
Min Min perlahan-lahan membuka sepasang matanya dan melihat kearah asal wangi masakan itu.
Tanpa menoleh Guo Yun berkata,
"Kamu sudah bangun sayang, kemarilah bila lapar.."
"Aku sengaja siapkan ini untuk mu.."
Min Min tersenyum bahagia, menatap bayangan punggung Guo Yun.
"Bila itu untuk ku, kenapa tidak Yun ke ke bawakan kemari..?"
tanya Min Min ingin mengganggu Guo Yun.
"Aku takut menganggu tidur mu, bila menaruhnya terlalu dekat, selain itu pakaian mu.."
ucap Guo Yun terhenti dan menelan ludahnya sendiri.
"Alasan, bukannya ini hasil perbuatan nakal Yun Ke ke sendiri, kenapa tidak coba membenarkan nya kembali..?"
ucap Min Min sambil menahan tawa nakalnya.
Guo Yun kembali menelan ludah dan berkata,
"Maafkan sikap ku kemaren malam, tapi aku janji pasti akan bertanggung jawab pada mu.."
"Aku tunggu di luar saja.."
ucap Guo Yun sambil buru buru melangkah keluar dari dalam Gua.
Dia meski tanpa menoleh, dan melihat langsung, tapi dia tahu Min Min belum mengenakan pakaiannya, yang hanya sekedar di selimut kan olehnya.
Melihat sikap Guo Yun, Min Min malah tertawa terpingkal-pingkal.
Guo Yun tahu Min Min sedang bercanda dengan nya, tapi dia tidak bisa melayaninya.
Jadi dia memilih mengabaikan nya, membiarkan Min Min tertawa sampai puas.
Guo Yun tetap memilih duduk memunggungi mulut Gua.
Hingga dia merasakan ada yang memeluknya dari belakang, di hadapan nya muncul dua tangan putih mulus membawa dua menu makanan yang dia siapkan tadi.
"Yun ke ke, kamu tidak sedang marah karena candaan ku kan..?"
"Ayo kita makan sama sama.."
ucap suara lembut itu dari arah belakang.
Guo Yun tersenyum dan menoleh kesamping di mana wajah cantik Min Min menempel di bahunya.
"Marah pada mu mana mungkin."
"Aku bukan marah, tapi aku sangat takut bila tidak menjaga jarak.."
"Aku akan menyakiti mu lagi, seperti malam itu.."
ucap Guo Yun penuh sesal.
Min Min memberikan ciuman lembut di pipi Guo Yun dan berkata,
__ADS_1
"Itu karena Yun ke ke terlalu lama menahannya, jangan di tahan.."
"Rileks nikmati saja, aku yakin Yun ke ke akan kembali normal.."
"Kita akan menikmatinya bersama seperti makanan ini, kita pasti akan puas dan bahagia.."
ucap Min Min mencoba menenangkan Guo Yun.
Padahal di hatinya, dia masih sedikit ngeri dan agak trauma dengan kejadian kemarin malam itu
Hanya saja dia tidak mungkin mengatakan nya, itu akan membuat Guo Yun semakin merasa bersalah dan menyesal.
Dia ingin Guo Yun merasa nyaman bersama nya, dia hanya ingin memberikan yang terbaik buat pria yang sangat di cintai nya ini.
Guo Yun tahu Min Min berbohong, dia hanya ingin menutupinya darinya, tentang yang dia rasakan.
Guo Yun tersenyum lembut dan berkata,
"Baiklah, ayo kita makan sama sama.."
"Aku akan berusaha mencoba menjadi yang terbaik untuk mu.."
"Meski belum resmi, tapi aku sudah menganggap mu sebagai istri ku yang sesungguhnya.."
"Aku akan berusaha membahagiakan mu, dan memberikan yang terbaik hanya untuk mu.."
ucap Guo Yun sambil membalas mencium pipi Min Min dengan lembut.
Guo Yun menarik Min Min untuk duduk dalam pangkuannya, lalu mereka berdua mulai menikmati masakan yang hangat dan lezat itu bersama.
Setelah selesai Guo Yun menggendong Min Min di punggungnya menuju telaga untuk membersihkan diri.
ucap Min Min mencoba memberanikan diri.
