
Perkiraan Li Kui tidak meleset, sebelum mereka berhasil naik keatas kapal, yang menunggu di tepi sungai kuning.
Lu Bu Wei dan Liu Sha, yang bergerak datang bagaikan terbang, tanpa menyentuh tanah.
Sudah terlihat oleh Li Kui dari kejauhan,
"Cepat kalian naik keatas kapal, aku akan berusaha menahannya.."
ucap Li Kui mengingatkan.
Cu Cu menghentikan langkahnya dan berkata,
"Sian Sian kamu bawa mereka semuanya duluan.."
"Aku nanti menyusul.."
"Ehh kakak kenapa begitu..?"
tanya Sian Sian kaget..
Cu Cu tersenyum dan berkata,
"Tak ada waktu menjelaskan, cepatlah.."
"Kelak kamu akan mengerti.."
Setelah berkata, Cu Cu langsung melesat mundur kebelakang.
Li Kui sangat kaget saat melihat Cu Cu kembali kesisi nya.
"Sayang kamu mau apa kemari,..? di sini bahaya.."
ucap Li Kui panik.
Cu Cu tersenyum dan berkata,
"Apa kamu lupa sumpah pernikahan kita ?'
Li Kui menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah, aku tahu tak akan bisa melarang mu.."
"Bila hari ini selamat, kita akan selamat bersama.."
"Bila tidak, aku juga tidak tamak untuk hidup bersendiri.."
ucap Lu Kui sambil menatap istrinya dengan mesra.
Cu Cu tersenyum manis, tidak sedikitpun terlihat rasa takut di matanya.
Dia menggenggam tangan Li Kui dengan lembut, dan membalas dengan senyum mesra.
Li Kui mengangguk penuh haru dan berkata,
"Terimakasih sayang, bisa mengenal mu adalah keberuntungan terbesar dalam hidup ku.."
"Ha..ha..ha...ha..!"
"Bagus aku akan mengantar kalian berdua berangkat bersama..!"
teriak Lu Bu Wei sambil bergerak mendekat.
Li Kui dan Cu Cu bergandengan tangan, dengan sikap tenang menunggu kedatangan Lu Bu Wei dan Liu Sa.
__ADS_1
Ditempat lain, Si Si, Gongsun Li, Sian Sian, dan Li Ba, mereka semua telah berada di tengah tengah pasukan harimau hitam.
Mereka semua langsung naik keatas kapal, yang langsung bergerak meninggalkan tempat itu.
Menyeberangi sungai kuning, Li Ba hanya menyisakan satu kapal dengan 100 personil pasukan harimau hitam, menunggu di tepi sungai.
Mereka sudah mempersiapkan diri, hidup mereka akan kembali bersama Li Kui dan Cu Cu, atau mereka akan ikut gugur bersama Li Kui dan Cu Cu di sana.
Li Ba, Sian Sian, Gongsun Li dan Si Si, hanya bisa berdiri di anjungan kapal, menatap kearah pertempuran dahsyat, yang sedang berlangsung dengan wajah sedih.
Li Kui menghadapi Lu Bu Wei, sedangkan Cu Cu berhadapan dengan Liu Sa.
Pertempuran berlangsung sengit luar biasa, terutama Li Kui yang melawan Lu Bu Wei.
Berulang kali mereka saling melepaskan pukulan, yang menggetarkan seluruh arena pertarungan, dan ledakan di sekitarnya.
Mereka berulang kali bertemu dengan telapak tangan berbenturan, kemudian terpental mundur terpisah.
Lalu kembali maju lagi dan saling berbenturan lagi.
Tidak banyak jurus yang mereka mainkan, mereka bergerak dengan sangat lambat.
Tapi energi perusak, yang di timbulkan sangat mengerikan.
Daerah sekitar pertempuran mereka berlangsung, sudah porak poranda.
Tanah berlubang lubang, merekah, debu asap batu beterbangan kemana mana.
Pepohonan besar bertumbangan, terserempet hawa pukulan mereka.
Lu Bu Wei meski unggul dalam hal tenaga dalam, tapi dia belum bisa menahlukkan Li Kui dalam waktu singkat.
Li Kui memiliki kekebalan yang sangat menakjubkan, selain itu dia juga memilki gerakan unik tak terduga.
Berulang kali berhasil mengecoh dan menyarangkan pukulan nya mendarat di tubuh Lu Bu Wei.
Seluruh persendian Li Kui dapat berputar 360 ° memanjang memendek sesuka hati, ini yang sangat merepotkan lawannya.
