tembok pertahanan kota.


Mereka berdua saling pandang dengan wajah pucat.


Komandan pasukan itu pun berkata pelan,


"Gubernur Lam,.. Guo Yun itu, aku mengenalnya, dulu dia adalah si Topeng Emas.."


"Setiap ucapannya sangat bisa di pegang dan bisa di percaya.."

__ADS_1


"Pasukan keamanan kota kita tidak akan bisa menahannya,.."


"Tanpa pasukan sekalipun, dia seorang diri sudah lebih dari cukup, untuk menghabisi semua pasukan keamanan kota kita.."


"Apalagi kini dia datang dengan kekuatan penuh.."


"Aku sarankan Gubernur Lam, kami cepatlah ambil keputusan menyerah saja.."


ucap komandan itu mencoba memberikan pengertian ke atasannya.


Gubernur Lam bukannya tidak mengerti, tapi dia kesulitan memutuskan.


Dia takut Ying Zheng akan menghukumnya, bila Guo Yun dan pasukannya kalah dalam peperangan ini.


Gubernur Lam malah terlihat terdiam di sana, termenung tidak berkata apapun.


Di saat mereka berdua sedang berunding dan berpikir.


Guo Yun di bawah sana kembali berteriak lantang,


"Aku tahu kalian ada di atas sana..!"


"Cepatlah ambil keputusan, aku akan berhitung sampai 10.!."


"Hitungan ke sepuluh gerbang dan jembatan belum juga di buka dan di turunkan..!"


"Aku akan meratakan kota Luo Yang..!"


"Satu...!"


ancam Guo Yun dengan suara yang lebih keras lagi.


"Dua...!"


Suara Guo Yun berhitung, bagaikan lonceng kematian yang berdentang di hati komandan keamanan kota Luo Yang.


Wajahnya semakin pucat dan tubuhnya semakin gemetaran, saat mendengar suara Guo Yun mulai terus berhitung.


"Empat,..!"


"Lima...!"


Komandan keamanan kota sudah tidak bisa bersabar lagi.


Dia langsung membentak Gubernur Lam atasannya,


"Gubernur Lam,..! Ohh ibu ku..!"


Teriak komandan itu sambil menepuk jidatnya sendiri, dia terlihat geram kesal dan tidak sabar lagi melihat sikap gubernurnya yang plintat plintut.


"Sudahlah kamu minggirlah dasar tidak berguna..!"


Bentak komandan itu sambil mendorong tubuh Gubernur Lam yang gemuk ke pinggir.


"Enam..!"


Teriak Guo Yun terus berhitung tanpa henti.


Komandan keamanan kota, langsung muncul di pinggiran pembatas benteng kota dan berteriak keras.


"Tunggu,..!"


"Baiklah,..! Tahan hitungannya..!"

__ADS_1


"Aku akan segera menurunkan jembatan dan membuka pintu gerbang kota..!"


Teriak komandan itu sambil menatap kearah Guo Yun dengan wajah serius.


Guo Yun mengangguk dan menghentikan hitungannya.


Pada dasarnya Guo Yun memang tidak punya maksud, melukai siapapun.


Apalagi penduduk kota Luo Yang yang tidak tahu apa apa.


Dia tidak mungkin menghabisi mereka semua.


Dia hanya menakut nakuti mereka saja, agar mereka segera menurutinya membuka pintu gerbang kota dan menurunkan jembatan.


Komandan di atas menara, setelah mendapatkan persetujuan dari Guo Yun, yang sudah berhenti berhitung.


Dia segera menurunkan perintah ke anak buahnya, agar segera membuka pintu gerbang kota dan segera menurunkan jembatan penghubung.


"Cepat..! Cepat.! Cepat.! "


"Segera buka gerbangnya dan turunkan jembatan...!"


"Jangan ada kesalahan sedikitpun.."


ucap Komandan keamanan kota Luo Yang terlihat sibuk.


Dia tidak lagi mengindahkan atasannya yang berdiri di sana dengan wajah pucat dan terlihat serba salah, seperti orang bodoh, yang tidak tahu apalagi yang harus dia lakukan.


Guo Yun di bawah sana terlihat tersenyum senang, saat melihat jembatan mulai di turunkan.


Pintu gerbang Hu Lao Kuan yang besar tinggi dan lebar juga mulai di buka dari dalam.


Ketiga bawahan Guo Yun yang mengawalnya, terlihat saling pandang dan tersenyum sumringah.


Mereka benar benar tidak menyangka, kota legendaris yang biasanya selalu jadi kunci pertahanan setiap kerajaan.


Terkenal sangat sulit ditahlukkan, kini bisa di tahlukkan mereka dengan sangat mudah tanpa perlawanan sama sekali.


Segera setelah pintu gerbang itu terbuka, jembatan penyeberangan di turunkan.


Tanpa ragu ragu, Guo Yun langsung memberi kode, agar pasukan besar nya bergerak mengikuti nya memasuki kota tersebut.


Saat memasuki kota Luo Yang, Guo Yun berkata pelan,


"Jendral Fu, segera kirim berita ke Gubernur Liu di Yang Zhai, agar segera mengirim orang kemari mengambil alih.."


"Jendral Ying Wu suruh orang orang mu ringkus semua pejabat dan semua pasukan keamanan Qin, masukkan kedalam sel tahanan.."


"Tolong di jaga dengan ketat, hingga petugas pengambil alih kekuasaan dari Yang Zhai tiba, mereka baru boleh menyusul kita..."


"Jendral Han Wei kita langsung bergerak menuju Han Gu Kuan, beritahukan kesemua komandan pasukan kita.."


"Kita baru akan beristirahat setelah tiba di Tong Kuan.."


Ucap Guo Yun tegas.


"Siap Yang Mulia..!"


Jawab mereka satu persatu, setelah mendapatkan tugas dari Guo Yun.


Guo Yun dan Han Wei tetap melanjutkan memimpin pasukan besar mereka, melintasi kota Luo Yang dengan tertib.


Tidak ada pasukan Guo Yun yang berani pergi menganggu rakyat kota Luo Yang.

__ADS_1


__ADS_2