
Guo Yun merespon cepat mengikuti arah tarikan tangan Nona Zhao.
Dia berlari secepat nya meninggalkan tempat tersebut.
"Mau kemana kamu..!"
teriak San Lo Sa melesat mengejar kearah Guo Yun.
Guo Yun tanpa menoleh, sambil merangkul pinggang Nona Zhao dengan tangan kirinya.
Agar mereka bisa berlari lebih cepat meninggalkan tempat tersebut.
Dia menggunakan tangan kanannya yang bebas, untuk melepaskan Tebasan Pedang menyapu ratusan ribu pasukan, kearah belakang.
Seberkas cahaya biru melengkung melesat kearah San Lo Sa.
Tapi serangan Fei Yang yang biasanya ampuh, buat San Lo Sa seperti mainan.
Dia hanya memiringkan sedikit tubuhnya saat dirinya sedang melayang di udara.
Tebasan itu lewat begitu saja, malah melibas tangga tembok dan pembatas ruangan.
"Brakkkk...!"
terdengar ledakan di belakang sana, tangga jebol, tembok dan pembatas ruangan ambrol.
Menampilkan beberapa orang pasangan mesum tanpa Bu sana, terlihat buru buru menarik selimut menutupi tubuh mereka.
Wajah mereka terlihat kaget bercampur marah.
Teriakkan ketakutan dan sumpah serapah langsung menyusul.
Sementara San Lo Sa, setelah berhasil menghindari serangan Guo Yun.
Sepasang telapak tangan nya yang mengeluarkan cahaya biru mengejar cepat kearah punggung Guo Yun.
Guo Yun sendiri setelah melepaskan tebasan sambil merangkul pinggang nona Zhao.
Dia melesat cepat berusaha meninggalkan tempat tersebut, dengan mengikuti arahan nona Zhao, yang meminta nya membelok ke kiri masuk kesebuah kamar.
Tepat Guo Yun melakukan belokan tajam, tapak San Lo Sa mendarat di atas lantai tempat di posisi Guo Yun sebelumnya.
"Bresss,..!"
Lantai di sana terlihat membeku, beberapa radius meter kedepan.
San Lo Sa tidak berhenti di sana, dia melesat membelok mengejar dengan pukulan sepasang telapak tangan nya dari jarak jauh
Dua berkas sinar biru berbentuk telapak tangan, satu mengincar Guo Yun satu lagi mengincar nona Zhao.
Guo Yun buru buru memasang kuda-kuda dengan pengerahan energi 9 langit tingkat puncak.
Guo Yun menyambut kedua serangan tersebut.
"Duakkk,..!"
"Bresss..!"
"Brakkkk..!"
Guo Yun dan Nona Zhao terpental jatuh tumpang tindih, diatas ranjang, Nona Zhao yang wangi.
San Lo Sa sendiri masih terus bergerak maju, setelah berbenturan keras lawan keras dengan Guo Yun.
Dia terlihat tidak terpengaruh, masih berusaha mengejar, ingin menghabisi Guo Yun dan Nona Zhao.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba kembali terdengar letusan senjata rahasia nona Zhao.
"Doorrrr..!'
San Lo Sa buru buru membuang diri berputaran kesamping.
Sehingga timah panas senjata rahasia Nona Zhao, tidak berhasil menemui sasaran.
Memanfaatkan situasi itu, nona Zhao menarik sebuah tuas dekat ranjangnya.
Sekali tarik, ranjang membalik sendiri, Nona Zhao dan Guo Yun terbawa masuk ke bawah.
Ranjang kembali menutup, dengan.posisi normal seperti semula lagi.
Setelah dia berhasil menghindar dari serangan senjata rahasia nona Zhao.
San Lo Sa buru buru menyusul kearah ranjang, tapi dia terlambat.
Ranjang sudah menutup kembali seperti semula.
Guo Yun dan Nona Zhao sudah tidak terlihat berada di sana.
San Lo Sa dengan kesal, melepaskan pukulan keras, untuk menghancurkan ranjang kayu itu.
"Brakkkk,.."
Ranjang yang terbuat dari kayu, langsung hancur berkeping-keping.
Tapi bagian atas ranjang, yang terbuat dari plat baja tebal, terlihat baik baik saja, bahkan bergeming pun tidak.
"Haiiiisss,..!"
Decak San Lo Sa kesal.
"Apa yang terjadi adik San..!"
Orang ini bertubuh tinggi besar seperti San Lo Sa, yang berbeda wajah San Lo Sa pucat kebiruan.
Sedangkan orang ini wajahnya merah kehitaman.
Dia adalah Er Lo Sa, orang kedua dari tiga Lo Sa bersaudara.
