LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KESAKTIAN SI TOPENG EMAS


__ADS_3

Saat dia menerima benturan telapak tangan, yang di penuhi oleh energi inti bumi, yang mengalir deras dalam tubuh manusia cebol itu.


"Plakkkk..!"


Lu Bu Wei kontan menyemburkan darah dari mulutnya, sedangkan tubuhnya langsung terpental keudara bagaikan layang layang putus.


Manusia cebol itu adalah salah satu penguasa pulau neraka, Wu Ti Siau Jin.


Dia dan kakak nya, kembali ke daratan tengah, karena rindu dengan murid dan cucu mereka.


Setelah mendarat di daratan tengah, mereka mencari informasi kemana mana.


Mereka sempat pergi ke Yue, karena mendapat informasi, murid dan cucu mereka menjadi penguasa dan tinggal di istana Yue.


Tapi saat tiba di sana, mereka mendapatkan informasi, murid dan cucu mereka bertugas di Shoucun.


Mereka menyusul ke Shoucun, tapi lagi lagi mereka gagal bertemu.


Karena dari informasi yang di dapatkan, Li Kui dan Cu Cu istrinya, sedang berangkat menyeberangi sungai kuning, ada di daerah Hebei.


Mereka pun segera menyusul dengan uring uringan, kini setelah bertemu malah melihat nyawa murid dan cucunya terancam.


Tentu kedua orang aneh itu menjadi marah besar, seluruh kemarahan dan kekesalan.


Di mana mereka di buat berputar kesana kemari mencari Li Kui dan Cu Cu.


Langsung mereka tumpahkan ke Lu Bu Wei dan Liu Sa.


Liu Sha mengalami nasib jauh lebih malang dari Lu Bu Wei, begitu Cui Ming Koai Jen tiba di lokasi, Wu Ti Siaw Jen menolong Li Kui.


Dia sendiri langsung bergerak melayang kearah arena pertempuran Cu Cu.


Sebenarnya pertarungan antara Cu Cu dengan Liu Sha cukup seimbang.


Tapi kehadiran Cui Ming Koai Jen langsung merubah peta pertarungan.


Semua senjata Liu Sha, di terima begitu saja oleh tubuh si jangkung kurus, seperti mayat hidup itu tanpa menghindar.


Semua senjata melekat di badannya, tidak bisa di tarik kembali.


Bahkan telapak tangan Liu Sha yang memegang senjata, juga ikut melekat di gagang senjata mereka, tidak bisa di lepaskan.


Sedangkan Si jangkung kurus Cui Ming Koai Jen sendiri terlihat santai.


Karena seluruh tubuhnya kebal senjata apapun, bahkan pukulan sekuat apapun sulit melukainya.


Bila tidak menemukan titik kelemahannya, jangan harap ada yang bisa melukai apalagi membunuh kakek aneh ini.


Dengan wajah sedingin mayat hidup, Cui Ming Koai Jen melakukan gerakan aneh.


Kedua tangannya yang bergerak seperti ular hidup.


Mematahkan batang leher Liu Sha, seperti orang sedang mematahkan batang sumpit.


"Kreekkk,..!" "Kreekkk,..!"


"Kreekkk,..!" "Kreekkk,..!"


"Kreekkk,..!" "Kreekkk,..!"

__ADS_1


Liu Sha satu persatu di lempar keatas tanah, seperti orang melempar sampah.


Wajah kakek menyeramkan itu terlihat tanpa ekspresi, seperti apa yang di lakukan nya adalah hal yang sangat biasa.


Tidak ada perasaan apapun, yang dia rasakan sedikit pun.


Kedatangan Guo Yun bertepatan dengan saat Cui Ming Koai Jen menghabisi Liu Sha


Secara bersamaan Lu Bu Wei yang terluka parah oleh Wu Ti Siau Jen, juga sedang melayang di udara, terpental oleh kekuatan dahsyat tenaga sakti inti bumi.


Si topeng emas yang menyambut tubuh Lu Bu Wei berkata pelan,


"Paman tenanglah, pulihkan dulu keadaan paman.."


"Di sini serahkan pada ku."


ucap Si topeng Emas tenang.


Si Topeng Emas dengan tenang melangkah kedepan berhadapan dengan Wu Ti Siau Jen, yang datang dari kiri.


Sedangkan Cui Ming Koai Jen datang dari arah kanan.


Si topeng emas di jepit di tengah tengah, oleh dua manusia aneh itu.


Li Kui dan Cu Cu hanya berpelukan dan menyaksikan nya dari jarak jauh dengan wajah tegang.


