LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SI TOPENG EMAS TEWAS DI GOROK


__ADS_3

"Ya, di mana seragam lama kalian berdua..?"


Pan Hong dan Zhang He saling pandang, dengan wajah bingung mereka berkata,


"Ada masalah dengan seragam baru kami tuan..?"


Si Topeng Emas menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak,..semua nya baik, hanya saja aku ada tugas buat kalian.."


"Tugas itu paling cocok, bila kalian gunakan seragam lama kalian.."


"Baik tuan kalau begitu, kami kembali ke kemah berganti seragam dulu.."


ucap Pan Hong.


Si Topeng Emas mengangguk dan berkata,


"Pergilah,.."


Pan Hong dan Zhang He memberi hormat, sebelum mengundurkan diri dari kemah Si Topeng Emas.


Guo Yun membalasnya dengan gerakan tangan mempersilahkan mereka untuk pergi.


Beberapa saat kemudian kedua orang itu kembali dengan seragam lama mereka.


Baru saja mereka berdiri di hadapan Si Topeng Emas, Si Topeng Emas langsung berkata,


"Keluarkan senjata kalian.."


Kedua orang itu meski ragu, tapi mereka tetap mengeluarkan juga pedang di pinggang mereka masing masing.


Mereka tidak sedang di Medan perang, tidak mungkin mereka membawa bawa tombak datang menghadap ke kemah Guo Yun.


Jadi senjata mereka hanya ada pedang di pinggang mereka masing-masing.


"Sringggg..!"


"Sringggg..!"


Mereka berdua memegang pedang di tangan dengan bingung.


"Lihat serangan..!"


ucap Si Topeng Emas langsung menyerang mereka dengan pedang darahnya.


"Trangggg...!"


"Trangggg...!"


Serangan Edang Si Topeng Emas yang di arahkan ke mereka berdua, otomatis mereka tangkis.


Karena mereka mengira Si Topeng Emas sedang mengajak mereka berlatih.


"Sreeettt..!"


"Sreeettt..!"


Pada gebrakan kedua, leher dan pundak Pan Hong sobek berdarah.


Pada gebrakan selanjutnya,


"Sreeettt..!"


"Sreeettt..!"


Bergantian Zhang He yang terluka dada dan perutnya mengucurkan darah.


Lalu dengan gerakan cepat Si Topeng Emas melukai lengan dan pundaknya sendiri.


Lalu dia berteriak pelan,


"Cepat ringkus dan sandera aku.."


Melihat keseriusan Si Topeng Emas, tanpa berani berayal, Pan Hong langsung bertindak meringkus Si Topeng Emas.

__ADS_1


"Cepat kalungkan senjata kalian leher ku, haru serius tidak boleh terlihat ini sandiwara cepat."


ucap Si Topeng Emas dengan suara pelan.


Begitu Pan Hong dan Zhang He mengikuti petunjuknya.


Si Topeng Emas pun berteriak,


"Kalian berdua penghianat,..!"


"Apa yang kalian lakukan,? cepat lepaskan aku..!"


Selesai berteriak Si Topeng Emas berkata setengah berbisik


"Cepat giring aku keluar dari tenda..!"


Pan Hong yang cerdik mulai paham maksud Si Topeng Emas tuan barunya.


Dia segera melengkapi sandiwara Si Topeng Emas.


Begitu mereka bertiga keluar dari kemah tempat itu telah di kepung oleh pasukan Qin.


4 Jendral bawahan Si Topeng Emas terlihat hadir di sana dengan wajah cemas dan marah.


Salah satu diantara mereka berteriak marah,


"Kalian binatang,..! tidak tahu balas Budi..!"


"Cepat lepaskan atasan kami..!"


"Ha .ha..ha..ha..!"


"Kalian tahu apa,..! cepat mundur,..! jangan berani mendekat..!"


"Atau kalian akan menyesal..!"


bentak Pan Hong sambil menekan pedang nya kearah leher Si Topeng Emas, hingga berdarah.


Hal ini mengejutkan keempat jendral bawahan Si Topeng Emas, mereka terlihat bingung dan serba salah.


"Tidak perlu memperumit situasi, sediakan saja kuda yang mereka butuhkan.."


"Aku tidak apa-apa, kalian tenang saja.."


ucap Si Topeng Emas tenang.


Perlahan-lahan pasukan Qin di pimpin oleh ke 4 jendral mereka bergerak mundur.


Mereka menyediakan dua ekor kuda buat Pan Hong dan Zhang He.


