
"Jangan coba menguji kesabaran ku..!"
"Cepat turuti 3 permintaan ku itu, atau kamu boleh saksikan sendiri kepergian orang orang yang kamu cintai ini..!"
Bentak Ying Zheng yang wajahnya berubah bengis dalam sekejab.
Guo Yun membalasnya dengan tersenyum mengejek dan berkata,
"Kamu boleh mencobanya.."
"Kita boleh lihat siapa yang akan lebih menyesal,..!"
"Kamu atau aku..!"
Ucap Guo Yun dengan sepasang mata mencorong.
Sepasang pedang di tangan nya, kembali mengeluarkan cahaya terang.
Melihat sikap yang Guo Yun tunjukkan, wajah Ying Zheng seketika kembali berubah.
Sambil tersenyum canggung dia berkata,
"Aku akan lepaskan dua orang sandera, tapi kamu juga harus tunjukkan dulu niat baik mu.."
Guo Yun menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bukan dua, tapi aku minta Han Xin, Zhang Liang, Xiang Liang, Xiang Bo, Xiang Yu, Zhong San mereka semua harus di lepaskan dahulu..!"
Ying Zheng terdiam sejenak dan setelah mutar otak, dia pun berkata,
"Baik..! tunjukkan ketulusan mu..!"
Ying Zheng memberi kode agar tabib Si Fu kembali pergi menghampiri Guo Yun.
Tabib Si Fu mengangguk penuh hormat, lalu dia segera kembali menghampiri Guo Yun.
Saat tiba di hadapan Guo Yun dengan tatapan mata penuh simpati, Si Fu menyodorkan, sebutir pil yang berwarna hijau kegelapan ke hadapan Guo Yun.
Guo Yun menatap kearah Si Fu sejenak dan berkata pelan,
"Terimakasih tabib.."
Guo Yun langsung menyambar pil itu dan di masukkan kedalam mulut nya, tanpa memperdulikan sikap dan teriakan suara orang orang terdekatnya.
Gongsun Li terlihat terus melotot kearah Guo Yun, hingga sepasang matanya memerah.
Sambil menahan suara sedan, dia terus menggelengkan kepalanya dengan kuat.
Gongsun Li sangat tidak menyetujui langkah yang Guo Yun ambil, tapi karena tidak bisa bersuara.
Dia akhirnya hanya bisa menangis dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya.
Di tempat lain Si Si memejamkan sepasang matanya yang basah airmata, saat melihat apa yang Guo Yun lakukan.
Seluruh hati dan perasaan nya hancur seiring dengan apa yang Guo Yun lakukan.
Min Min jatuh bersimpuh duduk diatas lantai, dengan tatapan mata kosong, penuh rasa sesal dan bersalah.
Hatinya terlalu sedih hingga air yang mengalir di kedua matanya bukan lagi airmata, melainkan darah bening.
Meng Yun terlihat ikut berlutut di samping ibunya, sambil memeluk ibunya erat erat, dengan airmata bercucuran.
__ADS_1
Dia mencoba menghibur ibunya dengan pelukan hangat, agar Ibu nya tidak terlalu bersedih hati.
Guo Feng dan Guo Ling juga melakukan hal yang sama, mereka dengan airmata bercucuran, juga ikut berlutut di samping Min Min.
Memeluknya dengan erat, mencoba ikut menenangkan Min Min.
Min Min membalas memeluk ke-tiga anak itu dengan erat dan berkata,
"Anak baik jangan menangis seperti ibu.."
"Kalian anak anak ibu yang baik, kuat dan tegar, jangan menangis.."
"Buat ayah mu bangga dengan kalian.."
Ucap Min Min dengan suara menahan isak.
Sedangkan Zhong San, Han Xin Zhang Liang, Xiang Liang, Xiang Bo dan Xiang Yu.
Mereka semua menjatuhkan diri berlutut menghadap ke arah Guo Yun dengan suara hampir serentak mereka berteriak,
"Cu Kung jangan lakukan itu..!"
"Kami semua siap mati untuk itu..!"
"Tolong balaskan saja dendam kami..!"
Li Ba dan Sian Sian yang dalam keadaan terikat kuat, mulut juga terikat.
Mereka hanya bisa menggelengkan kepala berulang kali melihat keputusan yang Guo Yun ambil.
