LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMANGGIL PAN HONG DAN ZHANG HE


__ADS_3

Si Topeng Emas menatap kearah mayat mayat pasukan kerajaan Zhao, yang terapung di atas air dalam kondisi tak bernyawa.


Hatinya ikut merasa terenyuh melihat nya.


Tapi dia sadar dengan jelas inilah perang, dan itu sudah bagian dari resikonya.


Hari ini bila bukan lawan yang mati, maka dia lah dan pasukannya yang akan celaka.


Terkurung di atas bukit tandus, bila tidak ada rencana ini, dia dan seluruh pasukannya pasti celaka.


Dia bersusah payah, mundur sampai ketempat ini, yang dia tunggu memang ini hasilnya..


Hanya dengan cara ini, dia bisa meminimalisir jatuhnya korban di pihak nya.


Sehingga saat berhasil menahlukkan Zhao nantinya, mereka masih punya kekuatan.


Untuk melanjutkan langkah berikutnya, menahlukkan Wilayah Yan dan Qi.


Guo Yun harus menghabiskan waktu satu Minggu lamanya menunggu, air itu baru surut.


Di hari kedua mayat Guo Tu dan Zhang Xiu di temukan oleh pasukan nya.


Di hari ketiga Zhang Xiu dan Pan Hong yang selamat mengapung diatas sebuah papan kayu.


Berhasil di tangkap dan di bawa menghadap Si Topeng Emas.


Kedua orang itu di giring kehadapan Si Topeng Emas, dengan kedua tangan terikat erat.


Guo Yun menatap tajam kearah mereka berdua dan berkata,


"Apa yang ingin kalian katakan..!?"


Pan Hong mengangkat kepalanya menatap kearah Si Topeng Emas,


"Hari ini aku kalah di tangan mu, aku tidak ada yang mau di katakan.."


"Aku hanya bisa salahkan kemampuan ku di bawah mu.."


"Sekarang mau potong mau iris terserah pada mu, aku tidak punya pendapat.."


Si Topeng Emas mengangguk dan berkata,


"Ayah mu Pan Juan, mati di tangan Sun Bin dari Qi, apa kamu tidak ingin membalasnya.."


Pan Hong tertawa keras dan berkata,


"Ha,..ha...ha...ha...! paman Sun Bin setelah kehilangan kedua kakinya, hidupnya tidak ada beda dengan mati ."


"Membiarkannya tetap hidup itu sudah hukuman terbaik buatnya.."


"Lagi pula ayah ku, sebelum meninggal sudah meninggalkan pesan.."


"Dia melarang keras keturunannya untuk balas dendam.."


"Dari awal permasalahan mereka, adalah ayah ku yang lebih dulu bersalah padanya.."


ucap Pan Hong tegas.


Si Topeng Emas menganggukkan kepalanya, dia tidak melanjutkan pembicaraan nya lagi dengan Pan Hong.


Kini Si Topeng Emas menoleh kearah Zhang He dan berkata,


"Kamu apa yang akan kamu katakan..?"


Zhang He tersenyum dingin dan berkata,


"Jendral kalah perang, tidak ada hak berbicara.."


"Silahkan saja.."

__ADS_1


Si Topeng Emas menatap mereka berdua secara bergantian dan berkata,


"Apa kalian sudah bulat dengan keputusan kalian..?"


"Tidak mau mencoba menyerah dan bekerja pada Qin.."


Kedua orang itu membuang muka, tidak mau menanggapi Si Topeng Emas lagi.


Si Topeng Emas mengangguk dan berkata,


"Pengawal, lepaskan ikatan mereka.."


"Siap Jendral..!"


ucap pengawal yang menggiring kedua orang itu datang.


Tanpa banyak bicara, mereka langsung memutuskan ikatan yang membelenggu tubuh dan tangan kedua orang itu.


Baik Pan Hong dan Zhang He mereka berdua sangat terkejut, tidak pernah menyangka akan mendapatkan perlakuan seperti ini.


Sesaat mereka berdua terlihat kebingungan.


Tanpa memperdulikan respon mereka, Si Topeng Emas kembali berkata,


"Sediakan baju hangat dan makan minum cukup buat mereka, bila air surut nanti, berikan kuda untuk mereka.."


Selesai berkata, Si Topeng Emas langsung membalikkan badannya, hendak melangkah masuk kedalam kemahnya.


