
Dari gaya Ying Zheng, Zhao Gao di bawah sana, dengan sedikit lirikan matanya keatas.
Dia bisa melihat nafsu membunuh menyelimuti wajah Ying Zheng.
Dia segera meneruskan cerita karangannya bercampur dengan fakta yang dia ketahui.
"Begini Yang Mulia, suatu hari Jendral Meng Yu terserang wabah ganas dan menular, pada saat sedang bertugas."
Tidak ada tabib yang berani mengobatinya, karena takut tertular."
"Kekasihnya mencoba mengobatinya dengan nekad, Jendral Meng Yu akhirnya selamat.."
"Tapi kekasihnya yang tertular tidak, sehingga meninggal.."
"Saat mengawal Putri Ok Soo yang sangat mirip dengan kekasihnya mereka telah.."
Zhao Gao sengaja tidak meneruskan kata katanya.
Hal ini sengaja dia lakukan, agar Ying Zheng semakin terpancing.
Dia dengan cepat langsung melanjutkan ke bagian lainnya.
"Karena itu Meng Yu kini sedang membawa putri Ok Soo dan Obat kekal abadi itu, menuju ke barat."
"Untuk di serahkan ke Pangeran Mahkota Fu Su."
"Dia hendak menukar obat itu dengan dukungan dari Pangeran Mahkota Fu Su dan kakaknya Meng Thian, yang bertugas diperbatasan barat sana.."
"Pangeran Fu Su dan Meng Thian kabarnya, terus meningkatkan kekuatan pasukan mereka di perbatasan barat, dan bekerjasama dengan bangsa Xiong Nu.."
"Mereka sedang membuat persiapan untuk.."
Lagi lagi Zhao Gao sengaja tidak meneruskan kata katanya.
Lagi lagi.pancingan Zhao Gao berhasil.
"Brakkk..!"
Ying Zheng menebaskan pedangnya keatas meja di hadapannya hingga terbelah dua.
"Keparat Keparat tidak tahu balas budi..!"
"Kalian cari mampus,..! baiklah aku akan memenuhinya..!"
Teriak Ying Zheng geram.
Zhao Gao masih di posisi kembali berkata,
"Baginda jangan emosi tenanglah.."
"Jaga kesehatan Baginda yang paling utama, jangan sampai emisi merusak tubuh naga Yang Mulia.."
Ying Zheng masih dengan pedang terhunus berkata,
"Cepat panggil Zhao Guang kemari, aku membutuhkan tenaga nya..!"
"Baik Yang Mulia..!"
Ucap Zhao Gao cepat.
__ADS_1
Ying Zheng setelah Zhao Gao pergi dia bergumam sendiri,
"Sayangnya Hei Pai Suang Kui dan Kwee Lun telah tiada.."
"Sedangkan kesembilan orang itu, mereka hanya berjanji melindungi kerajaan dan aku saja.."
"Mereka tidak mau beranjak mengikuti dan melindungi ku, bila tidak sedang dalam lingkup istana.."
"Kalau tidak tentu semuanya akan lebih mudah."
"Setidaknya para penghianat itu, akan langsung bisa di tangkap, tanpa perlu menggunakan kekuatan militer dan terjadi perpecahan sendiri.."
"Tapi langkah ini harus di ambil, sebelum mereka membesar dan makin sulit di atasi.."
Ucap Ying Zheng pada dirinya sendiri.
Tidak butuh waktu lama, Zhao Guang sudah dibawa oleh Zhao Gao datang menghadap.
Begitu tiba di hadapan Ying Zheng, Zhao Guang dan Zhao Gao langsung menjatuhkan diri berlutut menyembah kearah Ying Zheng dan berkata,
"Salam hormat kami Yang Mulia, semoga Yang Mulia panjang umur sehat sejahtera..'
"Kalian berdua bangunlah..!"
"Ucap Ying Zheng sambil mempersilahkan mereka berdua untuk berdiri di hadapannya.
"Zhao Guang aku ada tugas untuk mu, bawalah 250.000 pasukan, cegah Meng Yu bergabung dengan kakak nya di barat sana.."
"Kamu harus bisa tangkap Meng Yu dan Putri Ok Soo, sekaligus menyita obat titipan dari tabib Fu Su untuk ku yang di titipkan ke Meng Yu."
"Siap di laksanakan Yang Mulia.."
Ucap Zhao Guang cepat.