Setelah menelan pil itu, Guo Yun diam diam mengirimkan pesan suara ke tabib Si Fu yang berdiri di hadapannya.
Sehingga hanya Si Fu yang bisa mendengarnya dengan jelas.
"Bila kamu tidak ingin bernasib tragis.."
Si Fu menatap kearah Guo Yun dengan penuh terimakasih dan mengangguk pelan.
Setelah menjura kearah Guo Yun, tanpa berkata apa-apa, tabib Si Fu segera mundur menjauh dari Guo Yun.
Setelah melihat Guo Yun menelan pil itu, Ying Zheng berkata pelan,
"Tetua hitam putih, tolong kalian periksa dia.."
"Jangan sampai dia menipu kita.."
Kedua kakek baju hitam putih itu mengangguk pelan.
Mereka berdua kemudian melayang ke hadapan Guo Yun.
Mereka berdua langsung mencekal pergelangan tangan Guo Yun.
Memeriksa kondisi Guo Yun, Guo Yun tidak melawan.
Dua membiarkan kedua kakek itu memeriksa dengan puas.
Selama mereka berdua cuma berniat memeriksanya, Guo Yun tidak akan memberikan perlawanan.
Bener saat kemudian kedua kakek itu saling pandang, menganggukkan kepala.
Setelah itu mereka pun melepaskan pegangan tangan mereka dari pergelangan tangan Guo Yun.
__ADS_1
Lalu mereka berdua dengan gerakan ringan melayang mundur kembali ke sisi Yin Zheng.
Mereka berdua menganggukkan kepala kearah Ying Zheng tanpa berkata apapun.
Ying Zheng langsung tersenyum puas, dia menoleh kearah Meng Thian dan berkata,
"Lepaskan mereka berenam..!"
"Siap Yang Mulia,..!"
Ucap Meng Thian cepat.
Lalu dia pribadi yang maju menebas putus ikatan kaki dan tangan keenam orang itu dan berkata,
"Kalian berenam sekarang boleh pergi.."
Xiang Yu hampir saja meloncat melabrak Meng Thian.
Untungnya pergerakan nya cepat di tahan oleh Xiang Liang Xiang Bo dan Zhong San.
Mereka bertiga mencoba menahannya, Zhong San sambil menahan Xiang Yu yang sedang meronta kuat.
Dia berbisik di telinga Xiang Yu, "Kamu jangan korbankan dan sia sia kan pengorbanan Cu Kung.."
"10 tahun kemudian, masih belum terlambat bagi mu, untuk kembali meratakan tempat ini.."
Bisikan dari Zhong San, segera menenangkan kemarahan Xiang Yu kecil.
Dia sudah berhenti meronta, dengan mata melotot penuh dendam dan kebencian.
Dia berkata,
"Suatu hari nanti aku Xiang Yu bersumpah pasti akan kembali membumi hanguskan tempat ini tanpa sisa..!"
"Yin Zheng kamu dan keturunan mu boleh tunggu saja..!"
Yin Zheng tersenyum mengejek dan berkata,
"Bocah jangan berbual, aku dengan senang hati akan menunggumu kembali.."
Xiang Yu sambil meludah kearah Ying Zheng.
Dia pun berlalu dari sana di tarik paksa oleh kedua pamannya.
Guo Yun dari jauh melihat kejauhan menghela nafas panjang dan berkata pelan,
"Bocah luar biasa, sayangnya kamu justru mewarisi sifatnya Li er..'
"Kamu harus bisa kendalikan diri, bila ingin sukses.."
Selesai berkata pelan, Guo Yun menoleh kearah Han Wei.
Memberinya kode agar mendekat.
Han Wei buru buru memacu kudanya menghampiri Guo Yun.
"Han Wei pimpin seluruh kekuatan kita mundur teratur kembali ke Shoucun.."
"Termasuk seluruh kekuatan kita, di Zhong Lu, Xin Cheng, An Yi, Luo Yang, Yang Zhai, Dan Yang, Chen dan Cai."
"Semuanya harus segera mundur kembali ke Shoucun secepatnya.."
__ADS_1
Ucap Guo Yun tegas.
Han Wei di buat bengong oleh keputusan Guo Yun.