Pan Hong segera melompat keatas punggung kuda, sambil tetap menyandera Si Topeng Emas.


Zhang He menyusulnya, ikut melompat keatas punggung kudanya.


"Minggir biarkan kami lewat bila ingin dia hidup...!"


bentak Pan Hong penuh ancaman.


Pasukan Qin terpaksa kembali menyibak mundur memberi jalan.


Pan Hong dan Zhang He yang menyandera Si Topeng Emas, langsung melarikan diri meninggalkan bukit perkemahan.


Mereka terus bergerak menuju kearah Da Liang megambil jalan pintas, tidak melewati kota Wei yang kini sudah jatuh ketangan Wang Ben.


Si Topeng Emas sudah mendapatkan laporan itu, kota Wei langsung menyerah begitu pasukan Wang Ben tiba.


Gubernur kota itu sendiri yang keluar sendiri menyambut Wang Ben dan menyerahkan diri.


Kota itu hanya ada ratusan orang pasukan penjaga keamanan kota, mereka tidak punya kemampuan untuk memberikan perlawanan.


Sedangkan Da Liang sendiri, sedang menguatkan pertahanan mereka sendiri.


Setelah mendengar Ye dan panglima nya Pan Hong kalah tragis bersama armada terkuat Zhao.


Sehingga kerajaan Zhao, tidak bisa mengirim bala bantuan untuk menjaga kota Wei.

__ADS_1


Atas petunjuk dari Guo Yun yang berpura pura di sandera oleh Pan Hong dan Zhang He.


Akhirnya mereka berhasil tiba di kanal Hong, yang bisa membawa mereka berdua kembali ke Da Liang.


Dalam perjalanan menuju tepian kanal Hong, di mana kuda tunggangan Pan Hong dan Zhang He.


Terus melakukan pengejaran sambil berjaga jarak, di bawah pimpinan keempat Jendral bawahan Si Topeng Emas dan pasukan berkuda Qin, yang tidak kurang dari 5000 personil.


"Pan Hong aku mengandalkan mu, untuk rencana pendahuluan Da Liang.."


"Bila waktunya tiba, buka lah pintu air kota Da Liang.. setelah itu bawalah pasukan yang mengikuti mu.."


"Tinggalkan Da Liang.."


"Itulah inti dari rencana hari ini..mengerti..?"


ucap Guo Yun berpesan, saat mereka berdua duduk satu kuda melakukan perjalanan cepat.


Pan Hing mengangguk cepat.


Si Topeng Emas tersenyum dan berkata,


"Di depan sana , setelah naik keatas kapal pasukan penjaga Zhao.."


"Gorok leher ku, kemudian lempar tubuh ku kedalam air..mengerti..?"


Pan Hong yang cerdik, mengerti maksud Si Topeng Emas, dia pun mengangguk paham.


Sesuai rencana begitu naik keatas kapal bersama pasukan penjaga di dermaga kecil itu.


Mereka buru buru meninggalkan tepi dermaga tersebut.


Saat keempat Jendral bawahan Si Topeng Emas tiba di lokasi, mereka mendapatkan


Kapal yang di tumpangi oleh Pan Hong dan Zhang He, mereka sudah bergerak ke tengah Kanal.


Mereka hanya bisa berteriak dari tepi sungai,


"Lepaskan Jendral kami..!"


"Kalian pengecut hina..!"


"Cepat lepaskan Jendral kami..!"


bentak keempat jendral itu cemas.


Pan Hong dengan wajah dingin menatap kearah keempat Jendral Qin itu.


Lalu dengan tanpa perasaan, dia menggorok leher Si Topeng Emas, dan menendang tubuhnya tercebur dan tenggelam kedalam kanal.


"Byuuur..!"


Terdengar suara air yang muncrat tinggi tertimpa oleh tubuh Si Topeng Emas yang langsung tenggelam.


Warna merah memenuhi air kanal yang berwarna hijau jernih itu.


Keempat Jendral bawahan Si Topeng Emas, hanya bisa memaki maki dari tepi sungai dengan sangat marah, bercampur panik.


"Binatang...!"


"Jendral..!"


"Jendral..!"


Akhirnya mereka berteriak memberi perintah,


"Lepaskan panah..!"


"Habisi binatang itu..!"


Salah satu dari keempat jendral itu, buru buru melepaskan baju Zirah perangnya.


Lalu dia melompat kedalam kanal.


"Byuurr..!"

__ADS_1


Air muncrat tinggi, Jendral itu terus berenang kearah di mana tubuh Si Topeng Emas tercebur kedalam sungai.


__ADS_2