"Tuan tunggu..!"


ucap Pan Hong dan Zhang He kompak.


Si Topeng Emas menghentikan langkahnya, sambil tersenyum dia menoleh kebelakang dan berkata,


"Ada apa..?"


ucap kedua orang itu sambil berlutut di belakang Si Topeng Emas.


"Kami samai mati akan mengabdi pada tuan..!"


ucap Pan Hong dan Zhang He tegas.


Si Topeng Emas membalikkan badannya, membangunkan mereka berdua dan berkata,


"Tak perlu seperti ini, ayo bangunlah.."


"Mulai saat ini, kita semua di sini adalah saudara.."


"Terimakasih tuan.."


ucap Pan Hong dan Zhang He kompak.


"Pengawal tolong antarkan kedua saudara ku ini ke kemah mereka."


"Mulai kini mereka berdua termasuk atasan kalian semua.."


"Apa kalian mengerti..!?"


"Mengerti..!"


jawab beberapa pengawal itu tegas.


"Tuan ini apa tidak berlebihan..?"


tanya Pan Hong tidak enak hati.


Si Topeng Emas tersenyum dan berkata,


"Tidak,.. ini sudah pantas karena kini kalian berdua adalah wakil ku.."

__ADS_1


"Terimakasih Tuan.."


ucap Pan Hong dan Zhang He sambil memberi hormat.


Si Topeng Emas tersenyum dan berkata,


"Tak perlu peradatan, kembalilah dulu ke kemah kalian.."


",Nanti akan tiba saat nya, aku membutuhkan jasa kalian.."


ucap Si Topeng Emas santai.


"Baik tuan kami akan menunggu itu,.."


"Sekarang kami pamit permisi.."


ucap kedua orang itu cepat.


Si Topeng Emas mengangguk dan berkata,


"Silahkan saja,.."


Setelah Pan Hong dan Zhang He pergi di antar oleh pengawal nya menuju kemah mereka masing-masing.


Si Topeng Emas kembali masuk kedalam kemahnya.


Di dalam kemah Si Topeng Emas tidak melakukan hal apapun selain terus bermeditasi.


Menyerap hawa inti langit dan bumi sambil berusaha merampungkan Thian Ti Sen Kung miliknya.


Dengan hadirnya Pan Hong dan Zhang He di sisinya, Guo Yun yakin mereka akan sangat membantunya menahlukkan kota Wei dan terakhir kota Da Liang.


Ibukota kerajaan Wei yang sangat sulit di serang, karena letak geografisnya.


Di mana kota itu di lindungi oleh Sungai Sui, Sungai Ying dan kanal Hong sebagai pertahanan alami.


Selain itu kota tersebut juga di kelilingi oleh parit dalam, yang di lengkapi jembatan tarik.


Guo Yun mengetahui ini semua dari kumpulan literasi yang di dapatkan nya dari gulungan bambu dan buku buku yang di pinjamkan oleh Lu Bu Wei.


Guo Yun terus bermeditasi pagi siang malam, dia hanya berhenti meditasi bila sudah waktunya makan.


Bila tidak dia akan terus melanjutkan meditasi nya.


Pasukan nya di biarkan bersantai istirahat total, menunggu air surut.


Di hari ke 7, 4 orang Jendral Guo Yun datang menghadap dan melaporkan situasi.


"Jendral air sudah surut, apa yang kita lakukan sekarang ?"


Si Topeng Emas menghentikan meditasi nya, membuka mata dan berkata,


"Panggil Pan Hong dan Zhang He kemari, setelah itu kalian boleh kembali mengawasi latihan pasukan kita.."


"Untuk sementara belum ada rencana.."


ucap Si Topeng Emas tenang.


Keempat jendral itu saling pandang, tapi mereka tidak memberi komentar, selain memberi hormat lalu mundur dari sana.


Menjalankan tugas yang di berikan oleh Si Topeng Emas.


Mereka terlalu sering melihat keanehan strategi dari atasan mereka yang tidak bisa mereka tebak dan pikirkan.


Jadi seaneh apapun perintah itu, mereka memilih tidak banyak pikir, cukup jalankan saja.


"Tuan memanggil kami,..?"


tanya Pan Hong dan Zhang He sambil berlutut di depan Si topeng emas.

__ADS_1


__ADS_2