Persendiannya seolah olah memilki engsel yang sangat fleksibel.
Dia dapat menggerakkan tangan kaki bahkan leher sesuka hati tanpa halangan, kemanapun dia suka.
Begitupula saat terpental, hingga terlentang diatas tanah, sekilas terlihat dia sudah habis.
Tapi saat Lu Bu Wei datang, untuk mengakhirinya, dia harus terpental oleh pukulan tenaga inti bumi, yang sangat dahsyat.
Lu Bu Wei menatap kearah Li Kui dengan tajam dan berkata,
"Apa hubungan mu dengan Hei Mo Wang dari pulau neraka..?"
Li Kui sambil tersenyum sinis berkata,
"Dia mertua ku kenapa ?"
"Ahh jangan jangan kamu adalah bajingan bangsawan Qin dari lembah hantu, yang menyebabkan mertua ku..?"
Li Kui tidak menyelesaikan kalimatnya.
Karena Lu Bu Wei terlanjur tertawa dan menganggukkan kepalanya mengakuinya.
"Benar sekali, bagaimana dengan kabarnya sekarang..?"
tanya Lu Bu Wei sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Berkat tangan keji mu, beliau telah pergi, tapi hari ini aku akan membawa mu menemuinya..!"
Bentak Li Kui geram.
",Ha,..ha,..ha,..ha..!"
"Kurasa itu akan sulit, mungkin hanya mimpi.."
"Tapi aku bisa pastikan satu hal, aku akan membantu mu dan istri mu pergi menemuinya.."
ucap Lu Bu Wei sambil tersenyum sinis.
Li Kui meledakkan puncak energi inti neraka nya, seluruh sambungan tulang di tubuhnya berkerotokan, seperti sedang di patahkan.
Wajah Li Kui terlihat sepucat mayat, bahkan matanya muncul lingkaran hitam, seperti orang kurang tidur.
Seluruh tubuhnya mengeluarkan uap kabut hitam, begitu pula kedua telapak tangan, hingga kelengannya.
Kini di kelilingi oleh kabut hitam, dengan satu bentakan keras.
Sambil memasang kuda-kuda.
Li Kui meledakkan seluruh pakaian, yang membungkus tubuhnya.
Kini dia hanya terlihat mengenakan celana sebatas lutut yang compang camping.
Seluruh tubuhnya terlihat berkilat kilat, seperti berminyak menampilkan otot ototnya, yang besar dan melingkar lingkar.
Lu Bu Wei tersenyum dingin dan berkata,
"Majulah, disini bukan acara ajang pamer otot.."
Li Kui sambil membentak keras,
"Hiaaahh..!"
Dia menghentakan sepasang kakinya keatas tanah, kemudian dia melompat tinggi keatas.
Terjun kebawah dengan tubuh kaku seperti mayat, menusukkan kedua tangannya kearah Lu Bu Wei.
Dia terlihat mirip mayat terbang, sedang menerkam kearah Lu Bu Wei.
Lu Bu Wei mendorong kan sepasang telapak tangannya, yang mengeluarkan cahaya putih kemilau, menyambut hawa kegelapan dari serangan Li Kui.
"Blaaaarrr...!!"
"Boooom,..! Boooom,.! Boooom,.!"
"Boooom,..! Boooom,.! Boooom,.!"
Saat kedua energi berbenturan di udara, langsung terjadi ledakan dahsyat di sekitar arena pertempuran.
Lu Bu Wei tetap di posisi nya, tidak bergeming, sedangkan Li Kui terpental, lalu mendarat di atas tanah dengan tubuh bergoyang goyang doyong ke kiri dan ke kanan.
Dengan sepasang tangan terlipat di depan dada, mirip posisi orang meninggal, yang di simpan dalam peti mati.
Li Kui mengeluarkan lengkingan menyeramkan, yang mirip suara tangisan hantu penasaran.
Dia terus bergoyang goyang di tempat, tidak terlihat ada indikasi akan menyerang.
Melihat hal itu, Lu Bu Wei yang melesat kedepan.
Dia melakukan serangan dengan tapak bercahaya kemilau nya, terarah ke dada, wajah dan bawah perut Li Kui, secara beruntun.
__ADS_1
Tapi serangannya menemui tempat kosong, karena Li Kui sudah doyong ke kiri ke kanan, kedepan ke belakang.
Dengan ujung kaki bertumpu pada tanah di bawahnya.