Mereka sudah mendengar cerita dari Gongsun Li dan Si Si mengenai Si Topeng Emas


Kini mereka bisa menyaksikan sendiri, seberapa hebatnya, tangan kanan rekrutan baru Lu Bu Wei itu.


Cui Ming Koai Jen bergerak duluan terbang seperti sepotong mayat hidup menerjang kearah Si Topeng Emas dengan tenaga inti neraka.


Sedangkan Wu TI Siau Jen bergerak dari arah bawah tanah, datang menyusul menyerang Si Topeng Emas dari arah bawah.


Sebelum kedua orang tua aneh itu tiba, Guo Yun menghentakkan kedua kakinya dengan kuat keatas tanah.


Sambil melakukan gerakan memutar, sehingga debu pasir beterbangan menutupi seluruh area tempat dirinya berdiri.


Saat serangan musuh tiba dia berteriak,


"Thian..!"


Sebuah energi turun dari langit membentuk huruf Thian masuk menyatu kedalam tubuhnya.


Lalu tangan nya di dorongkan kedepan untuk menyambut serangan Cui Ming Koai Jen yang datangnya dari atas.


"Plakkk,..!"


"Ti...!"


bentak Si topeng Emas, hingga muncul sebuah tulisan huruf


Ti diatas tanah, lalu menyatu ketubuh nya.


"Plakkkk,..!"


Telapak tangannya berbenturan dengan telapak tangan Wu TI Koai Jen yang datang dari bawah.


"Plakkkk..!"

__ADS_1


Telapak tangan Si Topeng emas satu menghadap ke langit, menyambut serangan Cui Ming Koai Jen.


Satu lagi menghadap ke bawah menyambut Wu Ti Siau Jen.


Terjadi saling dorong dan saling tekan dari atas dan bawah, menjepit Si Topeng Emas di tengah tengah.


"Hiaaatt...!"


"Boommm..!*


Akibat desakan kedua energi dahsyat, Si topeng emas naik level dua tingkat sekaligus, kini dia ada di level 9 Thian Te Sen Kung.


Seluruh tubuh si topeng emas mengeluarkan cahaya menyilaukan mata.


Dia menarik sedikit telapak tangan nya baik yang menghadap keatas maupun bawah.


Lalu melakukan gerakan menusuk meninju, di sertai dengan gerakan membenturkan ulang telapak tangan.


"Plakkk,...!" "Plakkk,...!"


"Boooom..!" Booom..!" Boooom.!""


"Boooom..!" Booom..!" Boooom.!""


"Boooom..!" Booom..!" Boooom.!""


Terjadi ledakan dahsyat di sekeliling ketiga orang, yang sedang menuju puncak pertandingan.


Tubuh Cui Ming Koai Jen terpental ke udara.


Sedangkan tubuh Wu Ti Siau Jen, menghilang tenggelam tanah.


Si topeng emas melakukan gerakan memutar tangannya di depan dada.


Lalu dia melepaskan sebuah bola cahaya matahari kearah Cui Ming Koai Jen diatas sana yang sedang terpental.


Di saat bersamaan, dia juga menyarangkan sebuah bola cahaya bulan,.menyusup masuk kedalam tanah, mengejar kemana arah perginya Wu Ti Siau Jen.


"Blaaaarrr...!"


Wu Ti Siaw Jen terpental keluar dari dalam tanah, dalam kondisi meringkuk mengigil di atas tanah.


Dengan seluruh tubuh di selimuti oleh es beku.


Sedangkan Cui Ming Koai Jen terpental keatas dengan pakaian compang camping hangus terbakar.


Tapi setelah melakukan beberapa kali salto manis di udara, Dia mendarat turun di samping adiknya dan berkata,


"Hei cebol kamu baik baik saja...?"


Memanfaatkan situasi itu, si topeng emas yang merasa sirkulasi energi di dalam tubuhnya sedikit kacau.


Dia langsung melesat mundur, menyambar tubuh Lu Bu Wei, lalu terbang menghilang dari sana.


Cui Ming Koai Jen terlihat tidak ingin mengejarnya, karena dia sadar bila di teruskan.


Cepat lambat nyawa tua dia dan adiknya, bisa habis di tangan orang Si Topeng Emas yang misterius itu.


Wu Ti Siaw Jen setelah menghentakkan hawa inti buminya

__ADS_1


Menghancurkan lapisan es yang menutupi tubuhnya.


Dia pun melompat berdiri.


__ADS_2