"Selain tugas tadi, masih ada satu tugas lagi.."
"Kamu minta Fu Su dan Meng Thian ikut dengan mu kembali ke Xian Yang.."
"Hanya mereka berdua saja, pasukan tidak boleh ikut.."
"Bila mereka membangkang, bumi hanguskan saja yang melawan.."
Ucap Ying Zheng memberikan tugas tambahan untuk Zhao Guang.
Zhao Guang segera berkata mengikuti skenario yang sudah di persiapkan oleh dia dan Zhao Gao.
"Maaf Yang Mulia sebelum hamba jalankan tugas kedua, hamba hanya mau ingatkan satu hal.."
"Hamba meski punya posisi tinggi, tapi hamba adalah Jendral baru, masih tidak semua pasukan nurut dengan ku.."
"Apalagi bila perintahnya adalah untuk menahan atau menghancurkan Jendral senior seperti Meng Thian.."
"Yang hamba khawatir kan adalah, pasukan ku, nantinya bukan menuruti perintah ku."
"Mereka malah berbalik ke pihak Jendral Meng Thian, yang punya ikatan kedekatan yang jauh lebih kuat dengan mereka.."
Ucapan Zhao Guang yang sangat beralasan, seketika membuat Ying Zheng harus berpikir solusinya.
Setelah beberapa saat berpikir, dia berkata,
__ADS_1
"Ucapan mu bukan nya tidak beralasan, baiklah aku terima saran mu.."
"Aku sendiri secara pribadi, akan maju ke garis depan mendukung mu.."
Zhao Gao segera maju kedepan dan pura pura berkata,
"Yang Mulia harap pertimbangkan.lagi rencana mu yang sangat beresiko itu..?"
"Bagaimana bila tugas ini biar saya dan perdana menteri Li Si, yang ikut maju menggantikan Yang Mulia..?"
Ying Zheng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak,..keputusan ku sudah keluar, dan sudah di putuskan, aku tidak akan merubahnya lagi.."
"Kalian bertiga boleh turut serta mendampingi ku.."
"Besok subuh kita langsung berangkat.."
Ucap Ying Zheng tegas.
"Siap Yang Mulia..!"
Ucap Zhao Gao dan Zhao Guang cepat.
Keesokan paginya sebelum matahari terbit Ying Zheng dan pasukan besarnya, di bawah pimpinan Jendral Zhao Guang sudah berangkat menuju wilayah perbatasan barat.
Di tempat lain, Meng Yu yang sedang mengawal putri Ok Soo dan membawa obat pil abadi dari tabib Fu Su.
Dalam perjalanan, dia mendapat surat dari perdana menteri Li Si, agar dia bergerak kearah barat.
Karena Kaisar Qin sedang melakukan inspeksi ke barat, melihat hasil pembangunan tembok besar..
Tanpa bercuriga Meng Yu segera membelokkan pergerakannya menuju barat.
Meng Yu menjadi semakin yakin, ketika anak buahnya datang memberinya laporan bahwa Ying Zheng dan pasukan besar nya, memang terlihat sedang bergerak kearah barat.
Di tempat lain, di mana rombongan Ying Zheng sedang bergerak,
Saat mereka tiba di lembah Kai Sien, Zhao Guang di kawal oleh Li Si dan Zhao Gao, mereka datang menghadap Ying Zheng.
Zhao Guang setelah melihat kode dari Ying Zheng agar mereka bertiga tidak perlu peradatan.
Dia segera maju berkata,
"Yang Mulia menurut laporan mata mata posisi Meng Yu berjarak 500 Li dari Lembah Kepala Naga.."
"Dia akan segera melewati jalan sembilan Naga yang sempit, di apit oleh dua dinding terjal di kanan kiri.."
"Tempat ini berjarak 100 Li dari lembah kepala Naga.."
"Tempat itu merupakan tempat paling tepat untuk turun tangan."
"Untuk itu, saya mau mohon ijin dari Yang Mulia, untuk melakukan persiapan keberangkatan ke sana.."
Ucap Zhao Guang cepat.
Ying Zheng mengangguk pelan dan berkata,
"Pergilah Zhao Guang berhati hatilah, bawalah pasukan mu kesana.."
__ADS_1
"Kami menunggu kabar baik mu di sini.."
Ucap Ying Zheng memberi semangat dengan menepuk lembut bahu Zhao Guang.