Di sampingnya berdiri si pemuda baju hitam, yang bersenjata bambu runcing.
Di belakang mereka terlihat Ta Lo Sa, dia adalah orang pertama 3 Lo Sa bersaudara.
Dia adalah seorang pria berusia setengah abad, dengan bentuk wajah biasa, kumis dan jenggot terpotong rapi.
Bibirnya selalu tersenyum ramah, gerak geriknya halus.
Hanya sepasang matanya yang terkadang berkilat.
Menunjukkan dia adalah orang yang sadis dan sulit di tebak kemauan nya.
San Lo Sa tanpa menoleh menunjuk ke arah ranjang plat baja tebal dan berkata,
"Mereka menghilang di balik sana.."
Si pemuda baju hitam melayang ringan, menghampiri ranjang itu.
Dia memeriksanya dengan teliti, menekan dan menarik semua benda di sekitar sana.
Akhirnya dia menemukan sebuah tuas, sambil tersenyum mengejek.
Dia menarik tuas tersebut.
__ADS_1
Begitu tuas ditarik, 3 anak panah berwarna kehijauan, melesat menerjang kearah nya.
Si pemuda baju hitam bergerak sigap, membuang diri kebelakang, sambil bersalto diudara.
Lalu dia mendarat ditempat aman.
Sedangkan ketiga anak panah itu kini menancap tepat di tiang langit langit ruangan berjejer rapi di sana.
Si pemuda baju hitam mendarat ringan diatas lantai, dan berkata,
"Jebakan rendahan,.."
Lalu dia kembali ke tuas itu, mencoba menarik beberapa kali ke kiri ke kanan juga memutarnya.
Tap hasilnya nihil, karena tuas itu sudah rusak, tidak bisa di gunakan lagi.
"Rubah kecil yang licik.."
ucap San Lo Sa kesal.
"Lihat saja nanti, bila tertangkap kamu akan tahu akibatnya.."
Ancam San Lo Sa sambil tersenyum sadils di penuhi nafsu kotor.
Ta Lo Sa akhirnya buka suara,
"Kita berpencar, awasi dari tempat tinggi, cepat lambat tikus pasti akan kembali muncul.."
Ketiga rekannya mengangguk cepat, mereka langsung bergerak berpencar keempat arah berlawanan, meninggalkan tempat itu.
Tidak ada yang berani mencegah ataupun menegur mereka, apalagi menuntut ganti rugi kekacauan yang mereka timbulkan.
Axie dan pangeran Cheng, batal menemui Guo Yun, mereka memilih bersembunyi.
Tidak jadi tampil, setelah menyaksikan kekacauan yang terjadi di sana.
Sementara Guo Yun dan Nona Zhao yang bersembunyi di ruang rahasia.
Guo Yun terlihat melangkah menyusul di belakang nona Zhao, dengan tubuh terhuyung-huyung.
Bila nona Zhao tidak bergerak cepat menyanggahnya, Guo Yun pasti sudah jatuh tersungkur keatas tanah .
"Tuan muda kamu kenapa..?"
tanya Nona Zhao, berusaha memapah Guo Yun sekuat tenaga, menuju sebuah ranjang, yang terletak tidak jauh dari posisi mereka.
Guo Yun tidak bisa menjawab, dadanya terasa sesak, sirkulasi aliran tenaga di dalam tubuhnya kacau balau.
Bila menjawab atau berbicara, dia pasti akan muntah darah.
Jadi Guo Yun memilih diam, mengikuti Nona Zhao yang membantu memapahnya agar bisa duduk di atas ranjang.
Tapi karena tenaga Nona Zhao terbatas, sedangkan tubuh Guo Yun yang tinggi dan kekar cukup berat, bagi Nona Zhao yang bertubuh kecil.
Setelah beberapa kali terhuyung huyung ke kiri dan kekanan.
Akhir nya nona Zhao berhasil memapah Guo Yun, hingga tiba di depan ranjang.
Saat ingin membantu Guo Yun duduk, karena Guo Yun terlalu berat, mereka berdua kehilangan keseimbangan.
Jatuh terguling bersamaan keatas ranjang, tanpa sengaja sepasang bibir mereka bertemu dan menyatu.
Ini adalah first kiss bagi nona Zhao, tentu dia sangat kaget, sepasang matanya sampai terbelalak kaget menatap Guo Yun.
Untungnya sepasang mata Guo Yun sedang terpejam rapat.
__ADS_1
Karena jauh sebelum mereka berciuman, Guo Yun telah tidak sadarkan diri, hampir bersamaan dengan saat tubuhnya terguling di atas ranjang.