Karena dia tahu persis sikap suaminya, bila dia tidak mengajaknya.
Mungkin seumur hidup, meski Guo Yun telah menjadi suaminya, dia tetap akan menjaga jarak darinya.
Guo Yun yang tadinya hanya ingin mengantar, menjadi serba salah.
Menerima dia takut tidak bisa menahan diri untuk melakukan hal itu.
Menolak dia takut akan menyakiti perasaan pasangan nya.
Setelah terdiam sesaat akhirnya Guo Yun menganggukkan kepalanya dan berkata pelan.
"Baiklah, aku akan menemani mu."
Awalnya Guo Yun agak kaku dan canggung, begitu pula dengan Min Min yang sedikit banyak masih merasa malu malu.
Tapi lama kelamaan mulai terdengar suara canda tawa ceria mereka berdua, yang pada akhirnya mereka berdua semakin berani dan berani.
Hingga mereka kembali larut dalam permainan yang jauh lebih seru dan menyenangkan.
Beberapa waktu berlalu, akhirnya terlihat Guo Yun bersandaran di sebuah batu besar sambil memeluk Min Min yang menyandarkan kepala di dadanya.
"Bagaimana sayang ?"
"Apa aku menyakiti mu..?"
__ADS_1
tanya Guo Yun hati hati.
Min Min tersenyum bahagia dan berkata pelan..
"Jauh lebih menyenangkan.."
"Di bagian mana paling menyenangkan..?"
tanya Guo Yun pelan sambil tersenyum puas.
"Ihh Yun ke ke memalukan.."
"Udah ahh aku mau kembali ke Gua.."
ucap Min Min sambil melepaskan diri dari pelukan Guo Yun.
Lalu dia berlari keluar dar kolam, menyambar pakaian nya, langsung berlari kearah gua dengan tubuh polos.
Guo Yun awalnya sedikit bingung dengan reaksi Min Min.
"Yun Ke ke tangkap aku, kalau berhasil akan ada hadiahnya..!"
teriak Min Min sambil berlari dia menoleh dan tertawa manja.
Mendengar ucapan Min Min, Guo Yun langsung sadar Min Min tidak marah, dia hanya malu saja.
Guo Yun sambil tersenyum lebar juga ikut keluar dari kolam, menyambar pakaiannya.
Lalu melesat menyusul kedalam Gua.
Tentu saja Guo Yun dengan mudah menangkap Min Min, karena gadis itu menyuruhnya menangkapnya.
Tapi malah berlari kedalam Gua, sesaat kemudian mereka kembali larut dalam kemesraan yang jauh lebih hebat lagi.
Tapi kini tidak terdengar jerit kesakitan sama sekali, yang ada adalah deru nafas Rin tih an e rang an dan de sah an suara Min Min yang menggambarkan dia sangat menikmatinya.
Di akhir permainan, dia terlihat tergolek lemas, tertidur dalam pelukan Guo Yun sambil tersenyum puas.
Dari ekspresi wajah nya terlihat dia sangat puas dan bahagia.
Guo Yun sendiri setiap kali melepaskan hasrat nya, dia merasa tubuhnya sangat rileks.
Tenaga saktinya pulih dengan semakin cepat.
Tiga kali dia melakukannya tenaga saktinya, kini malah sudah pulih hampir 80%.
Guo Yun sedikit heran, secara teori melakukan hal itu akan menghamburkan hawa murni.
Menurut kitab Thian Ti Sin Fa., juga menurut aturan ilmu pernafasan yang di ajarkan oleh ayah angkat nya Fan Li, juga guru Zhuangzi.
Semua selalu menyarankan dia berhati hati dan tidak menghamburkan terlalu banyak hawa murni dalam hubungan pria dan wanita.
Tapi kini justru berlaku sebaliknya dari semua teori itu.
Setelah berpikir bolak balik, Guo Yun memilih mengabaikan nya, dia memilih menikmatinya tanpa banyak berpikir.
Menjelang subuh saat Min Min terbangun, Guo Yun kembali melanjutkan aksinya.
Min Min yang meski masih merasa lelah, tapi dia tidak mampu menolak godaan, yang Guo Yun berikan.
__ADS_1